Orbis Online

Orbis Online
74. Hanya Demi Game



Traangg! Traang!


Setelah menyadari perpindahan dari Dungeon Ambora Temple ke Dungeon lain, Reus dan Dunk secara terpaksa berlari mencari tempat aman sambil bertarung melawan beberapa sosok makhluk humanoid yang memenuhi di tempat ini.


Sudah lebih dari setengah jam berlalu semenjak keduanya terlempar ke Dungeon misterius bernama Chaos Lair ini dan HP mereka sudah banyak berkurang. Lawan mereka adalah monster-monster berlevel tinggi di atas level 100, sementara Reus sendiri masihlah berada di sekitar level 50 sampai 60-an. Bagaimana bisa ia mengatasi lawan yang levelnya dua kali lipat dari dirinya?


Dunk sendiri masih berlevel 50-an, tetapi pengalaman bertarungnya lebih besar dari Reus. Itu dapat dilihat dari bagaimana ia melawan beberapa monster humanoid berpenampilan seperti iblis ini. Sementara Reus? Ia sudah hampir kehabisan Energy karena terus menerus mengerahkan Hollow Swords dan Swing demi keselamatannya sendiri.


Saat ini mereka tengah bersembunyi di sebuah ruangan kecil yang terdapat di dalam Dungeon untuk beristirahat. Reus yang terkenal atas ketenangannya di antara teman-temannya pun terlihat mulai panik dan waswas sekarang. Tentu saja, ia tidak pernah menduga bahwa ruangan di Ambora Temple tadi adalah perangkap mengerikan.


   "Dunk, kau tahu bagaimana ini bisa terjadi?"


   "Hmm, mungkin saja pintu ruangan Ambora Temple itu adalah pintu yang bisa memindahkan siapa saja yang masuk ke dalamnya ke tempat ini. Aku pernah melihat beberapa kali perangkap sejenis di Dungeon level tinggi lainnya."


   "Lalu, bagaimana cara kita keluar dari sini?"


   "Mati."


Wajah Reus menjadi datar seketika begitu mendapat jawaban singkat dari Dunk. Reus sendiri sudah tahu kalau mati adalah salah satu jalan keluar dari tempat ini. Pasalnya setiap kali pemain kehabisan HP dan mati, mereka akan dihidupkan kembali di kota terakhir yang mereka kunjungi dengan bayaran sejumlah exp dan Item tertentu dari Inventory-nya.


Reus menghela nafas berat merasa bodoh karena bertanya kepada Dunk. Setidaknya ia ingin cara itu adalah cara terakhir yang bisa mereka gunakan, tapi sepertinya tidak ada cara yang memungkinkan untuk saat ini mengingat besarnya perbedaan level dan status Reus serta Dunk dengan monster-monster mob di tempat ini.


   'Meskipun aku menggunakan Breathing Power dan Black Form untuk melawan mereka, tetap saja aku tidak bisa mengalahkan mereka—bahkan satu saja. Jumlah mereka yang cukup banyak dan cara mereka bertarung itu benar-benar membuat repot.'


Sebelumnya Reus sudah bertarung melawan monster-monster ini, tetapi ia tidak bisa mengalahkan satupun dari mereka—bahkan setelah menggunakan Black Form dan Breathing Power sekaligus. Jika itu satu lawan satu maka Reus masih bisa mengalahkannya, namun bagaimana ia bisa mengalahkan salah satu dari mereka jika lima makhluk itu menyerang secara bersamaan?


Meskipun dalam mode Black Form status Str dan Dex Reus meningkat drastis, kecepatan lawannya dapat dengan mudah beradaptasi terhadap kecepatannya yang sudah ditingkatkan itu. Lawannya kali ini bukanlah Undead, maka dari itu efek titel Undead Killer tidak berefek.


   'Kalau tak salah nama rasnya adalah Chaos, bukan?'


Menanyakan hal tersebut di dalam kepalanya, Reus membuka browser dan mencari informasi soal ras Chaos yang ada di dalam Orbis Online—atau nama ras monster yang mereka hadapi sekarang. Sementara Reus mencari informasi tentang ras Chaos, Dunk berjaga-jaga di sekitar pintu ruangan dengan kewaspadaan yang luar biasa.


Mengingat musuh mereka kali ini sangat kuat—bahkan untuk level monster mob—tidak heran jika Dunk benar-benar serius menghadapinya. Ia terlihat sangat berbeda dari ketika melawan Undead sebelumnya.


Setelah beberapa saat berselancar di dunia internet, Reus menemukan beberapa fakta mengenai ras Chaos di dalam Orbis Online.


Ras Chaos adalah ras monster pertama yang ada di dunia Orbis Online. Sebagai ras monster pertama di dunia, mereka bisa dikatakan sebagai ras monster terkuat dan merupakan induk dari sebagian besar ras yang ada. Mereka memiliki kemampuan berpikir layaknya manusia, tetapi tidak bisa berbicara bahasa manusia dan hanya sebagian kecil yang mampu berkomunikasi dengan manusia.


Ras Chaos paling lemah memiliki level setidaknya di atas 110 dan mempunyai skill bawaan yang cukup merepotkan, yaitu Power Cry yang memampukan mereka meningkatkan seluruh statusnya sebanyak 20% selama 10 menit kecuali status Strength yang teramplfikasi hingga 30% tanpa efek samping. Ras ini juga digadang-gadang sebagai antagonis utama dari skenario cerita Orbis Online.


Melihat fakta ini dahi Reus mengerut sama sekali tidak menyukai kondisinya sekarang. Meski sampai saat ini ia dan Dunk berhasil selamat dari serangan-serangan mereka yang mematikan, tetap saja itu berkat puluhan HP Potion yang mereka konsumsi setiap lima sampai sepuluh detik sekali.


Reus terlihat bimbang menentukan pilihannya. Silent Strike adalah sebuah skill yang biasanya dipakai oleh pemain berkelas Assassin atau sejenisnya. Skill ini adalah skill aktif-pasif yang akan berguna jika penggunanya menyerang tiba-tiba dari keheningan dan serangan tersebut dapat meningkatkan serangannya hingga 30%.


Tentu bagi Reus hal ini adalah pilihan yang cukup berat. Skill ini akan sangat berguna di keadaan sekarang mengingat jika ia bisa mengaktifkan Black Form dan Breathing Power sekaligus, lalu Enchant Blackstar yang serangan tusukannya dikali 100%, tentu dengan bantuan Silent Strike daya serangnya akan sangat membantu.


Ia sudah membuka Orbis Forum di browsernya dan langsung mencari Skill Emblem Silent Strike, namun kedua tangannya segera membungkam mulutnya sendiri yang hampir berteriak histeris begitu melihat harga yang dilabelkan. Skill Emblem yang ia cari paling murah seharga 680.000 Byl sementara yang paling mahal berlabel 1.200.000 Byl di bawah nama skill tersebut.


Jika saja ia sedang tidak berada di kondisi yang membahayakan seperti ini mungkin ia sudah berteriak sekeras halilintar.


Mau dipikir bagaimanapun juga, Reus masih berpikir bahwa dunia ini adalah dunia game, namun dunia ini terasa seperti dunianya yang seharusnya ia tinggali. Ia merasakan banyak kesenangan dan kepuasan yang jarang ia rasakan di dunia nyata, tetapi ia masih sadar diri bahwa dunia ini hanya sekedar dunia palsu.


Membuang uang sebesar 6.800.000 rupiah hanya untuk game itu sangatlah besar keputusannya, namun di sisi lain ia bisa membeli Skill Emblem ini dan jika berhasil membunuh beberapa makhluk ras Chaos dan mendapatkan drop item yang mungkin bisa ia jual di Orbis Forum, ia bisa lebih diuntungkan. Namun untuk itu ia juga harus memikirkan status Luc-nya yang begitu rendah dibanding status lainnya.


Setelah beberapa menit menimbang-nimbang dua keputusan ini, Reus dengan jari bergemetar menekan tombol transaksi senilai 6.800.000 rupiah ini. Dalam sekejap Skill Emblem Silent Strike tersebut masuk ke dalam Inventory-nya yang langsung ia gunakan untuk diserap skill yang ada di dalamnya dengan mata berkaca-kaca.


---


Silent Strike Skill Emblem


Berisikan skill Silent Strike


---


Beberapa detik kemudian Skill Emblem itu mengeluarkan cahaya redup dan akhirnya pecah menjadi ribuan partikel pixel dan menghilang. Reus segera memeriksa apakah Skill Emblem ini telah berhasil ia gunakan atau tidak.


---


Silent Strike (Level 1-1)


Meningkatkan serangan pengguna secara acak ketika menyerang lawan tiba-tiba dalam keheningan hingga 30%


Energy : 5


Cooldown : -


---


Meskipun tidak membutuhkan cooldown, skill ini menarik bayaran sebesar 5 poin Energy tiap kali digunakan. Bagi Reus sendiri 5 poin Energy tidak begitu besar dan sangat ekonomis dalam segi penghematan Energy saat bertarung, tapi ia sudah tak bisa menahan air matanya lagi yang menetes satu per satu sambil menutup mulutnya agar tak menimbulkan suara berisik.


   "Uangku habis sebanyak ini hanya demi game."