Orbis Online

Orbis Online
165. Situasi Slyph



Beberapa hari setelah kesepakatan terjalin antara Reus dan Crystina, kini di depan penginapan terlihat beberapa orang telah berkumpul pada satu tempat menjadi perhatian warga sekitar yang berlalu-lalang.


   "Hei Reus, bukankah topeng ini terlalu mencolok? Kenapa tidak dilepas saja?"


   "Bodoh, ini setidaknya bisa melindungi sedikit identitas kita agar Crimson Castle tidak terlalu dicurigai. Jangan mengeluh."


   "Baik, ketua."


Ramsey tertunduk begitu perkataannya ditanggapi oleh Crystina namun wajahnya tidak terlalu senang. Reus bisa melihat perasaan tidak senang Ramsey tetapi memilih mengabaikannya, mengingat saat ini topeng yang dikeluhkan Ramsey mengundang perhatian.


   "Nah, sudah saatnya kalian pergi ke istana. Penjagaannya pasti lebih ketat tetapi jika menemukan kesulitan kabari aku. Sebisa mungkin aku akan datang."


   ""Siap laksanakan!""


Ikshan dan Ramsey berseru bersamaan sebelum melompat ke atas dan berlari di atas atap bangunan menuju istana. Langkah mereka cukup serasi meski kelas Ramsey tidak terlalu mendukung untuk melakukan hal seperti Ikshan, nyatanya Ramsey bisa mengimbangi kecepatan Ikshan sebagai pemain spesialisasi pergerakan ringan.


Mungkin karena levelnya yang hampir mendekati 300-an Ramsey bisa menyaingi Ikshan dalam hal kecepatan yang memiliki Special-class spesialisasi kecepatan seperti Assassin, Phantom Reaper.


Tidak lama setelah keduanya pergi datanglah beberapa prajurit berperlengkapan serius mengepung kelompok Reus.


   "Hmm, lebih sedikit dari yang kukira. Kupikir akan lebih banyak."


Reus mengelus dagunya sejenak melihat jumlah prajurit yang datang jauh dari perkiraannya. Dia berpikir dengan memakai topeng akan memancing prajurit cukup banyak karena memiliki ciri khas seperti kejadian Alvast beberapa hari lalu tetapi dugaannya salah.


   "Reus, biar aku saja. Kau dan ketua simpan saja tenaga untuk melawan yang lain."


   "Kalau begitu aku akan membantu Kynel."


Kynel dan Dunk melangkah maju mendekati para prajurit membuat mereka menjadi waspada.


Reus sendiri tidak melarang ataupun menghentikan keduanya tetapi dia memperingati mereka agar tak terlalu menimbulkan kerusakan dan korban tak bersalah.


   "Berhenti di tempat kalian atau kami akan bermain kasar!"


Peringatan salah seorang prajurit tidak ditanggapi dengan baik oleh Kynel, gadis itu hanya tersenyum sebelum menghentakkan tongkat sihir besarnya ke tanah kuat-kuat. Beberapa saat setelahnya tanah tempat Kynel berdiri menciptakan gelombang seperti ombak air yang berasal darinya.


Para prajurit terperanjat menyaksikan gelombang tanah tersebut, mereka tidak sempat bereaksi dan akhirnya terjatuh ke tanah berkat kejadian gaib itu.


   "Giliranku! Burning Bind!"


Dunk melepaskan kobaran api dari tangannya yang segera berubah menjadi rantai api mengikat seluruh prajurit tersebut dalam sekejap.


   "Hehehe, bagaimana kemampuanku, Reus? Cukup hebat, bukan?"


Dunk menoleh ke belakang memandang Reus sambil mengusap-usap ujung hidungnya sambil membusungkan dadanya, membuat Kynel sedikit tidak senang karena sebagian besar faktor Dunk dapat sukses mengikat mereka semua adalah gelombang tanahnya barusan.


Reus tersenyum kecil sebelum mengangkat tangan kirinya ke depan, mengerahkan Telekinesis pada para prajurit yang tengah terikat tersebut lalu melempar mereka beberapa meter ke udara sebelum jatuh kembali ke tanah.


Crystina, Kynel, maupun Dunk melotot menyaksikan hal gaib tersebut. Mereka kini memandang Reus dengan tatapan tidak percaya.


   "Ini yang seharusnya kau sebut 'cukup hebat'."


Reus membusungkan dadanya saat berkata demikian.


Tidak lama kemudian lebih banyak prajurit mendatangi tempat mereka. Para prajurit tersebut datang karena melihat rekan-rekan mereka tiba-tiba melayang sambil menjerit keras. Sudah bukan rahasia bahwa hal itu adalah salah satu kemampuan biang kerok dari tahanan yang kabur beberapa hari lalu.


   "Heh, mereka sungguh datang lebih banyak."


Crystina bergumam melihat banyak prajurit berdatangan. Dia mengangkat Great Grega dari posisi tertancapnya di jalan lalu menopang pedang besar itu di bahu sambil tersenyum lebar.


   "Ketua Crystina, lebih baik kau simpan saja tenagamu untuk melawan Xavier. Aku yakin kau akan membutuhkannya nanti."


Alis Crystina sedikit terangkat mendengar perkataan Reus yang terdengar seperti meremehkannya tetapi, dia belum pernah menghadapi orang nomor satu se-Lavore Kingdom ini sedangkan Reus sudah pernah berhadapan dengan Xavier. Berkat itu Crystina hanya menurut dan menurunkan pedangnya kembali.


Reus memandang Kynel dan Dunk sesaat sebelum menarik pedang di punggungnya dan melesat cepat menggunakan Sprint menuju barisan para prajurit. Dalam sekejap saja Reus sudah mencabut beberapa nyawa prajurit dengan ayunan pedangnya.


Kecepatan Reus menjadi berlipat ganda karena perlengkapan yang dia kenakan saat ini bukanlah Dragon Scale Armor lagi tetapi Dragon Scale Cloak, Equip baru yang dirombak Ikshan dari Dragon Scale Armor menjadi lebih ringan.


---


Dragon Scale Cloak +1


Level Req : 280


Def : 525


Melawan Dragon damage yang diterima -50%


---


Biarpun pertahanannya cukup berkurang dari sebelumnya, kini Reus bisa lebih leluasa memainkan pedangnya sesuka hati.


Bukan hanya Dragon Scale Armor yang dirombak oleh Ikshan, tetapi beberapa Equip seri Dragon milik Reus lainnya juga dirombak menjadi lebih ringan dan sesuai untuk Reus.


---


Level Req : 280


Def : 190


Melawan Dragon damage -15%


---


Dragon Scale Gloves


Level Req : 280


Def : 210


Melawan Dragon damage -15%


---


Dragon Scale Shoes


Level Req : 280


Def : 210


---


Awalnya Reus tidak percaya dan sempat menolak ketika Ikshan berniat merombak ulang Equip-nya karena Equip tersebut begitu berharga tetapi setelah melihat hasil rombakan Ikshan pada Equip lain, Reus memberikan semua Equip seri Dragon-nya kepada Ikshan untuk dirombak ulang.


Meskipun memakan biaya yang cukup besar dan mendapat sedikit pengurangan status pertahanannya, Reus tidak menyesali pilihannya. Terutama setelah mengetahui Special Trait Set pada Equip seri Dragon sebelumnya tidaklah hilang.


Berkat itu Reus bisa lebih ganas memainkan pedangnya menebas setiap lawan yang menghadang, membuat baik Kynel, Dunk, bahkan Crystina membeku menyaksikan aksi Reus menghadapi puluhan prajurit seorang diri.


   "Dia jelas bukan pemain abnormal biasa...."


Crystina yang pertama kali berkomentar melihat kekuatan Reus langsung melalui mata kepalanya sendiri. Dia sedikit menyesalkan penolakan Reus bergabung dengan Legion-nya tetapi, dirinya tidak menyerah.


Di masa depan Crystina bertekad untuk merekrut Reus kembali ketika situasi sudah lebih tenang.


***


Di istana kerajaan, tepatnya di ruang tahta berkumpul beberapa orang termasuk sang penguasa Lavore Kingdom. Pria sepuh yang duduk di singgasana dalam ruangan tersebut memandang seorang pria yang tengah berlutut sebelah kaki tak jauh di depannya.


   "Bagaimana keadaan Sylph de Corvette? Apa dia menerima penawaran kita?"


   "Belum, Rajaku. Justru sebaliknya, dia menentang lebih keras dari sebelumnya."


Pria itu menjelaskan bahwa meski dalam keadaan terikat oleh rantai anti sihir, Sylph mampu mengeluarkan beberapa sihir kepada beberapa penjaga meski begitu lemah sampai tidak berefek apapun. Dia menolak semua makanan dan minuman yang disediakan baginya.


Pria sepuh di singgasana mengelus janggut putih di dagunya sejenak mendengar hal tersebut.


   "Hasilnya berbanding terbalik dengan yang kau katakan, Verys."


   "Maafkan saya, Rajaku. Saya kira peluang keberhasilannya adalah 50 banding 50 untuk membuat semangat hidupnya semakin menghilang saat kita memberitahukan hal yang sesungguhnya padanya."


Pria yang dipanggil Verys itu sedikit menundukkan kepalanya saat berkata demikian, membuat sang raja mendengus pelan tidak mempedulikannya lebih jauh.


Sejak ditangkap oleh Xavier, Sylph dipenjarakan di ruang kosong pada ruang bawah tanah istana. Di hari pertamanya raja mengunjungi Sylph dan memberitahukan seluruh kebenaran mengenai kejadian lima tahun lalu yang mana hampir seluruh bangsawan termasuk raja sendiri menjebaknya ke dalam perangkap.


Alasan mengapa hal itu dilakukan karena kekuatan sihir Sylph terlalu besar hingga dianggap mengancam posisi sang raja dan beberapa bangsawan lain. Raja dan kaum bangsawan lain bekerja sama untuk menyewa sekelompok berkekuatan besar untuk melakukan tugasnya dan jadilah demikian.


Hal ini diberitahukan oleh raja sendiri kepada Sylph agar penyihir muda itu merasa putus asa dan semakin terpuruk menjalani hidup agar kekuatannya dapat dimanfaatkan oleh raja dan bangsawan untuk militer, namun sayang hal tersebut justru berbanding terbalik.


   "Jika dia menolak bekerja sama dengan kita maka biarlah dia membusuk di penjara itu sampai beberapa tahun ke depan."


Tidak ada yang menolak keputusan sang raja, mereka semua setuju tindakan tersebut adalah yang terbaik. Semakin Sylph terburuk dalam penjara, semakin tinggi juga kesempatan akalnya menghilang dan bisa dimanfaatkan oleh kaum bangsawan secara bebas.


Sangat disayangkan jika menurunkan hukuman mati pada Sylph dalam waktu dekat ini mengingat kekuatan sihirnya yang begitu besar.


   "Rajaku! Ada berita penting!"


Saat semua di ruangan tersebut hening, seseorang menerobos pintu masuk dengan wajah panik disertai keringat dingin. Dia menyita perhatian seluruh orang di sana termasuk sang raja.


   "Bicaralah."


   "Baik, Rajaku."


Orang tersebut mengatur nafasnya sejenak sebelum berlutut sebelah kaki di depan raja.


   "Rajaku, tahanan Immortal Being yang membuat kerusuhan beberapa hari lalu kembali. Kabarnya kini dia tidak sendiri melainkan membawa tiga orang bersamanya."


Ornag-orang di sekitar berdiskusi sementara dahi sang raja mengerut cukup hebat.