Orbis Online

Orbis Online
203. Kekuatan Penuh



Dengan kekuatan Balmung yang kini telah meningkat drastis, Reus melesat cepat menuju Four-Headed Dragon King Statue menggunakan Psychokinesis. Dia langsung menyarangkan tebasan Energy Wave disertai Swing yang berhasil mengguncang patung naga berkepala empat tersebut.


   "Grooaaa!!"


Salah satu kepala naga itu meraung keras sukses mengejutkan dan membuat dahi Reus mengerut hebat.


   "Dia bisa bersuara?"


Patung dengan empat kepala naga ini merupakan makhluk yang terbuat dari batu, bukan makhluk hidup yang sebenarnya. Bagaimana bisa sebuah benda mati mengeluarkan suara? Itu pertanyaan yang ada di pikiran Reus.


   "Tapi, bisa bersuara atau tidak, aku tak akan berhenti!"


Reus maju dan mendaratkan serangan lainnya menggunakan Balmung disertai Swing tanpa peduli raungan lawannya itu. Dia juga mengerahkan Black Cloud saat mengetahui jumlah Energy-nya masih mencukupi, namun dengan kondisi Blackstar sekarang, Reus hanya bisa mengerahkan enam tebasan dengan sebilah pedang saja.


Biarpun hanya mampu menggunakan sebilah pedang, keenam tebasan Reus bukan melemah justru semakin kuat. Hal itu terbukti dari setiap tebasan yang Reus mampu mengurangi tidak kurang dari 3% total HP Four-Headed Dragon King Statue.


   "Hmm? Apa ini?"


Saat dirinya sibuk mempersiapkan serangan lain setelah melepaskan enam tebasan Black Cloud, pandangan Reus menangkap sebuah panel semi transparan melayang tak jauh dari wajahnya. Dia segera membaca isi panel tersebut tanpa melepas Adrenaline Mode.


 


Efek Sword Full Control Arts terhadap Balmung berhasil diaktikan!


Seluruh kemampuan Pedang Pembunuh Naga, Balmung akan diaktifkan secara paksa hingga ke tahap tertentu selama Sword Full Control Arts aktif! Seluruh kemampuan Balmung meningkat!


 


Balmung (Full Control Arts)


Pedang spesial hasil dari evolusi Dragon Slayer Sword dan sinkronisasi dengan titel Dragon Slayer pengguna. Balmung hanya bisa digunakan oleh tuan yang telah diakuinya, jika orang lain memegangnya maka akan berubah menjadi Dragon Slayer Sword biasa untuk sementara.


Dmg : 1.100-1.200 (+265%)


Dur : 571 (+265%)


Ability : Blood of Fafnir


Bonus Skill : Dragon Incarnation, Dragon Crown (sementara)


Melawan Dragon damage +300%


 


Dragon Crown (sementara)


Meningkatkan kekuatan Dragon Aura hingga 300% dan memberikan intimidasi hebat kepada seluruh makhluk yang dianggap musuh oleh pengguna selama sepuluh menit.


Memperkuat seluruh status pengguna hingga 150% jika pengguna adalah keturunan ras atau memiliki darah naga selama sepuluh menit. Jika pengguna bukan keturunan ataupun memiliki darah naga akan meningkatkan seluruh status pengguna hingga 100% selama sepuluh menit.


Energy : 300


Cooldown : 1 jam


 


Reus ingin sekali menjerit melihat sebuah Bonus Skill baru yang muncul pada Balmung, meski hanya sementara dan akan menghilang seusai efek Sword Full Control Arts berakhir, itu artinya dia bisa meningkatkan statusnya lagi selama memiliki jumlah Energy yang memumpuni!


   "Lalu, jika ditambah dengan Special Trait Set Equip seri Dragon yang kukenakan...."


Reus menghitung betapa besar status yang bisa dia dapatkan dalam menit-menit terakhir sebelum durasi Dragon Incarnation selesai dalam kepala secepat mungkin. Totalnya tidak kurang dari 1.000%, itupun belum memikirkan kemungkinan dirinya memilliki darah naga atau tidak karena Dragon Bloodgist pemberian Arshwing yang dia konsumsi!


Senyuman Reus kembali melebar memandangi Four-Headed Dragon King Statue dengan perasaan menggebu-gebu setelah mengaktifkan Dragon Crown, sementara patung berkepala empat tersebut mempersiapkan serangan laser lain dari keempat mulutnya yang kemudian disatukan di depan dadanya.


Reus mengangkat Balmung tinggi-tinggi sebelum mengayunkannya secara vertikal dari kejauhan dan di saat yang sama keempat kepala patung naga itu sudah menembakkan empat laser yang telah disatukan tersebut mengincar satu titik.


   "Swing! Energy Wave!"


Gelombang energi raksasa yang tercipta dari ayunan Balmung melesat cepat dan akhirnya berbentrokan dengan keempat laser Four-Headed Dragon King Statue, lalu menyebabkan ledakan besar lainnya yang kembali mengguncang seisi Dungeon.


Four-Headed Dragon King Statue ingin sekali bangun dan berlari menuju Reus berniat menginjak manusia kerdil tersebut hingga gepeng, tapi selain sebelah kakinya yang telah dihancurkan, dia tidak terbiasa dengan tubuh patung seperti ini.


Four-Headed Dragon King Statue—atau yang sebelumnya bernama Wallface of Seven Dragon King—merupakan Dungeon Boss sekaligus penjaga Ruins of Seven Dragon King ini. Sudah puluhan hingga ratusan tahun belum pernah ada pengganggu yang mampu mencapai ruangannya.


Ruins of Seven Dragon King memang bukan termasuk satu dari lima Dungeon tersulit di seluruh Plainfest yang dijuluki Five Great Dungeon, tetapi level monster-monster di dalam serta lokasi Dungeon yang cukup terpencil membuat para penantang Dungeon tidak mampu bertahan lama atau bahkan mencapai ruangan bos.


Hal tersebut pulalah yang menyebabkan Dungeon ini tidak begitu dikenal oleh pemain.


Selama puluhan hingga ratusan tahun Wallface of Seven Dragon King tidak pernah mengerahkan wujud aslinya yang berupa Seven-Headed Dragon King Statue demi mengusir penantang sehingga gerakannya cukup kaku, apalagi terbuat dari batu yang berat sehingga dia tidak terbiasa dengan tubuh patung seperti ini dan menyebabkan dirinya kehilangan tiga kepala.


Tidak pernah terpikirkan oleh Four-Headed Dragon King Statue seorang manusia kerdil yang tak terlihat istimewa berhasil menghancurkan dua kepalanya dan membuat dirinya bangkit sebagai patung.


Jurus terakhir yang dikerahkan Four-Headed Dragon King merupakan jurus terkuatnya, Dragon Beam Unison. Dia memang hanyalah golem dan tidak termasuk ras Naga yang menjadi penjaga Dungeon, tetapi penciptanya menanamkan skill serupa dengan nafas naga meski tidak sekuat aslinya.


Biarpun tidak terlihat jelas seharusnya Reus, manusia yang menjadi lawannya itu sudah berubah menjadi abu meski berhasil ditahan. Level mereka jelas berbeda terlalu jauh dan menurutnya mustahil manusia berlevel awal 200 mampu melawan Dungeon Boss berlevel 380 seorang diri.


Saat Four-Headed Dragon King Statue berpikir Reus sudah kalah dan hendak memberi penghormatan sebagai manusia pertama yang berhasil sampai kemari, dari tirai debu hasil Dragon Beam Unison-nya sesuatu melesat dengan cepat.


Benar, 'sesuatu' itu adalah manusia kerdil keras kepala yang tidak bisa mati, Reus. Dia melesat begitu cepat bagai bintang jatuh dengan dua pedang kembar di kedua tangannya, serta sebilah pedang hitam di mulutnya.


Blaarr!!


Tanpa membiarkan Four-Headed Dragon King Statue bereaksi, Reus mengayunkan sepasang pedang pada kedua tangannya dan mendaratkan sebuah serangan telak pada leher salah satu kepala patung naga.


Dalam satu tebasan kembar itu leher yang diincar Reus mengalami retakan besar dan akhirnya hancur, membuat salah satu kepala patung naga tersebut jatuh ke lantai dan hancur berkeping-keping menjadi batu kecil yang tak terhitung sekaligus mengurangi kurang lebih 20% HP Four-Headed Dragon King Statue.


Ketiga kepala naga yang tersisa tentu terkejut melihat kemunculan Reus yang seharusnya sudah mati justru berhasil melancarkan sebuah serangan raksasa yang sukses menghabisi salah satu kepalanya.


Belum sempat pulih dari keterkejutan, Reus segera melesat menuju kepala lainnya menggunakan Psychokinesis dan mengerahkan sepasang serangan kembar lain dengan bilah pedang hitam yang memanjang dari kedua pedangnya.


   "Sunless Sky!"


Zraat!!


Tebasan kembar tersebut tanpa kesulitan menghancurkan satu kepala lagi yang mana menyisakan dua kepala lagi untuk dihancurkan dan kurang dari sepertiga HP agar Reus dapat memenangkan pertarungan ini.


Reus ingin segera melayangkan serangan lainnya berupa Black Cloud atau Dragon Fang menggunakan Balmung atau kelima bilah Hollow Swords yang menjadi satu, tetapi jumlah Energy-nya yang tersisa setelah melancarkan Sunless Sky berkata lain, bahkan mengerahkan sebuah Dragon Smite saja sudah tidak mampu.


   'Sialan! Padahal sedikit lagi!'


Reus menjerit dalam hati mengutuk kuantitas Energy-nya yang begitu sedikit. Dia menghela nafas sejenak sebelum memutuskan untuk melesat dan memberikan serangan normal pada Four-Headed Dragon Statue dari dekat, namun belum sempat dirinya bergerak matanya menangkap bahaya tepat di depan wajahnya.


Dua kepala naga yang tersisa tak mau ikut menjadi korban sehingga segera menyatukan kekuatan dan menyiapkan Dragon Beam Unison sekali lagi sesaat sesudah Reus menghancurkan kepala kelima, lalu sepersekian detik kemudian dilepaskan dalam jarak dekat.


Blaarr!!


Dragon Beam Unison merupakan serangan terkuat yang dimiliki Four-Headed Dragon King Statue, meski kekuatannya cukup berkurang karena hanya tersisa dua kepala tetap saja serangan Dungeon Boss tersebut mampu mengguncang seluruh Ruins of Seven Dragon King.


Reus sama sekali tidak terlihat lagi setelah serangan terakhir, hal itu kemudian membuat Four-Headed Dragon King Statue menyimpulkan bahwa manusia kerdil tersebut telah musnah menjadi debu berkat Dragon Beam Unison-nya.


Patung naga raksasa berkepala tujuh itu seakan mendengus keras begitu mengetahui tidak ada tanda-tanda Reus masih hidup, andaipun pemain berambut perak itu dapat bertahan dari Dragon Beam Unison, Four-Headed Dragon King Statue harusnya tidak butuh lebih dari satu serangan normal untuk menghabisinya.


Four-Headed Dragon King berbalik menuju sebuah ruangan kosong lain di dalam ruangan bos berniat berubah kembali menjadi Wallface of Seven Dragon King dan beristirahat, namun belum ada dua langkah firasat buruk menerjang dirinya yang segera membuatnya memutar salah satu kepalanya ke belakang dan menemukan seorang manusia melayang beberapa meter di atas lantai.


Reus, sosok manusia penantang Ruins of Seven Dragon King seorang diri yang dianggap telah musnah menjadi debu, mampu bertahan dari Dragon Beam Unison terakhir dan bahkan berniat maju menyerang lagi namun kondisinya tidak begitu mendukung.


Memang Reus mungkin bisa dikatakan salah satu pemain terkuat di antara pemain berlevel awal 200-an, tetapi lolos dari Dragon Beam Unison dari jarak sedekat itu tanpa mengalami luka mustahil bagi Reus.


Saat ini Reus kehilangan tangan kanannya dan parameter HP-nya sungguh hanya berjarak angka satuan dari kematian berkat serangan terakhir tersebut, tetapi anehnya tidak ada kekecewaan ataupun keputusasaan di wajahnya.


   "Yo, kau pikir dirimu sudah menang?"


Mata kepala yang menoleh ke belakang itu jelas terbelalak hebat jika tidak terbuat dari batu dan tak bisa berekspresi, tapi dari gesturnya dapat diketahui bahwa patung yang seharusnya tanpa nyawa ini begitu terkejut melihat lawannya berhasil selamat dari serangan terakhirnya.


Reus tidak menunggu tanggapan Four-Headed Dragon King Statue, dia segera melesat secepat mungkin mendekati patung naga raksasa berkepala tujuh itu memanfaatkan keterkejutan dan kelengahannya, lalu melepaskan sebuah tebasan terkuat sekaligus terakhir menggunakan pedang pada tangan kirinya.


   "Rasakan ini! Dragon Swing Wave Maxima!"


Seketika tercipta sebuah gelombang tebasan yang teramat kuat mengenai kedua leher kepala Four-Headed Dragon King Statue yang tersisa dari jarak dekat secara telak. Pertahanan Four-Headed Dragon King Statue yang terbilang tinggi sebagai golem batu bahkan tidak berhasil menahan tebasan pedang Reus dan berakhir menghancurkan dua kepala terakhir.


Tubuh raksasa Four-Headed Dragon King Statue yang telah kehilangan seluruh kepalanya berhenti bergerak dan runtuh menjadi ribuan bongkahan batu.


   "Selesai...."


Reus bergumam pelan melihat kekalahan Four-Headed Dragon King Statue melalui pedangnya.


Akhirnya setelah melalui pertarungan panjang nan melelahkan satu lawan satu melawan Dungeon Boss berlevel hampir dua kali lipat dari dirinya, Reus memenangkan pertarungan yang seharusnya mustahil bisa dia menangkan.


   "Aku... tidak kuat lagi...."


Begitu merasa lega mengetahui dirinya telah menang, Reus bisa merasakan seluruh tenaga yang tersisa di tubuhnya menghilang. Mata Reus secara perlahan mulai tertutup bersama kesadarannya yang kian memudar dan diakhiri pandangannya yang menggelap.


Reus jatuh dari ketinggian tanpa kesadaran dan mendarat di lantai ruangan dengan punggung lebih dulu, tanpa satupun angka HP maupun kesadaran.


 


Author


Hai para pembaca, terima kasih telah mengikuti Orbis Online gak ngotak ini selama sebulan terakhir.


Saya gak mau terlalu basa-basi, jadi saya umumkan saja update akan kembali menjadi seperti biasa, satu atau dua chapter sebulan untuk menimbun chapter untuk update berikutnya.


Saya bukan penulis handal seperti kebanyakan author di lapak ini yg bisa update setiap hari, saya juga punya kehidupan yg harus diurus sehingga nggak bisa menulis terus. Saya juga punya yg namanya "kejenuhan" dan "batas", saya bukan manusia super.


Dan perlu kalian ketahui, saya menulis tidak menggunakan rancangan seperti penulis lainnya dan hanya mengandalkan insting dan mood, lalu saya juga berusaha tidak menurunkan kualitas tulisan jika bisa meningkatkan dan itu bukan hal mudah untuk penulis tunggal tanpa editor seperti saya.


Saya juga tidak ingin menulis sesuatu yg hanya sekedar asal "tulisan" yg tidak ber-PEUBI dsb, jadi proses menulis saya jauh lebih lama dibandingkan beberapa penulis lain di platform ini.


Saya akan menulis ketika ingin menulis, saya tidak akan menulis jika tidak ingin menulis--atau lebih tepatnya tidak bisa, jikapun saya paksa maka hasilnya akan amburadul seperti banyak typo, ketidaksinambungan antar kalimat, tanda baca, huruf kapital, dsb yg akhirnya menyita lebih banyak waktu.


Maka dari itu saya ingatkan kepada para pembaca untuk tidak berkomentar yg bisa membuat saya patah hati, karena jatuhnya ya ke tulisan yg kalian tunggu sendiri.


Saya gak bisa janji, tapi saya usahakan Desember nanti bisa update seperti ini lagi. Semoga saja berhasil.


Kalau begitu sampai ketemu kapan hari!


PS : sekedar informasi, selagi nunggu cerita ini bisa kok main ke cerita Absolute Soul saya di sini, asalkan tidak keberatan dengan tulisan Shounen. Update lebih teratur seminggu sekali atau dua kali