Orbis Online

Orbis Online
177. Akhir Pertempuran



   ""Rajaku!!""


Para penjaga yang berada sekitar 20 meter menjerit begitu keras melihat tubuh pria sepuh tersebut menembus pedang Reus, mereka semua melotot hebat dari balik pelindung kepala masing-masing.


Para prajurit yang berada cukup jauh dari lokasi kejadian membelalakkan mata mereka menyaksikan raja mereka tertikam oleh senjata musuh, beberapa menjerit keras sedangkan sebagian kecil hanya terdiam.


   "Baji-ngan! Kau akan kami habisi di tempat ini, sekarang juga!"


Keenam penjaga yang dihempaskan oleh Reus sebelumnya kini berlari secepat mungkin bersama senjata yang telah diangkat tinggi-tinggi bersiap membelah Reus menjadi dua bagian namun sebelum itu terjadi, Reus mengangkat tangan kirinya dan menghentikan semua gerakan mereka.


   "Ketua Crystina, bisakah kau mengurus mereka semua? Ada yang harus kukerjakan saat ini."


   "Apa itu darurat?"


   "Ya, cukup darurat. Ini menyangkut nyawa seorang raja di sini."


Crystina mengerutkan dahinya tidak mengerti maksud perkataan Reus, padahal dia melihat dengan mata kepalanya sendiri Reus menarik sang raja dan menghujamkan pedangnya ke dalam tubuh raja di depan ini.


   "Ketua Crystina, mohon cepatlah. Aku tidak ingin situasi lebih buruk dari sekarang."


Crystina yang terbuai dalam lamunannya disadarkan oleh Reus, dia lalu menuruti permintaan Reus menghadapi enam Elite Knight sekaligus tanpa mempertanyakannya lebih jauh. Biarpun dia menanyakan maksud Reus membunuh raja, bukan berarti dia tidak lagi menjadi buronan Lavore Kingdom setelah menghabisi begitu banyak prajurit.


Reus mengangguk pelan lalu menurunkan badan sang raja ke tanah, mencabut pedang yang menancap pada dadanya. Dia kemudian menoleh ke arah Kynel.


   "Kynel, berikan aku sihir penyembuhan terbaikmu."


   "Penyembuhan? Untukmu?"


   "Bukan untukku, untuk raja ini."


Kynel sedikit kebingungan saat Reus menunjuk sang raja yang terbaring lemah di atas tanah. 'Mengapa pembunuhnya sendiri meminta sihir penyembuh pada orang yang dia bunuh sendiri?' atau itulah yang dipertanyakan oleh Kynel dalam kepalanya.


   "Kynel, cepat lakukan! Dia bisa mati kalau kau berlama-lama!"


Seruan Reus sedikit mengejutkan Kynel, gadis Demon berambut ungu tersebut segera berlari kecil ke arah Reus dan memberikan sihir penyembuh tanah terbaik yang dia kuasai. Reus juga mendukung Kynel dengan memberikan beberapa Energy Potion tingkat tinggi.


   "Bagaimana... kau bisa tahu... makhluk fana?"


Saat Reus dan Kynel sibuk menyembuhkan, sang raja mengangkat suaranya namun kini ada yang berbeda dari raja tersebut. Bola mata bagian putihnya kini berubah menjadi hitam, sementara iris matanya berwarna merah pekat disertai aura mengerikan memancar keluar dari tubuhnya.


Berkat aura itu nafas Kynel menjadi terbatas, tubuhnya juga merasa tertekan oleh sesuatu yang tak kasat mata. Dunk, Crystina, serta seluruh orang yang berada radius sekitar sepuluh hingga lima puluh meter merasakan hal serupa.


Reus bisa merasakan aura mengerikan dari tubuh sang raja namun dia tidak merasa takut, sebaliknya Reus justru tersenyum sinis memandang wajah sang raja dari dekat.


   "Kau memiliki aura serupa dengan seorang ras Chaos yang pernah kukalahkan."


Mata raja itu terbelalak sejenak sebelum tersenyum tipis.


   "Kau.... Kau yang membunuh utusanku... Ash...."


   "Selamat, tebakanmu tidak meleset, tuan Chaos—atau mungkin bisa kupanggil Lucius Maen'ra?"


Reus masih memasang senyum sinisnya sementara sang raja kembali terbelalak, kini terlihat jelas ekspresinya dipenuhi kemarahan dan keheranan di saat yang bersamaan. Dia terkekeh setelah beberapa saat.


   "Apa yang kau tertawakan?"


Raut wajah Reus berubah ketika Lucius Maen'ra berkedok Raja Lavore Kingdom itu tertawa.


   "Berbuatlah sesukamu... rencana kami hanya tinggal selangkah saja.... Immortal Being sepertimu sekalipun... tidak akan bisa menghentikan rencana kami...."


Setelah berkata demikian warna mata sang raja kembali normal, dia berkedip beberapa kali merasa heran sebelum memandang wajah Reus.


   "Kau... menyelamatkanku...."


   "Maaf Raja, tetapi aku masih belum menyelamatkan anda. Tunggulah sebentar lagi."


   "Aku harap tidak pernah menggunakan ini namun apa boleh buat, keadaan memaksa."


Reus menghela nafas sejenak lalu mengeluarkan sebuah botol berisi air bening dari Inventory, mencuri perhatian Kynel.


   "Reus, apa itu?"


   "Lihat saja, kau akan tahu."


Dia membuka tutup botol tersebut dan meneteskan setetes air bening itu pada tubuh raja, tepatnya pada luka akibat tusukan pedang Reus sebelumnya. Luka tersebut yang tadinya terbuka lebar dan mengeluarkan begitu banyak darah, sekarang telah pulih seperti sedia kala.


Kynel melotot hebat memandangi kejadian gaib barusan, belum pernah dia melihat kejadian serupa sejauh dirinya bermain Orbis Online.


Bukan hanya Kynel yang kebingungan dan takjub melihatnya, bahkan sang raja itu sendiri juga terbelalak merasa tak percaya. Di saat yang sama pula keenam penjaga yang ditahan oleh Crystina terdiam tidak lanjut menyerang, Crystina juga tidak kalah terkejutnya melihat kejadian tersebut.


Sang raja bangkit secara perlahan dibantu oleh dukungan tangan Reus, dia meraba bagian dada yang seharusnya terdapat luka parah tetapi kini tidak ada bekas luka segores pun. Dia memandang Reus dengan takjub.


   "Nak, ramuan gaib apa yang kau gunakan untuk menyelamatkanku ini?"


   "Anda tidak perlu tahu, sekarang lebih baik anda beristirahat saja dulu. Darah yang telah hilang tidak bisa dipulihkan meski dengan air ajaib ini."


Raja mengangguk pelan menuruti perkataan Reus. Meski dia cukup penasaran dengan air ajaib yang digunakan Reus, dirinya tidak bisa membantah permintaan Reus karena kepalanya kini diserang oleh pening hebat berkat kehilangan sejumlah darah.


Sebelum kembali berbaring ke tanah dia memandang keenam penjaganya yang tadinya bertarung sengit melawan Crystina, sekarang tak ada satupun dari keenamnya yang menggerakkan senjata melanjutkan pertarungan.


   "Aku perintahkan kalian sebagai Raja Lavore Kingdom, Aulcart von Lavore Reinberg, semua pasukan kembali sekarang!"


Seruan Aulcrat begitu keras hingga setiap prajurit yang berada di sana bisa mendengar suaranya. Mereka memasang wajah bingung tidak mengerti mengapa tiba-tiba raja mereka menyuruh mereka mundur, padahal bisa dilihat keempat lawan mereka sudah tidak berada dalam kondisi prima.


Bagi yang berada di barisan belakang mungkin berpikir demikian namun lain halnya bagi mereka yang berada di barusan depan, mereka menyaksikan sendiri bagaimana Aulcrat selamat dengan tetesan air ajaib dari orang yang seharusnya menjadi musuh mereka.


Banyak kebimbangan mengisi seluruh pasukan tetapi Aulcrat memilih mengabaikannya, dia kembali berbaring di tanah sesuai arahan Reus merasa pening di kepalanya makin menjadi.


   "Kalian boleh kemari asalkan tidak berbuat macam-macam."


Reus menoleh kepada keenam penjaga yang kini sedikit terkejut dengan ajakan Reus, tidak mengerti mengapa Reus berinisiatif demikian walau mereka berniat menyerang dirinya sebelumnya.


Keadaan Aulcrat lebih diprioritaskan daripada rasa penasaran mereka, jadi keenam penjaga tersebut segera bergegas mendekati Aulcrat setelah membuang senjata mereka menandakan tidak ingin bertarung lebih jauh.


   "Jangan berisik, biarkan beliau istirahat dengan tenang. Dia butuh waktu untuk memulihkan diri."


Keenam penjaga tersebut mengangguk memahami perkataan Reus, mereka bisa melihat Aulcrat terbaring lemah tak bertenaga di tanah. Salah satu dari mereka segera mengangkat badan Aulcrat dan membawanya ke tempat yang lebih aman.


Reus sendiri menyarungkan pedangnya kembali ke punggung tidak berniat melanjutkan pertempuran, selain kondisinya yang sudah cukup lelah dan banyak Item mahal yang dia gunakan, status Dur Dragon Slayer Sword juga tidak mendukungnya.


   "Ehm, tuan pendekar...."


Keenam penjaga itu kini memandang Reus dengan wajah bersalah, meski tidak tahu apa yang terjadi setidaknya mereka mempunyai dugaan mengapa Reus menghujamkan pedangnya menembus tubuh raja mereka lalu menyelamatkannya dan Aulcrat memerintahkan seluruh pasukan untuk mundur setelah pertempuran sejauh ini.


   "Tidak perlu meminta maaf atau berterima kasih, aku melakukan ini demi diriku. Kondisi raja kalian ada sangkut pautnya denganku, seharusnya akulah yang meminta maaf karena sudah menghabisi begitu banyak pasukan kalian."


Reus bisa mengira apa yang ingin ingin mereka katakan jadi dia mengangkat suara lebih dulu sebelum menimbulkan suatu kesalahpahaman yang mungkin terjadi.


Keenam penjaga tersebut tidak bisa berkata apa-apa, mereka hanya menundukkan kepala mereka sejenak kepada Reus dan melangkah pergi setelah kembali berseru untuk memerintahkan pasukan mereka mundur.


   "Reus, kau yakin berakhir begini?"


Saat situasi pertempuran mulai mereda, Crystina mendekati dan bertanya pada Reus tidak mengerti mengapa Reus melepaskan mereka begitu saja. Dunk dan Kynel juga penasaran dengan tindakan Reus.


   "Tidak masalah, aku akan menjelaskan semuanya ketika kembali ke penginapan."


Setelah berkata demikian Reus melangkahkan kakinya memasuki gerbang kota dengan ringan, sementara ketiga pemain di belakangnya itu memandangnya penuh keherananan.