Orbis Online

Orbis Online
173. Pertempuran Utama IV



   "Sederhana, aku menggunakan skillku untuk melumpuhkanmu. Apa yang kau herankan?"


Rolfgar mengangkat suaranya merasa pertanyaan Reus perlu dia jawab sebelum kembali mempersiapkan tameng besarnya sambil berlari sekencang mungkin.


Reus di sisi lain menggigit bibirnya sejenak, dia tidak pernah mendengar ada skill yang mampu melumpuhkan lawan hanya dengan berteriak seperti yang dilakukan oleh Rolfgar.


Memang benar dengan Dragon Aura ataupun Swordmaster Aura, Reus mampu menurunkan status bahkan melumpuhkan lawan-lawannya dalam sekejap, tetapi apa yang dia rasakan terhadap skill Rolfgar sejak tadi adalah dua hal yang berbeda.


Reus menghela nafas sejenak dan mengangkat pedangnya lagi, dia menarik dan melepaskan serangkaian nafas untuk meningkatkan konsentrasinya. Pandangan Reus kini terlihat lebih fokus dan tajam.


   "Shield Dash!"


Roflgar lagi-lagi berteriak keras selagi berlari kencang, membuat tubuh Reus lagi-lagi tidak merespon keinginannya. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Reus tidak nampak panik atau khawatir.


   'Tubuhku tak bisa digerakkan seperti terkunci, skill tidak dapat dikerahkan, tetapi anehnya Adrenaline Mode-ku tetap berjalan normal.'


Reus menganalisis kejadian pada tubuhnya dengan tenang tanpa menghiraukan kedatangan Rolfgar yang kian mendekat. Saat Reus sudah cukup merasa mengerti, pandangannya kini teralih pada suatu simbol petir kuning yang berada di samping parameter HP-nya.


   'Stun? Hanya dengan raungan dia bisa memberikan status Stun pada lawan?'


Reus ingin terbelalak karena terkejut terhadap kemampuan Rolfgar tetapi tubuhnya tak merespon, hingga akhirnya Rolfgar menghantam dirinya begitu keras menggunakan tameng sampai Reus terlempar dan terguling di tanah beberapa belas meter ke belakang.


   "Oh... HP-ku turun lebih banyak dari sebelumnya."


Setelah diserang Reus mampu mengendalikan tubuhnya kembali, dia mengusap darah yang menetes dari bibirnya. Reus merasakan sakit di seluruh tubuhnya seakan-akan memperingatkan badannya tidak bisa bertahan lebih dari ini.


Reus langsung mengonsumsi HP Potion untuk mengisi kembali sekitar 30% HP-nya yang hilang berkat serangan barusan.


   "Kau sungguh manusia? Aku tidak pernah melihat manusia bisa bertahan sebanyak ini dari Shield Dash-ku selain ketua Xavier dan Elite Knight pengguna perisai besar sepertiku."


   "Ah, aku memang manusia, tapi bukan manusia biasa."


Reus menyimpan kembali Sword of Tartaros ke dalam Inventory sebelum mengaktifkan Hollow Swords dan menyatukan kelima pedang hitam semi transparan tersebut di tangan kirinya.


   "Aku makhluk yang kau sebut Immortal Being."


Setelah berkata demikian Reus melesat menuju Rolfgar menggunakan Sprint. Reus menghilang dari pandangan Rolfgar untuk sesaat sebelum muncul kembali di samping kiri pria tinggi besar tersebut lalu menghunuskan pedang di tangan kirinya.


   "Dragon Fang!"


Serangan tusukan Reus sukses membuat Rolfgar terhempas beberapa langkah. Rolfgar menjerit kesakitan dapat merasakan serangan barusan mampu menembus zirah tebalnya. Dia sontak jatuh berlutut satu kaki di tanah.


Rolfgar memegangi perut sebelah kirinya sambil menahan rasa sakit, dia mengalihkan pandangannya kepada Reus hendak berteriak mengerahkan skill pelumpuhnya sekali lagi namun sebelum itu, Reus lagi-lagi menghilang dari pandangannya.


   "Mencari siapa?"


Suara Reus terdengar dari belakang Rolfgar, membuat pria tersebut terkejut. Belum sempat Rolfgar bereaksi dan mengangkat tamengnya, Reus sudah memberikan enam tebasan berkekuatan besar dalam waktu singkat tepat di punggung Rolfgar.


   "Uarrghh!"


Rolfgar sekali lagi terlempar berkat serangan Reus namun sayangnya, Reus tidak berhenti sampai di situ saja.


   "Telekinesis!"


Reus menarik zirah Rolfgar mendekat padanya sebelum terlempar terlalu jauh. Pada saat jarak ideal tercapai antara dirinya dan lawan, Reus sekali lagi mengayunkan Dragon Slayer Sword, kini disertai Dragon Smite.


   "Black Sky Sword Art Series : First Form – Black Cloud!"


Keenam tebasan itu sekali lagi sukses mementalkan Rolfgar yang kini merasakan sakit yang luar biasa.


   "Aku belum selesai!"


Tidak ingin memberikan kesempatan Rolfgar bereaksi ataupun berteriak, Reus lagi-lagi menarik zirah Rolfgar dan mendaratkan enam serangan serupa pada baju besi Rolfgar. Setelah serangan itu barulah Reus melepaskan Rolfgar tetapi bukan hanya sekedar dilepaskan, dia melempar Rolfgar beberapa meter ke atas langit menggunakan Telekinesis.


Nafas Reus terputus-putus setelah melayangkan serangan terakhirnya.


Reus bisa melihat parameter Energy-nya hampir menyentuh angka nol seusai mengerahkan Black Cloud tiga kali berturut-turut. Bukan hanya Energy-nya, bahkan staminanya juga terkuras tidak sedikit.


   "Lihat! Dia mengerahkan seluruh kemampuannya melawan tuan Rolfgar! Dia pasti sedang kelelahan!"


   "Benar, serang dia!"


   "Kepung! Serang dia bersamaan!"


Para prajurit di sekitar tidak berniat membuang kesempatan yang datang hanya sekali ini, mereka segera maju dan mengepung Reus dari berbagai sisi sebelum melancarkan serangan secara bersamaan.


   "Mereka benar-benar tidak sabar menunggu."


Reus ingin menggerutu melihat para prajurit mengepung dirinya tetapi dia sadar, dalam pertempuran semua bisa terjadi.


Sebelum semua serangan tersebut mengenainya, Reus mengerahkan Telekinesis pada dirinya sendiri dan menarik tubuhnya ke atas langit. Dia melayang beberapa meter di atas tanah.


   "Biar kuhadiahkan sesuatu untuk kalian! Poison Breath!"


Reus melepaskan gas beracun berwarna ungu dari mulutnya pada lawan-lawan di bawahnya, membuat mereka sontak berlarian menjauhi lokasi.


   "Skill ini tidak terlalu kuat, namun efektif untuk mengusir kroco-kroco seperti mereka."


Setelah berkata demikian Reus mengambil beberapa botol Energy Potion tingkat tinggi dari Inventory dan langsung mengonsumsinya di atas udara tanpa melepaskan Telekinesis. Dia juga menyempatkan diri meminum Vigor Potion untuk memulihkan staminanya.


Saat kondisi Reus mulai membaik, berbagai serangan sihir dan hujan anak panah melesat mendekatinya dari arah yang cukup jauh. Hal itu berhasil membuat Reus mendecakkan lidahnya.


   "Pasukan bantuan? Dalam jumlah yang cukup banyak pula."


Reus mengangkat tangan kirinya ke depan mengerahkan Telekinesis pada sekumpulan hujan anak panah tersebut, memanfaatkannya untuk menghalau beberapa serangan sihir. Memang tidak terlalu efektif tetapi cukup meledakkan beberapa sihir yang mengarah padanya.


Reus mengarahkan Telekinesis pada tubuhnya agar melayang ke tempat lain menghindari setiap sihir yang mengejar dirinya. Daya konsumsi Telekinesis memang semakin meningkat dengan cara ini namun dalam kondisi sekarang, Reus tak memiliki banyak pilihan.


Berkat kemampuan Telekinesis Reus berhasil menghindari sebagian serangan sihir yang terarah padanya, sayangnya jumlah sihir tersebut seakan-akan tidak berkurang. Justru sihir-sihir yang mengejarnya makin bertambah.


    "Pengguna sihir sialan!"


Reus tidak bisa menahan diri untuk tidak mengumpat, dia terbang lebih cepat menggunakan Telekinesis namun sihir-sihir lawan tetap mengejarnya. Dalam keadaan seperti ini Reus baru menyadari betapa pentingnya keberadaan Blackstar yang mampu menyerap sihir baginya.


Saat Reus cukup tersudutkan oleh beberapa sihir yang mengejar dirinya, tiba-tiba dia mendapat suatu ide.


   "Ini akan lebih sulit dibanding melarikan diri semua sihir ini."


Reus menelan ludah sejenak sebelum mulai mengarahkan Telekinesis untuk mendorong tubuhnya terbang menuju sekumpulan pasukan bantuan yang baru saja tiba. Jumlah mereka sama sekali tidak sedikit, mungkin lebih dari seribu orang.


   "Dia datang! Pemanah dan penyihir, jatuhkan dia!"


Pemimpin pasukan tersebut berseru keras memerintahkan pasukannya menembak Reus. Meskipun awalnya dia mengeluh karena diminta oleh raja untuk menangkap beberapa orang dengan jumlah pasukan sebanyak ini, sekarang pemimpin itu sadar bahwa kemampuan orang yang dimaksud memang layak dihadapkan dengan lebih dari seribu orang.


Pasukan pembantu itu segera menembakkan sihir jarak jauh dan hujan anak panah ke arah Reus, tanpa menyadari saat ini Reus tengah dikejar oleh beberapa sihir pengikut.


   "Aku senang atas hadiah kalian, tapi maaf, aku harus mengembalikannya."


Reus mengarahkan Telekinesis pada badannya menukik menuju pasukan bantuan tersebut sambil dikejar oleh sihir-sihir pengikut. Di saat-saat terakhir Reus menghentikan laju tubuhnya di udara sesaat lalu kembali menerbangkan dirinya ke atas langit secepat mungkin.


Para prajurit itu terkagum-kagum dengan mobilitas Reus dan penasaran bagaimana cara kerja Reus terbang tetapi belum sempat mencari jawaban, beberapa sihir yang sejak tadi mengejar Reus dari belakang mendarat pada barisan prajurit tersebut.


---


Author


Update spesial HUT RI ke-76 \= 2/5