
Seusai dikejutkan oleh berita perang besar antara pemain dengan ribuan pasukan monster mob di desa Viredeta, dunia Orbis Online sekali lagi menerima dua kabar menggemparkan.
Pertama, mengenai runtuhnya kota awal Livetuna yang digunakan sebagai tempat berlindung bagi pemain-pemain pemula. Banyak pemain mengira bahwa ini adalah salah satu perubahan yang terjadi karena update terakhir sehingga tidak terlalu mengambil pusing masalah tersebut.
Kedua, berita tentang kekalahan Legion Heaven Throne yang menantang Dungeon Limasa, salah satu Five Great Dungeon yang terdapat di benua Plainfest. Dikabarkan bahwa dari tiga ratus anggota yang mengikuti Full Raid tersebut, hanya kurang dari dua puluh personil yang berhasil kabur dengan selamat dari Dungeon itu.
Hal ini tentu menjadi pukulan keras bagi Heaven Throne. Bagaimana tidak? Seluruh dunia telah mendengar pernyataan bahwa Heaven Throne berniat melakukan Full Raid pada Dungeon Limasa dan pulang membawa kemenangan, namun yang terjadi adalah sebaliknya. Legion itu kembali bersama kekalahan besar.
Selain rasa malu dan pamor yang turun, Heaven Throne juga kehilangan sekitar 40% kekuatannya—mengingat cukup banyak NPC yang bergabung—dan membuat posisinya sebagai salah satu Legion Top Rank anjlok. Mereka juga tidak mendapatkan Relic yang mereka cari-cari sehingga tak ada satu halpun yang dapat menjadi hiburan bagi anggotanya saat ini.
Sekarang duduklah Sieg di mejanya bersama dua Crowntail yang merupakan anggota Heaven Throne. Crowntail di Legion ini memang terdapat dua nama, tetapi berbeda sosok. Salah satu dari dua Crowntail ini merupakan wakil ketua Heaven Throne yang memiliki kelas Saint Priest, sedangkan yang satunya kapten kelompok tim elit Legion berkelas semacam Archer.
Karena terdapat dua nama yang sama ini Crowntail pemilik kelas Saint Priest lebih sering dipanggil Crown, sementara sang kapten kelompok tim elit Heaven Throne dipanggil Tail. Kebjiakan ini telah disetujui oleh kedua orang yang bersangkutan.
"Tail, bagaimana menurutmu tentang penyerangan kemarin? Apa yang bisa kita pelajari dan persiapkan lebih lanjut untuk menaklukkannya di masa depan?"
"Jangan bercanda, Sieg! Kau masih berpikir bisa menaklukkannya?!"
"Tenanglah, Crown. Aku tidak berniat mengadakan Full Raid ke sana dalam waktu dekat ini. Aku juga mengerti kondisi Legion saat ini."
Menanggapi Crown yang sekilas melampiaskan emosinya, Sieg tetap tenang dan terlihat berwibawa. Reaksi Crown sangatlah wajar mengingat Heaven Throne mengalami kekalahan besar begitu memasuki bagian terdalam dari Dungeon Limasa. Meski belum sempat berhadapan dengan Dungeon Boss-nya, Mid-Boss Dungeon tersebut sangatlah kuat sampai-sampai Sieg tidak bisa bertahan lebih dari lima menit seorang diri.
Ekspedisi Heaven Throne dalam melakukan Full Raid pada Dungeon Limasa ini memang telah sampai di bagian terdalam yang artinya ruangan Dungeon Boss. Sayangnya Dungeon Limasa tidak memiliki Boss tunggal, tetapi terdapat tiga Dungeon Boss lainnya—yang disebut Mid-Boss.
Mid-Boss merupakan sebutan bagi monster atau NPC yang memiliki kekuatan di bawah Boss dalam suatu pertempuran. Mereka biasanya digunakan sebagai pengawal pribadi oleh Dungeon Boss sebelum akhirnya mereka diperintahkan untuk maju menghadapi lawan. Jika Dungeon Boss diumpakan sebagai raja, maka Mid-Boss bisa dikatakan jenderal pribadi sang raja.
"Maaf ketua, tapi akan sulit untuk memperkirakan hal itu. Sebelum kita mendapatkan informasi mengenai kekuatan dan kemampuan Dungeon Boss Limasa tersebut, aku takkan berani mengambil kesimpulan."
"Begitukah...."
Sieg tertunduk mendengar komentar Tail tentang Raid terhadap Dungeon Limasa itu. Ia merasa cukup putus asa untuk menyerang kembali Dungeon tersebut setelah mengetahui komentar Tail. Bagaimanapun juga, dirinya saja tidak bisa bertahan lama ketika melawan salah Mid-Boss yang ada di Dungeon Limasa.
Selain itu, belum ada Legion lain selain Heaven Throne yang mencapai bagian terdalam dari Dungeon Limasa dan melawan ataupun melihat bos monster yang mendiami Dungeon tersebut. Tidak ada yang bisa memberikan informasi tentang Dungeon Boss itu selain mereka sendiri.
***
Setelah menyelesaikan Quest memburu Goblin hari ini, Reus melapor kepada gadis resepsionis Quest Center untuk mendapatkan Reward seperti biasanya. Imbalan yang ia dapat cukup banyak, namun tidak bisa dibandingkan dengan penghasilannya dari menjual Equip dan Potion di Orbis Forum.
"Apa agendamu selanjutnya, Reus?"
"Mungkin pergi ke kota terdekat untuk mengambil kelas Silver-Class-ku."
"Silver-Class!? Dengan levelmu yang masih segini!?"
'Ah, sial.'
Lyra spotan menjerit begitu mendengar jawaban Reus yang sangat diluar dugaannya. Bagaimana bisa seorang pemain seperti Reus yang masih berlevel 50-an dapat mengambil Silver-Class? Ini berita yang akan sangat menghebohkan Orbis Online jika tersebar.
Karena itu Reus segera menyumpal mulut Lyra menggunakan Goblin's Meat mentah yang ia dapat dari berburu Goblin sebelumnya. Hal itu membuat Lyra segera memuntahkannya dan mengeluarkan umpatan kasar kepada Reus.
"Sebagai sesama pemain abnormal bisakah kau menjaga ini untuk rahasia kita berdua?"
"Abnormal? Kenapa kau berpikir aku seorang pemain abnormal?"
"Kau pikir aku tak tahu? Banyak yang mengatakan bahwa aku seperti pemain berlevel 70-an, tapi kenyataannya aku masih di level 40 pada waktu itu. Kalau begitu bukankah seharusnya kemampuan dan statusku dapat mengimbangi kecepatan dan kekuatanmu yang masih di level 89?"
Lyra terdiam seribu kata mendengar kesimpulan Reus yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya. Sementara Lyra terdiam, Reus hanya terkikik kecil melihat reaksi si gadis Assassin ini.
Setelah beberapa lama, Lyra menghembuskan nafas beratnya dan mengangkat kembali suaranya.
"Baiklah, aku akan diam mengenai itu, asalkan kau juga diam tentangku."
"Sepakat."
Mereka berdua menjabat tangan satu sama lain mendandakan kesepakatan telah disetujui masing-masing individu.
Seusai percakapan ringan itu Reus berjalan menuju sebuah tenda besar yang bertuliskan Potion Shop tak jauh dari tempatnya berdiri. Mengapa ia pergi ke sana sementara dirinya bisa memproduksi beberapa Potion sendiri?
"Permisi, aku ingin membeli Str Potion, Dex Potion, Vit Potion, HP Potion II. Masing-masing tiga puluh botol."
Mengapa Reus memborong Potion-Potion ini? Ia membutuhkan persediaan Potion semacam ini agar dapat berjalan tanpa kekhawatiran berlebih saat sedang melakukan perjalanan menuju kota Bayfrost yang merupakan kota terdekat dari Livetuna—mengingat Reus belum bisa membuat Potion-Potion ini.
Seusai membeli Potion, Reus pergi ke tenda toko serba untuk membeli peta menuju kota Bayfrost dan beberapa kebutuhan lainnya. Ia juga menyempatkan diri untuk memperbaiki status Dur Blackstar sekaligus menempanya menjadi Blackstar +1 di tenda toko senjata.
---
Blackstar +1
Pedang yang ditempa dari inti lubang hitam yang telah dipadatkan menjadi logam tingkat tinggi
Level Req : 35
Dmg : 74-76
Dur : 430
Ability : Magic Devour
Bonus Skill : Black Form
Setiap menit bertarung +1% exp sampai pertarungan selesai, setiap menit bertarung Str +1 sampai pertarungan selesai, setiap menit bertarung Vit +1 sampai pertarungan selesai, serangan menusuk Dmg +100%
---
Catatan : saia kembalikan status Enchant Blackstar sempat kena nerf kemarin
"Benar-benar pedang yang hebat."
Reus bergumam kecil mendapati kehebatan Blackstar. Meskipun menjadi lebih kuat karena ditempa, Blackstar sudah cukup menyamai Goblin Killing Sword yang ia dapatkan sebelumnya di level yang masih dibawah angka 40.
Tentu saja Reus mengganti senjata utamanya menjadi Blackstar kembali. Ia memakai Goblin Killing Sword sebagai senjata utamanya saat menghadapi Goblin-Goblin lain. Dari sana terbukti Goblin Killing Sword memang benar-benar senjata yang cocok untuk melawan para Goblin dibandingkan Blackstar.
---
Jangan lupa dukung terus Orbis Online dan authornya ea 😘