Orbis Online

Orbis Online
93. Utusan Welsh Kingdom



Setelah berhasil mengalahkan empat Knight berlevel 60-an yang merupakan pengawal walikota sekaligus penjaga utama kota Kaki Horen Selatan, Reus menghabiskan beberapa jam untuk tidur pulas di penginapan yang sebelumnya ia datangi. Ia tertidur pulas selama beberapa jam tersebut.


Pada akhirnya Reus bangun sambil meregangkan anggota tubuhnya tak berniat mengalami kram atau semacamnya saat bergerak tiba-tiba. Meski sebenarnya tubuh avatarnya takkan mengalami kram kegiatan ini sudah menjadi kebiasaan Reus sejak dulu sehingga sulit dihilangkan.


Selesai dengan peregangan kecilnya Reus segera pergi dari penginapan dan kali ini tanpa basa-basi langsung melangkahkan kakinya menuju kediaman sang walikota.


Di perjalanannya ia melihat terdapat beberapa mayat penduduk serta prajurit begelimpangan di atas tanah membuat dahinya mengerut dan memikirkan mengapa hal ini bisa terjadi.


   "Apa jangan-jangan penduduk berani melakukan perlawanan terhadap walikota setelah melihatku menyingkirkan empat Knight terkuat di kota ini?"


Tebakan Reus tidak salah karena ketika ia menjumpai beberapa penduduk dirinya sangat dihormati dan disanjung, bahkan ada beberapa sampai bersujud padanya. Reaksi pertama Reus ketika melihat hal ini adalah senyuman masam disertai kebingungan berputar di dalam kepalanya.


Meskipun para penduduk dapat terbakar semangatnya melihat tindakan Reus, bukan berarti mereka bisa mengalahkan prajurit sampai membunuh beberapa di antaranya terutama dengan kondisi kekurangan gizi seperti ini. Hal itu kurang klop dengan kemungkinan terdekat yang Reus pikirkan.


Ia ditawari beberapa makanan seperti buah-buahan dan roti kering oleh penduduk setempat, tetapi Reus menolaknya karena tidak tega mengambil makanan yang menjadi masalah besar di kota ini.


Entah apa yang sebenarnya mereka pikirkan, mereka yang menawarkan makanan kepada Reus saja tidak terlihat baik kondisi tubuhnya, namun mereka memaksa agar Reus menerima pemberian para penduduk.


Reus hanya bisa menerima buah-buahan dan roti kering pemberian para penduduk dengan pasrah sambil menghela nafas sebelum mengeluarkan sebagian bekalnya dari Inventory yang diberikan kepada mereka semua, kemudian Reus menyuruh mereka membagikannya kepada semuanya secukupnya.


   "Apa di kota ini ada seorang atau beberapa orang yang merupakan pendekar?"


   "Selain anda terdapat beberapa orang yang membawa senjata dari luar kota, sepertinya mereka pendekar."


Mendengar itu dari salah satu penduduk Reus mengangguk pelan mengetahui dari mana asal keberanian para penduduk memberontak yang berhasil membunuh beberapa prajurit kota berlevel di atas 20-an.


   'Kurasa pihak pemerintah Welsh Kingdom sudah merasakan sesuatu yang tak wajar dari kota ini sehingga mengutus beberapa orang untuk memeriksanya.'


Reus tidak tahu apakah utusan tersebut adalah pemain atau NPC karena bisa saja raja Welsh Kingdom memberikan Quest kepada para pemain untuk memeriksa kota ini, tapi tetaplah paling tinggi kemungkinannya adalah NPC. Yah, setidaknya ia tidak perlu melakukan hal yang merepotkan lebih banyak lagi karena mengurus tiga Knight sebelumnya itu sudah membuatnya sangat kerepotan.


Tak ingin membuang waktu lebih banyak lagi, Reus melanjutkan langkahnya menuju kediaman walikota yang di dekat pintu masuknya terdapat bekas darah serta beberapa tumpukan mayat. Mungkin saja itu bekas pertempuran yang Reus lakukan kemarin mengingat Orbis Online tidak memiliki sistem yang menghapus mayat atau bangunan yang rusak.


Hal ini diterapkan karena Deraft Corporation berusaha mengembangkan Orbis Online serealistis mungkin namun tetap dalam batasan game. Tidak lucu jika para pemain Orbis Online melupakan bahwa dunia fantasi tersebut hanyalah sekedar dunia maya belaka, bisa-bisa terdapat banyak review negatif dari mereka yang tak memainkan Orbis Online—terutama kalangan orangtua yang anaknya bermain Orbis Online.


Karena tidak ada penjaga Reus langsung saja memasuki kediaman sang walikota tersebut tanpa permisi sekaligus tak mengendurkan kewaspadaannya. Bisa saja ini adalah perangkap yang sengaja disiapkan untuk menyergap dirinya.


Setelah masuk lebih dalam Reus mendapati ada empat orang yang berada di ruang tamu, salah satunya adalah si walikota korup yang saat ini tengah duduk dengan ekspresi ketakutan disertai keringat dingin yang mengucur deras. Tak butuh waktu lama bagi ketiga orang lainnya menyadari kehadiran Reus di tempat ini.


   "Tuan pendekar, tak kusangka anda datang kemari secepat ini."


Salah seorang dari tiga orang asing tersebut berdiri dan meraih tangan Reus dengan mata penuh kekaguman. Sosok ini berpenampilan pria paruh baya berzirah kulit dengan kumis dan jenggot yang cukup lebat terkuncir rapi membentuk sudut runcing. Reus kebingungan dengan perlakukan yang ia terima dari pria ini.


"Tuan pendekar bisa memanggilku Gazel."


Gazel kemudian memperkenalkan dirinya serta kedua rekannya berasal dari pusat Welsh Kingdom yang dikirim oleh raja untuk memeriksa kota ini karena keanehan waktu pembayaran pajak yang tak stabil.


Rekan Gazel yang menggenggam busur di sofa bernama Ralnof, seorang Ranger berkemampuan hebat. Wajahnya memang terlihat cantik dan anggun, namun sebenarnya ia adalah pria berusia 30-an mendekati 40.


Sisanya sosok yang menyembunyikan hampir seluruh tubuhnya dibalik kain pakaian itu adalah Ninho, dapat dilihat dari penampilannya saja Ninho merupakan seorang Assassin atau semacamnya. Sebagai tambahan ia adalah pemain sama seperti Reus.


Gazel kemudian menjelaskan masalah yang mereka dapat di kota ini selama beberapa hari menetap setelah mengajak Reus duduk.


Sang walikota sudah dapat dipastikan melakukan korupsi sekaligus pemerasan rakyat dengan menaikkan pajak hingga ke tingkat yang mana para penduduk tidak bisa membayar, lalu dengan uang hasil pungutan pajak itu walikota mengambil sebagiannya untuk dirinya sendiri sementara sisanya diserahkan ke pusat Welsh Kingdom.


Namun karena biaya pajaknya yang terlalu tinggi menyebabkan penduduk tidak bisa bayar setiap bulannya, pembayaran pajak beberapa kali terhambat selama tiga tahun belakang yang akhirnya membuat pihak pemerintah curiga dan akhirnya mengambil tindakan.


Reus menepuk dahinya tak menyangka walikota ini terlalu bodoh untuk melakukan tindak korupsi. Ia merasa keserakahan walikota ini benar-benar membuat otaknya tumpul hingga ke akar-akarnya.


   'Setidaknya naikkan pajak hingga ke tingkat penduduk masih bisa membayar rutin setiap bulannya agar pembayaran pajak tidak terganggu, walikota bodoh!'


Sambil mengatai sang walikota dalam hatinya, Reus memijat keningnya merasa pusing sendiri mendengar tindakan bodoh dari walikota ini. Bahkan Reus yang tak begitu memahami soal politik, manajemen, ekonomi, ataupun apalah itu saja bisa menyadari hal sesederhana itu, bagaimana seseorang yang menduduki jabatan walikota tidak menyadari hal ini?


Jika saja Gazel dan lainnya mengetahui pikiran Reus mungkin saja mereka sudah mencurigai Reus sebagai rekan kerja sang walikota korup ini.


   "Baiklah, aku mengetahui garis besarnya. Sekarang apa yang akan kalian lakukan terhadapnya? Menahannya di pusat Welsh Kingdom?"


   "Ya, yang mulia juga meminta kami menahannya jika saja ia melakukan sesuatu semacam ini."


Reus mengangguk beberapa kali mendengar jawaban dari bibir Gazel, kemudian menoleh ke arah sang walikota korup yang sudah pasrah atas nasibnya karena menyadari dirinya tidak bisa kabur ke manapun. Ia tertawa kecil melihat ekspresi pasrah si walikota sebelum kembali memusatkan perhatiannya kepada Gazel.


   "Lalu, apa hubungannya denganku?"


   "Ekhem, itu...."


Gazel berdeham kecil namun tak meneruskan ucapannya yang terhenti ketika dirinya menolah bertatap muka dengan Reus.


   "Kami tidak cukup kuat untuk menghadapi keempat Knight yang menjadi kekuatan utama kota dan walikota ini sehingga melihatmu mengalahkan keempat Knight tersebut membuat kami dapat bergerak."


   "Ninho, sudah kubilang diam saja tentang itu!"


Ketika Ninho menjawab pertanyaan Reus, Gazel mengomeli sosok pemain yang menutupi seluruh tubuhnya dengan pakaian kecuali mata biru gelapnya. Reus memasang senyum masam meski sudah mengetahui level mereka memang belum cukup untuk menghadapi satu Knight saja.


Tentu kasus Reus sangat berbeda dari ketiganya yang merupakan kelompok NPC dan pemain biasa, Reus adalah pemain abnormal yang memiliki jumlah status yang jauh melebihi levelnya sendiri. Saat Ninho memeriksa level Reus kemarin matanya melebar hebat tak percaya dengan apa yang ia lihat.


---


Jangan lupa dukung terus Orbis Online dan authornya ea 😘