Orbis Online

Orbis Online
192. Undead Dragon



Benar, makhluk tinggi besar berkaki empat dan memiliki sepasang sayap di depan Reus tidak lain dan tidak bukan adalah Naga, salah satu ras monster terlangka yang pernah ditemukan di seluruh penjuru Orbis Online.


   "Flash Swing!"


Reus menendang tanah dan melesat ke depan sembari mengayunkan pedang di tangannya berniat menebas kaki terdepan sang naga, namun sayang bukannya tertebas justru bilah pedangnya tertancap kaki naga tersebut.


   "Graaw!"


Merasa mendapat serangan, naga itu mengaum keras dan mengayunkan kakinya menendang Reus. Beruntung Reus dapat menarik pedangnya dan berhasil mengambil langkah mundur terlebih dahulu sebelum terkena tendangan.


Reus mengerutkan dahi memandang pedang di tangannya sejenak, dia tidak bisa memberikan serangan telak dengan pedangnya yang sekarang.


Saat ini Reus tidak menggunakan Dragon Slayer Sword ataupun Blackstar, hanya sebilah pedang biasa yang sesuai dengan levelnya. Dia tidak ingin terlalu bergantung terhadap dua pedang tersebut sekaligus mengurangi kecepatan penurunan status Dur-nya sehingga kekuatannya tidak maksimal.


Selain pedang, Reus juga tak mengenakan Equip seri Dragon miliknya. Hal ini dia lakukan demi menghindari perhatian dan pandangan buruk dari warga Bailendra Kingdom. Memang Dragon Scale termasuk Material langka yang jarang ditemui, tetapi Lizardmen dan Dragonewt menganggap naga dan setiap bagian tubuhnya adalah makhluk suci.


Jika Reus memakai Equip tersebut di tengah kota sama saja mengumumkan permusuhan antara dirinya dan Bailendra Kingdom.


   "Sisik naga memang amat keras."


Reus menghela nafas sejenak sebelum sekali lagi berlari cepat menuju Undead Lesser Dragon di hadapannya.


   "Tapi, sisik busuk begini bukan apa-apa dibanding milik Arshwind! Dragon Power! Dragon Spirit! Dragon Smite!"


Bersamaan dengan dua Chant Skill dan salah satu Physical Skill skill andalannya, Reus sekali lagi menebas di tempat yang sama. Sekilas Reus hanyalah orang bodoh yang menyerang tanpa berpikir panjang, namun justru Reus sudah mempertimbangkan sasarannya sebelum menyerang.


   "Pecahlah!"


Beberapa detik mengadu tenaga melawan sisik sekeras besi, usaha Reus terbayarkan. Pedangnya berhasil menembus sisik tersebut dan memotong kaki depannya, menumbangkan Naga Undead itu ke tanah.


Reus segera mengambil langkah mundur merasakan adanya bahaya jika berada di dekat sosok itu. Dia lalu mengalihkan pandangan ke pedang di genggamannya yang kini memiliki retakan panjang nan besar menyusuri bilah yang tak mungkin diperbaiki.


   "Kau sudah bertahan cukup lama, terima kasih."


Setelah berkata demikian Reus melemparkan pedangnya menggunakan Psychokinesis menuju titik lemah semua makhluk hidup, mata naga tersebut. Memang bisa dibilang Undead Lesser Dragon di hadapan Reus ini tak bisa disebut makhluk hidup, dorongan menyerang titik lemah itu tetaplah ada.


   "Graaa!!"


Sosok naga berdaging busuk itu mengaum kesakitan mendapati serangan pada matanya. Biarpun Undead seharusnya tidak bisa merasakan rasa sakit, mungkin Undead yang satu ini sedikit berbeda.


Naga tersebut bangkit berdiri memandangi Reus penuh kebencian disertai kemarahan, hal itu bisa diketahui melalui aura yang terpancar dari tubuhnya. Reus sendiri sampai merinding dibuatnya.


   "Baiklah, aku juga tidak bisa bermain-main lebih dari ini."


Reus tersenyum lebar menanggapi auman Naga Undead, dia lalu mengeluarkan Dragon Slayer Sword dan Blackstar dari Inventory dan mengenakan keduanya sekaligus. Dragon Slayer Sword di tangan kanan, sementara Blackstar di tangan kiri.


   "Kalian berdua lebih baik bersembunyilah di tempat yang aman jika tidak ingin terkena serangan nyasar."


Dua Lizardmen yang sudah tumbang berlutut di tanah karena lemas ketakutan sedikit terkejut dengan perkataan Reus yang tiba-tiba, tetapi mereka tidak punya keberanian untuk membantah. Mereka langsung berdiri sekuat tenaga dan lari dari tempat itu beriringan secepat mungkin.


Reus mengangguk menyaksikan dua Lizardmen tersebut lari tanpa ragu, dia bisa memakluminya mengingat lawannya kali ini adalah Undead Lesser Dragon, Lesser Dragon yang telah mati namun bangkit kembali dalam wujud Undead.


Lesser Dragon sendiri merupakan salah satu varian ras naga, jika harus disusun menjadi piramida hierarki maka Lesser Dragon berada di tempat paling bawah, baik dari segi kekuatan maupun status.


Lizardmen dan Dragonewt menganggap ras naga adalah makhluk suci seperti halnya manusia yang memandang tinggi High Human. Meski telah berubah menjadi Undead sekalipun naga tetaplah naga, mereka tidak bisa asal menyerang begitu saja.


   "Yah, memang agak mengkhawatirkan jika bertarung melawan musuh mengerikan tanpa Equip berkualitas, tapi tak ada waktu untuk itu."


Reus kemudian mengambil kuda-kuda bertarung dengan dua pedang.


   "Biarkan aku merasakan seberapa kuat ras naga yang sesungguhnya."


Reus kali ini tidak semerta-merta menghindar begitu saja, dia sekali lagi maju mendekati badan Naga Undead berniat menyarangkan serangan, namun Naga Undead tak membiarkan Reus melakukan seenaknya.


Dia mengibaskan dua sayapnya menciptakan angin badai yang sukses menahan pergerakan Reus. Biarpun memiliki angka Dex tinggi, jika gerakannya dihentikan maka kecepatan tinggi Reus tidak akan berguna.


Menyadari tidak bisa melawan hembusan angin badai tersebut, Reus menendang tanah mengambil langkah mundur besar.


   "Ingin menjaga jarak dariku? Tidak semudah itu."


Reus tersenyum kecil sebelum mengaktifkan Black Form dan meningkatkan status Str dan Dex-nya bersamaan cukup drastis, dia lalu sekali lagi mendekati Naga Undead tersebut namun kali ini tidak menerjang dari depan, melainkan dari samping.


Benar saja, Naga Undead tidak bisa mengikuti gerakan cepat Reus. Meski dia menyadari sosok Reus hanya berjarak beberapa meter darinya, tubuhnya tidak bisa bereaksi cukup cepat untuk menanggapi kemunculan Reus di sisi kirinya.


   "Bagian perutmu terbuka lebar! Dragon Smite! Swing! Energy Wave!"


Pedang Reus membelah udara menciptakan sebuah gelombang energi besar yang melesat lurus menghantam perut sebelah kiri Naga Undead tersebut. Reus memang yakin dirinya dapat menyarangkan serangan telak dari sisi ini, namun ada satu hal yang dia lupakan tentang Dragon Slayer Sword.


Blaarr!!


Ledakan besar tercipta akibat benturan gelombang energi Reus dan tubuh Naga Undead, menyebabkan Reus sendiri terlempar cukup jauh berkat ledakan tersebut. Dia melotot hebat menyaksikan apa yang baru saja terjadi.


   "Apa-apaan?"


Gelombang energi yang keluar dari Dragon Slayer Sword bukan hanya tiga kali lebih besar dari biasanya, tetapi daya ledaknya juga beberapa kali lipat dari Energy Wave normal. Memang tidak bisa dipungkiri kekuatan Dragon Smite dan Swing membantu, tapi kekuatannya belum pernah mencapai tingkat ini sebelumnya.


Pandangan Reus teralihkan pada pedang di tangan kanannya sedikit penasaran.


---


Dragon Slayer Sword


Level Req : 280


Dmg : 890-910


Dur : 1.897


Bonus Skill : Dragon Slayer Soul


Melawan Dragon damage +300%


---


Reus spontan menepuk dahinya begitu membaca kembali Enchant pada Dragon Slayer Sword.


   "Bodohnya aku. Kenapa aku bisa lupa tentang hal ini?"


Dia menertawakan kebodohannya sendiri karena melupakan alasan pedang ini bernama 'Dragon Slayer Sword' yang mana berarti 'Pedang Pembunuh Naga'. Reus tertawa keras selama beberapa detik sebelum perhatiannya kembali teralihkan oleh sosok makhluk mistis raksasa berbau busuk yang masih bertahan.


   "Mendapat serangan sebesar itu masih bisa berdiri? Ini mengerikan."


Senyuman kering tersungging di bibir Reus menyaksikan serangan barusan tidak mampu menumbangkan badan bongsornya, tetapi dia melihat secercah harapan ketika matanya mendapati bekas luka besar berupa sayatan pada perut bagian kiri naga tersebut.


Reus sekali lagi tersenyum, kali ini bukan senyum kering melainkan senyuman penuh rasa percaya diri. Dia kemudian menghela nafas sejenak sebelum mulai berlari mendekat sosok monster bersayap itu.


   "Setidaknya aku tahu seranganku mampu memberikan luka!"


Seusai berteriak menyemangati dirinya sendiri, Reus maju sambil membawa Dragon Slayer Sword dan Blackstar di kedua tangannya masing-masing, bersama keteguhan hatinya yang hendak menghadapi seekor naga seorang diri.