
"Namaku Oscar Draciel, perwakilan klan Draciel yang menjabat sebagai 'Sayap' di antara Tiga Dewan Naga."
"Ariel Dragonash, kepala klan Dragonash, pemegang posisi 'Cakar' di kursi Tiga Dewan Naga."
Dua Dragonewt yang menyela percakapan Reus dan Julius mengenalkan diri tepat sebelum pertemuan dimulai, diikuti oleh Salvinius serta bangsawan lain yang hadir secara berurutan dari pemegang posisi tertinggi hingga terendah.
Setelah perkenalan tersebut mencapai tahap akhir, Julius sebenarnya ingin segera memulai rapat namun salah seorang bangsawan yang nampaknya adalah Dragonewt mengangkat tangan dan menyuarakan keberatannya.
"Yang Mulia, tidak ada yang perlu didiskusikan mengenai topik pertemuan kali ini. Saya yakin sebagian besar orang di ruangan ini tidak menyetujui ketiga manusia ini bergabung dengan pasukan militer kita, bahkan jika itu demi menghadapi Menschrein Kingdom."
Perkataan Dragonewt tersebut tidak salah.
Sebagian besar orang yang hadir di ruangan tersebut sebenarnya hanya ingin melihat orang yang ingin Julius undang sebagai tamu kehormatan untuk membantu perang nanti, tetapi tak ada yang mengira bahwa tamu tersebut adalah musuh mereka sendiri.
Julius merupakan Raja Bailendra Kingdom, salah satu kerajaan terkuat sekaligus berkuasa di Plainfest Utara. Mereka berpikir pastilah orang yang diundang oleh Julius dan Tiga Dewan Naga ini bukan orang biasa, meski Reus bisa dibilang bukan orang biasa di negeri ini.
Sebagian orang yang dimaksud oleh bangsawan tersebut mengangguk pelan menyetujui pendapatnya. Hampir semua orang di ruangan menyetujui perkataan sang bangsawan.
Hanya Julius, ketiga perwakilan Klan Tiga Dewan Naga, serta Strainer yang tidak berpendapat demikian. Meski mereka belum melihat seberapa kuat sebenarnya saat Reus bertarung, mereka tidak semerta-merta menolak bantuan ini.
"Mengenai itu aku mempunyai alasan kuat meminta bantuan mereka."
Mereka yang menolak keberadaan Reus dan kawan-kawan mengangkat alis tertarik mendengar alasan raja mereka bahkan meminta bantuan tiga orang manusia. Julius tersenyum kecil sebelum kembali mengangkat suara.
"Kalian pasti sudah mendengar desas-desus tentang gejolak yang baru-baru ini terjadi di Lavore Kingdom, bukan?"
Julius menjelaskan bahwa desas-desus yang dimaksud ini adalah pertempuran kecil-kecilan dalam Lavore Kingdom hingga menyebabkan jatuhnya banyak korban di pihak Lavore Kingdom yang sudah seperti perang saudara, padahal yang sesungguhnya terjadi adalah pasukan Lavore Kingdom menghadapi sekelompok orang saja.
Julius tidak perlu menjelaskan terlalu panjang dan orang-orang tersebut memahami apa yang ingin Julius bicarakan. Mereka kemudian memandang Reus, Ikshan, serta Ibane dengan tatapan penuh keraguan disertai keterkejutan.
"Yang Mulia, maaf jika lancang, tapi dari mana Yang Mulia mendapatkan informasi ini? Setahuku informasi seperti ini bisa dibilang amatlah rahasia. Lavore Kingdom sekalipun tidak akan membiarkan hal ini tersebar ke luar kerajaan mereka."
"Heh, kau mungkin tidak akan percaya, Count Bartomalt, namun Raja Lavore Kingdom sendirilah yang memberitahuku."
Dragonewt yang dipanggil Count Bartomalt tersebut mengerutkan dahinya mendengar pernyataan Julius. Dia tidak bisa langsung mempercayai hal tersebut, bahkan jika itu keluar dari mulut rajanya sendiri.
Bartomalt kemudian mengalihkan pandangannya menuju ketiga perwakilan dewan naga.
"Apakah Tiga Dewan Naga sudah mengonfirmasi kebenaran hal tersebut? Maaf jika lancang, tetapi dari pandanganku ketiga orang ini sama sekali tak terlihat kuat. Bahkan jika harus jujur, beberapa penjaga istana kita saja mungkin bisa mengalahkan mereka."
Dahi Reus berkedut sejenak mendengar perkataan Bartomalt, bahkan Ikshan dan Ibane yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan juga ikut bereaksi.
Secara level mungkin ketiganya tidak terlalu jauh dari kebanyakan penjaga istana naga ini namun jika menghitung skill, perlengkapan, serta kemampuan bertempur yang belum diketahui ketiganya langsung dinilai sedemikian rupa tentu membuat mereka tidak senang.
"Count Bartomalt, apakah insting anda sudah mulai memudar berkat kedamaian beberapa tahun terakhir?"
"Tuan Salvinius, apa maksud anda berkata demikian?"
Mendapat balasan dari Salvinius yang terdengar cukup menyakitkan, Bartomalt mengangkat alis merasa ada sesuatu yang tidak dia ketahui tentang ketiga tamu mereka ini.
Salvinius, Julius, serta kedua perwakilan Tiga Dewan Naga lainnya menghela nafas dan ingin menepuk jidat mereka merasa para bangsawan ini terlalu terlena oleh kekuasaan mereka yang damai belakangan ini.
"Kapten Strainer, kau bisa menjelaskan kesanmu terhadap tuan Reus dan Ikshan saat keduanya tiba di perbatasan?"
Strainer berdiri begitu mendengar permintaan Julius, dia lalu menjelaskan bahwa dirinya meski berlevel 200-an ke atas merasa tidak bisa menang jika bertarung dengan Reus saat di perbatasan. Sekarang dia bisa merasakan Reus sudah bertambah kuat yang entah bagaimana caranya sehingga dia tak menyarankan untuk mencari gara-gara dengan Reus.
"Ditambah, jika mataku tidak salah menilai... tuan Reus ini mempunyai aura naga yang cukup kuat dan jika dibandingkan dengan aura naga milik para bangsawan yang merupakan keturunan asli para leluhur, aura naga tuan Reus ini lebih kuat."
Para bangsawan yang mendengar itu segera melayangkan protes keras merasa terhina oleh Strainer yang berani menyamakan mereka dengan manusia seperti Reus namun berbeda dari yang lain, Bartomalt mengelus dagunya merasa skeptis.
Dia paham meskipun Strainer hanyalah seorang Lizardmen yang seharusnya tidak memiliki Dragon Aura secara alami, sebagai salah satu ras berdarah naga Lizardmen mempunyai kemampuan untuk mendeteksi aura naga.
Umumnya hanya ras berdarah naga kental seperti Dragonewt yang memiliki Dragon Aura secara alami tetapi jika Strainer, seorang Lizardmen yang juga menjabat sebagai Kapten Perbatasan tentu tidak akan berkata demikian tanpa alasan kuat. Terutama di depan raja serta bangsawan tinggi Bailendra Kingdom.
Setelah mendengar peringatan Salvinius dan penjelasan Strainer, Bartomalt merasa aura yang menyelimuti Reus tidaklah asing dan malah terasa akrab seperti Dragon Aura namun di sisi lain, dia juga merasakan aura ini amatlah tajam dan dingin tidak seperti Dragon Aura yang dimiliki para Dragonewt.
"Manusia, apakah benar yang dikatakan Strainer? Kau mempunyai Dragon Aura seperti kami, bangsawan Dragonewt?"
"Jika masalah mempunyai atau tidak aku memang memiliki skill Dragon Aura seperti yang dikatakan kapten Strainer, tetapi mengenai lebih kuat atau tidaknya dibandingkan bangsawan Bailendra Kingdom ini aku tidak tahu."
Reus mengangkat bahunya berkata demikian. Dia tidak bisa mengelak mengingat dia sudah menggunakan Dragon Aura beberapa kali di negeri ini sehingga ada kemungkinan pengawas dari Tiga Dewan Naga sudah melaporkan kemampuannya namun dia sendiri tidak tahu seberapa kuat Dragon Aura milik para bangsawan ini.
Dia bahkan tidak tahu bahwa kaum bangsawan Dragonewt memiliki skill ini secara alamiah. Mungkin karena darah naga mereka yang kental membuat mereka dapat menggunakan kekuatan leluhur mereka.
Bartomalt mengangguk pelan sebelum kembali mengangkat suara.
"Bisa kau tunjukkan aura tersebut? Aku bisa merasakan aura tak asing yang samar darimu tetapi ada sesuatu lain yang terasa dingin dan mengancam sehingga membuatku tak bisa berkesimpulan bahwa itu adalah Dragon Aura."
Reus berpikir sejenak tak memahami maksud 'sesuatu lain' yang tak bisa disebut Dragon Aura selama beberapa saat sebelum teringat sesuatu.
'Ah, mungkinkah sesuatu yang terasa dingin dan mengancam dimaksud itu adalah titel The Sovereign Killer-ku?'
The Sovereign Killer merupakan titel yang Reus dapatkan ketika membebaskan Aulcrat dari pengaruh Lucius Maen'ra dengan cara menusuk tubuh pria sepuh tersebut, sebuah titel yang membawa keuntungan dan kerugian tertentu bagi penggunanya.
Berbeda dari kebanyakan titel lain yang membantu penggunanya, The Sovereign Killer justru membuat penggunanya tidak disukai oleh bangsawan serta orang-orang penguasa. Titel ini dikatakan membuat penggunanya terlihat sebagai pengganggu ancaman bagi para bangsawan, terutama bangsawan korup.
The Sovereign Killer ini bahkan mengurangi poin Respect Reus sebesar 5.000 poin, padahal setiap kali pemain mendapatkan titel maka titel tersebut akan menambah poin Respect bagi seorang pemain.
Kemungkinan karena Bartomalt serta bangsawan di ruangan ini melihat Reus sebagai musuh mereka dapat merasakan aura berbahaya nan mengancam dari tubuh Reus.
"Boleh saja tetapi apakah tidak apa-apa, Yang Mulia? Aku takutnya penjaga di dalam maupun di luar malah ikut bereaksi yang membuat kami akan harus melawan sebuah negara lagi."
"Ahahaha, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, anak muda. Biar kuperintahkan mereka tak berbuat macam-macam. Lagipula, ini hanya sebagai pembuktian kekuatanmu. Tidak perlu bersikap memusuhi."
Julius tertawa lepas menanggapi perkataan Reus. Dia tertawa bukan karena kepercayaan diri Reus yang begitu tinggi hingga terdengar arogan melainkan kata 'melawan sebuah negara lagi'.
Itu membuktikan bahwa meskipun terdapat kesalahpahaman dari pihak Bailendra Kingdom dan membuat hubungan keduanya berakhir buruk, Reus tidak takut harus menghadapi sebuah kerajaan sebesar Bailendra Kingdom.
Entah apakah itu karena sosoknya yang merupakan Immortal Being atau keberanian bodohnya.
Melihat Julius tidak mengizinkan Reus mengangguk pelan sebelum mengerahkan Dragon Aura-nya memenuhi ruangan, membuat Bartomalt dan para bangsawan yang sejak tadi ricuh terdiam begitu merasakan aura naga Reus.
Biarpun terlihat seperti bangsawan idiot, mereka tetaplah Dragonewt yang merupakan ras paling dekat dengan naga. Semua tepat seperti yang dikatakan Strainer. Dalam sekali lihat saja mereka bisa merasakan aura yang keluar dari Reus sungguh Dragon Aura.