
"Orang itu benar-benar tidak masuk akal...."
Crystina yang menyaksikan semua tindakan Reus dari jauh kini tidak bisa lagi menahan kekagumannya. Sejauh dirinya bermain Orbis Online, Crystina belum pernah sekali pun menyaksikan kemampuan seperti yang Reus tunjukkan.
Pasukan bantuan berlevel rata-rata 200 dengan jumlah tidak kurang dari seribu ditanganinya seorang diri? Pemain Orbis Online terkuat saat ini sekalipun tidak akan mampu melakukan hal serupa.
Walaupun Crystina sudah bisa mengira-ngira kekuatan puncak Reus, nyatanya pemuda berambut perak tersebut terus melampaui dugaan Crystina dengan mengimprovisasikan berbagai skill yang dia miliki.
Crystina mengetahui Reus mempunyai semacam skill yang mampu menggerakkan benda mati tanpa harus menyentuhnya, namun tak pernah terlintas di benaknya bahwa Reus menggunakan skill tersebut untuk melayang dan terbang di angkasa dengan bebas.
"Aku harus membujuknya bergabung lagi nanti."
Setelah berkata demikian Crystina mengalihkan pandangannya kepada Xavier yang kini tengah terbaring lemah bersimbah darah di atas tanah, mewarnai perlengkapan serba putihnya menjadi merah gelap. Dia mengacungkan pedangnya pada wajah Xavier.
Xavier ingin berkata sesuatu tetapi tidak mampu, darah memenuhi tenggorokannya menghalangi pita suara sekaligus aliran pernafasannya. Dalam sekali lihat semua orang bisa mengetahui bahwa hidup Xavier hanya tinggal beberapa menit saja.
Karena tidak bisa berkata apa-apa, pria paruh baya itu membuka mulutnya seperti mengatakan sesuatu tetapi pada akhirnya tak ada suara yang keluar darinya. Xavier memasang senyum sinis sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
"Hmph, kalau kau mengatakan aku monster, lalu kau sebut apa pria yang terbang dan membantai pasukanmu itu?"
Meski tidak mengeluarkan suara, Crystina bisa mengetahui apa yang diucapkan Xavier melalui gerakan bibirnya. Ya, Xavier mengatakan 'monster' kepada Crystina karena kekuatannya yang tidak masuk akal.
Crystina ingin memeriksa drop item yang dia peroleh tetapi waktunya tidak tepat, dia dikerumuni oleh begitu banyak prajurit yang menghunuskan senjata mereka pada dirinya. Crystina menghela nafas sejenak sebelum mengayunkan pedang besarnya.
"Jika kalian tidak berani menghadapiku, lebih baik kalian pergi dan kembali ke rumah kalian! Medan perang bukan tempat untuk ragu!"
Dalam satu ayunan, Crystina mampu menghabisi belasan lawan sekaligus meski terdapat jarak yang cukup lebar di antara mereka. Itu disebabkan oleh Crystina memiliki skill yang serupa dengan Energy Wave milik Reus.
Berkat keberadaan pasukan bantuan yang baru saja datang, moral para prajurit cukup meningkat namun tidak cukup untuk melawan Crystina yang baru saja membunuh Xavier, pemimpin Elite Knight Lavore Kingdom.
"Maju!"
Crystina menghentakkan kakinya kuat-kuat pada tanah, menciptakan retakan besar yang menyebabkan sebagian besar prajurit di sekitarnya melarikan diri. Prajurit yang tersisa hanya bisa berdecak kesal melihat rekan-rekannya berlari seperti pengecut sebelum mulai menyerang Crystina serentak.
Puluhan prajurit seperti mereka saja tidak bisa menghentikan Crystina, bagaimana nasib yang hanya belasan saja? Tidak perlu dipertanyakan lagi.
***
Di atas langit Reus mengonsumsi Energy Potion tingkat tinggi sambil memandang pasukan bantuan yang berjumlah tidak kurang dari seribu di bawahnya, mereka masih terus melepaskan hujan panah dan sihir pada Reus meski tahu mungkin semua itu hanya akan sia-sia.
"Mereka ngotot sekali."
Reus sendiri sampai muak karena terus menjadi target hujan panah dan sihir mereka, terutama sihir yang dapat mengejarnya. Energy Reus akan semakin cepat berkurang jika terus terbang dalam kecepatan tinggi.
Sebenarnya tidak masalah bagi Reus jika harus melayang atau terbang ke satu arah dalam kecepatan tinggi tetapi, sihir pengejar yang dikerahkan oleh para penyihir di pasukan tersebut sungguh menguras tenaga Reus.
Selagi melayang dan bergerak ke satu arah menggunakan Telekinesis, pengeluaran Energy Reus akan terkonsumsi secara teratur namun begitu dirinya harus berbelok, Energy-nya akan terkuras sedikit lebih banyak karena harus menekan aksi-reaksi pada tubuhnya.
Sekali dua kali mungkin tidak masalah, tetapi jika harus terus melakukannya berulang kali dalam waktu singkat Reus bisa kehabisan Energy dengan cepat dan jatuh tepat pada lautan pasukan di bawahnya.
"Andaikan Blackstar berada di tanganku, aku tidak perlu repot-repot menghindari sihir-sihir ini."
Reus mendesah tanpa menurunkan laju terbangnya sebelum menukik ke bawah, mengembalikan berbagai sihir yang mengejarnya pada pasukan bantuan. Ledakan demi ledakan tercipta berkat sihir-sihir tersebut menghantam para prajurit.
Energy Reus semakin menipis setelah melakukan manuver menukik sebelumnya, dia memutuskan untuk mendarat beberapa puluh meter dari pasukan bantuan terdepan. Dia tidak ingin jatuh di tengah-tengah prajurit tersebut tanpa Energy.
Reus segera mengonsumsi Energy Potion tingkat tinggi lagi, kini dia mengisi parameter Energy-nya hingga penuh.
"Meminum Potion ini berturut-turut ternyata tidak begitu nyaman di lidah."
Reus bisa merasakan lidahnya mulai bosan terhadap rasa Potion yang sejak tadi dia konsumsi, lidahnya mulai merasa mati rasa dan perutnya kini terasa begitu berat. Biarpun Reus merasa demikian, dia mengalihkan perhatian pada barisan pasukan bantuan terdepan yang kini berlari menerjangnya.
Reus menghela nafas sejenak sebelum mengangkat Dragon Slayer Sword dan banyak senjata sekaligus dari Inventory.
Tidak semuanya berbentuk pedang, beberapa di antaranya berbentuk tombak, ada pedang besar, dan masih banyak jenis lainnya. Semua dia dapatkan dari ruang penyimpanan perlengkapan tahanan di penjara lalu, tidak sedikit pula hasil drop item dari prajurit yang telah ia bunuh sejauh ini.
Dia mengambil salah satu pedang yang dia keluarkan dari tanah, Reus mengangkat pedang tersebut tinggi-tinggi sambil tersenyum. Saat pedangnya mencapai titik tertinggi yang bisa dicapai, senjata-senjata di sekitarnya kini secara perlahan melayang satu per satu.
Kejadian tersebut membuat para prajurit yang menerjang Reus terlihat sedikit ragu tetapi sudah terlambat bagi mereka mundur.
"Mari kita lihat siapa yang bisa bertahan setelah ini."
Setelah berkata demikian, Reus mengayunkan pedang di tangan kirinya ke depan. Di saat yang bersamaan senjata yang melayang di sekitarnya melesat ke depan mengincar setiap musuh di depan, setidaknya satu senjata mengejar satu orang.
Mata para prajurit tidak mampu mengikuti kecepatan senjata yang dilepaskan Reus, mereka bertahan seadanya menggunakan senjata serta tameng yang mereka gunakan. Beberapa mampu bertahan karena menggunakan perisai tetapi untuk yang menggunakan senjata, luka yang didapatkan tidaklah ringan.
Reus bisa melihat keterkejutan lawan-lawannya menyaksikan kemampuannya mengendalikan benda mati sedemikian rupa tanpa perlu menyentuh namun dia tidak berhenti sampai di sana saja, Reus mulai maju sambil melemparkan pedang di tangan kirinya ke atas para prajurit.
"Hyper Switch!"
Bersamaan dengan seruan itu, tubuh Reus menghilang dan digantikan oleh sebuah pedang. Kini Reus berada pada lokasi di mana pedang yang dia lempar barusan. Dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi ke langit dengan kedua tangannya sebelum gravitasi mulai menarik dirinya.
"Dragon Power! Dragon Spirit! Dragon Smite!"
Ketika gravitasi menarik tubuhnya, Reus menghantamkan Dragon Slayer Sword pada salah satu prajurit di bawahnya. Dalam sekejap kawah kecil tercipta berkat serangan Reus barusan, tidak lupa dia berhasil membelah seorang lawannya.
Reus tidak tinggal diam setelah itu, dia lalu mengaktifkan Hollow Swords sambil mengayunkan pedangnya bersama Energy Wave disertai Swing menyerang beberapa prajurit paling dekat dengannya. Kelima pedang Hollow Swords juga bergerak menebas lawan yang berada dalam jangkauannya.
Pasukan bantuan ini memang belum pernah menghadapi ataupun melihat kemampuan berpedang Reus secara langsung tetapi kini mereka bisa melihat, orang yang mereka remehkan di awal ternyata mampu menebar teror di antara mereka.
---
Author
Update spesial HUT RI ke-76 \= 3/5