
Sesampainya di medan perang rombongan Reus segera menjadi pusat perhatian para prajurit Bailendra Kingdom, bahkan beberapa bangsawan menengah ke bawah melotot hebat melihat sekelompok manusia datang dari arah Bailendra Kingdom sambil dikawal oleh beberapa prajurit mereka sendiri.
Bagaimana tidak? Musuh mereka kali ini adalah Menschrein Kingdom, kerajaan manusia yang menganut doktrin superioritas manusia. Mereka tidak habis pikir Julius mengizinkan manusia bergabung bersama pasukan mereka.
Kedatangan rombongan Reus mengundang rasa benci, penasaran, sekaligus diskusi di antara para prajurit.
"Oh, kalian datang juga rupanya, tuan Reus dan lainnya. Kupikir kalian akan lari di detik-detik terakhir."
"Aih, candaan tuan Bartomalt menyakitkan. Kami memang tulus ingin membantu Bailendra Kingdom, mengapa kami harus lari?"
Kelompok Reus disambut oleh Bartomalt yang tidak segan-segan mengutarakan pendapatnya. Nampaknya semua bangsawan di pertemuan sebelumnya, bahkan termasuk Julius serta ketiga dewan naga, berpikir Reus dan lainnya akan melarikan diri tepat sebelum pertempuran dimulai jika bukan mengacaukan formasi prajurit mereka dari dalam.
Reus tersenyum tipis bisa membaca pikiran Bartomalt. Dia kurang lebih sudah menduga keberadaan mereka tidak akan mudah diterima oleh para bangsawan, terutama dirinya mengingat titel The Sovereign Killer membuatnya tak disukai orang-orang tersebut tapi demi menyelesaikan Quest pemberian Arshwind, Reus dapat mengesampingkan semua itu.
Mengabaikan reaksi para prajurit dan bangsawan lainnya, Bartomalt mendengus kecil merasa tak senang oleh sindiran Reus tetapi dapat mengerti. Dia lalu mengantar kelompok Reus menuju tenda strategi yang diisi oleh Julius dan beberapa bangsawan pemimpin pasukan mereka sendiri.
"Oh, kalian sudah datang, tuan Reus dan kawan-kawannya."
Julius segera menyambut Reus. Dia merasa kegelisahannya sedikit mereda melihat ketiga pemain tersebut datang sesuai harapannya.
Mungkin para bangsawan penilaian Julius terhadap kelompok Reus terdengar terlalu tinggi mengingat ketiganya belum pernah menunjukkan kekuatan mereka dalam pertarungan sungguhan tetapi jika surat pemberian Aulcrat berkata jujur, maka penilaian tinggi Julius tidak perlu diherankan.
"Tidak perlu berbasa-basi, Yang Mulia. Bagaimana dengan jumlah dan perkiraan kekuatan musuh?"
"Kami tidak tahu pasti namun menurut laporan terakhir semua sesuai informasimu. Total jumlah mereka sekitar seratus ribu. Sudah termasuk bala bantuan dari pihak lain."
"Begitukah? Sepertinya mereka tidak menyadari 'serigala' di antara mereka."
Reus tersenyum tipis merasa rencananya berjalan mulus. Belakangan ini dia sedikit khawatir jika rencananya diketahui oleh Menschrein Kingdom namun nampaknya hal tersebut tidak diperlukan. Pihak musuh lebih bodoh dan percaya diri dari yang dia pikirkan.
Mungkin karena Menschrein Kingdom memiliki banyak bantuan dari pihak pemain seperti Gaia's Tree dan Adventador sementara Bailendra Kingdom tidak meminta banyak bantuan dari negeri lain, Menschrein Kingdom merasa kemenangan sudah di depan mata.
Berbeda dari Reus, Julius yang mendengar tanggapan santai pemain berambut perak tersebut kesulitan menjaga ketenangannya. Dia tidak pernah menduga selain memiliki Dragon Aura kuat, Reus juga mempunyai jaringan koneksi di negeri musuh.
Jika saja bukan karena surat Aulcrat yang menyarankan agar tak memusuhi Reus, mungkin Julius sudah mengira Reus berkomplot dengan Menschrein Kingdom melalui informasi yang diberikan Reus melalui Lucia dan Dante beberapa waktu lalu.
Dia merasa beruntung dan bersyukur atas peringatan Aulcrat. Jika bukan karena surat dari Aulcrat kemungkinan besar Julius sudah menangkap Reus dan Ikshan sejak keduanya melewati perbatasan negerinya dan dua pemain ini malah memusuhi Bailendra Kingdom.
"Jadi, tuan Reus, apa kalian sungguh akan maju ke garis depan sesuai perkataan Lucia dan Dante?"
Salvinius bertanya dari meja strategi berniat memastikan tidak ada perubahan dalam rencana mereka jika kelompok Reus sungguh akan bertarung di garis depan seperti ujung tombak Bailendra Kingdom.
"Tentu saja. Kami juga tidak akan bisa mengerahkan kekuatan penuh kami jika berada dalam formasi."
"Tapi, jika demikian maka Lucia dan Dante tidak akan bisa ikut serta bersama kalian, bukan? Apa kalian sungguh akan bertarung di garis depan tanpa penyembuh?"
"Tuan Salvinius, tidak perlu mengkhawatirkan kami. Konsentrasi saja pada arah perang. Kami bisa menjaga diri kami sendiri."
Mendengar balasan Reus para bangsawan yang hadir di sana mulai menggeretakkan giginya merasa tak senang terhadap perkataan manusia tersebut yang terdengar kurang ajar bagi kalangan bangsawan.
Salvinius membuka mulutnya ingin berkata sesuatu tetapi melihat kepercayaan diri Reus, Ikshan, serta Ibane, dia mengurungkan niat tersebut. Salvinius bisa melihat apapun yang dikatakannya tidak akan didengar oleh mereka.
"Baik, aku tidak akan berkata apapun lagi tapi jika kalian terluka parah atau bahkan kehilangan nyawa di sana, jangan memendam kepada kami."
"Tidak masalah. Ini keputusan kami bertiga jadi tak perlu ada dendam atau sejenisnya."
Reus dan Ibane tertawa kecil menanggapi Salvinius yang terlihat sudah tidak peduli lagi dan membiarkan mereka berbuat sesukanya, sedangkan Ikshan memasang senyum kecut merasa kedua rekannya ini tidaklah normal tertawa seakan mengejek salah seorang tiga dewan naga di depan para bangsawan.
Setelah memastikan rencana rombongan Reus, Julius mengizinkan ketiganya pergi dari tenda strategi—atau lebih tepatnya diusir secara halus oleh tatapan penuh kemarahan para bangsawan.
Reus sendiri tidak berniat berlama-lama di tenda tersebut sehingga segera keluar dan pergi ke suatu tempat bersama kelompok prajurit yang mengawal mereka dari penginapan yang bertugas mengawasi mereka.
Baik Reus, Ikshan, maupun Ibane paham ketiganya tidak bisa dipercaya sepenuhnya sehingga dapat memaklumi keberadaan mereka.
"Oh iya, Ikshan, aku punya sesuatu untukmu."
Tak lama setelah mereka bertiga keluar dari tenda Reus memanggil Ikshan. Pemain berkelas Phantom Reaper itu sedikit bingung melihat Reus memanggilnya seperti itu. Tidak biasanya Reus memberikan sesuatu kepada Ikshan selain potion atau material untuk memperbaiki atau membuat Equip.
Reus mengambil sesuatu dari Inventory kemudian memberikannya pada rekannya itu dan berhasil membuat Ikshan, Ibane, serta prajurit yang mengawal mereka melotot hebat melihat benda yang dipegang oleh Reus.
"Ini.... Dari mana kau mendapatkan ini? Jangan bilang kau mendapatkan ini ketika melawan bos Ruin of Seven Dragon King?"
"Tidak, tapi material pembuatannya memang kudapat dari sana."
"Kau yakin memberikan ini untukku?"
"Tentu, anggaplah ini sebagai rasa terima kasihku sudah menemani dan selalu memperbaiki senjataku selama ini."
Crescent Dragon Slayer
Kusarigama spesial yang tercipta dari taring, tulang, serta inti golem naga tingkat tinggi. Salah satu senjata berkualitas tinggi yang menyandang gelar Dragon Slayer.
Dmg : 1.400-1.600
Dur : 2.000
Ability : Moonshine Judgement
Bonus Skill : Crescent Illusion
Ketika bulan bersinar setiap menit Str +1 sampai pertarungan selesai, ketika bulan bersinar setiap menit Dex +1 sampai pertarungan selesai. Ketika tidak ada bulan di langit maka pengurangan status Dur Crescent Dragon Slayer saat dipakai -30%.
Moonshine Judgement (1-1)
Saat lawan menerima luka dari senjata ini maka orang tersebut akan terkena status Stun dan menerima Damage berkelanjutan sebanyak 5% setiap detiknya hingga durasi tertentu tergantung sisa HP dan Energy yang target miliki. Semakin rendah HP dan Energy yang dimiliki semakin lama pula durasi efek ini bertahan.
Efek Ability ini berlaku terhadap sepuluh orang pertama yang terkena serangan.
Energy : 100
Cooldown : 1 menit
Crescent Illusion (1-1)
Pengguna mampu menciptakan ilusi sesuai keinginan. Lawan yang terkena ilusi ini memiliki kemungkinan menerima Debuff berupa pengurangan status 10%-20%, Fear, Stun, serta dapat berhalusinasi.
Energy : 10/detik
Cooldown : -
Tubuh Ikshan bergemetar hebat memeriksa status lengkap Crescent Dragon Slayer tersebut. Dia kemudian memandang Reus dengan tatapan tak percaya.
"Kau sungguh memberikan Equip ini secara cuma-cuma kepadaku?"
"Tentu saja, kau sudah banyak membantuku selama ini, jadi hanya itu yang bisa kuberikan sebagai gantinya."
Reus menjelaskan bahwa dia meminta Nocht yang notabenenya salah satu dari sepuluh Miracle Craftmaster untuk membuatkan Equip menggunakan material yang dia dapatkan dari mengalahkan Four-Headed Dragon Statue di Ruin of Seven Dragon King sebagai ganti menghilangkan kutukannya.
Sejujurnya Reus tak mengira Equip buatan Nocht akan sebagus ini. Dia bisa melihat bahwa Crescent Dragon Slayer ini jika bukan sebanding maka lebih bagus dari Balmung yang dia miliki.
Belum lagi jika Ikshan mendapatkan titel Dragon Slayer yang mungkin beresonansi dengan kusarigama tersebut seperti Dragon Slayer Sword yang berubah menjadi Balmung di tangan Reus.
Biarpun Equip ini bisa dijual amat mahal oleh Reus namun dia telah memutuskan untuk memberikannya kepada Ikshan sejak awal sehingga meskipun terdapat godaan serupa, dia tidak akan mengubah ataupun menyesali keputusannya.
Ikshan nampak terharu dengan pemberian Reus ini. Dia kemudian bersumpah akan membantu Reus menyelesaikan Quest pemberian Arshwind sekaligus menghentikan Order of Chaos.
Reus sebenarnya ingin menghentikan reaksi Ikshan yang terlihat berlebihan itu tetapi pemain penampilan serba hitam dan tertutup tersebut bersikeras, membuat Reus merasa tidak nyaman.
Di tengah suasana haru itu Ibane menyuarakan protes.
"Reus, bagaimana denganku?!"
"Hah?"
"Kau mempunyai Equip untuk Ikshan tapi tidak untukku?! Teman macam apa kau ini?!"
"Kau belum pernah melakukan apapun yang layak diberi sesuatu seperti ini."
"Bukankah kau terlalu kejam padaku?!"
Adu mulut antara Reus dan Ibane membuat prajurit yang mengawal mereka tersenyum kering merasa tidak mengerti terhadap kelompok mereka. Sebentar lagi mereka akan bertarung di garis terdepan namun tak ada satupun rasa tegang di antara mereka?
Itu sesuatu yang mungkin tidak akan pernah para pengawal tersebut mengerti.