
Royce atau yang lebih dikenal sebagai Black Reaper oleh sebagian besar pemain merupakan salah satu pemain terkuat dalam jajaran teratas Hundred Best Player, Black Reaper Royce.
Dia merupakan salah satu pemain yang ditakuti oleh banyak pemain karena selain kekuatannya yang teramat tinggi hingga mencapai jajaran pemain terbaik Orbis Online, penampilannya yang serba hitam dan misterius juga tidak jarang menakuti setiap orang yang melihatnya.
Royce mempunyai kelas Death Collector, sebuah Special-class yang memampukannya berkembang teramat cepat dalam pertempuran besar seperti perang antar Legion ataupun negara di Orbis Online.
Berkat kelas tersebut dia juga memiliki sebuah skill tak masuk akal bernama Deadman Carnaval. Skill ini mirip seperti Black Predator tetapi bedanya, Deadman Carnaval dapat meningkatkan status Royce secara pasif saat terdapat orang mati dalam radius satu kilometer dari penggunanya.
Hal ini membuat Royce sangat percaya diri ketika bertempur dalam skala besar seperti perang antar Bailendra Kingdom dan Menschrein Kingdom yang baru saja dimulai tetapi, pada perang itu pula senjata andalannya dipatahkan oleh seorang pemain yang sama sekali tak dikenalnya.
"Apa-apaan itu?! Apakah boleh seorang pemain memiliki kekuatan sebesar itu?!"
Saat ini Royce terbangun dari posisi tidurnya setelah beberapa lama terus berada di dalam Orbis Online.
Dia mengumpat keras menyadari bukan hanya berhasil mengalahkannya saat mendapat kekuatan tambahan besar dari Deadman Carnaval, dia juga menduga bahwa lawannya sesaat lalu merupakan dalang di balik ledakan raksasa yang menyebabkan Menschrein Kingdom kehilangan 10.000 pasukan dalam sekali serang.
Royce tidak mengenali pemain tersebut baik dari topeng tengkorak, perlengkapan, skill, maupun gaya bertarungnya. Sebagai salah satu jajaran teratas Hundred Best Player Royce juga mengetahui satu atau dua informasi mengenai pemain sekelasnya tetapi dia sama sekali tak mengetahui ada pemain seperti Reus.
Dia sempat menduga bahwa gaya bertarung lawannya itu sejenis 'Run and Gun' yang langsung kabur atau menghindar setelah melayangkan serangan dari perlengkapan yang nampak ringan dan kecepatan serta gerakannya yang begitu gesit namun saat beradu serangan, Royce menarik kesimpulan tersebut.
"Gaya bertarungnya memang didasari oleh kecepatan dan kegesitan tapi tenaga fisiknya juga tidak bisa diremehkan."
Royce ingat jelas ketika pertama kali beradu tenaga melawan Reus. Itu bukanlah tenaga seorang Swordsman normal, setidaknya kekuatan Reus mampu menyamai seseorang dengan senjata berat berlevel 500-an jika tidak lebih.
"Lalu, skill serta caranya menggunakan seluruh skillnya juga tidak normal."
Royce sadar cara kerja skill dalam Orbis Online sedikit berbeda dari game RPG kebanyakan dan dapat dimanipulasi oleh berbagai faktor luar selain status, tapi apa yang dia lihat dari pertarungan terakhirnya lalu sungguh mengejutkan Royce.
Dia tahu mengenai keberadaan skill yang dapat mempengaruhi obyek lain tanpa perlu menyentuhnya seperti Telekinesis atau sihir gravitasi tetapi cara Reus menggunakan skill tersebut untuk menggerakkan tubuh yang terkena Stun sama sekali tak terpikirkan olehnya.
Saat Royce masih sibuk mengevaluasi hasil pertarungan tersebut seseorang mendadak memanggilnya.
"Bos, apa kau sudah sadar? Kami dengar kau bertarung dengan seseorang di garis depan namun kalah."
"Hmm? Itu benar. Kenapa kau bertanya? Apa kau menemukan informasi mengenai pemain itu?"
"Ehm, aku tidak bisa menggolongkannya sebagai informasi yang kau maksud tapi bos, kau perlu menonton rekaman ini."
"Rekaman?"
Royce terlihat kebingungan tetapi saat dia melihat rekaman yang dimaksud, mata Royce terbuka lebar seakan tak percaya dengan matanya sendiri.
***
"Hmm, kelihatannya aku sedikit berlebihan."
Ibane mengusap dagunya melihat pemandangan menyedihkan di hadapannya. Berbagai mayat dan kawah bekas ledakan tertentu memenuhi penglihatannya seolah suatu bencana datang dan pergi begitu saja meninggalkan lokasi kejadian.
Suatu bencana itu memang tidak sepenuhnya salah jika dilihat dari pihak Menschrein Kingdom.
"Mo-monster!"
"Tidak! Aku belum mau mati! Aku masih ingin hidup!"
"Bailendra Kingdom berhasil membawa bantuan sekuat ini? Menschrein Kingdom sudah tamat...."
Begitulah reaksi sebagian besar prajurit Menschrein Kingdom ketika melihat Ibane beraksi.
Ibane merupakan pemain berlevel 260-an dengan kelas Dragonic Swordcaster, sebuah kelas kategori Special-class yang membuat Ibane mampu menggunakan pedang dan sihir sekaligus dalam pertarungan.
Kekuatan fisik Ibane memang secara statistik masih kalah sejengkal dibanding Str Reus yang masih berlevel 230-an, tetapi sebagai kelas berkategori Swordmage kekuatan seorang Dragonic Swordcaster terletak pada sihirnya.
Dia dapat mengerahkan belasan hingga puluhan sihir sekaligus merajam pasukan Menschrein Kingdom seperti papan target. Sihir yang dia gunakan tidak bisa ditahan lebih dari tiga kali oleh seorang prajurit berspesialis tameng sekalipun.
"Tapi, mereka yang masih bertahan setelah terkena hujan sihir seperti itu hebat juga."
"Baik, kalau begitu mari kita lihat apakah mereka bisa bertahan dari yang satu ini atau tidak."
Ibane tersenyum dingin sebelum mengangkat lengan kirinya dan memanggil Bahamut. Seketika itu juga wujud kerdil sang Raja Naga Putih muncul pada lengan sang Draconian.
"Kau tahu apa yang kupikirkan, kan?"
"[Aku mengerti.]"
Bahamut menghela nafas sejenak. Dia menarik nafas sedalam mungkin kemudian membuka mulut lebar-lebar.
"[Dragon Magic : Fire Dragon Breath!]"
Sebuah lingkaran sihir tercipta di depan moncong Bahamut dan dari lingkaran sihir tersebut keluarlah semburan api dahysat yang mampu menghanguskan sisa-sisa prajurit Menschrein Kingdom baik yang masih bertahan ataupun yang sudah tak bernyawa.
"Oh, nafas nagamu masih mengerikan seperti biasanya."
"[Kita sudah bersama selama beberapa bulan dan kau masih terkejut dengan nafas naga selevel ini?]"
"Yah, maksudku.... Aku belum pernah melihat kekuatanmu di pertempuran langsung seperti ini."
"[Hmph, mereka saja yang terlalu lemah. Kau sudah memanggil dan aku sudah memenuhi kontrakku, kan? Kalau begitu aku akan kembali.]"
Setelah berkata demikian Bahamut menghilang bersamaan dengan kobaran api putih seakan tak pernah ada di sana.
Ibane menggaruk pipi merasa bingung siapa yang sebenarnya majikan di antara hubungan mereka tetapi dia paham akan kontrak—Cooldown skillnya yang dapat memanggil Bahamut setiap satu jam sekali.
"Haih, kenapa raja naga justru bersikap seperti ini? Dia malah seperti anak kecil."
Ibane menggelengkan kepala merasa aneh melihat raja naga yang begitu dipuja dan disembah oleh penduduk Bailendra Kingdom sangatlah jauh dari ketujuh sosok sakral tersebut.
Saat Ibane masih mempermasalahkan sikap sang Raja Naga Putih itu, sebuah pisau melesat cepat mengarah ke wajahnya. Dia dengan santai mengayunkan pedang dan menepis pisau tersebut.
Ibane sebenarnya ingin mencari sumber serangan barusan namun sepertinya dia tidak perlu mencari.
"Oh, pantas saja serangan barusan terasa ringan nan lemah. Kalian memanfaatkan serangan itu sebagai umpan dan mengepungku dengan cepat, ya. Menarik."
Ibane menemukan dirinya dikepung oleh sekelompok orang berpakaian serupa. Serba hitam dan memiliki logo sabit putih sebagai lambang pada setiap pakaian mereka.
"Nama baik Black Scythe Brotherhood memang bukan pajangan semata."
Perkataan Ibane nyatanya tidak dihiraukan oleh kelompok orang tersebut dan mereka segera melayangkan belasan serangan sihir jarak jauh serta menengah ke arah Ibane. Sosok Draconian tersebut tersenyum dingin sebelum menjetikkan jarinya.
"Kalian terlalu lamban untuk serangan kejutan! Magic Dispel Field!"
Lingkaran sihir besar yang mencangkup kelompok berpakaian hitam muncul di tanah dan melenyapkan seluruh sihir yang diarahkan kepadanya, mengejutkan semua lawannya. Mereka kemudian memilih untuk menyerang dengan jarak dekat.
Ibane merapalkan sebuah sihir pada pedangnya yang kini memancarkan sinar putih keemasan, lalu mengerahkan beberapa sihir Buff kepada dirinya sendiri, dan terakhir memutar badan sambil mengayunkan pedangnya menebas udara.
"Sky Ruler Sword Art Series : Second Form – Horizon Circlet!"
Dalam sekejap semua musuh yang berjarak sekitar lima meter terbelah menjadi dua bagian. Hal itu mengejutkan sosok berpakaian hitam yang masih tersisa dan mereka segera memutuskan untuk kabur setelah melihat teman mereka tewas begitu mudahnya.
"Mau kabur? Baik, coba saja kabur dari yang satu ini!"
Ibane mengangkat tangan kirinya ke depan dan merapalkan sebuah mantra.
"Langit merupakan tempat paling tenang dan ricuh di antara dua dunia. Pertengkaran langit dan bumi telah usai. Jatuhkanlah hukuman kepada semua yang menentangmu, Emperor Sky!"
Lingkaran sihir tercipta pada telapak tangan Ibane sebelum mengeluarkan pusaran angin dahsyat berbentuk ular naga sepanjang 10 meter. Pusaran angin berwujud ular naga tersebut kemudian melesat mengincar sosok berpakaian hitam yang sempat mengepung Ibane satu per satu.
Semua yang menghadang jalannya tergilas dan terkoyak seketika oleh sihir Ibane tanpa peduli apakah itu benda mati atau makhluk hidup.