Orbis Online

Orbis Online
142. Rencana Balas Dendam



   "Oh, Reus—kenapa wajahmu bengkak seperti itu?"


   "Jangan dipikirkan."


Seusai reuni kecil dirinya dengan Dunk dan Kynel, Reus menemui Ikshan di tempat janji mereka. Ikshan sedikit terkejut pada wajah Reus yang entah mengapa bisa berubah wujud sedemikian rupa. Jika bukan karena topengnya yang terlepas dan memperlihatkan identitasnya sebagai pemain, Ikshan tidak akan mengenali rupa Reus saat ini.


   "Hmm? Siapa mereka? Kenalanmu?"


Ikshan menyadari ada sepasang pemain asing baginya mengikuti Reus dari belakang. Dia tidak merasakan ada hawa permusuhan dari keduanya, namun dia bisa melihat gadis berambut ungu yang dibawa Reus sedang kesal, entah mengapa.


   "Ah, mereka berdua adalah Dunk dan Kynel, teman bermainku selama beberapa waktu dulu."


   "Oh, begitu. Aku Ikshan, salam kenal."


Selagi ketiganya saling mengenalkan diri, Reus meminum HP Potion yang mungkin berguna untuk mengembalikan wajahnya ke bentuk semulanya, sayangnya hal tersebut tidak berhasil. Bengkak pada wajahnya tetap tidak menghilang.


Keempatnya memutuskan untuk mampir di sebuah restoran. Reus dan Ikshan belum makan apapun sesiangan ini, sementara Dunk dan Kynel sudah mengisi perut tepat sebelum dikejar-kejar oleh Gaia's Tree. Mereka berdua hanya memesan minum.


   "Ngomong-ngomong, kenapa kalian bisa dikejar oleh Gaia's Tree tadi?"


   "Ah, soal itu...."


Sesudah memesan beberapa pilihan menu, Reus langsung bertanya ke intinya. Biarpun semua anggota Gaia's Tree yang dia temui sejauh ini memang tipe orang berengsek, tetap saja dia butuh penjelasan mengenai hal sebelumnya. Reus juga mengungkit hal ini karena dia ingin Ikshan juga mendengarnya.


Dunk menjelaskan beberapa hari lalu saat dirinya bertemu dengan Kynel di sebuah restoran, orang-orang itu terus mengganggu Kynel sampai pada akhirnya dia muak dan mengguncang satu restoran membuat mereka lari terbirit-birit.


   "Kynel? Seingatku dia tidak sekuat itu sampai bisa mengguncang satu bangunan."


   "Reus, kelihatannya kau terlalu tertinggal dalam hal informasi."


Dunk menambahkan Kynel bukanlah orang yang dulu pernah Reus kenal ketika pertempuran Viredeta, bukan hanya sifat tetapi juga kemampuannya berubah dari yang sebelumnya dianggap pemula biasa menjadi dikenal di kalangan pemula karena kekuatan sihir tanahnya yang begitu besar dan kuat meski di bawah level 100.


Setelah pertempuran besar Viredeta, Kynel mengikuti Ramsey dan menjadi bagian dari Crimson Castle. Di sana dia diberi begitu banyak sumber daya dan pelatihan yang sesuai untuk kemampuannya sebagai penyihir tanah berkat dukungan Ramsey yang posisinya cukup tinggi di Legion tersebut.


Berkat itulah Kynel sekarang berhasil mendapatkan kelas tingkat Silver-Class bernama Geomancer, sebuah kelas percabangan dari Mage yang memfokuskan diri pada sihir tanah, serta dijuluki Little Gaia karena kemampuannya sangat tinggi meski di bawah level 100.


Tidak ada pemain Mage elemen tanah di bawah level 100 yang mampu menandingi kekuatan Kynel saat ini.


   "Bagaimana? Dia hebat, bukan?"


Dunk mengusap pelan kepala Kynel yang tengah tertunduk malu mendengar semua pencapaiannya sendiri, sementara Reus sedikit terkejut terhadap apa yang baru dia dengar. Tak disangka Kynel bisa berkembang sampai sejauh itu sejak terakhir kali dia bertemu.


   "Karena itulah tamparanmu bisa sekuat ini.... Aku mengerti."


Reus mengangguk pelan merasa paham mengapa bengkak di wajahnya tidak kunjung kembali normal padahal dirinya sudah mengonsumsi beberapa HP Potion.


   "Itu karena kau saja yang membuatku kesal!"


Tidak terima disalahpahami sampai sebegitunya, Kynel membalas ucapan Reus, lalu menjabarkan alasan di balik tamparan yang dilayangkannya kepada Reus sebelumnya.


Setelah pertempuran Viredeta, Reus pernah berjanji pada Kynel untuk menemuinya di Society Online selama update dan maintenance Orbis Online, tetapi pemuda itu tak kunjung datang bahkan setelah seharian Kynel menunggu sendirian di tempat yang dijanjikan. Siapa yang tidak kesal jika berada di posisi Kynel?


   "Dia pantas mendapatkan tamparan itu!"


Kynel mendengus kesal mengakhiri penjelasannya sembari melemparkan sorot mata tajam pada Reus yang tidak tahu harus bagaimana, sementara Dunk dan Ikshan yang sedari tadi mendengarkan hanya bisa menahan tawa.


Reus menghela nafas sesaat sesudah meminta maaf kepada Kynel untuk kesekian kalinya, lalu mengangkat kembali topik pembicaraan yang hilang sebelumnya. Permasalahan antara Gaia's Tree dengan Dunk dan Kynel. Dia yakin masalahnya tidak berakhir sampai di Kynel yang mengguncang restoran saja.


Dunk menghela nafas pelan sebelum melanjutkan penjelasannya, hal ini terjadi keesokan harinya setelah kejadian tersebut.


Mereka yang diusir secara kasar oleh Kynel tidak terima dan kembali membawa beberapa teman-temannya lebih banyak, namun beruntung bagi Kynel karena Dunk sedang bersamanya sehingga keduanya menghajar semua yang mencari gara-gara dengan mereka.


Hal itu terus terjadi sampai beberapa hari hingga pada akhirnya Dunk dan Kynel baru sadar bahwa pencari masalah yang mereka hadapi beberapa hari terakhir adalah anggota Gaia's Tree yang tinggal di markas cabang Alvast.


   "Kenapa kau tidak meminta bantuan pada Crimson Castle saja? Bukankah kau anggota mereka?"


Kynel menggelengkan kepalanya pelan tidak ingin Legion-nya turun tangan langsung terhadap masalah yang dia buat sendiri, terutama mereka yang berasal dari Legion lain. Biarpun nama Crimson Castle jauh lebih besar dibanding Gaia's Tree, Kynel tetap teguh pada pendiriannya.


Reus kembali menggaruk kepalanya mendengar balasan Kynel. Dia mendukung pendirian Kynel yang tak ingin Legion turun tangan pada masalahnya sendiri, tetapi lain ceritanya jika Legion lawan mencari gara-gara terlebih dahulu, terutama Gaia's Tree.


Keinginan Reus untuk menghancurkan Legion tersebut kini semakin kuat setelah mengetahui kejadian yang dialami Kynel, seakan-akan Gaia's Tree memiliki kekuatan dan kekuasaan yang tak terbatas.


Memang benar Reus baru mengenal Gaia's Tree belakangan ini, tetapi sejak mengetahui adiknya—Mirage—beserta teman-temannya mengalami penurunan drastis berkat Legion mereka yang mengeksploitasi tenaga anggotanya, masalah Charion, kemudian kejadian yang menimpa Kynel, dirinya makin ingin meghancurkan Gaia's Tree secepatnya.


Tenaganya seorang memang tidak akan cukup untuk menghancurkan sebuah Legion berlevel menengah mendekati tinggi seperti Gaia's Tree, namun lain cerita jika dia melakukannya bersama Ikshan, Dunk, serta Kynel.


Untuk saat ini mereka takkan bisa menghancurkan markas utama Gaia's Tree yang belum diketahui secara pasti berada di mana, tapi mereka mungkin bisa menghancurkan markas cabang yang ada di Alvast ini.


   "Reus... kau memikirkan sesuatu yang aneh, ya?"


Tanpa disadarinya, Reus menyunggingkan senyuman dingin nan mengerikan di bibirnya sembari memikirkan beberapa rencana yang mungkin bisa mereka lakukan untuk menghancurkan Gaia's Tree cabang Alvast, membuat ketiga pemain lainnya merasa tidak nyaman.


Reus menghela nafas sesaat sebelum memberitahukan keinginannya kepada ketiga orang tersebut, mengejutkan mereka yang mendengarnya.


   "Menghancurkan sebuah Legion? Kau gila?"


   "Dunk, kau tidak mengenal Reus jika kau mempertanyakan kewarasaannya sekarang."


Kali ini giliran Ikshan menghela nafas berat mendengar keinginan Reus yang terdengar mustahil, Dunk dan Kynel juga bereaksi kurang lebih sama. Mereka meragukan kewarasan Reus yang seringnya terlampau batas.


   "Kenapa tidak? Bukankah kita memiliki dendam masing-masing terhadap Gaia's Tree?"


Ketiganya saling berpandangan begitu Reus mengingatkan.


Ikshan masih menyimpan dendam terhadap Charion yang merebut kekasihnya. Biarpun dirinya sudah bisa merelakan kepergian Mia, tetap saja dia masih memiliki masalah dengan Charion sebagai seorang pria.


Dunk dan Kynel sendiri berpikir ulang mengenai kejadian hari ini, jika saja Reus tidak datang dan menolong mereka maka Gaia's Tree akan terus berdatangan sampai bisa membunuh atau menangkap mereka. Kalau dibiarkan maka mereka takkan bisa bermain dengan tenang.


Butuh beberapa waktu bagi ketiganya merenungkan rencana Reus, tapi mereka semua setuju.


   "Baiklah, mari kita tunggu pelaksanaan rencana balas dendam ini."


Senyuman Reus makin lebar merasa begitu gembira tak menyangka akan tiba hari di mana dia akan menghancurkan Gaia's Tree. Meski hanya satu cabang di satu kota, aset yang ditanamkan mereka pastilah tidak sedikit. Dia tak sabar ingin cepat menghancurkan cabang Legion satu ini.


 


Author


Update spesial ultah OO