Orbis Online

Orbis Online
183. Perasaan Dua Orang



   "Kau Immortal Being, makhluk yang berasal dari dunia lain! Tahu apa kau tentang perasaan kami?!"


Teriakan Sylph terdengar begitu nyaring ke seluruh penjuru ruang penjara bawah tanah, bahkan mungkin suaranya terdengar hingga ke seluruh istana. Aulcrat dan ketiga penjaga di ruangan tersebut sampai menutup telinga saking kerasnya suara Sylph, namun anehnya Reus yang berada paling dekat dengan Sylph nampak tidak menghiraukan seruan pria muda tersebut.


Reus hanya terdiam di tempatnya berdiri dengan mata kosong, tidak merasa seruan Sylph yang begitu nyaring mengganggu pendengarannya.


Reaksi Reus disambut senyuman dan tawaan sinis oleh Sylph.


   "Kalian, Immortal Being tidak tahu apa yang penduduk dunia ini rasakan! Apa rasanya kehilangan orang-orang terdekat, orang-orang terpercaya, orang-orang yang kalian cintai, kehilangan segalanya! Kalian tidak akan pernah mengerti!"


Tawa sinis Sylph semakin menjadi-jadi seiring kata demi kata terlontar dari mulutnya. Terdengar begitu jelas bahwa saat ini dia tengah mengejek dan menghina Reus yang dia rasa baru saja menyadari hal kejam di dunia ini.


Sylph tertawa semakin keras dari waktu ke waktu, membuat Aulcrat dan ketiga penjaganya merasa khawatir atas tindakan yang mungkin Reus ambil. Ketiganya tidak akan heran jika Reus memutuskan untuk membunuh Sylph setelah dihina demikian rupa.


Selang beberapa saat setelah tawa Sylph mulai mereda, Reus baru melengkungkan sebuah senyuman tipis pada bibirnya. Sekilas senyuman tersebut terlihat hanyalah senyum biasa yang bisa ditemukan di manapun, tetapi saat ini hanya Sylph yang mengetahui senyuman itu mengandung rasa sedih, murka, dan ***** membunuh yang besar.


Sylph sontak menelan ludahnya ketika merasakan ***** membunuh merembes keluar dari tubuh Reus, bahkan Aulcrat dan ketiga penjaganya juga membentuk persiapan bertarung. Mereka sudah mengangkat senjata dan maju ke depan Aulcrat bersiap terhadap segala sesuatu yang mungkin terjadi.


Reus tidak begitu mempedulikan apa yang dilakukan para penjaga dan Aulcrat sekarang, dia hanya tersenyum pada Sylph sebelum mengangkat tangan kirinya ke depan. Dia mengerahkan Telekinesis menembus jeruji penjara dan menarik tubuh Sylph ke arahnya, berniat mencekik leher Sylph sendiri.


Sayangnya berkat rantai anti sihir yang membelenggu pergelangan kedua kaki dan tangan Sylph, Reus tidak bisa melakukan itu. Dia memutuskan menarik badan Sylph sebisa mungkin hingga bunyi derakan keras kini mengisi seluruh ruangan.


   "Uargh!!


Sylph menjerit keras berkat tindakan Reus yang begitu tiba-tiba. Akibat kedua tangan dan kakinya yang terbelenggu pada dinding penjara oleh rantai anti sihir, seluruh tulang di tubuh Sylph berderit seakan mengalami patah tulang.


Aulcrat dan ketiga penjaga yang berdiri cukup jauh dari tempat di mana Reus dan Sylph berada nampak begitu terkejut dan takut di saat yang bersamaan.


Dapat terlihat warna pucat pada wajah mereka jika saja pelindung wajah tidak melindungi ekspresi mereka. Bahkan Aulcrat sendiri sudah merasa mual melihat bentuk tubuh Sylph yang kini tidak sesuai manusia pada umumnya.


Walaupun pemandangan tersebut terasa begitu menyakitkan dan mengganggu bagi Aulcrat serta ketiga penjaganya, Reus nyatanya tidak peduli. Dia tetap menarik badan Sylph hingga berbentuk tidak wajar berkat rantai pada kedua anggota gerak tubuh terpentingnya.


Selama beberapa saat mengerahkan Telekinesis-nya pada Sylph, Reus baru melepas skillnya saat ekspresi Sylph terlihat begitu kesakitan.


Tubuh Sylph jatuh begitu saja di lantai tanpa tenaga dengan kedua tangan dan kaki dalam posisi yang tak semestinya, dia merintih penuh kesakitan.


Reus mengangkat dagunya sedikit memandang Sylph yang kini terbaring lemah tak berdaya. Sorot mata Reus nampak sedingin es dan setajam ribuan pedang dijadikan satu.


   "Kau bukan Immortal Being, kenapa kau bisa tahu kalau kami tidak dapat merasakan atau mengerti hal-hal seperti itu?"


Nada dingin terpancar melalui suaranya, Reus sungguh terlihat seperti orang yang berbeda sekarang. Sylph bahkan mampu merasakan perasaan dingin dan kemarahan dalam setiap kata Reus walau hanya sekilas.


Sylph hanya bisa menggigit bibirnya, merasa malu namun kesal telah termakan oleh kata-katanya sendiri sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.


Reus memandang Sylph dengan dingin selama beberapa saat sampai akhirnya menghela nafas berat. Dia berjongkok dan mengeluarkan sebuah botol berisi air bening dari Inventory, lalu menuangkan satu tetes ke dalam mulut Sylph yang kini hampir kehilangan kesadaran.


Dalam sekejap tubuh Sylph kembali mengeluarkan suara derak keras tetapi tidak seperti sebelumnya, badan Sylph yang tadinya berbentuk tidak wajar sekarang berangsur-angsur kembali menjadi normal dalam kecepatan kasat mata.


   "Maaf soal itu, kadang aku menjadi seperti hewan buas ketika marah."


   "Ya, tidak masalah.... Sudah sewajarnya...."


Tidak ada senyuman di wajah keduanya. Baik Reus maupun Sylph sama-sama memahami masalah ini tidak sesederhana yang mereka ketahui.


Reus sekali lagi menghela nafas sebelum memasukkan botol Dragon Miracle Tear ke dalam Inventory. Dia duduk dan bersandar pada sel penjara, sementara Sylph merangkak mendekati dan bersandar pada dinding. Wajahnya tertunduk menghadap lantai dan seakan kehilangan semangat hidup.


Reus bisa melihat rasa bersalah Sylph, yang sebelumnya mengatakan sesuatu tidak pantas tentang hal yang belum pasti benar. Dia mendesah sejenak kemudian memandang ke langit-langit.


   "Kau tahu, aku dulu pernah berada di posisimu. Meski bukan berarti aku memiliki kekuasaan, aku paham perasaan kehilangan orang-orang yang kau cintai."


Sylph mengangkat alisnya mendengar perkataan Reus. Pemuda berambut putih keperakan tersebut tidak mempedulikan reaksi Sylph, dia lalu bercerita tentang kejadian beberapa tahun lalu. Kejadian di mana dirinya kehilangan kedua orangtuanya dalam peristiwa berdarah.


Reus menceritakan kisah di mana kedua orangtuanya dibunuh tepat di hadapannya, bagaimana dia membalas dendam terhadap para *******, serta perasaan campur aduk antara amarah, kecewa, serta keinginan untuk balas dendam di dalam dadanya sewaktu dulu.


Ekspresi Sylph berubah dari waktu ke waktu saat mendengarkan kisah Reus. Biarpun tangan Reus tidak sampai berlumuran darah akibat membunuh, tetap saja kehilangan orang yang dicintai adalah salah satu peristiwa yang paling tidak ingin dialami oleh semua orang.


Di penghujung cerita, wajah Sylph nampak begitu muram dan kecut. Jika Reus melihat wajahnya sedikit lebih teliti saja maka dia bisa mengetahui saat ini Sylph meneteskan air mata berkat rasa frustasi dan kekesalannya.


Sylph dibutakan oleh amarah dan keinginannya untuk balas dendam sampai mengatakan hal-hal yang tidak dia ketahui terhadap Reus. Dia baru menyadari bahwa Immortal Being sama seperti dirinya jika mengesampingkan keabadian dan kemampuan mereka yang didukung oleh sistem Orbis Online. Karena itu dia merasa begitu bersalah dan frustasi.


   "Yah, bukan berarti aku sok menghakimi tindakanmu benar atau salah. Bisa jadi tindakanmu benar dalam menuntut balas dendam, tetapi di saat yang sama tindakanmu mungkin salah karena berniat membalas dendam terhadap orang yang tak bersalah."


Reus berkata demikian sekaligus mengakhiri ceritanya. Dia menoleh ke belakang melirik Sylph yang tengah tertunduk menghadap lantai.


   "Aku kemari bukan untuk memintamu berkorban atau memaafkan mereka, tetapi kau harus tahu bahwa raja Aulcrat hanya dikendalikan oleh orang lain. Aku tahu siapa target balas dendammu yang sesungguhnya."


Sylph bereaksi mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Reus, dia mengangkat dagunya dan memandang mata pemuda tersebut dalam-dalam mencari kebohongan pada perkataan itu, tetapi dia tak menemukan satupun dusta di mata Reus. Semua ucapan Reus sungguh kebenaran.


Mata Sylph terlihat lebih menyala dan hidup beberapa saat kemudian setelah merasa yakin terhadap perkataan Reus.


   "Siapa mereka?"


   "Lucius Maen'ra, salah satu petinggi Order of Chaos yang merupakan organisasi raksasa tersembunyi yang berniat menyelimuti seluruh dunia dalam kegelapan."


Tanpa ragu Reus menjelaskan seluruh hal yang dia rasa perlu diketahui oleh Sylph. Mulai dari Order of Chaos, Lucius Maen'ra beserta petinggi Order of Chaos lain yang dia ketahui, hingga kejadian sebenarnya tentang Aulcrat dikendalikan oleh Lucius Maen'ra selama lima tahun terakhir.


Dia juga menjelaskan bahwa Maen'ra pula yang mendalangi praktik pemujaan altar kegelapan di seluruh Lavore Kingdom. Kemungkinan hal itu dilakukan agar menambah kekuatan Order of Chaos.


 


Author


Maaf kalau terlalu chapter ini "violence" bagi yg tidak tahan, soalnya waktu nulis habis baca komik yg bikin depresi, jadi langsung saya lampiaskan 😅