
Sesampainya di apartemen, Deus langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian kasual dan segera log in ke dalam Orbis Online setelah menaruh beberapa makanan di kulkas. Perlu diketahui, sebelum meninggalkan gedung Prom Night ia sempat mengambil dan membawa pulang setumpuk makanan agar pengeluaran bulanannya lebih hemat.
Deus yang telah menjadi Reus tiba di alun-alun Livetuna. Di sana ia melihat sebuah air mancur setinggi tiga meter yang indah, namun semua itu tidak terlihat begitu indah dan nyaman dilihat karena terdapat banyak sekali NPC prajurit pertahanan mengenakan zirah besi lengkap dengan pedang dan tameng sebagai senjata utama.
Kebanyakan NPC prajurit di dalam Orbis Online memiliki kelas Soldier, sebuah kelas tingkat Bronze-Class paling bawah—bahkan di bawah Knight. Dengan senjata utama pedang tipe longsword atau broadsword dan sebuah tameng, mereka sebagai NPC memang layak dikatakan prajurit pertahanan Livetuna. Terlebih lagi mereka berlevel 15 ke atas.
Kehadiran prajurit pertahanan membuat para warga NPC terlihat agak cemas. Tentunya semua warga sudah tahu bahwa terdapat serangan monster yang akan menyerang Livetuna. NPC dalam Orbis Online juga mempunyai dan berasal dari keluarga, bukan hanya tercipta dari kumpulan algoritma dan data semata.
Perlu diketahui, ketika NPC mati mereka takkan bisa hidup kembali—kecuali hidup sebagai Undead atau dibangkitkan oleh seorang pemain yang mampu melakukan hal tersebut atau seseorang menggunakan Item tertentu yang dapat membuat NPC hidup lagi. Wajar jika para warga cemas.
Reus merasa sedikit kasihan terhadap para NPC, tapi ia sadar bahwa dunia ini hanyalah game. Ia tidak ingin tenggelam terlalu dalam pada perasaannya karena dunia virtual dan dunia nyata adalah dua hal yang berbeda dan terpisah.
Dengan pikiran itu, Reus melangkah pergi keluar dari Livetuna dan berjalan menuju Wolf Plain—tempat berkumpulnya monster mob berwujud serigala bernama Wolf.
Setelah beberapa waktu berjalan akhirnya ia tiba di Wolf Plain yang mana seharusnya penghuni tempat tersebut adalah Wolf, namun apa yang Reus lihat di tempat itu kebanyakan monster-monster mob seperti Goblin dan Hobgoblin. Ia segera bersembunyi di balik bebatuan yang cukup besar untuk menyembunyikan dirinya.
'Jangan-jangan Event Monstrous Invasion sudah sampai di sini?'
Sambil bersembunyi, hanya itu satu-satunya kemungkinan paling besar yang dapat Reus ambil mengingat Monstrous Invasion sudah dilakukan beberapa jam lalu.
Awalnya Reus kemari karena ingin menguji pedang hitam hasil pemberian dari Nezile setelah menyelesaikan Quest yang diberinya, tapi ia sama sekali tak menyangka bahwa tempat ini sudah dikuasai oleh Event tersebut. Meski hanya Goblin dan Hobgoblin, dalam jumlah banyak Reus juga bisa mati karenanya.
Goblin level rendah itu seharusnya berlevel 10 sampai 15 dan Hobgoblin—ras evolusi dari Goblin—rata-rata memiliki level sekitar 20 sampai 40. Mungkin Reus dapat dengan mudah mengatasi para Goblin, tapi tidak dengan para Hobgoblin.
Selagi bersembunyi, Reus mengambil Iron Sword +4-nya dari punggung dan melihat status Dur yang tersisa di pedang itu.
---
Iron Sword +4
Dmg : 25-27
Dur : 8
---
Melihat status Dur pada pedang kesayangannya, Reus memasang raut wajah masam. Ia tak menyangka kalau sisa status Dur pedang Iron Sword +4 sesedikit itu. Kalau sudah seperti ini tidak mungkin ia menggunakannya walau hanya melawan Goblin di tempat ini. Ada 90% persen kemungkinan kalau pedangnya akan hancur ketika pertarungan sedang berlangsung.
Ia tidak memiliki skill Smithing yang bisa memperbaiki status Dur pada senjata sehingga ia tak bisa mengandalkan pedang ini lagi.
Sembari menghela nafas, Reus mengembalikan Iron Sword +4 ke dalam Inventory. Ia lebih memilih untuk bertarung menggunakan pedang yang lebih bertahan lama karena pertarungan ini bisa saja mengundang kekalahan baginya.
Tapi, ini kesempatan sempurna untuk menguji pedang hitam barunya. Reus pun mengambil pedang hitam yang dimaksud dari Inventory dan melihat statusnya.
---
Blackstar
Pedang yang ditempa dari inti lubang hitam yang telah dipadatkan menjadi logam tingkat tinggi
Level Req : 20
Dmg : 44-46
Dur : 400
Ability : Magic Devour
Setiap menit bertarung +1% exp sampai pertarungan selesai, setiap menit bertarung Str +1 sampai pertarungan selesai, setiap menit bertarung Vit +1 sampai pertarungan selesai, serangan menusuk Dmg +100%
---
"Apa-apaan ini? Bukankah pedang ini terlalu hebat bagi seorang pemula?"
Begitu melihat status pedang hitam miliknya, Reus tersenyum masam. Ia benar-benar tak menyangka bahwa pedang hitam yang diberikan Nezile sangatlah mengerikan bagi seorang pemula seperti dirinya.
Bukan hanya Enchant-nya yang begitu hebat, tapi juga Ability dan Bonus Skill yang diberikan oleh pedang ini. Berbeda dari Bonus Skill, Ability merupakan skill khusus tersendiri yang dimiliki sebuah Equip. Jika Bonus Skill memberikan skill tambahan kepada pengguna selama menggunakan benda tersebut, Ability adalah skill khusus yang hanya bisa dilakukan oleh Equip itu sendiri.
Equip ber-Ability sangatlah langka, jauh lebih langka dibandingkan Equip yang memiliki Bonus Skill. Bonus Skill bisa ditambahkan pada sebuah Equip setelah menggunakan Item dan Material tertentu, tapi Ability merupakan status khusus permanen yang tidak bisa diubah, ditambah, dihapus, ataupun dihancurkan.
Singkatnya, Bonus Skill itu skill untuk pengguna sedangkan Ability merupakan skill untuk Equip.
Reus yang tercengang itu segera memulihkan diri dan langsung meneliti pedang hitam bernama Blackstar tersebut lebih lanjut lagi. Kali ini ia melihat kemampuan Ability dan Bonus Skill-nya melalui panel penjelasan yang terpampang di hadapannya.
"H-ha? Magic Devour melahap sihir!? Sihir yang sudah dilahap dapat dicerna menjadi Energy bagi pengguna atau dilepaskan kembali!? Bukankah senjata ini terlalu overpower!?"
Mata Reus terbuka lebar melihat penjelasan Ability yang dimiliki Blackstar. Magic Devour, sebuah Ability yang dapat memakan sihir dari luar. Selain itu, penggunanya bisa memilih antara mengubah sihir yang sudah dimakan menjadi sejumlah Energy untuk pengguna atau melepaskannya kembali.
Hal ini bisa diartikan ketika Reus menggunakan Blackstar maka ia takkan bisa dikalahkan oleh pemain yang berkelas Mage atau semacamnya meskipun terdapat perbedaan level yang jauh. Reus tidak percaya melihat penjelasan yang terpampang di depannya, tapi mau tak mau ia harus percaya karena mulai saat ini Blackstar akan menjadi senjata utamanya.
Setelah puas, Reus mengalihkan perhatiannya dari Ability menuju Bonus Skill pada Blackstar, yaitu Black Form.
---
Black Form (Level 1-1)
Meningkatkan status Str dan Dex sebanyak 50% ketika digunakan
Energy : 50
Cooldown : 2x durasi penggunaan
---
Catatan : 50% di sini artinya dikalikan, bukan dua kalinya status
Begitu membaca penjelasan dari Bonus Skill ini, Reus tidak bisa berkata apa-apa lagi. Pedang ini sudah terlalu bagus untuk seorang pemain bertujuan mencari uang di dalam game, tapi bukan berarti ia ingin menjualnya.
Walau status Dmg-nya cukup rata-rata bagi Equip berlevel 20-an, namun Enchant, Bonus Skill, dan Ability-nya sangatlah mengerikan. Bahkan seorang pemain pemula seperti Reus pun tahu dalam sekali pandang bahwa pedang ini—Blackstar—merupakan Divine Low Equip yang sangat langka ditemukan.
Reus menghela nafas panjang nan berat seusai mengetahui seluk-beluk pedang hitam ini, namun ia tersenyum. Tidak mungkin ia kecewa mendapat pedang sebagus ini, justru sebaliknya ia sedang bersyukur dan berterima kasih karena memiliki hoki besar.
Ia pun keluar dari semak-semak dan berlari kencang ke arah salah satu Goblin, lalu memotong lehernya dalam satu tebasan tanpa menimbulkan suara. Tak berhenti sampai di sana, Reus berlari mendekati salah satu Hobgoblin dan mengayunkan pedangnya, namun ia tidak bisa membunuhnya dalam satu serangan seperti Goblin sebelumnya.
Hal ini membuat dirinya ketahuan dan menarik perhatian Goblin dan Hobgoblin lainnya. Bukannya merasa takut atau khawatir, Reus memperlihatkan sebuah senyum dingin nan mematikan.
---------------------------------------------------------------------
Author
Akhirnya keluar juga Blackstar yang ane tunggu-tunggu :v