Orbis Online

Orbis Online
178. Pertempuran Panjang Yang Melelahkan



   "Apa katamu? Raja itu dikendalikan oleh seseorang?"


   "Ya, seseorang yang amat kuat."


Sesampainya di penginapan Reus menjelaskan mengenai kondisi Aulcrat yang dikendalikan oleh Lucius Maen'ra, salah satu komandan tertinggi Order of Chaos yang menjadi ancaman terbesar dalam dunia Orbis Online.


Dia juga menjelaskan tentang Order of Chaos beserta beberapa hal lain yang perlu diketahui oleh Crystina, Dunk, dan Kynel. Tentu dia tidak menceritakan Blackstar yang mana menjadi penyebab dari pertempuran besar yang mereka lalui sebelumnya.


   "Reus, kau sungguh yakin informasi ini dipercaya?"


Crystina menyipitkan matanya merasa tidak percaya terhadap cerita Reus yang terdengar mengada-ada.


   "Aku sudah bertemu dengan berbagai orang di dunia ini, ketua Crystina, salah satunya adalah mereka yang dulu melakukan perlawanan keras terhadap organisasi ini."


Reus hanya tersenyum tipis menanggapi reaksi Crystina yang menurutnya dapat diwajarkan begitu pula dengan Dunk dan Kynel yang terlihat tidak percaya terhadap apa yang dia ceritakan ini.


Reus mengatakan ini berhubungan dengan Main Story, Order of Chaos adalah kegelapan yang dimaksud dalam Quest tersebut.


   "Jadi maksudmu, kita akan berperang melawan sebuah organisasi besar dengan pasukan berlevel rata-rata sekitar 300 ke depannya? Itu paling lemahnya?"


   "Benar, ketua Crystina."


Dapat terlihat Crystina tidak terlalu percaya terhadap perkataan Reus namun di sisi lain, dia merasa Reus tak memiliki alasan untuk berbohong kepadanya.


   "Ketua Crystina, kau bebas percaya atau tidak dengan ceritaku, tetapi kuharap ketika waktunya tiba kau tak menyesalinya."


Setelah berkata demikian Reus melangkah menuju kamarnya, meninggalkan Crystina, Dunk, dan Kynel di meja penginapan yang kini nampak syok. Mereka tidak pernah menyangka dunia Orbis Online akan menghadapi peperangan besar di masa depan.


   "Ketua, sebaiknya kita harus meminta anggota Crimson Castle untuk meningkatkan level sebisa mungkin agar mampu menghadapi pasukan ini."


Crystina mengangkat alisnya mendengar ucapan Kynel yang terdengar serius, dia memandang Kynel dengan heran.


   "Kau percaya dengan semua ceritanya? Bisa jadi dia hanya menakut-nakuti kita agar lebih cepat menaikkan level demi membantunya kalau saja kerajaan ini berniat membalas dendam padanya."


   "Ketua, Reus bukan orang seperti itu. Aku mengenalnya sejak pertempuran di desa Viredeta beberapa bulan lalu, jika dia orang seperti itu maka dia tidak akan maju di barisan paling depan dan menghadapi begitu banyak pasukan seperti hari ini."


Perkataan Kynel sukses membuat Crystina bimbang, dia tidak ingin percaya pada cerita Reus namun di saat yang sama dia tidak bisa mengabaikan kekuatan Reus yang begitu besar meski hanya berlevel 150-an saja.


Crystina menghela nafas sejenak sebelum berdiri dan beranjak menuju kamarnya, dia ingin memikirkan semua ini selama beberapa saat sebelum mengambil keputusan.


Kynel tidak menghalangi Crystina, dia tahu sebagai ketua sebuah Legion, Crystina harus mempertimbangkan banyak aspek agar dapat membuat pilihan terbaik.


   "Jadi, bagaimana nasib kita ke depannya?"


Saat Kynel sibuk memikirkan apa yang bisa dia lakukan untuk membantu Reus dan Crystina, Dunk tiba-tiba berceletuk. Kynel menghela nafas menanggapi pertanyaan Dunk.


   "Tergantung. Jika kita cepat tanggap dan bersiap menghadapi perang besar ini sejak awal maka ada kemungkinan kita bisa bertahan namun jika kita menganggapnya remeh atau tak mempercayainya, maka kita dapat musnah."


Jawaban Kynel cukup untuk membuat Dunk bergemetar, dia lalu teringat pengalamannya terperangkap di dalam Chaos Lair dan menghadapi begitu banyak ras Chaos yang berlevel lebih tinggi darinya, pada akhirnya dia bertemu Arshwind sang Dragon.


Jika musuh mereka ke depannya memang akan sekuat seperti yang dikatakan Reus, maka satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan sekarang adalah bertambah kuat secepat mungkin.


***


   "Sepuluh orang Elite Knight? Apa Elite Knight dalam satu kerajaan sekecil ini memang sebanyak itu? Sekitar 200 lebih?"


Reus menggaruk kepalanya sejenak sebelum menanyakan detail informasi dari Ikshan, termasuk sebesar apa kekuatan Lavore Kindom.


Dalam pesan balasannya, Ikshan mengatakan Lavore Kingdom setidaknya memiliki sekitar 70.000 pasukan biasa yang siap berperang, sekitar 20.000 pasukan cadangan, 10.000 pasukan utama yang dikatakan sebagai kekuatan utama kerajaan, serta kurang dari 50 personel Elite Knight.


Pasukan biasa setidaknya berlevel sekitar 120 ke bawah begitu pula dengan pasukan cadangan, sementara pasukan utama berlevel tidak kurang dari 180, sedangkan setiap Elite Knight berlevel setidaknya 200 ke atas.


   "Dijaga oleh 10 Elite Knight, tentu saja mereka tidak akan mampu menembusnya."


Reus menggelengkan kepalanya sesaat lalu mengirim pesan lagi kepada Ikshan, kali ini sedikit berbeda meski berada di satu tempat yang sama.


   "{Oh, maksudmu Sylph de Corvette? Penyihir berjulukan Warlock of Gale yang ditahan di penjara bawah tanah kerajaan? Kudengar dia akan dibebaskan dalam beberapa hari setelah raja menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka.}


Dahi Reus sedikit mengerut membaca isi pesan Ikshan, dia merasa raja yang beberapa waktu lalu dia tolong ternyata sebodoh ini. Dia mengusap dahinya sejenak sambil berpikir sesuatu selama beberapa saat lalu kembali menuliskan pesan balasan pada Ikshan.


Butuh beberapa waktu bagi Ikshan kembali membalas pesan Reus.


   "{Tidak masalah, tapi jika aku dan Ramsey tertangkap maka kau harus membebaskan kami.}"


Reus tertawa kecil mendapati balasan tersebut.


   "{Tentu saja, akan menjadi masalah jika teman seperjalananku ditahan di balik sel jeruji.}"


Setelah menulis dan mengirimkan pesan, Reus merebahkan badannya di atas kasur memejamkan matanya sejenak.


Dia merasa begitu lelah dengan banyaknya pertempuran yang telah dia lalui dalam beberapa hari terakhir. Mulai dari meloloskan diri bersama Ikshan dari penjara, membuat kekacauan bersama Sylph untuk mengalihkan perhatian kerajaan, lalu pada akhirnya pertempuran yang baru saja berakhir.


   "Ini sungguh melelahkan."


Reus menghela nafas setelah mengeluh, dia lalu bangkit duduk dan menarik Dragon Slayer Sword di punggungnya. Dia memandang pedang tersebut selama beberapa saat sebelum mengambil sesuatu dari Inventory-nya.


Sebuah palu kecil seukuran ibu jari berwarna keemasan muncul di tangan kirinya.


---


Golden Emergency Hammer


Sebuah palu ajaib berwarna emas yang mampu memulihkan status Durability suatu senjata sebanyak 150 poin dalam sekejap. Hanya satu kali penggunaan.


---


Golden Emergency Hammer merupakan salah satu Item buatan Ikshan yang diberikan kepada Reus untuk berjaga-jaga status Dur pedang Reus berkurang terlalu cepat dalam pertempuran. Dia memberikan sekitar dua Item sejenis agar Reus tidak perlu terlalu khawatir terhadap pedangnya.


   "Jika pertempuran terus berlanjut rencananya akan kugunakan ini pada Dragon Slayer Sword, namun nampaknya hal itu tidak diperlukan."


Reus tersenyum kecil memandang palu emas mungil tersebut sebelum mengembalikannya ke dalam Inventory, dia memutuskan akan meminta Ikshan memperbaiki Dragon Slayer Sword setelah pria itu kembali dari istana dan menghela nafas berat.


   "Pertempuran panjang yang melelahkan."