Orbis Online

Orbis Online
184. Pembebasan Sylph



Sylph mengambil sebuah kesimpulan cepat setelah mendengarkan penjelasan Reus mengenai semua yang terjadi di luar selama beberapa waktu terakhir.


   "Jadi, musuh kita sesungguhnya adalah Order of Chaos?"


   "Benar, dan kekuatan mereka amatlah mengerikan. Kita akan memerlukan seluruh bantuan yang bisa kita miliki, jika tidak maka dunia dapat jatuh ke tangan mereka."


Reus menambahkan peristiwa serupa hampir terjadi di masa lalu, tepatnya beberapa ratus tahun lalu di mana Harleina, Arshwind, Randolf, serta kelompoknya melakukan perlawanan terhadap Order of Chaos.


Sylph merenungkan perkataan Reus memastikan isi hatinya, tetapi hanya sejenak. Beberapa saat kemudian dia kembali memandang Reus kali ini dengan sorot mata yakin.


   "Baik, aku akan ikut membantu. Aku melakukan ini agar mendiang istri dan warga-wargaku dapat beristirahat dengan tenang di alam sana."


   "Tidak masalah, bantuan apapun akan sangat dibutuhkan."


Reus tersenyum lebar menanggapi keinginan Sylph, dia bangkit berdiri dan berjalan mendekati Aulcrat serta ketiga penjaganya. Dia segera menyampaikan bahwa Sylph bersedia bekerja sama dalam melawan Order of Chaos.


Aulcrat nampak begitu terkejut sekaligus antusias mendengar kabar baik ini. Dia telah melihat ke dalam pikiran Lucius Maen'ra, dia tahu benar sekuat apa Order of Chaos sehingga mendapat bantuan dari seseorang sekuat Sylph sangatlah membuatnya gembira.


   "Tapi, aku tidak tahu apa yang dia inginkan sebagai balas jasanya. Mungkin dia menuntut hukuman mati terhadap bangsawan yang terlibat dengan masalahnya."


   "Tidak masalah, justru kerajaan ini akan lebih damai jika satu atau dua kepala bangsawan busuk itu menghilang."


Aulcrat berkata demikian sambil tertawa kecil mengabaikan reaksi ketiga penjaganya yang terlihat begitu terkejut di balik pelindung wajah mereka. Sekilas Aulcrat terdengar bercanda karena perkataannya disertai tawa, tetapi ketiganya dapat mengetahui semua kata yang dilontarkan Aulcrat adalah keseriusan.


Reus hanya tersenyum sejenak menanggapi ucapan Aulcrat, dia sendiri setuju bahwa bangsawan busuk yang mudah terbakar kecemburuan seperti itu tidaklah diperlukan dalam sebuah tataan negara.


Setelah berbincang sejenak Aulcrat memerintahkan sipir penjara untuk membebaskan Sylph, baik dari selnya maupun rantai anti sihir yang mengekang kedua tangan dan kakinya. Penjaga penjara tersebut segera melaksankan perintah Aulcrat meski merasa takut melepaskan seseorang sekuat Sylph.


   "Jadi, apa yang bisa kuberikan sebagai imbalan untukmu, tuan Reus?"


   "Cukup kembalikan saja pedang hitam yang diambil dariku, kalau tak salah disimpan di ruang harta kerajaan."


Aulcrat mengusap dagunya sejenak mengingat kembali pedang hitam yang Reus maksud.


   "Oh, pedang hitam itu. Tentu pedang tersebut bisa kukembalikan, tetapi memang sudah seharusnya pedang tersebut kembali ke tanganmu. Apa kau memiliki keinginan lain selain itu?"


Kali ini giliran Reus yang mengusap dagunya memikirkan permintaan lain. Sebenarnya tujuan Reus mengunjungi istana hanyalah mendapatkan kembali Blackstar yang diambil darinya, membujuk Sylph hanyalah tujuan sekunder sehingga dia kebingungan jika diminta demikian.


Selang beberapa saat sebuah ide terlintas di benaknya.


   "Bagaimana jika mengusir Gaia's Tree dari kerajaan ini?"


   "Mengusir Gaia's Tree?"


Aulcrat menunduk merenungkan permintaan Reus ini, tentu hal ini tidak mudah baginya mengingat belakangan ini Gaia's Tree sangatlah membantu kerajaan mereka dalam berbagai bidang, terutama di bidang militer dan ekonomi.


Reus tersenyum kecil menanggapi reaksi Aulcrat, dia sudah menduga tidak mudah untuk menyingkirkan sebuah Legion menengah seperti Gaia's Tree. Meski hanya sekedar cabang, kekuatan Gaia's Tree termasuk bantuan besar bagi kerajaan seperti Lavore Kingdom.


   "Jika anda keberatan dengan itu, bagaimana jika anda menerima Crimson Castle sebagai penggantinya?"


   "Crimson Castle? Crimson Castle yang itu?"


   "Oh, tentu saja, tuan Reus! Tentu! Dengan senang hati!"


Aulcrat nampak begitu gembira mengetahui Crimson Castle ternyata hendak membuka cabang di kerajaannya, tentu dia segera menyanggupi permintaan Reus untuk menendang Gaia's Tree dari Lavore Kingdom.


Crimson Castle merupakan salah satu Legion besar yang cukup terkenal baik di kalangan pemain maupun NPC, sulit mencari kerajaan seukuran Lavore Kingdom yang akan menolak tawaran seperti ini.


Tanpa banyak bertanya Aulcrat segera memerintahkan salah satu penjaganya pergi dan mengabari bawahannya untuk memutus kontrak kerja sama dengan Gaia's Tree secepatnya, kemudian meminta mereka membicarakan masalah kerja sama dengan ketua Crimson Castle.


Awalnya penjaga tersebut keberatan mengingat Reus merupakan seseorang yang mampu memukul mundur seribu pasukan, ada kemungkinan Reus menyerang Aulcrat jika sedikit saja penjagaan berkurang. Namun Aulcrat tidak menerima alasan apapun sehingga penjaga tersebut segera pergi mengabari bawahan Aulcrat.


   "Maafkan aku soal anak buahku, mereka sungguh sulit percaya terhadap tuan Reus."


   "Tidak masalah, Yang Mulia. Jika mereka percaya kepadaku secepat itu dan meninggalkan anda sendirian bersamaku, maka mereka bukanlah kesatria penjaga anda yang setia."


Setelah berkata demikian Reus melirik kedua penjaga yang tersisa dengan pandangan tajam disertai hawa mengintimidasi, memberi mereka peringatan agar tidak macam-macam dengan Aulcrat. Hal itu sontak membuat mereka menelan ludah dan mengangguk cepat memahami maksud Reus.


   "Apa yang kalian bicarakan? Bukan tentang hukumanku telah memaki-maki raja dan lainnya, kan?"


Ketika suasana hening berkuasa, Sylph yang telah bebas tiba-tiba berceletuk sambil meraba pergelangan tangan yang terasa cukup lega setelah ditahan beberapa hari lamanya dengan rantai anti sihir.


   "Tenang saja, jika memakiku membuat perasaanmu lebih baik maka lakukan saja. Setidaknya ini yang bisa kulakukan setelah semua kesalahanku kepadamu."


Aulcrat tersenyum kecut memandang wajah Sylph, kemudian mengambil posisi bersimpuh di depan kaki pria muda tersebut yang sukses membuat kedua penjaga terbelalak hebat.


Reus sedikit terkejut melihat tindakan Aulcrat, tetapi tidak sampai bereaksi serupa seperti kedua penjaga Aulcrat. Reaksi Sylph kurang lebih sama dengan Reus.


   "Aku tahu tidak berhak meminta maaf atas semua yang telah terjadi, tetapi aku sungguh minta maaf."


Kedua penjaga di samping Aulcrat berusaha menarik dan membujuk raja sepuh tersebut agar bangkit, tetapi Aulcrat tidak mengacuhkan keduanya. Dia tetap bersikukuh pada posisinya dan meminta maaf kepada Sylph.


Selagi kedua penjaga tersebut sibuk membujuk Aulcrat, tiba-tiba gelak tawa keras terdengar dari mulut Sylph. Tawaan Sylph sukses merebut perhatian dua penjaga serta Aulcrat itu sendiri. Kedua penjaga itu merasa marah ingin sekali memberi Sylph pelajaran, sementara Aulcrat memandangnya kebingungan.


   "Ah, maaf, aku tak pernah menyangka seorang raja akan meminta maaf sampai seperti ini."


Sylph menyeka air yang keluar dari matanya akibat tertawa. Kedua penjaga Aulcrat sudah hendak menarik senjata mereka dan mengeluarkan tebasan peringatan, tetapi ketika mereka ingin melakukannya baik lengan ataupun senjata mereka tidak bisa bergerak seakan ditahan oleh sesuatu.


Saat mereka dilanda kebingungan, pandangan mereka teralih kepada Reus yang kini tersenyum ke arah mereka sambil menggerakkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan seakan mengisyaratkan keduanya agar tidak melakukan apa-apa.


Kedua penjaga tersebut merasa begitu marah ingin mencabik-cabik Reus menjadi puluhan bagian, namun sebelum mereka hendak melakukan itu Sylph berlutut dan menepuk pundak Aucrat sambil tersenyum, membantunya berdiri.


   "Tidak perlu meminta maaf, Yang Mulia. Berkat tindakan anda barusan, aku menjadi yakin bahwa anda sungguh tidak bersalah seperti yang Reus katakan."


Aulcrat serta kedua penjaganya terkejut mendengar pernyataan Sylph yang sulit dipercaya, ketiganya termenung memandangi wajah Sylph yang kini nampak mengeluarkan sinar putih nan suci dalam pandangan mereka.


Reus sendiri merasa puas melihat permasalahan Sylph dan Aulcrat telah berakhir, dia tersenyum sejenak sebelum melepaskan Telekinesis yang membelenggu kedua penjaga Aulcrat.


Ketika suasana penuh damai bermekaran di udara sekitar, pada akhirnya mereka memutuskan kembali ke lantai atas setelah perlengkapan Sylph dikembalikan dan Aulcrat meminta salah satu penjaganya mengambilkan Blackstar dari ruang harta kerajaan.