Orbis Online

Orbis Online
127. Skill Bermata Dua



Setelah Reus dan Ikshan berkumpul di titik tertentu yang disetujui sebelumnya, keduanya setuju untuk menyusuri lebih dalam ke hutan sebelah barat dari Rockfall, arah di mana datangnya para monster-monster penyerang Rockfall.


Sejak keduanya kembali bertemu, hampir tidak ada monster yang menyerang mereka sama sekali. Kemungkinan monster-monster tersebut menyerang desa mengabaikan Reus dan Ikshan, namun hal itu sia-sia saja bagi mereka.


Begitu Reus bertemu Ikshan, Reus mengerahkan Body Clone membuat satu klon dirinya dengan 100% kekuatannya menggunakan 100% Energy-nya, sehingga akan mustahil bagi monster-monster itu mencapai desa.


   "Apa Energy-mu sudah pulih, Reus?"


   "Belum pulih sepenuhnya sih, tapi kurasa ini sudah lebih dari cukup."


Setelah beristirahat cukup lama sembari menunggu parameter Energy Reus pulih, akhirnya keduanya kembali menjejakkan langkahnya.


Memang benar Reus memiliki banyak Energy Potion I dan II berkat skill Alchemy-nya, tetapi ia menahan diri untuk tidak memakainya mengingat ia membutuhkan uang yang cukup banyak jika ingin membeli sebuah kendaraan pribadi—atau setidaknya itu yang ia pikirkan.


Uang yang ia kumpulkan hasil dari berjualan berbagai Potion dan Item di Orbis Forum sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk membeli satu kendaraan pribadi, hanya saja Reus cukup paranoid jika berurusan dengan uang.


Jika ia menginginkan sebuah barang, maka setidaknya dirinya harus mempunyai uang sisa sebanyak seperempat dari harga barang tersebut sebelum membelinya.


Misalkan Reus ingin membeli sebuah sepeda motor dengan harga 20.000.000 rupiah, maka uang yang berada di tangannya harus senilai 25.000.000 rupiah. Itu kebijakan yang ia buat terhadap dirinya sendiri.


   "Ngomong-ngomong Reus, aku mendapat Diamond Bear Skin dari mengalahkan Diamond Bear tadi. Apa bisa kutitipkan kepadamu untuk dijual?"


   "Boleh saja, tapi kenapa harus dititipkan kepadaku?"


   "Kau mempunyai Solid Gear Ultimate Edition yang bisa mengakses Orbis Forum, bukan? Akan lebih cepat jika begitu."


   "Ah... begitu, ya."


Reus tersenyum masam tak menyangka Ikshan mengetahui hal itu. Memang dirinya cukup ceroboh membuka situs website beberapa kali di dekat Ikshan, namun ia hanya berharap Ikshan tidak mengetahuinya.


Jika Ikshan tahu, mungkin Reus akan dikatai 'pemain sultan' oleh Ikshan dan dirinya tidak menginginkan itu terjadi. Dibandingkan penghasilan para pemain profesional kelas atas, penghasilan Reus selama ini masih belum menyamai mereka—setidaknya itu tanggapan dirinya sendiri.


Setelah meletakkan Diamond Bear Skin di tokonya pada Orbis Forum, Reus kemudian merasakan beberapa makhluk hidup telah mengepung mereka. Sontak saja keduanya langsung bersiaga dan menggenggam senjatanya masing-masing.


Sosok makhluk hidup yang mengepung mereka semakin lama semakin terlihat. Itu adalah beberapa ekor harimau yang nampak sangat normal—jika mengabaikan tubuhnya yang hampir tembus pandang secara keseluruhan.


Terdapat pula beberapa sosok singa berukuran sedikit lebih besar dari singa normal, namun tubuh mereka juga kurang lebih seperti para harimau, hanya saja berwarna lebih gelap.


   "Astral Tiger dan Phantom Lion?! Dan lagi semuanya di atas level 100?!"


   "Perpaduan kemampuan dari kelas Summoner dan Necromancer, ya? Aku belum perah mendengarnya."


---


Astral Tiger


Level : 115


---


Phantom Lion


Level : 130


---


Berbeda dari Ikshan yang nampak sedikit panik, Reus mengamati situasinya dengan tenang dan mencoba mencari informasi mengenai kemampuan musuhnya dari ingatannya sejauh ini.


Sejauh yang ia tahu dirinya tidak pernah menemukan informasi tentang adanya kelas yang dapat menggabungkan kemampuan kelas Summoner dan Necromancer seperti ini. Jika memang benar belum ada informasi, kemungkinan besar musuh yang mereka lawan saat ini adalah musuh dengan kelas Special-Class.


Kelas Summoner ialah kelas yang mampu memanggil hewan atau suatu makhluk dari alam lain dan mengikatnya dalam kontrak atau perjanjian, sementara Necromancer merupakan kelas yang membangkitkan mayat dan memerintahnya sesuka hati.


Jika ada kelas yang mampu memadukan kedua kemampuan dari kedua kelas tersebut dengan mengganti kelemahan satu kelas dengan keunggulan kelas lainnya, bukankah itu kelas yang terlalu hebat?! Bahkan untuk ukuran Special-Class sendiri?


   'Kalau dipikir-pikir mereka ini memiliki bentuk arwah seperti Ghost, jadi apa kelasnya perpaduan antara Summoner dan Haunter? Tapi, sebelumnya ada Death Walker juga. Ini membuatku bingung.'


Sambil terus memperhatikan sekitar Reus tetap berusaha menganalisa kemampuan di balik para hewan berjenis Astral ini.


Ciri kelas Summoner ialah dapat memanggil hewan atau monster dari alam lain, tetapi dalam jumlah yang sangat terbatas dikarenakan seringnya hewan atau monster yang dikontrak tidak mau mendapat saingan. Hal itu akan berbeda jika ciri dari kelas Haunter atau Necromancer yang mampu membangkitkan banyak arwah maupun mayat dan memberi perintah pada satu waktu sekaligus menggantikan ciri Summoner tersebut.


   "Reus, memikirkannya terus kurasa takkan berguna. Lawan kita ada sembilan dan semuanya berlevel di atas 100, jangan kau pikir kita bisa santai-santai saja."


   "Ya, aku tahu itu."


Reus menghela nafas sejenak, lalu mengganti Dragon Slayer Sword-nya dengan Blackstar yang Durability-nya telah diperbaiki oleh Ikshan sebelumnya. Ia kemudian menarik nafas dalam-dalam, kemudian menghembuskannya secara perlahan.


Bwoosh!


Ketika Reus menggunakan Blackstar Full Control untuk melepas batas dan meningkatkan kekuatan Blackstar sebanyak 100% secara paksa, angin di sekitarnya mengamuk hebat sampai-sampai Ikshan hampir terhempas kalau saja tidak berdiri dengan kuda-kuda yang kuat.


   "Pedang ini... entah mengapa tiba-tiba bergerak sendiri!"


Saat Ikshan terlarut pada fenomena angin barusan, Reus merasa Blackstar seperti ingin bergerak sendiri dan tangannya terlihat bergetar menahan agar pedang tersebut tidak lepas dari genggamannya. Selain itu entah mengapa Black Form aktif dengan sendirinya, padahal Reus tidak merasa mengaktifkannya.


   "Reus, kau tak apa-apa?!"


   "Ya... kurasa...."


Ikshan terkejut ketika melihat Reus kesulitan memegang Blackstar, hanya saja ia tidak pernah tahu bahwa ada Equip yang bisa bergerak sendiri tanpa ada yang menggunakannya. Ekspresi Reus juga terlihat sangat kesulitan menahan pedang itu.


   "Ikshan, kau jangan bergerak dari sana! Biar aku yang menghabisi semua musuh!"


   "Oi, jangan gega—"


Belum sempat Ikshan menyelesaikan kalimatnya, Reus sudah melesat ke salah satu Phantom Lion, namun dapat dilihat dari gerakannya bahwa bukan Reus yang bergerak menyerang. Reus hanya ditarik oleh Blackstar yang entah mengapa ingin sekali menghabisi musuh.


Berkat tuntunan dari Blackstar yang bergerak sendiri menghabisi para Astral Tiger dan Phantom Lion, Reus dapat menghabisi mereka semua dalam sekejap mata. Ikshan pun tidak bisa berkedip menyaksikannya.


   "Apa-apaan ini...?"


Bukannya tidak bisa berkedip, Ikshan tak sempat berkedip ataupun mengalihkan pandangannya dari Reus yang bahkan tidak bisa ia lihat sama sekali. Di matanya Reus hanya berdiri dan mengubah posisinya memegang Blackstar, tapi tanpa alasan yang ia mengerti semua musuh di sekelilingnya sudah kalah.


Memang Ikshan sempat melihat sesuatu seperti bayangan sebelum posisi Reus berubah, hanya saja sangat sulit untuk melihatnya jika bukan karena mata Ikshan yang cukup terbiasa dengan pertarungan berkecepatan tinggi.


   "Aarghh!!"


Di saat hening berkuasa selama beberapa detik, tiba-tiba Reus menjerit teramat keras dan terdengar begitu menyakitkan sebelum akhirnya tubuhnya mengucurkan darah seperti air mancur dari berbagai sudut, lalu jatuh ke tanah.


   "Reus!!"


Melihat itu Ikshan segera berlari ke arah Reus sembari mengambil HP Potion dari Inventory berniat meminumkannya pada Reus. Meski dirinya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, setidaknya ia ingin mengambil pertolongan pertama sebagai pemain.


Namun anehnya, parameter HP Reus tidak bertambah walau Ikshan meminumkan HP Potion kepadanya. Itu bisa ia lihat dari parameter HP anggota party yang ada di pojok kiri pandangannya.


   "Ada apa ini? HP Potion tidak bekerja?!"


Ikshan menjadi panik ketika mengetahui satu-satunya cara memulihkan parameter HP yang ia bisa tidak berpengaruh kepada Reus. Meskipun ia tahu bahwa sebagai pemain Reus akan dihidupkan kembali di kota atau desa yang terakhir dikunjungi, Ikshan tidak mengerti apa yang terjadi sebenarnya pada Reus.


Tidak ada tanda-tanda Reus terkena status khusus pada parameter HP-nya, itulah yang membuat Ikshan bingung dan panik tidak mengerti dan tak tahu harus berbuat apa.


Di saat Ikshan panik dan kalang kabut apa yang harus ia lakukan, sebuah sosok bayangan muncul dari balik pohon membuatnya tersadar dirinya sedang di tengah petarungan. Ikshan segera menggapai kusarigamanya dan mempersiapkan kuda-kuda.


   "Haah... kupikir akan seperti apa pemegang Blackstar generasi ini, tapi ternyata tidak seperti yang kuharapkan, ya."


Sambil menggumamkan itu, sosok tersebut melangkah keluar dari bayangan sembari menghisap rokoknya, membiarkan wujudnya terungkap oleh sinar bulan.


Seorang pria muda berambut ungu cerah dengan manik mata yang kurang lebih berwarna sama terlihat di bawah sinar bulan.


---


Author


Maaf kalau pembaca tidak puas dengan penulisan bab ini. Inilah jadinya jika saya memaksakan diri untuk menulis ketika tidak ada mood atau keinginan untuk menulis.


Saya bukannya sombong, tapi bagi saya itu menulis itu seperti melukis oleh seniman. Kalau tidak ada inspirasi atau motivasi untuk melukis, maka tidak bisa melukis dengan baik.


Jadi, saya harap tidak ada yang menagih untuk segera update, ya.


Lalu untuk tukang promosi, saya harap anda lebih baik dari mereka yang promosi copas. Sudah cukup mereka saja yang saya blok, jangan anda juga.


Setidaknya jangan copas, rangkai kata-kata untuk mempromosikan novel anda agar terkesan lebih effort dalam mempromosikannya.


PS : apakah author perlu menetapkan batasan like pada angka tertentu agar bisa update bab selanjutnya agar para pembaca yang sulit nge-like mencet tombol like? 🤔


PPS : Saya gak begitu peduli sih sebenarnya dengan like, hanya saja ngerasa gimana gitu. Apakah cerita ini memang sejelek itu sampai tidak di-like? Kalau iya mengapa masih dibaca?


PPPS : saya bertanya sungguh-sungguh bukan mengancam pembaca nge-like atau semacamnya loh, ya.


PPPPS : like dan vote itu berbeda, jangan disamakan!