Orbis Online

Orbis Online
225. Utusan Tiga Dewan Naga



Tiga hari telah berlalu semenjak cekcok antara Reus dan prajurit Bailendra Kingdom di penginapan tersebar luas ke penjuru kota dan sampai hari ini belum ada satupun utusan ataupun prajurit yang berani berbuat apapun terhadap rombongan Reus selain mengamati dari jauh.


   "Lihat? Apakah itu manusia yang sempat membuat kehebohan beberapa hari lalu?"


   "Kelihatannya demikian, tapi bukankah ada yang aneh? Dia membuat keributan sebesar itu dengan tentara dan sampai sekarang belum ada bangsawan yang berani bertindak?"


   "Apa yang dipikirkan raja dan para bangsawan?"


Seluruh warga Dragnar di sekitar berdiskusi sejenak saat melihat sekelompok manusia berjalan santai di depan mereka sambil mengunyah beberapa makanan ringan.


Saat ini Reus, Ikshan, maupun Ibane sedang berjalan kembali ke penginapan seusai menyelesaikan urusan mereka di Toko Delima Hitam.


   "Hei Reus, apa ini hanya perasaanku saja atau sikap warga kota terhadap kita sedikit melunak? Kini mereka lebih condong melihat kita dengan tatapan penasaran daripada kebencian dibanding sebelumnya."


   "Tidak perlu heran begitu, Ikshan. Reus telah membuat keributan besar tiga hari lalu dan masih belum ditanggapi dengan serius oleh bangsawan setempat, padahal dia hampir baku hantam dengan sepasukan Lizardmen. Sudah pasti mereka keheranan."


Dahi Reus berkedut sesaat ketika Ibane menjawab rasa penasaran Ikshan secara terbalik dan hampir refleks menjitak Draconian itu.


   "Kau mau cari ribut atau apa? Mereka yang datang dan bertindak kasar lebih dulu, bahkan berniat menjadikanku kambing hitam tanpa mendengarkan penjelasanku. Aku tidak sudi pasrah dan menurut begitu saja."


Ibane tersenyum kecut mendapat tanggapan tajam dari Reus. Dia juga tidak ingin menerima perlakukan serupa namun Ibane tak berniat melawan sampai hampir menyilangkan pedang di negeri ini.


Dia masih berpikir dua kali jika ingin membuat keributan di negara manapun—terutama di Negeri Naga yang situasinya amat mencengkam bagi bangsa manusia dan sejenisnya, tetapi Ibane tidak berpikir Reus tak ragu untuk melawan mereka dengan fisik.


   "Tapi, mereka memang cukup lambat dalam menanggapi kejadian ini padahal bisa dikatakan ini dapat mencoreng harga diri mereka sebagai keturunan bangsa terkuat."


Ikshan mengusap dagunya sembari berkata demikian merasa sedikit bingung.


Dalam situasi saat ini seharusnya Bailendra Kingdom segera mengambil tindakan terhadap Reus yang manusia sekaligus menghajar pasukannya tiga hari lalu, tetapi nyatanya bukan hanya belum ada sedikit pun gerakan dari para pemimpin negara selain hanya mengamati dari jarak jauh.


Baik Reus, Ikshan, maupun Ibane menyadari walau belum terdapat gerakan tertentu dari orang berpangkat tinggi setidaknya mereka diawasi secara ketat oleh beberapa orang tertentu selama ini.


Reus dan Ikshan adalah manusia yang notabenenya merupakan makhluk yang saat ini paling dibenci oleh seluruh Bailendra Kingdom, sementara Ibane memiliki penampilan serupa meski memiliki darah naga mengalir dalam pembuluh darahnya.


Tidak heran pengawasan terhadap ketiganya amatlah ketat.


Ibane ingin menanggapi perkataan Ikshan menurut asumsinya namun sebelum dia sempat membuka mulut, Reus bereaksi terlebih dahulu.


   "Tidak juga, lihatlah mereka sudah menunggu kita."


Reus berucap sambil menunjuk arah penginapan—lebih tepatnya barisan prajurit campuran yang terdiri dari belasan Lizardmen dan Dragonewt menunggu di depan penginapan tempat mereka bermarkas di negeri ini.


Di antara belasan prajurit yang nampak gagah tersebut berdiri seorang Dragonewt berpakaian mewah nan elegan disertai sepasang pengawal pribadi di sebelah kiri dan kanannya.


Dragonewt berpenampilan selayaknya bangsawan tersebut tersenyum seramah mungkin menyambut kedatangan rombongan Reus.


   "Selamat datang, tuan Reus dan kawannya. Kami sudah menunggu."


***


Penginapan bukanlah suatu gedung yang sering menjadi pusat perhatian. Memang secara jumlah penginapan salah satu fasilitas terbanyak yang dibangun di antara peradaban masa kini, tetapi sekarang tak ada satupun penginapan yang lebih mencolok di banding penginapan ini.


   "Ya, itu aku."


Suasana penginapan makin menegang ketika Reus, Ikshan, dan Ibane duduk berseberangan dengan seorang Dragonewt bangsawan yang berpenampilan mewah nan elegan. Tidak lupa belasan prajurit pengawalnya yang sebagian berjaga di bagian luar maupun dalam penginapan tanpa terlihat celah sedikit pun.


   "Kalau begitu biar aku memperkenalkan diri."


Dragonewt bangsawan tersebut berdiri sejenak sebelum sedikit membungkukkan punggung memperlihatkan gaya khas seorang bangsawan kelas tinggi.


   "Aku Salvinius Dragnova, Kepala Klan Dragnova yang memegang posisi 'Taring' dalam Tiga Dewan Naga, diutus sebagai perwakilan dari Tiga Dewan Naga untuk menemui anda sekalian."


Reus mengangkat sebelah alisnya begitu Salvinius menyelesaikan perkenalan dirinya, Ikshan dan Ibane juga bereaksi serupa meski ketiganya bukanlah penduduk asli Dragnar.


Bukan rahasia umum bahwa Bailendra Kingdom atau yang sering disebut Negeri Naga ini bukan hanya diperintah oleh raja seorang, melainkan juga memiliki sistem politik unik yang mana Bailendra Kingdom diatur dan dikuasai oleh Tiga Dewan Naga.


Tiga Dewan Naga ini sendiri merupakan kelompok majelis yang terdiri dari tiga klan bangsawan berpangkat tertinggi yang memerintah Bailendra Kingdom bersama Raja Bailendra Kingdom, Dragnova merupakan salah satunya.


   "Apa yang membuat klan Dragnova, sebagai perwakilan Tiga Dewan Naga sampai turun tangan terhadap masalah ini?"


   "Aku yakin anda akan berkata demikian, jadi biarkan aku menjelaskannya,"


Salvinius menjelaskan bahwa kedatangan Reus dan Ikshan di Bailendra Kingdom sebagai utusan Raja Lavore Kingdom untuk mencari seseorang telah diketahui cukup lama melalui jaringan informasi Kapten Strainer dari perbatasan, namun mereka memilih untuk tidak terlalu mencampuri urusan keduanya selama tidak bertindak mencurigakan.


Tidak diketahui apakah Reus dan Ikshan telah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Aulcrat, tetapi selama masih berada di dalam wilayah Bailendra Kingdom keduanya akan terus diawasi dengan ketat, hingga akhirnya terjadi konflik antara Reus dan sekelompok prajurit Bailendra Kingdom dan hampir terjadi pertumpahan darah di antaranya.


   "Itulah mengapa aku diutus untuk mewakili Bailendra Kingdom atas masalah ini."


   "Aku mengerti masalahnya, tapi mengapa Tiga Dewan Naga sampai turun tangan? Bukankah masalah kecil seperti ini biasanya diserahkan kepada Kepala Militer atau sejenisnya?"


Reus sebenarnya menduga bahwa Kepala Militer atau bangsawan sejenis akan mendatanginya, tetapi dirinya tidak pernah mengira Tiga Dewan Naga yang akan datang seperti ini. Dia pikir masalah ini tidak begitu besar mengingat perseteruannya dengan sekelompok prajurit beberapa waktu lalu hanyalah masalah sepele.


   "Ya, dalam situasi biasa Kepala Militer yang akan turun tangan terhadap masalah seperti ini."


   "Lalu saat ini seperti apa situasinya sampai melibatkan salah satu klan dari Tiga Dewan Naga?"


Melihat wajah Reus yang nampak polos dan tidak tahu apa-apa, Salvinius menggaruk pipi sejenak menyembunyikan ekspresi terkejutnya sebelum mengangkat suara.


   "Tuan Reus, apakah anda lupa posisi anda saat ini?"


   "Posisi? 'Domba di sarang serigala'?"


   "Yah, itu tidak salah sih...."


Salvinius ingin menepuk jidatnya namun berhasil menahan diri sebagai utusan Tiga Dewan Naga. Dia kemudian mengeluarkan sebuah amplop surat dan menunjukkannya kepada Reus.


   "Saat ini anda adalah utusan dari Raja Lavore Kingdom, Aulcrat von Lavore Reinberg, yang berarti anda bisa dibilang adalah diplomat Lavore Kingdom. Apakah itu bisa dimengerti?"


Reus termenung sejenak sebelum dahinya mengerut hebat.


   "Huh?"