Orbis Online

Orbis Online
205. Keuntungan dan Kerugian



Hal pertama yang Reus lihat ketika mendapatkan kesadarannya kembali adalah langit-langit tinggi yang dipenuhi begitu banyak retakan seolah-olah dapat runtuh kapan saja. Dia segera bangkit dari posisi berbaring sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.


Butuh beberapa waktu hingga sakit di kepalanya menghilang, Reus kemudian menoleh ke sana kemari memperhatikan lingkungan sekitarnya. Dahinya mengerut ketika mengetahui dirinya masih berada di ruangan bos Ruins of Seven Dragon King.


   "Apa yang terjadi? Bukankah seharusnya aku sudah mati?"


Reus segera memeriksa parameter HP-nya dan alisnya terangkat melihat angka yang terdapat di sana berkurang setengah dari yang seharusnya dia miliki namun parameter menunjukkan dirinya tidak menerima serangan apapun, dengan kata lain HP-nya sedang penuh.


Ketika kepalanya dilanda kebingungan barulah Reus menyadari saat ini badannya terlihat sedikit tembus pandang yang mana membuat dirinya terkejut setengah mati, dia lalu teringat sebuah skill bawaan dari kelas spesial Freelancer-nya.


---


Astral Protocol (Max)


Saat pengguna mati ada kemungkinan 30% berubah menjadi roh pembalas dendam dengan kekuatan 50% selama 10 menit.


---


   "Ah, pantas saja jumlah maksimal HP-ku berkurang setengahnya."


Reus menggaruk pipinya baru teringat akan skill ini. Dia sudah pernah mati sekali di tangan Xavier sesaat setelah meloloskan diri dari penjara di Lavore Kingdom namun skill ini tidak aktif, jadi dia benar-benar lupa dengan Astral Protocol.


Berkat skill ini ketika mati Reus memiliki kesempatan 30% untuk berubah menjadi roh pembalas dendam begitu HP-nya menyentuh angka nol selama sepuluh menit, tapi sebagai konsekuensinya seluruh status Reus turun sebanyak 50% untuk sementara.


---


Nama : Reus (Astral Protocol)


Level : 228


Kelas : Freelancer


Respect : 4.081


Str : 3.139 (-50%), Dex : 3.271 (-50%), Vit : 2.338 (-50%), Int : 1.854 (-50%), Luc : 1.731 (-50%), Conquer : 234


---


Reus bisa melihat dirinya mengalami kenaikan hingga kurang lebih 20 level. Mungkin 20 level terdengar kurang setelah berhadapan melawan Four-Headed Dragon King Statue serta ketujuh Dragon Guardian Golem seorang diri, tetapi melihat level Reus saat ini itu hal yang wajar bahkan luar biasa.


Semakin tinggi level semakin banyak pula Exp yang diperlukan untuk naik ke level berikutnya. Meskipun dibantu oleh titel Expert Player yang meningkatkan 150% Exp dari lawan berlevel lebih tinggi, naik 20 level sekaligus di level 200-an itu termasuk pencapaian luar biasa.


Mungkin Reus adalah pemain pertama yang meningkatkan level sebanyak itu dalam satu kali kenaikan level semenjak perilisan perdana Orbis Online di level 200-an.


   "Status Conquer tidak terpengaruh oleh efek samping Astral Protocol, ya?"


Reus mengelus dagunya melihat hanya status Conquer yang tidak mengalami pengurangan dari Astral Protocol. Dia tidak tahu alasan pastinya, tapi Reus menebak hal ini terjadi karena Conquer adalah status khusus yang tidak bisa didapatkan ataupun ditingkatkan dengan cara normal seperti keempat status dasar.


   "Omong-omong mengenai Astral Protocol, seharusnya kelas Freelancer masih mempunyai dua Bonus Skill lain yang akan terbuka setelah aku mencapai level 100 dan 150, kan?"


Reus mengusap dagunya baru teringat dua Bonus Skill misterius Freelancer yang belum pernah dia lihat terbuka meski dirinya telah mencapai level 200. Dengan pikiran itu Reus membuka panel kelas Freelancer dan memeriksanya setelah sekian lama.


Tidak ada perubahan pada panel kelas Freelancer kecuali bagian Bonus Skill.


---


Bonus Skill : HP Stack I, Energy Stack I, Life Enhancer, Astral Protocol, (Dapat Dibuka) (Level 100), (Dapat Dibuka) (Level 150)


---


Urat di pelipis Reus seketika muncul begitu membaca isi panel tersebut.


Reus membanting pedang di tangannya ke lantai dan mengeluarkan berbagai sumpah serapah dari mulutnya sekuat tenaga sambil menunjuk ke atas berharap pengembang Orbis Online, Deraft Corporation mendengar keluhannya.


***


Setelah puas mengumpat dan melepaskan kekesalannya, Reus menghela nafas panjang masih sedikit kesal.


   "Jika aku tahu hal ini aku pasti sudah membukanya lebih dulu."


Reus mendengus kesal sekali lagi sebelum membuka kedua Bonus Skill baru yang masih terkunci itu. Tidak perlu banyak waktu bagi Reus membuka keduanya.


---


Soul Devourer (Max)


Ketika pengguna membunuh musuh ada 50% kemungkinan jiwa lawan yang dikalahkan akan diserap oleh pengguna, merubahnya menjadi HP, Energy, serta Exp tambahan untuk pengguna dalam jumlah tertentu.


---


Reverse the Lance I


Ketika pengguna terkena status buruk maka ada 10% kemungkinan membalik semua efek dari Debuff tersebut menjadi Buff untuk pengguna.


---


Tubuh Reus bergetar hebat ketika membaca penjelasan dua Bonus Skill Freelancer yang baru saja dia buka, terkejut sekaligus tak percaya melihat kemampuan kedua skill tersebut. Reaksi Reus adalah wajar, siapapun akan bereaksi sama saat mengetahui isi Bonus Skill ini.


Reus tak terlalu kaget saat membaca Soul Devourer karena Black Predator milik Blackstar memiliki kemampuan serupa meski tidak termasuk Exp, namun begitu matanya jatuh pada penjelasan Reverse the Lance Reus tak bisa menahan keterkejutannya.


   "Ini sungguhan?"


Jari Reus bergetar menunjuk panel penjelasan Reverse the Lance, tak pernah terlintas di benaknya sekalipun akan mendapatkan skill tipe Counter seperti Reverse the Lance.


Counter Skill merupakan salah satu tipe skill yang cukup langka dimiliki oleh pemain maupun NPC, namun tidak selangka Aura Skill apalagi Series Skill dan Ultimate Skill.


Skill tipe Counter adalah skill spesial yang dikabarkan kekuatannya berpotensi menyamai atau bahkan melampaui Ultimate Skill jika digunakan secara tepat, tetapi skill tipe Counter hanya akan aktif ketika pengguna mendapat serangan atau gangguan tertentu dan memiliki durasi Cooldown lama.


Reverse the Lance sendiri merupakan Counter Skill yang sedikit berbeda dari kebanyakan, meski tanpa Cooldown skill ini tidak dapat diaktifkan sesuka hati oleh Reus. Dia hanya bisa mengandalkan keberuntungan agar Counter Skill satu ini bekerja di saat yang tepat.


Butuh beberapa waktu bagi Reus menenangkan diri setelah memeriksa dua Bonus Skill dari kelas Special-Class-nya. Harus dia akui dirinya memang amatlah terkejut terhadap kedua skill ini, tetapi satu hal yang membuat senyumannya pahit.


   "Semuanya mengandalkan keberuntungan."


Status Luc Reus bisa dibilang sedikit di atas rata-rata pada levelnya sekarang, namun dibanding keempat status lainnya, status Luc Reus cukup rendah, ditambah akhir-akhir ini Reus sering didatangi kesialan.


Mungkin saja kemungkinan Reus mendapatkan Reverse the Lance di bawah 10%.


   "Yah, tidak ada gunanya juga mengeluh. Setidaknya aku mendapatkan skill mengerikan lainnya meski kemungkinan aktifnya kecil."


Reus menghela nafas panjang berusaha memandang betapa kecilnya kemungkinan Reverse the Lance aktif dari sisi positif. Dia lalu menggaruk kepalanya baru menyadari suatu hal sambil menengadahkan dagu ke atas melihat langit-langit.


   "Kalau dipikir lagi sampai saat ini aku belum pernah terkena skill Debuff dari lawan, kan? Paling-paling hanya efek samping dari skillku."


Saat ini dirinya tidak memiliki tubuh fisik melainkan semacam roh berkat Astral Protocol sehingga bisa bertahan dari kematian, tetapi di saat yang sama pula seluruh statusnya berkurang hingga 50% dari normalnya. Belum lagi jika durasi Dragonman Form berakhir, maka dirinya bisa kehilangan seluruh statusnya untuk sementara.


Jika hal itu terjadi maka Reus bukan hanya tidak berdaya, melainkan benar-benar menjadi sasaran empuk bagi lawan paling lemah sekalipun mengingat seluruh statusnya menjadi 0. Sekali terkena serangan sesimpel lemparan batu saja maka tamatlah riwayat Reus.


Pada akhirnya Reus memutuskan untuk beristirahat sejenak hingga durasi Dragonman Form sekaligus efek sampingnya berakhir sebelum memeriksa ruangan bos ini lebih jauh. Hanya orang bodoh yang menerjang lokasi yang belum diketahui dengan membabibuta, itulah yang dipikirkan Reus.


   "Ah, jika itu Dunk dia pasti akan maju tanpa pikir panjang."