
Graak!
"Gah! Dunk, kau tak apa-apa?"
"Y-ya, begitulah. Suhu sendiri?"
"Kurang lebih sama."
Seusai serangan sihir kuat beruntun yang meruntuhkan rumah tempat persembunyian mereka, Reus dan Dunk cukup beruntung bisa selamat meski parameter HP keduanya benar-benar mendekati kematian. Segera saja mereka menegak habis HP Potion II untuk memulihkan HP yang hilang karena tertimpa reruntuhan ini.
Sebenarnya Reus dan Dunk bisa dikatakan beruntung karena rumah ini memiliki bak mandi pada bagian kamar mandinya sehingga mereka menggunakan benda tersebut untuk berlindung meski tidak sepenuhnya. Dengan kekuatan Dunk dan Reus yang disatukan takkan sulit bagi mereka untuk mengangkat dan membalikkan bak mandi.
Keduanya juga beruntung karena sekelompok monster ras Chaos yang sebelumnya menghancurkan tempat persembunyian mereka segera pergi setelah menyelesaikan tugasnya. Tertimpa benda berat dalam jangka waktu lama dalam Orbis Online juga dapat mengurangi HP secara berkala, maka dari itu mereka sangat beruntung di situasi seburuk ini.
Setelah keluar dari reruntuhan dan memulihkan HP yang hilang, Dunk meregangkan tubuhnya sambil memijat-mijat ototnya sementara Reus memastikan keadaan sekitar hingga benar-benar aman mengingat pola gerakan para monster Chaos yang berpartoli di sekeliling tempat persembunyian mereka sebelumnya.
Ketika Reus sudah yakin situasi aman sepenuhnya, barulah Reus mengajak Dunk berjalan menyusuri Dungeon ini demi menemukan jalan keluar. Tentunya mereka sudah membawa menyiapkan banyak persiapan, kali ini Dunk memakai Equip terkuat yang bisa ia gunakan dan Reus menyiapkan Goblin Killing Sword di punggungnya untuk berjaga-jaga.
Memang Reus tak memiliki skill Dual Wielding yang dapat membuat penggunanya menggunakan dua senjata atau lebih sekaligus, tetapi setidaknya dengan skill bawaan sistem—Self Dual Wielding—kemampuan bertarung Reus meningkat secara signifikan mengingat ia bisa mengerahkan dua senjata sekaligus disertai lima pedang Hollow Swords yang ber-damage total 250% dari senjata utama pengguna.
Belum lagi gerakan yang sulit ditebak dan caranya memvariasikan skill-skill, itu membuat kemampuan bertarung Reus yang sebenarnya berada jauh di atas levelnya sendiri.
Di tengah perjalanan Reus dan Dunk hampir tidak berbicara sama sekali mengingat betapa sulitnya bertahan hidup di Dungeon ini dengan level mereka sekarang. Ketika mereka sedang berjalan tiba-tiba saja muncul sekelompok monster berukuran kecil mirip Goblin, namun kulit mereka berwarna gelap keunguan.
---
Chaos Goblin
Level : 110
---
Melihat nama monster mob ini mata Reus berbinar-binar. Mengapa? Tentu saja karena senjata Goblin Killing Sword yang memiliki Enchant khusus dalam melawan ras Goblin serta titel Goblin Hunter miliknya.
"Dunk, apa kau pikir kita bisa melawan mereka semua?"
Dunk yang mendengar pertanyaan aneh dari Reus ini spontan mengubah ekspresinya karena terkejut. Bagaimana bisa pemain berlevel 60-an berniat menghancurkan segerombolan monster mob level 110? Meskipun ia tidak ingin menolak ide gila Reus mengingat ini adalah kesempatan langka untuk mengingkatkan levelnya, tapi ia tak berniat mati lebih banyak kemudian menggelengkan kepalanya untuk menjawab Reus.
Reus sendiri merasa sedikit kesal melewatkan kesempatan emas ini, namun ia hanya bisa setuju mengingat Dunk tidak memiliki titel Goblin Hunter ataupun Equip ber-Enchant khusus untuk melawan ras Goblin seperti dirinya. Kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan mencari jalan keluar dari Dungeon terkutuk yang memerangkap mereka ini.
***
Sudah beberapa jam berlalu lagi semenjak keduanya lolos dari kematian yang diakibatkan reruntuhan tempat persembunyian mereka, Reus dan Dunk sekali lagi menemukan sebuah pintu besar berdaun dua berwarna hitam bercorak menyeramkan mirip seperti pintu yang mereka temukan di Ambora Temple sebelumnya.
"Dunk, apa kau berpikiran sama sepertiku?"
"Jika yang Suhu pikirkan dibalik pintu ini adalah jalan keluar menuju Ambora Temple seperti sebelumnya, maka iya."
Keduanya pun menyiapkan senjata dan posisi bertarung sambil berjalan mendorong pintu hitam bercorak mengerikan ini. Tentu saja mereka tidak melewatkan kemungkinan bahwa dibalik pintu ini adalah ruang Dungeon Boss yang pastinya jauh lebih kuat dari semua monster mob di tempat mereka terperangkap sekarang.
Mereka sudah menghadapi belasan monster mob ras Chaos sebelum tiba di depan pintu ini dan level mereka juga sudah cukup berkembang, namun kekuatan mereka tidak bisa disandingkan dengan Dungeon Boss. Setidaknya mereka bertaruh pada risiko ini atau tidak sama sekali mengingat masih ada ratusan monster Chaos yang bertebaran di segala penjuru Dungeon.
Butuh tenaga besar bagi keduanya untuk membuka pintu tersebut. Di dalam sana mata Reus dan Dunk disambut oleh pekatnya kegelapan tak bercahaya sedikitpun yang membuat keduanya menjadi ragu memasuki ruangan, namun Reus memantapkan hati dan tekadnya untuk mengambil risiko. Dunk kemudian mengikuti Reus di belakang.
"Torch Ball."
Ketika mengucapkan itu tangan Dunk mengeluarkan api merah berbentuk bola seukuran bola basket yang dengan segera melayang ke atas lalu memecah diri menjadi lima bola kecil. Hal ini membuat Reus dan Dunk berhasil melihat isi ruangan meski jarak pandangnya sangat terbatas.
Inilah kelebihan pengguna Elemental Rune daripada kelas Mage, mereka memiliki banyak skill-skill unik yang dapat divariasikan bahkan untuk hal-hal sederhana yang berasal dari Elemental Arts—skill pasif khusus pengguna Elemental Rune.
Beberapa saat berjalan menyusuri ruangan barulah keduanya dikejutkan oleh banyaknya Item-Item di ruangan ini. Ada pedang, koin emas, perisai, kapak, tombak, dan lain sebagainya. Mereka berdua terlihat antusias menyadari ruangan ini ternyata adalah ruang harta yang dikabarkan hanya beberapa Dungeon yang memilikinya.
Dunk yang melihat semua ini hampir tidak bisa mengendalikan dirinya mengingat ia sudah cukup lama bermain Orbis Online tetapi jarang menghasilkan sesuatu darinya, sementara Reus berusaha sekuat tenaga untuk mengendalikan nafsunya untuk mengambil semua yang ia bisa dari tempat ini.
Meskipun Reus termasuk orang yang cukup serakah jika berhubungan dengan uang, ia tidak kehilangan akal sehatnya. Bisa saja ini adalah perangkap mematikan dari para penghuni Dungeon mengingat godaan duniawi seperti uang sangatlah mengerikan.
"Suhu, apa semua ini bisa kita bawa?"
"Jangan serakah dan mengendurkan kewaspadaanmu, bisa saja ruangan ini adalah perangkap lagi."
Dunk tidak mempedulikan ucapan Reus dan berusaha meraih sebuah pedang yang terlihat menarik di matanya. Ketika Dunk menggenggam dan menarik pedang tersebut keluar dari tumpukan koin emas yang menggunung, tiba-tiba saja bagian ruangan yang berada di dekat pintu berpijar dan mengobarkan api yang merambat ke dinding. Dalam sekejap api tersebut merambat melalui dinding kemudian memenuhi ruangan dengan cahaya merah kekuningan.
Reus dan Dunk yang menyadari itu segera bereaksi lalu meningkatkan kewaspadaannya lebih lagi sambil mengambil posisi bertarung. Reus sudah menarik Blackstar dan mengaktifkan Black Form, sementara Dunk membentuk kuda-kuda bertarung tangan kosongnya sembari terdapat kobaran api merah menyala di kedua kepalan tangannya.
Beberapa saat kemudian keduanya mendengar sesuatu yang cukup aneh seperti suara gemerincing banyak koin berjatuhan, tetapi mereka sama sekali tidak menyentuh koin ataupun sesuatu yang menyebabkan koin dalam jumlah banyak berjatuhan. Pedang yang ditarik Dunk sebelumnya juga ditarik dari gunungan koin emas yang tak begitu tinggi, jadi tidak mungkin suaranya akan sekeras ini.
"Grrr."
Di saat Reus dan Dunk mulai tegang, mereka bisa mendengar suara geraman dari sesosok makhuk. Asal suara geraman ini dari ujung ruangan di hadapan mereka. Ketika mereka memusatkan perhatian pada sisi ruangan tersebut, mata keduanya terbelalak lebar tidak bisa mempercayai apa yang mereka lihat sekarang.
Sesosok makhluk raksasa bersayap, berleher panjang, berkaki empat berotot, ekor panjang dan besar, serta gigi-giginya yang tajam dapat terlihat jelas dari tempat Reus dan Dunk berdiri bangkit dari dalam gunungan koin-koin emas. Sosok tersebut berdiri di atas keempat kakinya dengan tegap dan mengeluarkan aura menyeramkan, lalu melihat ke arah sepasang pemain yang berani memasuki wilayahnya.
"Su-Suhu, a-aku sedang be-bermimpi, bukan?"
"Sayang sekali tidak, Dunk. Biarpun ini adalah mimpi, setidaknya kita akan bangun di desa atau kota terakhir yang kita kunjungi setelah beberapa waktu."
Keduanya—baik itu Reus maupun Dunk—mengucurkan keringat dingin dari hampir seluruh pori-porinya melihat sosok yang baru saja bangun dari tidurnya ini karena ketakutan. Mengapa mereka ketakutan? Itu karena sosok yang baru saja bangkit dari gunungan koin emas ini adalah salah satu ras monster terkuat dan terganas dalam sejarah Orbis Online, ras Dragon.
---
Jangan lupa dukung terus Orbis Online dan authornya ea 😘