Orbis Online

Orbis Online
163. Kedatangan Crimson Castle



Begitu sampai di lantai bawah, Reus dikejutkan oleh serombongan orang mengenakan zirah dengan suatu lambang tertentu berwarna dominan merah. Suasana penginapan menjadi begitu berat berkat rombongan tersebut.


   "Oh, Reus! Sebelah sini!"


Pandangan Reus teralih pada suatu meja dengan sekitar empat orang duduk mengelilingi meja tersebut. Dua orang yang duduk di meja itu memiliki wajah yang dikenali oleh Reus, yaitu Kynel dan Ramsey.


Perhatian para rombongan berzirah otomatis tertuju pada Reus yang penampilannya tidak begitu berbeda dari NPC biasa. Jika bukan karena kursor pemain yang melambung di atas kepalanya, mungkin rombongan tersebut akan mengira Reus adalah NPC.


Reus berjalan mendekati meja tersebut sebelum langkahnya terhenti ketika pandangannya terpaku pada seekor kucing kecil bersayap yang bertengger di bahu Ramsey. Reus menajamkan pandangannya pada Ramsey.


   "Hei Ramsey, singkirkan kucing itu terlebih dahulu sebelum aku menyingkirkannya."


   "Aih, kenapa kau selalu bersikap demikian dengan Gordon? Lihat sekarang dia bergemetar karena sikap dinginmu."


Ramsey meraih Gordon yang tengah bergidik ditatap Reus dan mengusap-usap kepalanya penuh kasih sayang sambil tersenyum hangat.


   "Aku tidak peduli. Singkirkan dia atau aku yang akan menyingkirkannya."


Hawa tak mengenakkan mulai terpancar dari tubuh Reus membuat rombongan berzirah itu menjadi waspada, sementara Ramsey hanya memasang wajah cemberut sambil memanyunkan bibirnya merasa tidak begitu senang.


Dia menghela nafas sejenak sebelum meminta maaf pada Gordon dan mengembalikannya ke Pet Realm, dimensi khusus tempat tinggal monster peliharaan pemain.


   "Bagaimana? Sudah puas?"


Reus masih memandangi Ramsey selama beberapa saat. Dia lalu menarik hawa tidak mengenakkan yang sempat menerobos keluar dari badannya dan kembali melangkah mendekati meja.


Rombongan berzirah yang berdiri tak jauh dari sana dibuat kebingungan oleh Reus. Bagaimana pemain berlevel 150-an bisa mengeluarkan hawa permusuhan sebegitu kuatnya kemudian ditarik kembali dengan mudah seakan-akan tak terjadi apa-apa?


Di saat rombongan tersebut kebingungan, dua wajah yang tak dikenali oleh Reus membuat ekspresi menarik. Terutama sesosok wanita berambut merah dengan tanduk kecil pada dahinya yang duduk sambil melipat dua tangan di depan dada.


   "Selamat siang, ketua Crystina. Terima kasih telah menjawab undanganku."


   "Tidak perlu bersikap demikian, teman Ramsey adalah temanku. Silahkan duduk sebelum masuk dalam inti pembicaraan yang ingin kau bahas."


Reus mengangguk pelan kemudian duduk pada kursi kosong di meja itu.


   "Hmm, levelmu masih 150-an tetapi mampu memukul mundur pasukan Lavore Kingdom seorang diri.... Sungguh prestasi yang luar biasa."


   "Sebuah kehormatan menerima pujian dari Crimson Surt tetapi jika harus berterus terang, aku tidak sendiri melainkan bersama seseorang waktu itu."


Crystina tersenyum tanpa menghilangkan ekspresi penuh ketertarikan memandang Reus, sementara Reus sendiri hanya membalas senyumnya sambil bersikap sesopan mungkin terhadap wanita di depannya.


Benar, wanita berambut merah bertanduk kecil pada dahinya tersebut adalah Crystina, ketua Legion Crimson Castle yang ditakuti sebagai Crimson Surt oleh sebagian pemain. Dia kemari menjawab undangan dari Reus yang diteruskan melalui Ramsey sebagai perantaranya.


   "Baik, kesampingkan basa-basinya, apakah kau benar-benar memiliki Item yang ditunjukkan Ramsey?"


Crystina mengangguk pelan lalu kembali mengangkat suara sesudah memastikan orang seperti apa pemuda di depannya ini.


Reus tidak tersinggung dengan sikap Crystina yang terlihat lebih berkuasa namun dalam kondisi saat ini, dia tidak mempunyai banyak pilihan. Dia membuka Inventory dan mengambil sesuatu dari dalamnya, menunjukkannya kepada Crystina.


   "Ini Item yang kumaksud, ketua."


Mata Crystina terpaku pada pedang besar dua tangan yang berada di pangkuan Reus. Pandangannya sama sekali tidak terlepas dari pedang bernama Great Grega itu meski Ramsey beserta satu orang lagi berusaha menyadarkannya.


Crystina tersadar dari lamunannya kemudian berdeham sejenak, membuat Reus tertawa kecil merasa tingkah wanita di depannya itu begitu lucu. Berbeda jauh dari penampilan garangnya.


   "Kau sungguh memiliki Item Ultra Equip."


   "Aku tidak akan berani meminta bantuan sang Crimson Surt jika tidak demikian."


Setelah tawa besar yang mengisi penginapan itu menghilang, barulah pandangan Crystina menjadi lebih tajam seakan-akan ingin menusuk Reus dengan tatapannya.


   "Tapi, meminta bantuan ketua Crimson Castle langsung itu sedikit tidak sopan."


Reus tersenyum kecil menanggapi pernyataan Crystina, tidak takut pada pandangan sang Crimson Surt.


   "Aku tahu tindakanku tidak sopan tetapi situasi cukup mendesakku sehingga berbuat demikian."


Biarpun keduanya hanya beradu pandang, orang-orang di sekitar tidak cukup bodoh sampai tak menyadari terdapat dua aura tak kasat mata saling bertubrukan di antara Reus dan Crystina. NPC penghuni penginapan sampai sesak dibuat keduanya sedangkan rombongan berzirah bergemetar merasa ketakutan mulai menyusupi hati.


Dua aura yang saling berbenturan tersebut semakin besar seiring waktu berjalan hingga satu aura lain memisahkan aura keduanya diiringi suara riang Ramsey.


   "Hentikan itu Reus, ketua juga. Kita berkumpul di sini bukan untuk berkelahi."


Perkataan Ramsey menyadarkan keduanya yang tanpa sadar membangun atmosfir yang mendukung pertarungan. Reus dan Crystina sama-sama berdeham mencairkan suasana, meski sudah terlancur tidak bisa dicairkan.


   "Aku akui pedang besarmu itu lebih kuat dari Griselga's Fang milikku tetapi, itu belum cukup untuk membuatku dan sebagian kekuatan Crimson Castle bergerak memusuhi Lavore Kingdom."


   "Sebenarnya ketua, aku hanya meminta bantuan pada Ramsey dan ketua saja. Tidak perlu mengerahkan kekuatan Crimson Castle."


Pernyataan Reus mengundang banyak pihak mengerutkan dahi, termasuk rombongan berzirah tak jauh dari sana. Baik Cyrstina, Ramsey, Kynel, serta satu orang lain juga ikut mengerut.


   "Reus, bukankah mustahil melawan kekuatan militer satu negara hanya dengan beberapa orang saja?"


Kynel yang pertama bereaksi. Crystina dan Ramsey mengangguk setuju dengan ucapan Kynel.


   "Sebenarnya tidak begitu mustahil, aku sudah membuktikannya dan ketua Crystina pasti pernah merasakan hal serupa."


Reus mengacak-acak rambut Kynel saat berkata demikian sebelum menyunggingkan senyum pada Crystina. Dia masih ingat benar tentang Monstrous Invasion yang menyerbu Redgard, kota yang menjadi markas pusat Crimson Castle.


Saat itu terdapat ribuan monster menyerang dari dalam dan luar kota namun semua dapat teratasi oleh kerja sama anggota Crimson Castle dengan pemain lain di sekitar kota tersebut. Kontribusi terbesar pada kejadian tersebut jatuh pada Crystina karena telah membasmi Gigantic Wormtail yang menjadi penyebab datangnya para monster.


Crystina tersenyum tipis menanggapi pernyataan Reus, merasa tidak salah namun tidak juga benar.


   "Kau tahu, sepasukan prajurit dan segerombolan monster itu sangat berbeda. Kau sudah pernah mengalami situasi serupa dengan monster?"


   "Oh ketua, kau tak akan percaya dengan yang kualami belakangan ini dengan monster-monster."


Reus bercerita mengenai dirinya berada di garis depan bersama Ramsey pada saat perang di desa Viredeta. Sesudah itu dia juga sempat mengalami pertarungan hidup dan mati melawan tiga Knight sekaligus berlevel jauh lebih tinggi darinya, disusul dengan melawan ribuan Snow Troll dan Yeti dalam perjalanannya kemari.


Terakhir ada juga pertempuran besar yang tidak diketahui oleh siapapun terkecuali yang terlibat di dalamnya, yaitu pertempuran dalam gunung Horen.


Reus tidak menjelaskan rincinya namun dia memberitahu bahwa sampai sekarang dia sudah melewati tiga pertempuran besar melawan monster. Jika harus menambahkan pertempuran melawan prajurit Lavore Kingdom baru-baru ini maka totalnya adalah empat.


Crystina tertegun mendengar semua cerita Reus, begitu pula semua orang yang mendengarnya. Jika saja mereka tidak melihat Great Grega yang merupakan Ultra Equip di pangkuan Reus, maka mereka menganggap omongan Reus barusan hanya omong kosong belaka.


   "Kau... jauh melebihi ekspetasiku. Bergabunglah dengan Crimson Castle dan aku akan memenuhi seluruh permintaanmu selama aku mampu."


   "Maaf ketua Cyrstina, tetapi aku tidak ingin terikat pada Legion manapun."


Sebagian besar rombongan berzirah sedikit melotot memandangi Reus yang menolak ajakan Crystina mentah-mentah, berbeda reaksinya dengan salah seorang di samping Crystina yang kini berdiri sambil menggebrak meja.


   "Kau! Sejak tadi aku sudah menahan diri untuk tidak marah karena nona Crystina menghormatimu, tetapi kau sudah keterlaluan!"


Dia melihat Reus dengan ekspresi kemarahan dan menunjuknya.


   "Aku, Bradley Geordany, ketua kapten Crimson Castle menantangmu dalam berduel!"