
Keadaan menjadi semakin tegang ketika melihat otot-otot wajah Horb mulai mengerut keras, sementara para monster penduduk kota Hroud memandangi kedua pemain manusia yang hadir di tengah-tengah mereka dengan sorot mata ragu.
Jika Horb menerima ajakan Ash untuk bergabung dengan Maen'ra, meski jumlah mereka lebih banyak tetap saja mengalahkan kedua manusia ini bukanlah hal yang mudah. Salah satunya berhasil membantai lebih dari seribu Snow Troll dan Yeti dalam sekejap, membantai ratusan dari mereka pun takkan sulit bagi sosok sekuat itu.
Horb mengalihkan pandangannya ke arah Reus dan Ikshan, mendapat sorot mata kuat dari kedua orang tersebut seakan siap menghadapi apapun keputusan yang akan diambil Horb.
Reus maupun Ikshan mengerti, di game manapun ras monster selalu mendapat diskriminasi dan perlakuan tak adil, sekaligus cap sebagai monster ganas nan buas yang selalu menjadi musuh manusia dan beberapa ras non-monster lainnya.
Horb dan penduduk kota Hroud merupakan ras monster yang sering diburu oleh ras non-monster, menerima ajakan Ash dan bergabung dengan Maen'ra adalah hal yang wajar jika melihat dari sudut pandang mereka.
Masalahnya, kalau saja hal itu benar terjadi Reus dan Ikshan takkan bisa melakukan apapun selain berusaha semampu mungkin hingga HP mereka mencapai angka nol dan menyampaikan informasi penting ke seluruh pemain Orbis Online dan penduduknya.
Di saat-saat mencengkam ini, Reus menggelengkan kepalanya tidak ingin memikirkan berbagai hal yang tak diinginkan. Ia kemudian memfokuskan penglihatannya pada Ash, lalu muncullah panel putih semi transparan selang beberapa detik setelahnya.
---
Ash Greyhold – The Chaos Messenger
Level : 250
---
Begitu melihat level Ash, bola mata Reus hampir keluar dari tempatnya. Ia tak menyangka akan kedatangan musuh berlevel tinggi dalam waktu yang singkat.
"Ikshan, apa kau sudah melihat levelnya?"
"Ya. Apa kau berpikir kita bisa menang melawannya?"
"Apa kau sungguh berpikir begitu?"
Ikshan tersenyum pahit mendengar tanggapan Reus, bahkan The Dominator Laplace sang legenda Avora Online secara tidak langsung mengatakan Ash bukanlah lawan yang bisa mereka taklukkan—setidaknya untuk saat ini.
Ketika Reus mulai memikirkan rencana kabur ataupun perlawanan, suara Horb akhirnya bergema keras di dalam gua setelah sekian lama terdiam.
"Aku Horb Bloodborn, sebagai keturunan Valdir Bloodborn dan Hera Bloodborn yang membuat perjanjian dengan Dewa Horen, menolak undangan dari Ash Greyhold dan kelompoknya untuk membinasakan ras non-monster di dunia!"
Pernyataan lantang Horb ini membuat seisi Hroud terkejut, bahkan Reus dan Ikshan pun tidak bisa berkata apa-apa. Keputusan Horb tidaklah wajar bagi mereka yang merupakan ras non-monster yang notabenenya selalu ditekan oleh ras non-monster.
Ash mengerutkan dahinya tak senang terhadap pernyataan Horb. Ia lalu memasukkan kembali kertas yang dipegangnya ke dalam sakunya.
"Jadi, bisakah kuasumsikan kau dan pendudukmu menjadi musuh tuanku?"
Pertanyaan tersebut dilontarkan Ash bersamaan dengan alisnya yang bergetar berusaha menahan amarahnya yang memuncak.
"Aku tidak ingin memusuhi siapapun, tapi jika itu untuk menjaga perjanjian leluhur kami dengan Dewa Horen maka kami bersedia menjadi musuh dunia ini."
Sambil mengatakan itu, Horb menghentakkan gada kayunya kuat-kuat ke tanah menggetarkan seisi Hroud, menyadarkan penduduk-penduduknya akan sumpah setia terhadap perjanjian leluhur mereka pada Dewa Horen di masa lalu.
Bangsa Troll memang tidak terlalu terkenal atas kekuatan atau kemampuannya dalam bertarung, namun mereka dikenal sebagai bangsa yang setia dan menjunjung tinggi perjanjian dan semacamnya. Mereka takkan setengah-setengah jika berurusan dengan hal kesetiaan dan perjanjian.
Meskipun Yeti tidak termasuk bangsa Troll, tinggal bersama mereka dalam ratusan tahun tentu akan menghasilkan pemikiran yang kurang lebih sama.
Para Snow Troll dan Yeti yang mendengar pernyataan Horb tersebut segera bergegas mengambil senjata dan perlengkapan lainnya untuk mempersiapkan diri atas perang yang mungkin segera terjadi.
Menyaksikan reaksi para penduduk kota Hroud, Ash semakin geram. Bukan hanya menolak undangan dari tuannya sendiri, tetapi juga mempersiapkan perlawanan terhadap dirinya dan tuannya.
"Kalian semua... akan kumusnahkan!!"
Suara Ash terdengar seperti petir, namun tak ada yang merasa gentar maupun takut terhadapnya. Hal itu membuat amarahnya semakin meninggi lagi.
Ash mengambil beberapa lembar kertas dari sakunya, kemudian melemparkan semuanya ke tanah sambil menggumamkan beberapa kata dalam bahasa yang tak dimengerti siapapun.
Reus dan Ikshan yang menyaksikan hal itu terpana tak bisa mengutarakan keterkejutannya dalam kata-kata.
"Ikshan, bukankah itu Gate Talisman?"
"Menurut ingatanku, ya itu Gate Talisman, namun Talisman yang ini kelihatannya berbeda kelas dari Gate Talisman yang ada di Avora Online."
Gate Talisman adalah salah satu Item kelas tinggi di Avora Online yang mampu membuka gerbang yang menghubungkan antara dua tempat secara instan. Biasanya Item ini dimiliki para tokoh antagonis hebat di Avora Online dan menandakan akan ada sebuah Event besar.
Ikshan menyebutkan bahwa Gate Talisman yang digunakan Ash berbeda kelas dari Avora Online yang pernah ia lihat ketika masih memainkannya. Item ini bahkan mampu mendatangkan ratusan makhluk tak peduli ukuran tubuhnya, tidak seperti di Avora Online yang hanya dapat mengeluarkan puluhan monster dalam satu waktu.
Tak butuh waktu lama hingga akhirnya monster yang keluar dari Gate Talisman itu mencapai angka kepalan empat, hampir memenuhi ruangan gua.
"Oi oi oi, bukankah jumlah ini setara dengan Full Raid?!"
Ikshan segera mengambil kusarigamanya dan membentuk posisi bertarung, Reus pun tak mau ketinggalan. Ia juga sudah siap bertarung dengan Blackstar di tangan kanannya.
'Melawan ribuan monster hanya bersama dua orang? Ini sih levelnya mustahil!'
Meskipun dari wajahnya Reus nampak tenang, sebenarnya hatinya berkecamuk hebat tidak bisa berhenti khawatir dan panik. Bagaimana mungkin melawan monster yang jumlahnya ribuan hanya dengan berdua saja?
Walau ia sadar kaum Snow Troll dan Yeti dapat membantu mereka, bukan berarti pertempuran akan berjalan mulus. Jumlah ribuan memang bisa ditahan dengan jumlah ribuan, tetapi tempat seperti gua bukanlah lokasi yang bagus untuk bertempur dalam skala besar—meskipun luasnya bukan layaknya gua pada umumnya.
"Bagaimana? Inilah pasukan milik tuan Maen'ra yang dipinjamkan kepadaku untuk memusnahkan mereka yang menolak undangannya. Mereka hanya sebagian kecil dari pasukan beliau."
Ash tersenyum lebar melihat reaksi seluruh penduduk Hroud yang terlihat ketakutan begitu mengetahui begitu banyak pasukan yang dibawanya.
"Huh, memusnahkan begitu menolaknya, ya? Benar-benar pemimpin yang kejam."
Pernyataan Horb membuat Ash tidak bisa lagi menahan keinginannya untuk memusnahkan para Troll dan Yeti yang menjijikkan ini.
"Maju dan habisi mereka semua tanpa sisa!"
Semua makhluk yang keluar dari Gate Talisman itu segera maju menjalankan perintah Ash tanpa peduli nyawanya melayang atau tidak.
Horb dan semua penduduknya yang dapat bertarung langsung membentuk posisi bertahan bersiap menerima terjangan, mengingat tidak ada dari mereka yang mampu melepaskan sihir ataupun semacam skill area.
Meskipun nampaknya Horb tidak gentar dan siap menghadapi apapun, sebenarnya hati kecilnya khawatir penduduknya yang kemungkinan besar akan binasa hari ini. Biarpun pertempuran bisa terjadi, dengan jumlah dan kekuatannya hampir mustahil bagi mereka dapat memenangkan pertempuran ini.
Di saat suasana udara menegang, Reus menepuk pinggang Horb membuat Snow Troll itu sedikit terkejut.
"Kami berdua akan mengatasi serangan pertama ini, kalian lanjutkan momentum yang akan kami berikan."
"Apa maksu—"
Belum sempat Horb berkomentar, Reus dan Ikshan langsung melesat cepat ke depan hanya berbekal senjata kecilnya masing-masing. Ia ingin meminta keduanya pergi dari sini karena hal ini tidak ada hubungannya dengan mereka berdua, tetapi pikiran tersebut segera berubah begitu Horb menyaksikan aksi keduanya.
"Magic Storm!"
"Moon Scythe Art Series : First Form – Cresent Moon!"
Dalam sekejap keduanya mampu menghabisi belasan hingga puluhan musuh sekaligus, membuat momentum pasukan Ash terhenti. Hal ini tentu mengejutkan semuanya, baik itu pihak Ash maupun Horb.
---
***Like, komen, dan vote untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍. Masih banyak yang belum like lho~
Berterima kasihlah kalian pada kemdikbud (atau secara tidak langsung Covid-19) yang meliburkan sekolah-sekolah dan universitas-universitas sehingga saya dapat menulis tanpa beban--setidaknya untuk seminggu
PS : mungkin hanya minggu ini yang akan banyak update karena authornya sedang ada waktu dan mood yang cukup untuk menulis, tapi jangan minta crazy up. Serius jangan***!