Orbis Online

Orbis Online
116. Pertempuran yang Melelahkan



Serangan terakhir dari Ikshan sungguh membuat guncangan besar pada seluruh gunung Horen, membuat semua penghuninya benar-benar kebingungan. Bagaimana bisa gunung biasanya ini bergetar hebat beberapa kali dalam sehari? Apa gunung ini aktif kembali setelah ribuan tahun lamanya?


   "Kau tak apa-apa, Ikshan?"


   "Kurasa begitu. Kau sendiri?"


   "Hanya kelelahan."


Saat ini Reus dan Ikshan, keduanya terkapar lemas di lantai batu dengan irama nafas yang tak karuan, terutama Reus. Entah mengapa, sepertinya mengerahkan Ultimate Skill untuk pertama kalinya membuatnya kehabisan nafas.


Ia tak menyangka menggunakan Ultimate Skill akan menghabiskan staminanya juga. Apa karena Ultimate Skill adalah skill yang spesial? Setidaknya itulah yang dipikirkan Reus.


   "Ngomong-ngomong Reus, skill apa yang tadi itu? Ultimate Buff Work? Aku belum pernah mendengar ada skill yang mampu memperkuat rekan sekaligus memperlemah lawan dalam satu waktu."


   "Yah, katakanlah itu adalah skill rahasiaku, kartu as terakhirku."


   "Kau terlalu banyak menyimpan rahasia, kau tahu?"


Keduanya tertawa seusai percakapan kecil tersebut. Meskipun Ikshan tahu bahwa Reus yang merupakan orang dibalik Laplace The Dominator pasti memiliki kemampuan hebat, ia sama sekali tak menyangka skill seperti Ultimate Buff Work dipegang oleh Reus.


Ultimate Buff Work milik Reus merupakan skill imajinasi yang berasal dari Ultimate Skill : Joker Field yang didapatkannya beberapa hari lalu ketika menghabisi lebih dari 1.000 Snow Troll dan Yeti dalam satu serangan.


Sebenarnya Reus tidak ingin menggunakan skill ini karena tidak tahu apa risiko dan dampak yang ditimbulkan oleh Joker Field, tetapi situasi pertempuran panjang melawan Ash dan pasukannya tidak bisa membuatnya menahan diri lagi. Pada akhirnya ia hanya menggunakan skill dengan Buff tertinggi yang pernah Orbis Online lihat walau ingin mengerahkan skill serangan langsung.


Berkat itulah Ikshan mendapat kenaikan level yang cukup tinggi, dari level 70-an menjadi 120-an ketika membunuh Ash. Hanya saja hal yang ia sesali adalah kehancuran senjata kusarigama kesayangannya.


Kusarigama yang digunakan Ikshan selama ini adalah senjata yang ia gunakan semenjak level 20-an, jadi senjata tersebut mempunyai nilai sentimental yang tinggi dibandingkan kekuatan maupun efesiensinya. Hal itu cukup membuatnya mengomel panjang kali lebar pada Reus.


Namun setidaknya levelnya mengalami kenaikan sekitar 50 level dalam satu waktu, menurutnya itu harga yang sepadan. Lagipula, memang sudah waktunya untuk Ikshan berpisah dari kusarigama yang telah menemaninya cukup lama tersebut.


Ikshan memejamkan matanya dan menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya sambil membuka matanya menatap langit-langit batu.


   'Dunia ini begitu luas, akulah yang terlalu naif kalau berpikir Orbis Online adalah versi terbaharukan dari Avora Online.'


Sambil menggumamkan itu dalam hati, Ikshan mengingat-ingat kembali masa di mana dirinya merasa antusias setiap kali memainkan Avora Online. Kali ini ia harus merelakan game itu pergi dari hidupnya dan move on pada game yang menggantikan posisi tersebut, Orbis Online.


Sementara Ikshan mengenang masa lalunya, Reus merasa tubuhnya mengalami mati rasa dan staminanya terkuras habis. Entah apakah ini karena efek pertarungan jangka panjang ataukah bayaran untuk mengerahkan Ultimate Skill sekuat itu, yang jelas Reus tidak bisa berjalan sendiri selama beberapa waktu.


Ia juga sempat memeriksa status Durability Blackstar mengingat dirinya mengerahkan Ultimate Buff Work dengan Joker Field yang mana membuat dirinya akan sangat terkenal jika hal ini bocor pada para pemain. Tentu ia meminta Ikshan untuk merahasiakan ini semua.


Reus tersenyum masam begitu melihat jumlah Durability Blackstar yang sudah mendekati ambang batasnya. Untungnya Ash bisa dikalahkan sebelum pedang langka yang teramat hebat ini hancur berkeping-keping.


---


Blackstar +1


Pedang yang ditempa dari inti lubang hitam yang telah dipadatkan menjadi logam tingkat tinggi


Level Req : 50


Dmg : 89-91


Dur : 7


Bonus Skill : Black Form, Black Predator


Setiap menit bertarung +1% exp sampai pertarungan selesai, setiap menit bertarung Str +1 sampai pertarungan selesai, setiap menit bertarung Vit +1 sampai pertarungan selesai, serangan menusuk Dmg +100%


---


Mungkin keesokannya setelah stamina Ikshan pulih seperti sedia kala, Reus akan memintanya untuk memperbaiki Blackstar. Ia pun menghela nafas panjang menyadari pertempuran ini tidak memakan waktu lebih dari ini, lalu mengucap syukur dalam hatinya kepada dewi Fortuna.


Beberapa saat setelah berakhirnya pertarungan dahsyat itu, Horb mendatangi mereka dengan beberapa Yeti dan Snow Troll yang siap membantu, namun semuanya sudah terlambat. Mereka hanya bisa menyunggingkan senyuman masam pada bibirnya masing-masing.


Pada akhirnya Reus maupun Ikshan kembali ke kamar mereka dengan bantuan para Yeti dan Snow Troll yang membopong mereka. Keduanya sudah tidak memiliki stamina yang tersisa untuk berdiri, apalagi jika harus berjalan.


***


Malam itu penduduk kota Hroud merayakan kemenangan pertempuran mereka dengan jamuan besar-besaran di sepanjang jalanan utama. Meskipun terdapat korban jiwa, tetapi jumlahnya tidak sampai lima puluh mengingat Snow Troll dan Yeti memiliki status Vit dan daya tahan yang besar, sehingga mereka memutuskan untuk tidak terikat pada duka melainkan sukacita.


Walaupun Reus dan Ikshan tidak bisa mengikuti jamuan tersebut, keduanya masih bisa berpesta di kamar mereka dengan berbagai hidangan yang dibawakan oleh pelayan atas perintah Horb. Mereka juga berbincang-bincang mengenai berbagai pengalaman yang mereka dapat pada pertempuran kali ini.


   "Ngomong-ngomong, apa rencanamu setelah ini? Melanjutkan perjalanan menuju Bailendra Kingdom?"


"Ehm, kurasa aku akan log out selama beberapa hari terlebih dahulu sebelum melakukan itu. Entah sudah berapa hari terlewati di dunia nyata, perutku pasti sudah protes minta diisi."


   "Hahaha, kau ada benarnya."


Di dunia ini pemain bisa memakan makanan dan minum minuman apapun yang bisa dimakan, tetapi tentu semua itu hanya data palsu yang diberikan pada otak pemain. Makanan-makanan ini hanya akan membuat otak pemain berpikir bahwa mereka sudah kenyang.


Selain soal makanan, tubuh di dunia nyata mereka merupakan wadah dari kesadaran mereka sendiri juga tidak bisa lepas dari perhatian. Meski pemain dapat melakukan berbagai macam aktivitas dalam Orbis Online, tubuh mereka di dunia nyata bisa saja membusuk dalam artian kesehatan.


Mungkin Reus akan mengunjungi rumah sakit atau seorang dokter yang bisa dikonsultasikan untuk masalah kesehatan yang biasanya menjadi langganan para pemain profesional VRMMO. Biasanya para pemain profesional akan mengalami kekurangan gizi dan kelelahan mental karena terlalu banyak menghabiskan waktu di dunia virtual.


Ketika keduanya asyik berbincang-bincang, suara ketukan pintu dan suara berat seseorang mengalihkan perhatian mereka.


   "Ini Horb Bloodborn, bolehkah aku masuk?"


   "Tentu, masuklah."


Horb memasuki ruangan mereka begitu Reus mengizinkan, diikuti oleh beberapa pelayan di belakangnya yang mendorong tiga kereta barang kecil tertutupi kain putih dari atas hingga samping. Reus maupun Ikshan kebingungan sekaligus penasaran melihat itu, namun ekspresi keduanya lebih menampakkan rasa terkejut saat melihat kondisi Horb.


   ''Apa stamina orang-orang ini tidak terbatas?''


Reus dan Ikshan secara kompak menanyakan hal itu pada diri mereka sendiri dalam hati ketika menyaksikan Horb. Terlepas dari luka-lukanya yang sudah dirawat oleh beberapa penyembuh atau mengonsumsi Potion, Horb sama sekali tak terlihat kelelahan.


Horb kemudian mengambil sebuah kursi yang tak jauh dari tempatnya berdiri, lalu duduk di sana bersamaan dengan para pelayan yang segera meninggalkan ruangan. Mengingat ruangan ini begitu kecil baginya, mau tak mau Horb harus duduk jika tidak ingin merundukkan kepalanya terus-menerus.


   "Reus, Ikshan, pertama-tama izinkan aku untuk mengucapkan berterima kasih atas bantuan dan kontribusi kalian dalam pertempuran ini."


Snow Troll raksasa itu menundukkan kepalanya sedalam mungkin kepada keduanya menunjukkan rasa terima kasih yang teramat besar. Reus dan Ikshan sendiri hanya tersenyum kecut sebelum menyuruh Horb mengangkat kembali kepalanya.


   "Aku datang kemari untuk membicarakan hadiah atas bantuan kalian selama pertempuran. Kami jarang berinteraksi dengan manusia, jadi kami tidak tahu apa yang harus diberikan sebagai hadiah untuk kalian."