Orbis Online

Orbis Online
193. Double Anchor Maxima



Sudah lebih dari sepuluh menit berlalu semenjak pertarungan Reus melawan Undead Lesser Dragon dimulai, namun belum ada tanda-tanda Naga Undead tersebut akan tumbang sejauh ini. Mungkin karena berubah menjadi Undead makhluk tersebut memiliki stamina tak terbatas atau tidak merasakan lelah.


Berbanding terbalik dari sang naga, kondisi Reus cukup mengkhawatirkan. Selain kehabisan Energy karena menggunakan banyak skill bertenaga besar sekaligus, staminanya juga sudah menyentuh batas. Terlihat seluruh badannya bergemetar tak mempunyai tenaga lebih.


   "Dia ini abadi, ya?"


Reus mengonsumsi Vigor Potion demi mengembalikan sebagian staminanya sambil bergumam. Dia tidak bisa percaya setelah semua yang dia lakukan tak mampu menumbangkan naga di hadapannya ini.


Memang benar jika dibandingkan Arshwind yang pernah dia lawan di dalam Chaos Lair beberapa bulan lalu, Undead Lesser Dragon ini memiliki perbedaan level dan status jauh dari Arshwind, namun pada waktu itu Reus hanya beruntung karena Blackstar telah terisi dengan ratusan sihir berlevel tinggi sebelumnya.


Sekarang? Meski level serta statusnya telah meningkat jauh dari yang dulu, tanpa berbagai macam sihir berlevel tinggi dari Blackstar, Reus tak akan bisa menang dengan mudah.


Berbeda dari Arshwind yang merupakan makhluk hidup, naga yang satu ini memiliki stamina dan Energy yang mungkin tidak terbatas. Itu bisa diketahui dari serangan api berturut-turutnya yang hampir tak berhenti.


   "Ini benar-benar pertarungan sulit."


Reus mendesah pelan sembari mengeluhkan itu, dia lalu menutup mata sejenak dan menghembuskan nafas panjang nan berat sebelum kembali membentuk kuda-kudanya memusatkan seluruh perhatian pada makhluk bertubuh busuk tersebut.


   "Tidak ada cara selain bertarung habis-habisan."


Reus sekali lagi mengerahkan Dragon Power dan Dragon Spirit di saat yang bersamaan, dia lalu maju ke depan melesat mendekati Naga Undead secepat mungkin.


Naga Undead bisa melihat gerakan Reus yang cukup mudah dibaca, kali ini dia tidak segera menyemburkan nafas apinya lagi. Dia sudah bertarung cukup lama dengan Reus sehingga bisa sedikit beradaptasi terhadap timing serangan Reus.


   "Double Anchor!"


Reus berputar beberapa kali dengan kedua pedang di tangannya dan mengayunkan pedang tersebut sekuat tenaga berniat mengincar leher sang naga, sayangnya makhluk itu dapat menebak sasaran Reus dan bereaksi.


Naga Undead mengibaskan sayapnya menghempaskan Reus jauh ke belakang. Melihat kecepatan Reus, Naga Undead itu tidak akan sempat menyemburkan nafas api mengingat butuh persiapan beberapa detik sebelum menggunakannya sehingga dia mengganti serangannya.


Reus sendiri tidak semerta-merta terlempar mundur begitu saja, dia mengerahkan Psychokinesis pada badannya sendiri dan tubuh raksasa Dragon tersebut, membuat gaya saling tarik-menarik antara dirinya dan Naga Undead sehingga dirinya tidak terlempar terlalu jauh.


   "Berat sekali memang."


Reus berdecak pelan merasakan dia tidak bisa menarik tubuh raksasa Naga Undead itu menggunakan Psychokinesis secara keseluruhan, dia hanya berhasil menariknya beberapa langkah sebelum terlepas.


Berbeda dari Telekinesis yang hanya bisa dilakukan pada benda mati, keefektivitasan Psychokinesis sepertinya berkurang seiring perbedaan level target dan pengguna jika digunakan pada makhluk hidup. Asumsi ini Reus ambil dari kesenjangan level antara dirinya dan Naga Undead ini yang hampir mencapai 100 level.


   'Jadi, dia telah beradaptasi dengan kecepatan dan timing seranganku, ya?'


Di saat terpojok seperti ini bukannya berputus asa, Reus justru mengembangkan senyuman pada bibirnya lebih lebar lagi. Dia mengambil posisi siap berlari, menerjang lawannya dari depan sekali lagi, lalu melesat cepat ke depan.


Naga Undead mendengus pelan terlihat menertawakan Reus sambil mengangkat kaki depannya berniat menginjak pemuda tersebut setelah melihat jalur lintasannya, namun beberapa meter sebelum titik pertemuan yang harusnya meremukkan badan manusia kerdil itu dalam sekejap, Reus memutarkan tubuhnya menggunakan salah satu kaki sebagai poros dan mengubah arah larinya menghindari cakar raksasa tersebut.


Mata sang naga terbelalak lebar menyadari kaki depannya tidak merasakan derakkan tulang atau lembabnya darah, beberapa saat setelahnya barulah pandangannya mendapati sesosok makhluk kerdil berambut perak bersenjatakan sepasang pedang berada tepat di bawah lehernya dengan senyum lebar.


   "Kau pasti kaget gerakanku tiba-tiba berubah, bukan?"


Seusai berkata demikian Reus melepaskan tebasan gelombang Energy Wave yang telah diperkuat oleh Swing dan Dragon Smite, lalu ditambah sebuah skill yang sebenarnya ingin dicobanya sejak pertama kali dia dapatkan.


   "Rasakan ini! Energy Wave Maxima!"


   "Ghaaa!!"


Naga itu menjerit keras seakan begitu menderita merasakan serangan Reus, tetapi Reus tidak berbelas kasihan.


Dia mengerahkan Hollow Swords dan menyatukan kelima pedang hitam semi-transparan tersebut demi meningkatkan daya serang, Reus lalu menggigit Blackstar dan meraih pedang Hollow Swords menggunakan tangan kirinya, kemudian memutar badannya sejenak sebelum melepaskan serangan lain diikuti Swing.


   "Double Anchor!"


Reus melompat ke atas sambil menghantamkan serangan terbaiknya saat ini tepat di bawah leher lawannya, menghancurkan sisik sekeras baja pada leher dan berhasil membuat HP Naga Undead tersebut menurun drastis.


   "Graaahh!!"


Naga Undead itu menjerit keras merasakan kesakitan yang mungkin belum pernah dia alami sebagai Undead maupun Naga.


   "Hei, jangan berteriak begitu dong. Telingaku bisa tuli nanti."


Saat naga tersebut sibuk mengeluarkan jeritan penuh kesakitan, Reus terbang mendekati kepala sang Dragon menggunakan Psychokinesis dalam sekejap, lalu menghujamkan pedang Hollow Swords di tangan kirinya menembus sebelah mata naga yang masih baik-baik saja.


Makhluk berbadan bongsor itu sekali lagi mengaum begitu keras hingga menggetarkan udara sekitar, Reus sendiri sampai ingin menutup telinga namun posisinya sekarang tidak mendukung.


   'Telingaku bisa tuli sungguhan jika begini!'


Sembari menjerit di dalam hati, Reus mengerahkan Psychokinesis menarik tubuhnya sendiri mundur sejenak menciptakan jarak tanpa menyentuh tanah. Dia masih terbang di atas udara berandai-andai lawannya murka dan menyerang dengan membabi buta.


Benar saja, setelah Reus membutakan matanya yang tersisa naga tersebut menyemburkan nafas api ke berbagai arah mengabaikan lingkungan sekitar. Akibatnya tanah, pepohonan, reruntuhan, maupun makhluk hidup yang berada di sana terbakar oleh api.


   "Sungguh makhluk yang barbar."


Reus menyeringgai memandang lawannya dari ketinggian. Dia lalu mengambil suatu Item dari Inventory setelah mengambil kembali Blackstar dari gigitan mulutnya, sebuah mutiara berwarna pelangi dan mengigitnya hingga pecah.


Sesaat kemudian tubuh Reus memancarkan cahaya remang-remang dengan berbagai warna selama beberapa saat.


   "Heh, Item ini sungguh bekerja rupanya."


Tidak ingin terlalu banyak membuang waktu lagi, Reus mengangkat kedua pedangnya, Dragon Slayer Sword dan Blackstar mempersiapkan kuda-kuda di udara selama sekitar sepuluh detik sebelum menjatuhkan diri menuju kepala Naga Undead.


   "Black Sky Sword Art Series : First Form – Black Cloud!"


Begitu dirinya telah mencapai jarak jangkauan, Reus melayangkan 12 tebasan sekaligus menggunakan kedua pedangnya yang mengeluarkan aura kehitaman tipis. Reus mengangkat pedangnya tinggi-tinggi sebelum melancarkan serangan penghabisan.


   "Ini yang terakhir!"


Bersama ayunan pedang terakhirnya, Reus menggunakan seluruh Energy dan tenaga yang tersisa untuk mengerahkan sepasang Swing kembar pada kedua pedangnya, lalu melepaskan satu skill lainnya.


   "Double Anchor Maxima!"


Blaaarr!!