
Tebasan demi tebasan, pukulan demi pukulan, setiap serangan yang dilancarkan Reus dan Ash memicu gelombang kejut nan dahsyat membuat tiap monster di sekitar keduanya terhempas jauh ke belakang.
Reus mengayunkan Blackstar disertai Swing pada setiap serangannya, sementara Ash hanya mendorong tinjunya seperti biasa seakan serangan Reus tak begitu hebat di matanya.
Memang benar dengan adanya Ouroboros Mode yang merupakan kemampuan tersembunyi dari Black Predator kekuatan Reus meningkat drastis, namun semua itu belumlah sebanding dengan kekuatan fisik murni Ash Greyhold—meski sudah ditambah kemampuan Black Form.
Selang beberapa menit terus beradu serangan, keduanya mengambil satu langkah mundur ke belakang dan saling menatap satu sama lain.
"Dari mana kau dapatkan pedang itu, manusia berengsek?"
"Pedang ini? Aku mendapatkannya dari seseorang."
Ash mengangkat alisnya tidak percaya mendengar jawaban Reus.
"Seseorang? Apa dia dari keluarga Wallenstein?
'Wallenstein?'
Kali ini giliran Reus yang mengangkat alisnya. Ia masih mengingat rupa dan nama pemberi Blackstar, namun tidak untuk seluruh namanya. Di panel Quest pada waktu itu hanya diberitahukan bahwa nama sang pemberi Quest adalah 'Elise' saja, tidak ada nama keluarga yang diperlihatkan di sana.
"Memangnya ada apa dengan nama keluarga Wallenstein?"
"Kau sungguh tidak mengenal keluarga Wallenstein?"
"Kau pikir aku akan bertanya jika aku mengetahuinya?"
Ash menyeringgai begitu mendapat balasan yang tidak ia duga dari Reus. Bagaimana bisa ada manusia yang tidak mengenal keluarga Wallenstein? Setidaknya itu yang ia pikirkan mengenai pemain yang baru memasuki dunia Orbis Online beberapa bulan lalu.
"Huh, percuma saja aku menanyakannya pada kecoa sepertimu."
Sambil mengucapkan itu, Ash segera melesat dan melayangkan pukulannya lagi kepada Reus, namun untungnya berhasil ditahan menggunakan Blackstar. Berkat pukulan Ash yang begitu kuat Reus terpental beberapa langkah ke belakang.
'Kulitnya keras sekali, bahkan mungkin lebih keras dari Mitrhil!'
Bukan hanya kulitnya saja, pukulan Ash pun memiliki tenaga yang bukan main-main. Jika dilihat dari perbandingan level saja Reus sudah jelas kalah telak kalau saja tidak ada Black Predator dengan efek tersembunyinya, Ouroboros Mode.
Memang mungkin Reus masih bisa mengimbangi Ash dengan seluruh kemampuan dan skill yang ia miliki sekarang, namun itu hanya bisa dilakukan jikalau Ash tidak menanggapinya serius. Untuk sekarang pun menggunakan seluruh kekuatan yang dimilikinya tidak bisa mengalahkan Ash tanpa usaha terbesar.
'Ia lawan terkuatku setelah Arshwind.'
Sembari bergumam dalam hatinya, Reus terus menahan pukulan beruntun Ash yang semakin lama semakin kuat seiring tinjunya melayang.
"Poison Breath!"
Tak ingin berlama-lama tertekan serangan beruntun Ash, Reus membuka mulutnya dan mengeluarkan sejumlah besar asap berwarna ungu cerah ke arah Ash diikuti lompatan jauh ke belakang, kemudian dilanjutkan dengan melesatnya beberapa sihir dari dalam Blackstar.
Blaarr!
Ledakan cukup besar bergema di antara dinding-dinding gua, namun itu tak cukup untuk menghentikan Ash yang telah keluar dari gumpalan asap Poison Breath. Alis Reus terangkat tinggi melihat lawannya yang terlihat sama sekali tak terganggu dengan Poison Breath-nya.
"Smite!"
Satu pukulan dilancarkan Ash ketika Reus memasuki jarak serangnya, namun untungnya Reus mampu menghindari serangan yang mengoyak udara tersebut.
"Kalau begini aku harus menggunakan Dragon Slayer Sword!"
Reus yang berhasil menghindar itu segera mengambil langkah mundur secepat mungkin, lalu mengambil Dragon Slayer Sword dari Inventory-nya dan mengaktifkan Self Dual Wielding di waktu yang sama.
"Huh, mendapat satu pedang tambahan pun takkan berarti! Smite!"
Tak ingin membiarkan mangsanya lolos, Ash kembali mengerahkan Smite menuju kepala Reus sebagai sasaran. Bibirnya melengkung hebat ke atas tersenyum seakan-akan semuanya akan berakhir dalam sekejap.
"Wild Style : Cross Revenge!"
Traangg!
Dengan kedua pedang yang ada di tangannya, Reus mengayunkan keduanya secara bersamaan seperti sedang membuat tanda 'x' membuat pukulan Ash gagal dan mementalkannya beberapa langkah ke belakang.
Alis sosok bermata empat tersebut terangkat hebat melihat seorang manusia yang sebenarnya jauh lebih lemah darinya bisa mementalkan pukulannya. Namun, serangan Reus tidak berhenti sampai di sana saja.
"Wild Style : Flash Sword!"
Pemain berambut perak itu kemudian menebaskan kedua pedangnya secara beruntun secepat kilat sampai-sampai Ash sama sekali tak berkutik, hingga pada tebasan kesembilan barulah Ash mengambil langkah mundur untuk pertama kalinya berdasarkan inisiatifnya.
Reus yang sudah mendapatkan momentumnya tak ingin membiarkan lawannya kabur sehingga ia segera melesat dan memberikan dua tebasan telak yang disertai Swing dan Dragon Smite pada tubuh Ash.
"Uggh!"
Ash terhempas jauh ke belakang berkat serangan Reus, namun pemain berambut perak itu sepertinya tidak ingin kehilangan momentumnya pada pertarungan ini. Ia pun melesat cepat menggunakan Sprint sambil mengaktifkan Hollow Swords yang langsung menjadi satu pedang, kemudian mengayunkan semua pedang yang ia miliki bersama Swing dan Dragon Smite.
"Wild Style : Secret Triangle!"
Zraaatt!
Berkat kemampuan dominasinya yang begitu ketat, Reus mampu melancarkan sebuah serangan yang berhasil membuat tubuh Ash terluka hebat. Semua monster di sekitar yang menonton pertarungan mereka terbelalak menyaksikannya, bahkan Reus sendiri tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
'Aku tahu Dragon Slayer Sword memanglah kuat, tapi aku benar-benar tak menyangka sampai bisa merobek tubuh seorang Fighter yang biasanya diperkuat oleh Hard Skin.'
Hard Skin merupakan salah satu skill pasif yang biasanya didapatkan oleh Fighter atau sejenisnya. Skill ini mirip seperti Dragon Skin milik Reus, namun dapat membuat kulit pengguna menjadi sekeras besi untuk menyerang maupun bertahan.
"Arrghh!!"
Ash meraung sekuat tenaga penuh kesakitan setelah ketiga tebasan Reus membelah tubuhnya. Dragon Slayer Sword memanglah luar biasa, bahkan musuh berlevel 250 pun bisa dilukai oleh seorang pemain berlevel 45. Bukankah Item ini benar-benar imba di tangan Reus?
Ketika Ash meraung kesakitan, Reus memfokuskan pandangannya pada Ash memeriksa HP lawannya itu. Matanya terbelalak hebat begitu melihat sebuah simbol setetes darah merah di samping bar HP Ash.
'Ini status Bleeding?'
Bleeding, salah satu status buruk yang mematikan bagi siapapun yang terkena, baik itu NPC maupun pemain. Seperti namanya status ini mampu membuat korbannya terkena pendarahan parah selama beberapa detik. Selama status ini berlangsung korban akan kehilangan 10 poin HP per detiknya.
Sadar akan dewa keberuntungan menyertainya, Reus kemudian melancarkan satu serangan penutupan sekuat tenaga menggunakan seluruh kekuatannya.
"Swing! Dragon Smite! Double Anchor!"
Satu tebasan dari ketiga pedangnya tersebut akhirnya merengut nyawa Ash, memisahkan kepala dan tubuh lawannya di waktu yang bersamaan. Status Fatal pun berhasil ia dapatkan dalam serangan tersebut.