Orbis Online

Orbis Online
229. Undangan dari Istana



   "Oh, jadi Bailendra Kingdom sungguh meminta bantuanmu? Itu cukup mengejutkan."


Aulcrat pertama kali bereaksi sambil mengusap dagu begitu mendengar cerita Reus selama beberapa hari terakhir di Dragnar, sementara Nocht masih melipat kedua tangan di depan dada terlihat sedang merenungkan sesuatu.


   "Yang Mulia, aku tahu anda mempunyai penilaian yang cukup tinggi terhadapku tapi bisakah anda tidak menyebarkan informasiku kepada orang lain tanpa sepengetahuanku terlebih dahulu? Itu kadang membuatku khawatir dari mana informasi mengenai diriku bocor."


   "Ah, maafkan aku. Kupikir dengan memberitahukan kualifikasimu kepada Raja Bailendra Kingdom kau bisa lebih mudah mendapatkan apa yang kau ingikan di sana."


Reus menghela nafas mendapati balasan Aulcrat yang entah harus dia tanggapi apa.


Di satu sisi dia merasa cukup senang karena Aulcrat cepat tanggap dan berniat baik dalam membantunya, namun di sisi lain dia cukup khawatir informasi apa lagi tentang dirinya yang dituliskan Aulcrat pada surat yang ditujukan kepada Raja Bailendra Kingdom.


Semenjak kedok Order of Chaos dalam istana Lavore Kingdom terbongkar, Reus menjelaskan sedikit banyak mengenai tujuan perjalanannya menuju Bailendra Kingdom kepada Aulcrat dan sebagai balas budi Raja Lavore Kingdom tersebut berniat membantu Reus sebisa mungkin dengan posisi dan kemampuannya.


Sayangnya, mungkin karena sudah berumur Aulcrat tidak memperhitungkan kebocoran informasi melalui surat dan dia menyesal akan hal tersebut.


   "Tidak apa, yang terjadi biarlah terjadi. Aku akan meminta bantuan anda jika sesuatu yang tak terduga terjadi karena bocornya informasiku."


   "Pasti, aku akan menebus kesalahanku atas kebaikan tuan Reus."


Reus tersenyum tipis melihat sikap pria sepuh tersebut kepadanya, padahal dirinya hanyalah seorang manusia biasa yang dibandingkan dengan posisi Raja Lavore Kingdom seharusnya Reus yang bersikap demikian.


Setelah diskusinya dengan Aulcrat selesai Reus mengalihkan pandangannya menuju Nocht yang masih terlihat merenungkan sesuatu.


   "Nocht, ada apa? Kau memikirkan sesuatu?"


   "Ah, ya sejenis itu."


Nocht berdeham sejenak dan mengutarakan isi hatinya seusai Reus berceletuk.


Nocht berkata dia bersyukur Reus memberikannya setetes Miracle Dragon Tear untuk menghapus kutukan yang diberikan oleh Order of Chaos, tetapi dia memiliki masalah tersendiri dalam memenuhi permintaan Reus untuk membuatkan suatu Item.


   "Baik status, skill, serta levelku telah pulih seperti sedia kala berkat bantuan Reus, namun aku masih butuh waktu untuk membuatkan Item yang kau minta. Kemampuan tanganku cukup menurun karena selama lima tahun terakhir aku hanya membuat Item-Item berlevel rendah."


Berbeda dari Ikhan yang dapat membuat Item hanya dengan memukulkan palu beberapa kali, Nocht sebagai seorang Blacksmith biasa memerlukan keterampilan tangan yang memumpuni mengingat dia hanyalah NPC tanpa dukungan sistem.


Level dan status mungkin telah kembali meningkat jauh seperti sebelum dia dikutuk, tapi tanpa keterampilan yang cukup NPC tidak akan bisa membuat Item yang diharapkan.


   "Begitu, ya. Kira-kira butuh berapa hari sampai kau menyelesaikan permintaanku?"


   "Hmm, mungkin sekitar lima hari? Jika lebih dari itu akan kubuatkan satu Item bonus sebagai permintaan maaf."


   'Memulihkan keterampilan yang hilang lima tahun lamanya hanya dalam lima hari?! Ini kelewat jenius!'


Reus ingin menjerit tapi berhasil dia tahan dalam hati. Dia berpikir Nocht akan meminta waktu setidaknya satu atau dua bulan untuk memulihkan keterampilan tersebut, namun nyatanya Nocht bahkan tidak butuh satu minggu.


   "Baiklah, itu jauh lebih cepat dari yang kuduga."


Reus kemudian mengambil beberapa puluh Dragon Scale dari Inventory dan menyerahkannya kepada Nocht, membuat Blackmoon Dwarf dan Raja Lavore Kingdom di ruangan tersebut melotot hebat.


   "Gunakan saja ini sebagai bahan baku Item-nya jika tidak ada Material yang lebih bagus."


Nocht dan Aulcrat memasang wajah heran memandang Reus yang berkata demikian seolah-olah Dragon Scale yang baru saja dia berikan bukan apa-apa baginya, tetapi keduanya menyimpan semua protes tersebut dalam hati tak ingin Reus berubah pikiran.


Dragon Scale merupakan salah satu Material alami terbaik yang bisa digunakan sebagai bahan baku bagi Item-Item berlevel tinggi. Tidak ada Blacksmith yang mampu menolak Material ini, bahkan Nocht yang notabenenya salah satu dari sepuluh Miracle Craftmaster.


Setelah selesai menjelaskan situasinya terhadap Aulcrat dan Nocht, Reus kemudian memasang Item sebagai titik kembali di ruangannya dan mengerahkan Hyper Switch untuk kembali ke Dragnar dalam sekejap.


***


Begitu Reus berpindah tempat kembali ke Dragnar, dia disambut oleh Ikshan dan Ibane yang tengah makan bersama di lantai kamarnya. Dahi Reus berkedut melihat pemandangan tersebut.


   "Oh, kau sudah kembali? Selamat datang."


   "Reus, kau ingin makan sesuatu untuk memulihkan status Hunger dan Thirst-mu? Gratis, lho."


   "Apa yang kalian lakukan di kamar orang lain?!"


Reus spontan mengambil salah satu alat makan di sana dan melemparnya pada kedua pemain tersebut sampai keduanya tersedak makanan.


   "Apa yang kau lakukan?! Kau mau membuatku mati karena tersedak?! Biar kuperingatkan membunuh dengan cara seperti itu tidak akan memberimu Exp ataupun Drop Item-ku!"


   "Siapa peduli dengan Exp dan Drop Item-mu! Sedang apa kalian makan berdua di ruanganku seolah itu hal yang wajar?!"


   "Hei, tenanglah kalian berdua, terutama Reus. Kami berdua punya alasan menyantap makanan di kamarmu."


Setelah Ikshan mengambil alih perseteruan amarah Reus mulai mereda. Dia menjelaskan baik dirinya maupun Ibane melakukan hal ini karena dipaksa oleh keadaan.


   "Huh? Maksudmu...."


   "Ya, sikap tipikial manusia—meski mereka tidak bisa dibilang manusia."


Terdapat perbedaan kecepatan waktu antara dunia nyata dan Orbis Online, yang mana waktu di dalam Orbis Online dua kali lebih cepat daripada dunia nyata.


Semenjak Reus mengalami kematian ketiganya akibat dipaksa meminum Tuak Bangsawan Gila oleh Aulcrat dan Nocht yang mabuk, dua hari telah berlalu di dunia nyata yang berarti kurang lebih empat hari di dalam Orbis Online.


Dalam empat hari terakhir—atau setidaknya setelah Reus berdiskusi dengan Salvinius, Ikshan dan Ibane mengalami sedikit masalah dengan pegawai penginapan yang pada setiap jam makan selalu membawakan makanan mewah dalam jumlah banyak.


Pegawai penginapan mengatakan semua itu sebagai permintaan maaf atas ketidaksopanan mereka selama beberapa hari terakhir.


Awalnya Ikshan dan Ibane merasa senang-senang saja mendapat perlakukan sejenis V.I.P ini, namun hari demi hari berganti hidangan yang dibawa oleh para pegawai ini semakin bertambah dan terus bertambah sampai Ikshan dan Ibane tidak bisa menghabiskan porsi mereka.


   "Jadi, kalian diam-diam mengungsi ke kamarku karena mereka mengetahui aku sedang tidak ada di sini untuk menghindari mereka?"


   "Begitulah."


Ikshan mengangguk pelan memberikan konfirmasi. Reus kemudian mengalihkan perhatiannya kepada Ibane yang seharusnya senang terhadap hal ini malah terlihat tertekan.


Ibane sebenarnya merasa begitu gembira telah diperlakukan seperti sebagai mana layaknya orang penting, namun dia kini mendesah merasa terganggu terhadap sikap para pegawai penginapan yang tiada hentinya memberikan perlakukan tersebut.


   "Lalu, bagaimana dengan semua hidangan di lantai ini? Bukankah kalian menghindari mereka?"


   "Reus kawanku, menghindari dan menerima adalah dua hal yang berbeda."


Ibane menjabarkan mereka memang sebisa mungkin menghindari kontak dengan para pegawai penginapan, tetapi biarpun berhasil menghindar sekalipun mereka tetap mengirimkan hidangan-hidangan yang terlihat mahal ini ke depan kamar Ikshan dan Ibane.


   "Lebih baik menyimpannya di Inventory daripada dibiarkan basi di depan pintu."


   "Tapi, bukankah Item tipe makanan akan tetap basi jika dibiarkan terlalu lama di Inventory?"


   "Kalau masalah itu tenang saja, aku mempunyai skill yang bisa memperpanjang masa kelayakan Item tipe makanan."


Ibane membusungkan dadanya sembari berkata demikian, sementara Reus terlihat ragu tetapi tidak berkomentar apapun karena dia merasa tak berhak mengatakan sesuatu mengingat dia hampir tak mengetahui apapun mengenai Ibane selain sikapnya yang sedikit urakan.


   "Oh, omong-omong, kemarin utusan Salvinius datang dan memberikan ini pada kami."


Ikshan memberikan sebuah surat kepada Reus. Dia menjelaskan baik dirinya maupun Ibane juga mendapatkan surat yang sama. Reus segera membuka surat tersebut dan membacanya dengan seksama.


   "Hmm? Dia mengundang kita untuk menghadiri pertemuan dengan Raja dan dua klan Tiga Dewan Naga lainnya?"


   "Ya, kemungkinan besar pertemuan ini untuk membahas partisipasi kita dalam perang melawan Menschrein Kingdom nanti. Lalu, bukan hanya Raja dan Tiga Dewan naga saja, tetapi beberapa klan bangsawan yang berpengaruh di seluruh Bailendra Kingdom juga akan hadir."


Reus mengangguk dalam diam menanggapi tambahan dari Ikshan. Dia sedikit banyak paham mengenai isi surat tersebut, ditambah kecemasan para bangsawan yang ikut hadir di pertemuan ini.


Bailendra Kingdom akan menghadapi Menschrein Kingdom yang pada dasarnya adalah Negara Manusia dalam waktu dekat, namun Raja mereka justru meminta bantuan dari seorang manusia? Tentu saja itu akan menimbulkan kehebohan di antara klan-klan bangsawan ini.


   "Kapan pertemuan ini akan dilaksakan?"


   "Dua hari lagi pada siang hari."


   "Baik, kalau begitu kita harus mempersiapkan diri dalam waktu itu."


Reus menambahkan bisa jadi dalam pertemuan ini ada kepala klan yang tidak menyetujui keterlibatan mereka bertiga dalam pertempuran kali ini, lalu kemungkinan terburuknya ketiganya dapat ditahan jika tidak dieksekusi.


Ibane sebenarnya merasa keberatan melihat Reus yang nampak terlalu berlebihan dalam menanggapi hal ini, tetapi dia sendiri tidak bisa menolak mengingat kemungkinan tersebut juga tidak rendah.