
"Uh.... Di mana ini?"
Ketika dirinya membuka mata, Reus melihat langit-langit yang sama sekali asing baginya, sedikit berbeda dari kebanyakan penginapan di Orbis Online namun juga terlihat sangat kuno dibanding interior bangunan modern.
Butuh beberapa waktu baginya sadar sepenuhnya, lalu ia mengubah posisinya dari berbaring menjadi duduk. Matanya menyusuri lingkungan sekitar, mendapati saat ini dirinya sedang berada di sebuah kamar yang tak pernah ia lihat.
Kebingungan segera melanda kepalanya, namun itu tidak lama.
"Oh, kau terlihat sudah sadar."
Sesosok pria muda berambut dan bermata ungu memasuki kamar tersebut sembari membawakan sebuah nampan penuh makanan, membuat Reus sedikit waspada.
"Tenanglah, aku bukan musuhmu. Jika aku musuhmu, kau takkan sadar di tempat ini."
Reus tidak langsung percaya dengan perkataannya, namun ia tidak mengabaikan itu. Memang benar meskipun dirinya belum memeriksa level ataupun kemampuan pria ini, aura yang dikeluarkannya begitu berbeda dari NPC yang selama ini ia temui.
Tidak ada bola hijau khas pemain di atas kepalanya sehingga Reus menyimpulkan pria tersebut adalah NPC.
Pria itu meletakkan nampan berisi makanan di atas meja kecil yang tak jauh di sana, lalu mencampurkan beberapa bumbu tambahan yang ia bawa. Reus sedikit curiga bahwa bumbu itu sebenarnya adalah racun, tapi ia tidak bisa langsung menilainya begitu saja.
"Maaf, apakah anda yang membawa saya kemari?"
Ingatan terakhir Reus terputus saat dirinya mengaktifkan Blackstar Full Control dan merasakan sakit luar biasa, selain itu ia tak mengingat begitu banyak. Itu wajar saja mengingat kesadarannya hilang begitu menghabisi monster-monster di sekitar, bahkan Reus pun tidak bisa mengingat dirinya menghabisi monster-monster tersebut.
"Ya, ini kediamanku. Kalau kau kurang yakin, kau bisa melihat temanmu sedang berlatih di sana."
Pria itu menunjuk keluar jendela, tepatnya ke arah Ikshan yang tengah melatih permainan kusarigamanya. Saat dirinya melihat Ikshan dengan tenang berlatih, Reus menghela nafas lega. Setidaknya pria ini bukanlah orang jahat.
Berpikir tentang sikap pria tersebut, Reus barulah terpikirkan untuk memeriksa identitas pria ini yang sebenarnya.
---
Randolf Wallenstein – The Sword Lord
Level : 750
---
Mata Reus terbelalak hebat ketika mengetahui identitas pria ini, tak menyangka bahwa sosok tersebut adalah orang yang ia cari. Dirinya juga tidak menduga akan bertemu Randolf secepat ini setelah menerima Quest dari Harleina.
Reus kemudian segera mengeluarkan surat yang diterimanya dari Harleina dan menyerahkannya kepada Randolf, membuat pria berambut ungu itu sedikit menaikkan alisnya.
"Maaf, aku diminta kemari oleh seseorang bernama Harleina untuk mengantarkan surat ini kepada anda."
"Oh, ya ya ya, terima kasih."
Randolf menerima surat itu dan segera membacanya tanpa mempedulikan Reus yang tengah dilanda rasa penasaran akan isi surat tersebut. Hanya butuh beberapa detik bagi Randolf untuk membaca seluruh surat itu, kemudian diikuti helaan nafas yang membuat Reus semakin penasaran.
Setelahnya Randolf mengalihkan pandangannya menatap Reus dengan serius, membuat pemuda itu sedikit ketakutan.
"Namamu Reus, benar,?"
"Ya, apakah ada masalah?"
"Tidak, hanya saja aku ingin memberitahukanmu tentang ini...."
Bersama wajah yang sedikit masam Randolf memberitahukan isi surat itu kepada Reus, membuat wajahnya sekarang menjadi ikut masam disertai keringat dingin.
"Aku harus berlatih di bawah bimbingan anda jika tidak ingin kehilangan Blackstar? Nona Harleina menulis begitu?"
"Begitulah. Meskipun aku tidak begitu setuju dengan metodenya yang memaksa, tapi aku tidak bisa membiarkan orang tanpa pengetahuan dan kemampuan cukup berkelana membawa pedang itu."
Randolf menghela nafas sekali lagi, namun kali ini ia tidak bisa mengabaikan isi surat Harleina.
Blackstar adalah salah satu senjata terkutuk yang telah merengut begitu banyak nyawa di tangan Gespent De'arin, salah satu komandan tertinggi Order of Chaos. Jika dirinya membiarkan pedang itu dibawa berkelana oleh seseorang yang tak berkemampuan cukup, bisa saja Blackstar kembali jatuh ke tangan kelompok pengacau itu.
Randolf kemudian menceritakan beberapa hal mengenai kemampuan dan asal mula Blackstar yang belum diketahui Reus. Tentu Reus awalnya tidak langsung percaya, namun mengingat deskripsi Blackstar hal itu sangatlah mungkin.
"Aku tahu perasaanmu setelah menggunakan Blackstar dalam waktu cukup lama, tapi aku juga tidak bisa membiarkan pedang itu berkeliaran. Tolong mengertilah."
Meskipun dirinya memutuskan untuk tidak terlalu bergantung pada pedang itu lagi, pada kenyataannya kemampuannya berkurang cukup jauh tanpa Black Form dan Magic Devour dari Blackstar sehingga Reus sulit melepaskannya.
Saat memikirkan cara agar Blackstar tidak diambil oleh Randolf, tiba-tiba sebuah pertanyaan terlintas di benaknya.
"Bukankah anda bisa mengambil Blackstar paksa dari saya? Mengingat level anda sangatlah tinggi dibandingkan saya, tidak sulit untuk melakukannya, bukan?"
"Jika aku bisa melakukannya, maka aku sudah melakukannya sejak tadi."
Reus semakin bingung dibuatnya, mengapa seorang berlevel 750 tidak bisa merampas Item secara paksa dari seseorang berlevel 100-an? Belum sempat ia mulai berpikir, Randolf mengangkat suaranya kembali.
"Reus, apakah kau pernah mendengar Living Item?"
Reus menggelengkan kepalanya menandakan dirinya tidak tahu, namun ia merasa tertarik terhadap bahasan ini.
Living Item adalah sebuah Item yang memiliki hasrat dan kesadaran, sebuah Item yang sangat-sangat langka. Item jenis ini sedikit berbeda dari Growth Equip yang diketahui Reus dan pemain lainnya, namun memilki karakteristik yang kurang lebih sama.
Keduanya sama-sama bisa berkembang, baik itu Growth Equip maupun Living Item. Namun yang membuat keduanya berbeda adalah arah dan batas perkembangannya.
Growth Equip dapat terus berkembang jika penggunanya semakin sering memakainya, tetapi Item itu memiliki batasan yang tidak bisa dilampaui karena batasan pembuat Item itu sendiri. Ketika Item sudah berkembang begitu jauh sampai menyentuh titik tertinggi, maka Item itu sudah tidak bisa berkembang lagi seperti dulu, namun kekuatan dan kualitasnya tidak akan menurun.
Berbeda dengan Growth Item yang perkembangannya dihambat oleh batasan Item itu sendiri, Living Item dapat terus berkembang tanpa batasan tertentu selama penggunanya memakainya dalam pertarungan.
Living Item adalah Item yang sangat populer dan dicari oleh orang-orang di masa lalu karena perkembangannya tidak mengenal batas, hanya saja terdapat kerugian yang tidak sepele pula.
Seperti namanya, Living Item, Item tersebut mempunyai kesadaran dan keinginan tersendiri. Tidak masalah jika kesadaran atau keinginan Living Item tersebut normal-normal saja, tetapi Living Item kebanyakan memiliki sifat jahat.
Selain memiliki kesadaran dan sifatnya masing-masing, Living Item juga bisa kehilangan kekuatan dan kualitasnya jika tidak dipakai terlalu lama.
Dulu ada seorang pertapa yang terkenal atas kebaikan dan kemurahan hatinya berhasil mendapatkan sebuah Living Item di sebuah Dungeon, namun sikapnya berubah 180 derajat setelah menemukan Item tersebut. Ia mengambil banyak nyawa orang tak berdosa sambil tertawa.
"Jadi, maksud anda Blackstar adalah Living Item?"
"Ya."
Tangan Reus bergetar hebat mengetahui fakta Blackstar, dirinya tak menyangka berhasil mendapatkan Item sehebat itu. Namun ketika mendengar perkataan Randolf selanjutnya, wajahnya tidak lagi terlihat senang.
Randolf mengatakan Reus beruntung Blackstar telah tertidur dan tak pernah digunakan siapapun selama ratusan tahun membuat kekuatan dan kualitasnya menurun drastis, jika tidak maka Reus mungkin sudah kehilangan akal sehatnya dan dikendalikan oleh Blackstar.
Di tengah penjelasannya itu juga Randolf mengatakan, Living Item hanya bisa diciptakan oleh Blacksmith tingkat tinggi dan menggunakan bahan tingkat tinggi, namun ada bahan paling penting untuk membuatnya.
Selain diperlukan kemampuan yang sangat tinggi, seorang Blacksmith harus menuangkan setiap perasaan dan jiwanya ke dalam Item tersebut selama proses berlangsung untuk membuatnya. Perasaan dan jiwa Blacksmith itulah yang akan melahirkan kesadaran dan hasrat pada Item tersebut.
Blackstar sendiri adalah Living Item yang terlahir dari perasaan amarah dan kebencian penempanya terhadap Order of Chaos, sehingga kepribadian dan hasrat yang terpendam di dalam Blackstar sebagian besar adalah dua hal tersebut, padahal Blacksmith itu tidak bermaksud menciptakan Living Item.
"Lalu, apa hubungannya dengan anda tidak bisa merampasnya dariku?"
"Living Item bisa memilih penggunanya sendiri. Jika Item tersebut mengakui seorang tuan, maka kemampuan dari Item itu takkan bisa digunakan oleh orang lain tanpa seizin pengguna. Dalam kasusmu, Blackstar telah memilihmu sebagai tuannya."
Mata Reus kembali melebar tak percaya mendengarnya, namun ada yang mengganjal di otaknya. Jika memang dirinya telah diakui sebagai tuannya, mengapa Blackstar malah berniat mencelakainya ketika Full Control aktif?
Pada akhirnya ia hanya bisa membuang pikiran tersebut karena tidak menemukan jawaban yang memuaskan.
"Aku tidak ingin mengambil Blackstar dari tanganmu, jadi kuharap kau bersedia berlatih di bawah bimbinganku."
Reus memasang senyuman pahit ketika mendengarnya, tetapi tawaran ini tidaklah buruk. Randolf mempunyai julukan 'The Sword Lord' di sebelah namanya, tanda ia telah menguasai ilmu pedang hingga ke tingkat yang tak bisa dibayangkan.
Reus berpikir beberapa saat mengenai keuntungan dan kerugian tawaran ini sebelum akhirnya menyetujuinya. Tidak setiap saat dirinya bisa bertemu dan belajar dari ahli pedang sungguhan, bukan? Apalagi dari seseorang yang dijuluki 'The Sword Lord'.
---
Author
Saat ini author tengah mengalami krisis penulisan (writer block), meskipun ada ide tapi sulit untuk menuliskannya sesuai kehendak, karena itu update menjadi sangat lama.
Mohon maafkanlah author yg tidak sempurna ini.