Orbis Online

Orbis Online
217. Waktu Menganggur



Reus memutuskan untuk berkeliling menyusuri Alvast demi menghabiskan waktu selagi menunggu Nocht berbincang-bincang dengan Aulcrat serta Sylph yang telah lama tidak ditemui.


Nocht sempat bercerita bahwa Sylph dan dirinya bukanlah sahabat dekat, keduanya adalah korban dari Lucius Maen'ra yang merasuki tubuh Aulcrat. Sylph kehilangan keluarga serta warganya, sedangkan nyawa Nocht terancam.


Reus bertanya mengenai hal apa yang memicu keberhasilan Lucius Maen'ra merebut kendali Aulcrat kepada Nocht mengingat Blackmoon Dwarf ini bisa dikatakan salah satu orang dekat dengan Aulcrat, namun Nocht terlihat ragu terhadap jawabannya.


Nocht mengatakan Aulcrat hampir tidak pernah pergi dari kastil jika tak ada urusan mendesak, lalu suatu hari terdapat sosok berjubah mencurigakan muncul di Alvast. Aulcrat memerintahkan penjaga mengawasi sosok mencurigakan ini dengan ketat.


Sosok ini tidak berada di Alvast dalam waktu lama, hanya sekitar beberapa hari sebelum menghilang secara misterius.


Sejak sosok tersebut lenyap Aulcrat mengalami demam tinggi, tetapi menurut berbagai dokter yang memeriksa nyawa Aulcrat tak berada dalam bahaya. Tidak terdapat kutukan pula yang melekat padanya sehingga tidak ada kecurigaan.


Mungkin bagi orang biasa Aulcrat hanya terserang penyakit biasa, tetapi bagi Nocht yang sensitif terhadap aura, Aulcrat menjelma menjadi sosok yang tak dikenal.


Sejak saat itulah Nocht membatasi komunikasinya dengan Aulcrat dan puncaknya saat Sylph ditahan dengan tuduhan membantai warganya sendiri, Nocht melarikan diri dari Lavore Kingdom menuju Bailendra Kingdom.


   "Aura, ya?"


Reus mengusap dagunya merenungkan cerita Nocht.


Penjelasan Nocht sama sekali tidak salah, dia sendiri berhasil menyadari keberadaan Lucius Maen'ra di dalam tubuh Aulcrat karena aura raja sepuh tersebut tidak terlihat seperti manusia, melainkan seperti seorang ras Chaos yang pernah dia hadapi di Hroud, Ash.


Reus bukan orang yang sensitif terhadap aura seperti halnya Nocht, jika saja dia belum pernah menghadapi Ash di Hroud sebelumnya mungkin dia juga tidak menyadari keberadaan salah satu petinggi Order of Chaos itu.


   "Kalau dipikir-pikir Aura Skill itu termasuk skill langka, bukan? Hebat sekali aku bisa mempunyai tiga Aura Skill yang berbeda."


Meski tidak terlalu sering menggunakannya, Reus sadar sampai saat ini dia memiliki tiga jenis Aura Skill yang berbeda, yaitu Dragon Aura, Swordmaster Aura, dan Conqueror Aura yang baru-baru ini dia dapatkan.


Reus mendapatkan Dragon Aura setelah bermandikan darah Arshwind dan memperoleh titel The Half-Dragon-Man, sementara Swordmaster Aura diberikan oleh Randolf sebagai hadiah perpisahaan bersamaan dengan Black Sky Sword Art Series.


Lalu, Aura Skill terakhir yang baru dia dapatkan, Conqueror Aura.


   "Berbeda dari Dragon Aura dan Swordmaster Aura, kekuatan Conqueror Aura dapat dipengaruhi oleh status Conquer, ya?"


Conquer, status khusus yang baru-baru ini didapatkan oleh Reus setelah mendapatkan titel Sovereign Killer. Berbeda dari keempat status dasar Conquer tidak bisa ditingkatkan dengan mengalokasikan CP—Customize Point, status khusus seperti ini hanya bisa ditingkatkan melalui cara khusus.


Semenjak perilisan perdana Orbis Online, setiap pemain yang mendapatkan status khusus memiliki cara yang berbeda-beda dalam memperolehnya, begitu juga dalam meningkatkannya. Hal ini bukan sesuatu yang teramat langka, tapi setidaknya lebih sulit ditemui daripada Epic Skill Emblem.


Tidak jarang di antara pemilik status khusus terdapat status serupa sehingga informasi mengenai status khusus tersebut dapat diketahui dan bisa membantu pemain lain yang memiliki status serupa.


Status khusus Sneak yang diperoleh Ikshan setelah berganti kelas menjadi Phantom Reaper pun bukan hal baru di dunia Orbis Online, dengan kemampuan mengumpulkan informasinya Ikshan dapat langsung mengetahui kegunaan serta cara meningkatkannya.


Dalam kasus Reus, dia mendapatkan status Conquer yang mana merupakan status khusus yang belum pernah dia dengar.


   "Tapi kalau dilihat-lihat, perkembangan status ini cukup pesat juga."


Reus mengusap dagunya menatap status Conquer-nya yang meningkat jauh dari nol meski dirinya tidak mengetahui cara meningkatkannya. Dia mencoba menekan status tersebut dan sebuah panel kecil muncul di depan wajahnya.


---


Conquer


Conquer adalah salah satu status khusus tersembunyi yang hanya bisa didapatkan melalui cara tertentu. Mereka yang mendapatkan status Conquer akan terlihat lebih gagah dan berwibawa selayaknya seorang penakluk.


Status ini juga dapat membantu mengurangi efek Debuff yang terarah pada pengguna, meningkatkan status pengguna saat menghadapi musuh jenis penguasa, serta memperkuat Conqueror Aura.


---


Hal itu kemudian membuat Reus menggaruk kepala, dia masih tidak mengerti baik cara kerja maupun bagaimana meningkatkan status Conquer ini.


   "Ya sudahlah, aku akan menyerah saja untuk sekarang."


Reus menghela nafas panjang sebelum menutup kedua panel tersebut. Dia merasa beban pikirannya akan semakin bertambah jika dia terus memikirkan hal ini sehingga dia memilih untuk menutup topik status khususnya dalam benaknya.


Dia melanjutkan jalan-jalannya menyusuri Alvast sambil memperhatikan sekitar. Tidak seperti pertama kali datang ke kota ini, kali ini Reus tidak melihat ada suatu masalah mendatanginya secara tiba-tiba.


Sebelumnya ketika dirinya dan Ikshan mengunjungi Alvast untuk pertama kalinya, Reus langsung dihadapkan oleh Dunk dan Kynel yang sedang dikejar-kejar oleh serombongan anggota Gaia's Tree. Sebagai orang yang mengenali keduanya Reus segera membantu dan masalah tersebut berakhir dengan hancurnya markas Gaia's Tree cabang Alvast.


Hal itu berlanjut sampai berujung pertempuran hebat antara pasukan kerajaan dengan kelompok Reus yang kemudian menjadi berita paling panas yang sedang beredar di Orbis Forum hingga sekarang—tentunya tanpa Reus ketahui.


   "Hei, Reus!"


Saat Reus melangkah sambil melamun, suara seseorang yang tak asing terdengar di telinganya. Dia menoleh pada sumber suara tersebut dan menemukan sosok Ramsey tengah menunggangi Gordon berjalan mendekatinya.


Melihat hal itu Reus spontan meraih pedang di punggung lalu mengambil kuda-kuda bertarung disertai tatapan tajam tertuju pada kucing bersayap raksasa yang ditunggangi Ramsey tersebut.


   "Kau dekati aku lebih dari ini bersama makhluk itu, maka aku tak akan segan memenggal kepalanya."


Langkah Gordon terhenti begitu menyadari hawa permusuhan kental dari Reus, tubuhnya bergetar sesaat sebelum Ramsey mengusap lehernya lembut berusaha menenangkan peliharannya itu.


Setelah Gordon merasa lebih tenang, Ramsey turun dari punggung Azure Cath tersebut dan mengembalikannya ke dalam Pet Realm.


   "Kenapa kau harus selalu bersikap seperti itu terhadap Gordon? Bagaimana jika dia mengalami trauma padamu?"


   "Aku tidak peduli. Aku dan kucing adalah musuh bebuyutan, jika kau paham akan hal itu jangan pernah dekati aku bersama seekor kucing."


   "Baik baik, aku mengerti kau dan kucing adalah musuh bebuyutan. Sudahi sorot mata dan aura permusuhanmu itu."


Ramsey menghela nafas merasa heran sekaligus kecewa terhadap sikap Reus pada kucing yang tak kunjung membaik, padahal dia membawa Gordon mendekati Reus dengan maksud ingin mengurangi kebencian teman baiknya itu terhadap kucing, namun hasilnya justru selalu berbanding terbalik dari yang dia harapkan.


Begitu Gordon kembali ke Pet Realm barulah Reus merasa lega, dia menyarungkan kembali pedangnya dan melepas kuda-kuda bertarungnya. Tentu sorot mata dingin nan tajam serta aura permusuhannya terhadap Ramsey juga dia tarik kembali.


   "Yah, kesampingkan hal itu, sedang apa kau di sini? Kupikir kau sedang dalam perjalanan menuju Bailendra Kingdom dengan Ikshan."


Ketika suasana canggung mulai merebak di antara keduanya, Ramsey mengangkat suaranya lebih dahulu demi mencairkan suasana. Dia juga sedikit penasaran dengan kehadiran Reus di tempat ini.


   "Ada kejadian tertentu di mana aku harus kembali kemari, jadi aku akan berada di kota ini selama beberapa jam ke depan."


   "Hmm? Apa aku salah dengar? Beberapa jam bukan beberapa hari?"


   "Telingamu tidak rusak kok, aku akan pergi setelah mendapat kepastian akan hal ini."


Ramsey mengangkat sebelah alisnya kurang mengerti perkataan Reus yang terdengar tidak masuk akal, tapi karena otaknya tidak bisa mencerna akhirnya Ramsey mengabaikan ucapan Reus seolah tidak pernah ada.


   "Omong-omong, kau ada waktu?"


   "Tentu saja, aku sedang menganggur. Ada apa?"


   "Ketua Crystina bilang dia ingin bertemu denganmu dan memintaku menjemputmu."


Reus memiringkan kepala dan memasang tampang bodoh, tidak mengerti mengapa Crystina tiba-tiba ingin bertemu dengannya.