Orbis Online

Orbis Online
236. Roh Raja Naga



   "[Bagaimana menurut kalian mengenai sejarah bangsa naga? Sungguh kisah konyol dan memalukan untuk bangsa yang dikatakan terkuat, bukan?]"


Bahamut memasang senyum berisi kesedihan saat bertanya kepada Reus dan Ikshan. Dia bisa menebak keduanya berpikir para raja naga ini bodoh dan terlalu angkuh sampai menyebabkan bangsa mereka habis di tangan organisasi yang mereka remehkan.


   "Kalau boleh jujur sejarah bangsa naga ini lebih menyedihkan dari yang kuduga."


Reus berpendapat lebih dulu membuat Bahamut terkejut. Dia tidak menduga kata 'menyedihkan' keluar dari seseorang saat mendengar kisah ini.


   "[Kenapa kau menganggapnya menyedihkan?]"


   "Yah, aku paham jika para raja naga sepertimu mempunyai kekuatan kuat sampai hampir tak terkalahkan dan merasa telah berada di puncak dunia kemudian meremehkan makhluk kecil nan fana seperti Order of Chaos, tetapi kalian melakukan pertempuran besar itu juga demi menahan semua itu agar mereka tidak merambat hingga ke Plainfest, bukan?"


Bahamut melebarkan matanya mendengar penjelasan Reus lebih lanjut.


Alasan utama Bahamut bertarung mungkin demi keselamatan bangsanya sendiri tetapi dia ingat sewaktu pertempuran itu dirinya juga berpikir agar kerajaan yang telah dibangun susah payah di Plainfest itu tidak terlibat oleh pertarungan yang diakibatkan oleh keangkuhan bangsa naga.


   "Kalian juga pergi dari benua ini karena memikirkan ras-ras tak bersalah yang bisa menjadi korban konflik naga yang mungkin terjadi."


Reus meluapkan perasaannya sambil membayangkan dirinya berada di tengah pertempuran besar tersebut. Menyaksikan naga satu demi satu jatuh dari langit tanpa nyawa yang bisa dikatakan juga demi melindungi Plainfest.


   "Semua yang kalian bangsa naga lakukan untuk benua ini tidak pernah terdengar oleh mereka yang dilindungi itu, tanpa diketahui maupun jasa seperti ini.... Jika bukan menyedihkan lantas aku harus menyebutnya apa?"


Reus memang manusia. Dirinya bukanlah naga yang bisa memahami seperti apa cara hidup ataupun pola pikir seekor naga tetapi mendengar kisah gugurnya para naga yang tanpa seorang pun ketahui, membuatnya meneteskan air mata.


Bahamut sedikit tercengang melihat seorang manusia, apalagi seorang Immortal Being yang notabenenya bukanlah manusia dari dunia ini, menangisi kesalahan yang dibuat oleh naga akibat keangkuhan mereka.


Dia bisa melihat Ikshan juga merasakan hal yang sama meski tidak sampai meneteskan air mata. Dia merasa terharu dapat bertemu orang seperti mereka berdua walaupun dirinya telah mati.


Biasanya di saat seperti ini Ibane akan tertawa begitu melihat kelemahan Reus ataupun Ikshan namun mungkin karena terbawa suasana sedih dari kedua pemain tersebut, Ibane menundukkan kepalanya ikut merasa sedih.


Butuh beberapa waktu bagi Reus dan Ikshan mengatur kembali perasaan mereka, Ibane juga meskipun tidak sampai mengucurkan air mata dia menyadari perasaannya sedikit kacau.


   "Ah, ini semua karenamu, Bahamut. Kalau saja kau tak bercerita mengenai kebenaran bangsa naga itu maka suasananya tidak akan menjadi muram begini."


Bahamut tidak bisa menemukan kata untuk membalas perkataan Ibane, padahal merekalah yang bertanya mengenai kebenaran tentang kematian Raja Naga Putih.


   "Omong-omong, kalau kau sudah gugur di pertempuran besar itu kenapa kau masih bisa hidup di sini?"


Setelah mengatur kembali perasaannya Ikshan menanyakan hal paling penting yang sempat terlewatkan saat Bahamut bercerita. Reus yang sudah merasa lebih baik juga memperhatikannya menunggu jawaban.


   "[Naga mempunyai kemampuan khusus yang bisa melepaskan roh mereka dari raganya saat mereka mati. Mereka bisa tetap hidup selama roh mereka belum mati namun alam kehidupan dan kematian juga mempunyai peraturan mutlak.]"


Bahamut mengepakkan sayapnya pergi dari bahu Reus dan hinggap di kepala Ibane.


   "[Ketika roh tanpa raga melayang bebas di antara kedua alam ini, tidak hidup namun tidak mati juga maka alam kematian secara otomatis akan menarik mereka.]"


   "Apa itu juga berlaku bagi monster jenis Astral seperti Ghost?"


   "[Tentu saja, namun semakin kuat eksistensi sebuah roh maka semakin cepat pula alam kematian menariknya. Jika itu monster Astral yang berasal dari roh manusia atau ras fana lainnya maka bertahan sampai seratus tahun lebih pun mereka mampu, tapi tidak bagi kami para naga.]"


Bahamut menambahkan roh naga bergentayangan di antara alam hidup dan mati hanya sekitar 10 tahun paling lama. Jikapun terdapat pengecualian seperti naga muda atau naga yang mati karena penyakit mungkin mampu bertahan sampai sekitar 30 tahun.


   "Bagaimana denganmu? Bukankah kau bisa merasuki Ibane karena rohmu mampu bertahan sampai ratusan tahun?"


Dungeon tanpa nama yang mempertemukan Bahamut dengan Ibane-lah tempat yang dipilih Bahamut sebagai tempat untuk menjaga rohnya.


Bahamut juga yakin jika raja naga lainnya sudah menyiapkan rencana serupa jikalau mereka sungguh harus menghadapi kematian. Masih ada kemungkinan para raja naga bangkit kembali melalui perantara seperti Ibane.


   "Perantara? Jadi, bisa dibilang Ibane adalah wadah roh dan tempatmu mempersiapkan kebangkitan?"


   "[Begitulah. Sebagai gantinya aku akan memberikan kekuatan kepada inangku, Ibane.]"


Reus mengangguk pelan sedikit banyak memahami cara kerja teknik roh serta proses kebangkitan yang dipersiapkan raja naga ini. Dia lalu memandang Ibane.


   "Apa kau tak keberatan? Misalkan Bahamut bangkit mungkin nyawamu—tidak, akunmu mungkin akan hilang dimangsa olehnya."


   "Itu tidak akan terjadi."


   "[Ibane hanya akan seperti melahirkanku secara tunggal jika aku berhasil bangkit, jadi tidak perlu mengkhawatirkan hal seperti itu.]"


Reus dan Ikshan mengerutkan dahi merasa aneh mendengar seorang pria akan melahirkan, apalagi 'secara tunggal'. Jika percakapan ini dibawa ke dunia nyata mungkin akan menjadi bahan perdebatan antara 'kaum lurus' dan 'kaum sesat'.


Seakan tidak terima Ibane memukul dagu Bahamut cukup keras sampai raja naga kecil tersebut terhempas dan menjerit kecil. Dia ingin menggigit kepala Ibane sebagai balasan tetapi Draconian tersebut memberi alasan yang bagus untuk menangkal gigitan Bahamut.


   "Jangan mengatakan sesuatu yang bisa menimbulkan salah paham! Enak saja kau bilang aku melahirkanmu! Kalau aku wanita mungkin masih bisa diterima tapi aku laki-laki! Setidaknya katakan kau seperti mengambil DNA-ku sebagai dasar struktur tubuhmu!"


   "[Uhm, mengenai itu aku yang salah. Aku minta maaf.]"


Ibane mendengus kesal masih tak terima Bahamut menyebutnya seperti wanita, sementara Reus dan Ikshan tersenyum kering tidak tahu harus menanggapi apa terhadap reaksi barusan.


Reus berdeham sejenak melanjutkan pembahasan awal yang kini jauh melenceng.


   "Jadi, selain hubungan Bahamut dan Arshwind serta kebenaran sejarah bangsa naga, apa lagi yang harus kami ketahui tentang rahasiamu?"


   "Kelas, senjata, skill, kemampuan, serta gaya bertarungku juga kalian perlukan dalam pertempuran nanti, bukan? Kenapa kau bertanya seolah kita akan kehabisan bahan obrolan malam ini?"


Reus berkedip sejenak sebelum memandang Ikshan yang juga sama terkejutnya dan kembali melihat Ibane yang kini malah terlihat bingung terhadap tingkah mereka.


   "Bukankah informasi seperti ini justru lebih fatal dibandingkan kebenaran sejarah bangsa naga tadi?"


   "Heh, kita ini sudah bisa dibilang teman seperjuangan dengan tujuan menumpas habis Order of Chaos. Untuk apa menyimpan hal seperti ini dari seseorang yang bisa kupercayakan punggungku?"


Reus sebenarnya ingin membantah agar Ibane jangan terlalu percaya terhadap orang lain seperti mereka namun Ibane tak mempermasalahkan hal sejenis itu dan dia bisa mempercayai Reus dan Ikshan sepenuhnya.


   "Memangnya ada orang jahat yang menangis karena kebenaran konyol sejarah bangsa naga seperti barusan?"


Tanggapan Ibane membuat muka Reus memerah. Dia sudah mulai melupakan kejadian barusan tapi Ibane justru mengingatkan kembali Reus.


Biarpun itu perasaan Reus yang sesungguhnya, sebagai lelaki berusia 20-an ke atas tentu saja akan merasa malu jika menangis di depan orang lain.


Malam itu Reus, Ikshan, serta Ibane membicarakan tentang informasi avatar mereka sampai pagi sambil membahas kombinasi-kombinasi skill ketiganya agar dapat digunakan lebih efektif dan efisien.


Mungkin ini terdengar berlebihan namun melalui pembicaraan panjang kali lebar inilah lahir sebuah Party yang melegenda dalam Orbis Online di masa depan.