Orbis Online

Orbis Online
58. Kemenangan yang Tak Terduga



Saat ini Ramsey tengah berdiri berhadapan dengan si Necromancer Hobgoblin buncit yang sedang dilanda kemarahan besar. Bagaimana tidak? Hecatoncheires—bawahan andalannya yang sangat berharga—berhasil dikalahkan dalam hitungan detik?


Status dan level Reus memang tidak bisa memberi luka besar pada Hecatoncheires milik si Hobgoblin, namun berkat Ability yang dimiliki Blackstar—Magic Devour—dan puluhan skill tipe Magic kuat yang telah diserap, Reus dapat mengalahkan monster mob menjijikkan berlevel jauh lebih tinggi di atasnya.


Meski begitu kemampuan dan keterampilan Reus benar-benar tidak bisa dianggap remeh. Bahkan sang Orc—Raevlog—terkagum melihat gerakan-gerakan indah nan tajam yang ditunjukkan Reus ketika melawan Hecatoncheires milik si Hobgoblin.


   "Minggir, bedebah. Yang ingin aku habisi bukanlah kau, tapi manusia yang sedang duduk di sana!"


Tak kuasa menahan amarahnya yang meletup-letup, si Hobgoblin menghentakkan tongkat sihirnya sekali lagi ke tanah kuat-kuat. Muncul puluhan tubuh manusia dan monster dari bawah tanah yang dibalut luka-luka besar nan membusuk—Zombie.


Puluhan Undead yang bernama Zombie ini bukan Zombie biasa, tapi Zombie Knight.


Zombie merupakan salah satu makhluk Undead rendahan, namun kekuatan dan Equip yang mereka miliki tidak setara dengan pernyataan tersebut. Level mereka sekitar 40-an ke atas, status yang jauh melebihi levelnya sendiri, serta Equip lengkap yang terdiri dari zirah besi, pedang, tameng, tombak, dan Equip lainnya seperti seorang kesatria. Itulah yang dinamakan Zombie Knight.


   "Heh, kau meremehkanku, ya?"


Bersamaan dengan terbakarnya semangat di dalam dirinya, Ramsey mengerahkan suatu skill khusus yang hanya bisa dipelajari oleh pemilik kelas yang mengandalkan tubuh secara langsung untuk bertarung—Fighting Aura namanya.


Fighting Aura adalah skill bertipe Chant yang mampu meningkatkan seluruh status sebanyak 10% dan memberikan tekanan dan intimidasi terhadap semua yang pengguna anggap lawan. Bergantung pada levelnya, efek Fighting Aura dapat meningkat drastis dan bisa menjadi salah satu skill andalan.


Si Hobgoblin buncit itu sedikit merinding ketika Ramsey mengerahkan Fighting Aura, namun ia tidak berniat mundur. Sebaliknya, ia malah memerintahkan semua pasukan Zombie Knight-nya menyerang sosok manusia di depannya tersebut.


Sayang sekali bagi Hobgoblin itu, seluruh Zombie Knight-nya sudah habis tak tersisa dalam waktu kurang dari lima detik. Hal ini lantas membuat Reus, Raevolg, dan lainnya terbelalak setengah mati.


Zombie Knight terkenal sebagai monster mob ras Undead yang memiliki status Vit tinggi, tapi puluhan monster itu habis dalam sekejap seperti gerombolan nyamuk yang dihantam menggunakan raket listrik. Semuanya dilibas tak bersisa.


   "Hanya seperti ini kekuatan pasukanmu?"


Ramsey mengacungkan jari tengahnya kepada si Hobgoblin sambil melontarkan pertanyaan provokasi. Tentu hal ini membuat si Hobgoblin kehilangan ketenangan diri dan akhirnya memanggil seluruh bawahan Undead level rendah dan menengah miliknya.


Tidak sampai lima detik berjejerlah ratusan Undead yang terdiri dari beberapa jenis Undead seperti Skeleton, Zombie, Zombie Knight, dan lain sebagainya. Ramsey melihatnya dengan mata sayu dan nampak tidak tertekan sama sekali.


   "Bagaimana sekarang, hah!? Kau pasti takut, kan!? Itu benar, takutlah pada pasukanku! Takutlah pada kekuatanku! Takutlah pada Undead Army-ku ini!"


Sembari mengenalkan salah satu kemampuan terkuatnya, si Hobgoblin itu mengangkat dirinya setinggi mungkin di hadapan Ramsey yang ia kira sok tenang. Yah, bagi seseorang yang berasal dari ras Goblin tentu kecerdasannya tidak begitu tinggi jika dibandingkan dengan manusia.


Ramsey hanya menghela nafas, kemudian menarik tinju kanannya menerapkan kuda-kuda memukul menggunakan satu tangan sekuat tenaga. Ia menarik nafas sedalam-dalamnya, lalu menghelanya lagi pelan-pelan berusaha berkonsentrasi.


Selang beberapa detik, kepalan tangan kanannya mengeluarkan sinar berwarna pelangi yang menyilaukan mata. Merasa skillnya sudah siap, Ramsey mendorong tangan kanannya itu sekuat tenaga sambil mengerahkan sejumlah besar Energy pada satu serangan mematikan tersebut.


   "Ultimate Skill : Titan Cannon!!"


Blaaaarr!!


Ledakan raksasa tersebut sekali lagi mencuri perhatian dari para pemain maupun monster yang sedang berperang. Bahkan tim liputan Orbis News dan penonton yang ada di rumah juga dibuat terkejut dan menganga sekaligus melihat efek ledakan besar barusan.


Kurang lebih lima detik setelah tercipta, ledakan yang dihasilkan dari Titan Cannon milik Ramsey itu mulai mengecil dan mengecil lalu pada akhirnya menghilang. Di sana terpampang jelas jejak skill mematikan yang dapat menghancurkan tanah hingga menjadi pasir dalam sekejap tersebut.


Tidak ada jejak dari sekelompok monster elit yang berlindung di belakang ratusan Undead Army barusan.


   "He-hebat."


Menyaksikan kekuatan penuh Ramsey dari dekat, Reus melontarkan satu kata itu tanpa disadari. Kekuatan mutlak yang menghabisi segala sesuatu yang menghalangi jalannya tanpa hambatan, Titan Cannon. Ia belum pernah mendengar keberadaan skill itu sebelumnya.


Reus tahu bahwa Ramsey sangatlah kuat dibandingkan dirinya, namun ia tak menyangka bahwa sahabatnya di dunia nyata ini sangat kuat hingga mampu menghabisi ratusan monster mob Undead sekaligus dalam satu serangan. Jika saja ia bertarung melawannya saat ini, jelas sekali bahwa dirinya akan kalah dalam kurun waktu kurang dari satu detik.


   "Wow, ternyata skill ini hebat sekali. Aku tidak tahu kemampuan skill ini ternyata begitu hebat."


Bleetak!!


   "Berengsek, jangan membuat kekagumanku menghilang begitu saja dong!"


Mendengar ucapan Ramsey barusan, darah Reus tiba-tiba naik ke puncak kepala dan meledak sehingga tangannya mengayunkan sisi tumpul Blackstar menghantam kepala pemain berambut merah api tanpa pikir panjang sekuat tenaga.


   "Hei, apa yang kau lakukan!?"


   "Aku memukulmu! Kau tidak sadar dengan hal sekecil itu, hah!?"


   "Maksudku untuk apa kau lakukan itu!? Apa salahku!?"


   "Kau membuat kekagumanku terhadapmu hilang seketika hanya dengan ucapanmu barusan, bego!"


   "Hah!? Apa maksudmu!?"


   "Kupikir kau itu memang benar-benar kuat di dunia virtual seperti ini sejak beberapa lama sebelum kita bertemu di sini, tapi semua itu sirna karena perkataanmu yang mengungkapkan kalau kau baru saja mengetahui kekuatanmu sendiri!"


   "Mau bagaimana lagi, soalnya skill itu baru saja kudapat dari Fortuna Slot dan ini kesempatan bagus bagiku untuk mengujinya!"


   "Tapi tidak perlu kau katakan terang-terangan begitu, kan!? Rasa kagumku terhadapmu hilang!"


   "Masa bodo dengan rasa kagummu!"


Setelah akur dan akrab sampai selama ini, muncullah benih pertengkaran baru mereka yang menghiasi kemenangan pihak pemain Raid yang dimulai Ramsey secara tidak sengaja dan disusul oleh Reus yang tak terima atas pernyataan sahabatnya itu.


Perang ya perang, persahabatan ya persahabatan. Tidak ada yang bisa memutuskan ikatan unik kedua pemain ini.