Orbis Online

Orbis Online
55. Pertempuran Tengah



Perang antar kelompok Raid pemain dan kubu monster mob elit telah berbentrokan sesaat lalu tepat di depan desa Viredeta. Besi demi besi, darah demi darah, teknik demi teknik, sihir demi sihir, kekuatan demi kekuatan, dan masih banyak lagi memenuhi medan perang.


Pertempuran sudah masuk babak terakhir, semua kemampuan dikeluarkan oleh banyak pemain demi membasmi monster mob yang dapat mengancam keberadaan kota Livetuna yang tak jauh dari tempat itu.


Semua pemain memamerkan kemampuan dan skill mereka dalam bertarung sesuai dengan kelas dan keahlian mereka masing-masing. Tujuan utama mereka memang bukanlah pamer kemampuan ataupun skill, namun sudah sewajarnya pemain Orbis Online ingin menarik perhatian dan ketenaran.


Zraaatt!!


Dalam satu ayunan berisikan Swing, Reus memenggal kepala sesosok White Troll yang tengah berlari ke arahnya. Hal ini tentu dikarenakan efek dari kedua skill pasif Sword Arts dan Martial Arts yang meningkatkan statusnya setiap naik level, serta Bonus Skill dari Blackstar yang bernama Black Form.


Ia berada di barisan paling depan seorang diri tanpa bantuan siapapun. Karena status Dex, Str, dan Vit-nya terus bertambah setiap naik level, semakin banyak monster yang ia bunuh maka semakin kuat pula dirinya. Namun hal itu sepertinya sedikit terhambat karena sistem peningkatan level yang dimiliki Blackstar.


Blackstar harus menyerap monster yang telah dibunuh oleh pengguna agar levelnya dapat bertambah dan karena itu Reus harus rela kehilangan exp dari monster yang ia bunuh sebelumnya. Tetapi ia menghentikan perkembangan Blackstar beberapa waktu lalu dan mulai fokus terhadap dirinya terlebih dahulu.


Hal itu ia lakukan agar levelnya meningkat dan statusnya bertambah sehingga dirinya juga ikut bertambah kuat. Meski memang tidak begitu drastis dan tak bisa langsung diterapkan dalam pertarungan, setidaknya ia bisa menabung CP yang ia dapat dari perolehan kenaikan level untuk meningkatkan statusnya sesuai keinginan.


   "Ramsey, kau tak apa-apa?"


   "Kau pikir aku ini siapa? Kamu sendiri?"


   "Yah, aku sudah menggunakan sekitar tujuh botol HP Potion I dan staminaku semakin lama semakin berkurang."


Reus berusaha mengatur nafasnya yang menggebu-gebu karena otot-ototnya kekurangan oksigen. Walau Orbis Online hanya sekedar game virtual, fitur dari Solid Gear yang mampu mengakses kegiatan otak dan direalisasikan ke dalam dunia virtual itu benar-benar canggih sampai dapat hampir menyalin keseluruhan data tubuh pengguna di dunia nyata.


Sementara Reus tengah mengatur nafas, Ramsey menghajar semua monster-monster mob yang berusaha mendekati Reus sebagai bentuk perlindungan. Ia tahu bahwa saat ini Reus merupakan sosok penting di kelompok Raid pemain ini, jadi ia memutuskan untuk melindunginya agar semangat pasukan tidak terjun bebas.


   "Banyak sekali bajingan-bajingan ini! Shatter Ground!!"


Muak terhadap jumlah monster mob yang tak terhitung jumlahya mendatangi dirinya dan Reus, Ramsey menyatukan kedua tangannya dan mengangkatnya tinggi-tinggi melebihi tinggi kepalanya sendiri, lalu menerjunkannya sekuat tenaga menghantam tanah tempatnya berdiri.


Blaaarr!!


Sebuah ledakan dan pecahan-pecahan tanah besar tercipta dari benturan tersebut. Ini adalah efek dari salah satu skill milik Ramsey, Shatter Ground namanya.


Shatter Ground merupakan salah satu skill yang biasanya dimiliki oleh semua pemain berkelas Fighter, Martial Artist, atau semacamnya. Daya hancur dari skill ini memang sangat kuat dan mampu mengguncangkan lawan dalam jumlah yang cukup banyak, tapi damage yang dihasilkan secara langsung sangatlah sedikit—berhubung skill ini memang bukanlah skill untuk merusak langsung, melainkan mengecoh lawan dan menggoyahkan gerakannya dalam beberapa saat.


   "Hei, masih ada aku di sini!!"


Kesal karena Ramsey menggunakan skill dengan area damage-nya tanpa berpikir panjang dan mempedulikan sekitar, Reus yang terkena sedikit damage dari Ramsey itu meluapkan setitik emosi sesaatnya. Ia memang merasa kesal, namun dengan hal ini Reus bisa menyerang melalui celah-celah yang tercipta.


Reus pun mengaktifkan Adrenaline Mode-nya, lalu melesat secepat mungkin ke segala arah menapak pada pecahan-pecahan tanah yang dihancurkan Ramsey. Gerakannya terbilang cukup cepat dibanding rata-rata Swordsman selevelnya, namun Ramsey masih bisa melihatnya dengan jelas. Tentu ini dikarenakan perbedaan level dan status—serta pengalaman pula.


Meski Reus masih menggunakan Black Form dari Blackstar-nya yang meningkatkan seluruh statusnya sebanyak 50%, bagi Ramsey kecepatan tersebut bukanlah apa-apa ketika dirinya mengingat kembali pertarungannya melawan sesosok monster pemilik kecepatan yang mengerikan.


   "Ramsey, merunduklah!"


Mendengar peringatan Reus, Ramsey segera melakukan perkataan itu dalam sekejap. Ia memang tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Reus, tapi ia bisa merasakan bahwa sahabatnya itu akan mengeluarkan sesuatu yang dahsyat. Itu bisa ditebak dari intonasi suaranya yang lebih tinggi dari biasanya.


Segera setelah Ramsey merunduk, Reus memutarkan tubuhnya pada poros kaki kanannya sambil mengayunkan Blackstar 360 derajat. Tidak cukup sampai di sana, Reus juga melepaskan sihir api pemberian pemain lain yang masih ia simpan di dalam Blackstar sehingga terbentuklah sebuah cincin api raksasa—jika dilihat dari atas.


Cincin api tersebut membakar hampir semua monster mob yang dilaluinya dalam sekali sentuh.


   "Fire Circlet!"


Kemampuan barusan memang bukanlah skill, tapi Reus menggabungkan Ability Magic Devour milik Blackstar yang dapat menyerap dan melepaskan skill sihir dan gerakan cepatnya sehingga tercipta gerakan yang terlihat seperti skill. Ia menamakan gerakan ini Fire Circlet—satu gerakan yang bisa menghempaskan seluruh musuhnya dalam satu tebasan.


Walau terdapat beberapa monster mob yang belum tewas terkena Fire Circlet, itu memberikan celah bagi Reus untuk menebas mereka semua dengan kecepatannya.


Zraatt!!


Tidak ingin membuang kesempatan, dalam sekejap Reus berhasil menghabisi monster-monster mob yang tersisa di sekelilingnya. Hal itu tentu membuat Ramsey melongo hebat di atas tanah. Pemain kelas Swordsman mana yang bisa mengeluarkan sihir api seperti itu selain orang di depannya ini? Jawabannya adalah tidak ada.


   "Guuooohh!! Tuan Raevolg telah tiba!!"


Sementara Ramsey terkagum dan Reus memulihkan staminanya sebentar, terdengar suara menggelegar dari arah gerbang desa Viredeta. Keduanya menoleh secara bersamaan—setelah Ramsey bangkit dari posisi tiarap di atas tanahnya.


Di arah sekitar gerbang desa Viredeta nampak sekelompok monster ber-Equip cukup hebat nan mencolok dalam jumlah kurang dari sepuluh orang. Itu cukup sedikit, namun aura dan tekanan yang mereka pancarkan jauh lebih pekat dan berat dibandingkan puluhan personel pasukan monster mob yang menyerang sekaligus.


Hal ini membuat Reus dan Ramsey mengerutkan dahinya memikirkan kemungkinan yang paling mendekati kenyataan perang. Ya, benar sekali, diantara sekelompok monster tersebut terdapat Raevolg yang merupakan pemimpin monster-monster mob ini.


Keduanya pun mendenguskan nafas kasar dari hidung mereka, lalu melontarkan satu kalimat yang sama persis tanpa kontak apapun.


""Itu kepala mereka.""