
"Uhh... kepalaku...."
Ikshan memegangi kepalanya merasakan pening hebat begitu bangun tidur, wajahnya juga terlihat begitu buruk dan pucat. Dia merasa ada yang aneh pada dirinya, namun tak bisa mengingatnya.
Saat kebingungan melanda otaknya, Ikshan mendengar suara yang tak asing.
"Oh, kau sudah bangun?"
"Ah, Reus? Di mana ini?"
Benar, dia adalah Reus, satu-satunya sosok manusia selain Ikshan di seluruh Dragnar.
"Di penginapan."
"Penginapan?"
Reus menjelaskan kejadian semalam di mana Ikshan mabuk berat setelah menghabiskan segelas besar Arak Sungai Nirvana pemberian Nocht.
"Arak Sungai Nirvana?"
Ekspresi Ikshan menjadi buruk begitu mendengar nama minuman keras yang dia habiskan semalam, hal itu menarik perhatian Reus yang kemudian bertanya lebih jauh mengenai arak tersebut.
Ikshan menjelaskan bahwa Arak Sungai Nirvana adalah salah satu minuman keras istimewa yang teramat kuat di seluruh Plainfest, hanya orang-orang tertentu yang dapat mengonsumsi minuman ini dalam ukuran gelas besar tanpa mengalami efek samping tertentu.
Dia juga menambahkan Arak Sungai Nirvana bahkan dapat menyebabkan kematian jika orang biasa mengonsumsinya sembarangan.
"Kalau aku tidak salah mengingat arak ini mengandung kadar alkohol tidak kurang dari 90% jika di dunia nyata."
"Sembilan puluh persen?!"
Reus sontak menjerit mendengar penjelasan Ikshan. Dia memang sudah menduga Arak Sungai Nirvana setidaknya mengandung lebih dari 70% alkohol, tapi tak menyangka kandungannya mencapai 90%.
Saat wajah Ikshan masih begitu pucat disertai ekspresi yang menunjukkan kengerian Arak Sungai Nirvana, Reus diam-diam bersorak dalam hati.
'Beruntung aku tak memaksakan diri meminum arak itu semalam!'
Pada akhirnya Reus meminta Ikshan beristirahat saja untuk memulihkan kondisinya. Biarpun tidak berefek langsung pada tubuh nyata, tetap saja meminum alkohol dengan kadar setinggi itu tanpa diketahui bisa menjadi pukulan keras bagi mental siapapun.
Lagipula berkat Arak Sungai Nirvana tersebut, Ikshan mendapat status buruk berupa Drunk yang menyebabkan penurunan status ditambah tubuhnya yang tidak begitu menuruti perintahnya. Dia juga masih merasa sedikit pening.
"Omong-omong Reus, kau mau pergi?"
"Begitulah, ada yang ingin kubicarakan dengan Nocht."
Reus tidak menjelaskan detailnya tetapi hal itu amatlah penting. Ikshan ingin mengikuti Reus namun kondisi tubuhnya tak mendukung, dia bahkan sampai kesulitan berjalan.
"Sudahlah, lebih baik kau beristirahat saja."
"Baiklah, aku akan menurut saja hari ini."
Setelah berkata demikian Ikshan segera terlelap, sementara Reus sendiri tersenyum kecil melihat sikap rekannya tersebut. Dia meletakkan beberapa botol Potion yang dapat meringankan kondisi Ikshan.
Reus sempat memeriksa kondisi Ibane di kamarnya yang ternyata tidak terlalu jauh berbeda dari Ikshan. Pemuda itu terbaring lemas di kasurnya sambil menahan mual dan pusing. Karena merasa iba akhirnya Reus memberikan beberapa Potion serupa untuk mengurangi kondisi Ibane sebelum melangkah keluar penginapan.
Tidak butuh waktu lama bagi Reus untuk mencapai Toko Delima Hitam selepas melangkah dari penginapan yang disewa, dia segera melalui pintu sembari menyapa Nocht yang nampaknya tengah membereskan beberapa barang di toko.
"Oh, Reus. Ada perlu apa kemari?"
"Sebenarnya ada yang ingin kubicarakan secara empat mata, tapi kelihatannya kau sedang sibuk."
Reus memperhatikan sekelilingnya, dia menyadari Nocht bukan hanya sekedar membereskan barang melainkan bersiap untuk menutup toko miliknya ini dan Reus mengetahui alasannya. Nocht menggaruk kepala mengetahui Reus menangkap maksudnya.
Nocht mengakui niatnya hendak mengunjungi Sylph dan Aulcrat di Lavore Kingdom, tetapi situasi Bailendra Kingdom sama sekali tidak mendukung hal tersebut.
Memang benar selain perbatasan yang diperketat, turis serta pelancong dari negeri luar selalu diawasi dan akan dipersulit jika ingin keluar mengingat kondisi saat ini. Nocht yang bukan manusia sekalipun akan sulit meninggalkan Bailendra Kingdom sekarang.
Reus ingin memastikan rencana Nocht mengenai hal tersebut, tetapi Nocht memasang tersenyum kecut sambil menggaruk pipi.
"Kalau boleh jujur aku tidak punya rencana apapun."
"Serius?"
"Duarius."
Nocht menambahkan dia berniat pergi ke gerbang seperti di negeri lain dan berbincang dengan penjaga sambil meminta izin secara jujur agar tidak dicurigai. Kemungkinannya kecil, tapi bukan mustahil.
Reus tidak bisa langsung bereaksi terhadap rencana tak terencana Nocht, dia merasa kesal dan bingung bercampur aduk membuat kepalanya berdenyut. Dia menarik serangkaian nafas dan menghembuskannya sesudah merasa lebih tenang bersamaan sebuah ide terlintas di benaknya.
"Aku mempunyai suatu cara yang memungkinkan kita pergi dari negara ini tanpa menarik perhatian. Apa kau tertarik?"
Nocht mengangkat sebelah alisnya mendengar perkataan Reus, dia kemudian meletakkan barang bawaannya di lantai menanggapi pernyataan Reus. Dia menatap pemuda tersembut dari bawah ke atas lalu mengusap dagu.
'Kalau dipikir-pikir anak ini bahkan mampu mengatasi lebih dari seribu pasukan berlevel di atasnya, ucapannya bukan sekedar omong kosong.'
Bohong jika Nocht mengatakan tidak tertarik terhadap pernyataan Reus mengingat seharusnya Reus sendiri sudah merasakan betapa ketatnya penjagaan dan perbatasan Bailendra Kingdom, jika Reus masih berani berkata demikian maka dia mungkin sungguh mampu melakukannya.
"Baik, aku mendengarkan."
Meskipun dia mengetahui Reus adalah sosok di balik bebasnya Aulcrat dari kendali Lucius Maen'ra, bukan berarti Nocht langsung mempercayai semua ucapan yang dilontarkan Reus. Dia juga perlu mewaspadai berbagai hal karena kondisinya sendiri tidaklah prima berkat kutukan dari Order of Chaos.
Reus tersenyum sejenak mendengar tanggapan Nocht. Dia kemudian membisikkan skill Hyper Switch-nya yang mampu bertukar tempat dengan benda yang telah dia sentuh tanpa menghiraukan jarak selama benda tersebut tidak disentuh oleh orang lain.
"Kau mempunyai skil sehebat itu?"
Nocht terbelalak hebat begitu mengetahui tentang Hyper Switch. Dia memang mengetahui terdapat beberapa Item atau skill yang mampu melakukan hal serupa, tetapi itu amatlah langka dan hampir mustahil dimiliki oleh seorang individu.
Nyatanya tebakan Nocht meleset dan pemilik skill tersebut ada di depan matanya.
"Begitulah, tapi aku serta kemampuan sepraktis ini tidaklah gratis."
Reus memasang senyum kecil sambil memberi isyarat agar Nocht bersedia membayar, membuat Nocht menyunggingkan senyuman masam sejenak sebelum menggaruk kepala.
"Baik, apa yang kau inginkan sebagai bayarannya?"
"Sederhana saja, aku ingin kau membuatkanku sebuah Equip tertentu."
"Membuat Equip?"
Reus mengangguk pelan mengonfirmasi keraguan Nocht, tetapi beberapa saat kemudian Dwarf berkulit gelap tersebut menggeleng menolak permintaan itu. Reus ingin bertanya alasan di balik penolakan Nocht namun Nocht mengangkat suaranya lebih dulu.
"Kau lupa aku terkena kutukan dari Order of Chaos yang membuat kemampuan menempa sekaligus staminaku menurun? Aku tidak bisa menempa Equip yang memuaskanmu dengan kondisiku sekarang."
"Oh, hanya itu? Kurasa aku punya solusinya."
Nocht lagi-lagi dikejutkan oleh perkataan Reus, namun belum sempat dia mempertanyakan hal tersebut Reus mengambil sesuatu dari Inventory-nya. Sebuah botol berisikan air bening yang sekilas terlihat dapat ditemukan di manapun.
Dahi Nocht mengerut merasa kebingungan melihat botol air bening itu, sementara Reus tersenyum kecil sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Kau tahu ini apa?"