Orbis Online

Orbis Online
63. Pengungsian



Semenjak kedatangan si Assassin bersyal merah tersebut, pertarungan Reus menjadi sangat mudah. Pasalnya Assassin itu memiliki Magic Skill berelemenkan angin yang dapat mengatasi para Goblin Archer yang bersembunyi di dalam gedung dari jarak jauh. Kemungkinan besar ia mendapatkan dan menggunakan Elemental Rune berelemen angin.


   "Terima kasih atas bantuannya, ehm...."


   "Lyra."


   "Lyra, terima kasih."


Reus menyarungkan kembali pedangnya di punggung ketika pertarungan telah selesai. Ia menghela nafas lega mengetahui kenyataan dirinya masih berdiri di sini tanpa harus kembali ke dunia nyata secepat kilat setelah log in kembali.


Tanpa mempedulikan Reus yang masih sedikit bingung terhadap situasi Livetuna, Lyra hanya melangkahkan kakinya menuju arah belakang Reus—tempat dari mana ia datang sebelumnya. Sontak saja Reus berjalan mengikutinya yang entah kemana tujuan sang Assassin itu.


Dalam perjalanan yang entah kemana tujuannya, Reus menanyakan beberapa hal tentang keadaan Livetuna saat ini kepada Lyra. Satu per satu pertanyaan dilontarkan, namun Lyra hanya menjawab beberapa yang penting saja.


Lyra menjelaskan bahwa saat ini Livetuna telah kehilangan tiga perempat wilayahnya dikarenakan serangan mendadak dari pasukan Goblin dan Hobgoblin level tinggi. Bagi kebanyakan pemain tentu Goblin biasa tidak begitu hebat dan kuat, tetapi yang menjadi masalahnya adalah para Goblin Warrior, Goblin Archer, Goblin Shaman, dan beberapa Hobgoblin yang cukup mengerikan.


Livetuna's Defensive Army juga tidak bisa mengimbangi dan mempertahankan kota dari gempuran gerombolan Goblin yang jumlahnya kurang lebih 5.000 tersebut. Bagaimanapun juga, para pemain berlevel cukup tinggi yang ikut berpartisipasi dalam pertahanan kota Livetuna tidak diuntungkan karena banyaknya musuh yang menyerbu kota dari hampir segala sisi.


Para Goblin menyerang dari sisi selatan, timur, dan barat secara serempak dan hal itu membuat LDA dan pemain lainnya panik bukan kepalang. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya bahwa akan terdapat serangan monster terhadap kota sehingga anggota LDA tak mencemaskan hal tersebut dan bersantai-santai di balik tembok pertahanan Livetuna.


Ketika Orbis Online di-update dan maintenance, semua sistem dan server akan dimatikan untuk sementara agar prosesnya berjalan lancar tanpa kendala. Deraft Corporation sendiri menggunakan suatu sistem khusus yang digunakan untuk memperbaharui Orbis Online sehingga tidak mengangguk sistem dunia itu sendiri. Tetapi karena takut terdapat kerusakan sistem, pihak pengembang tetap mematikan sistem dan server.


Selama update dan maintenance semua waktu dan kegiatan di dalam Orbis Online dibekukan dan seluruh pemain yang masih log in akan dipaksa log out. Seusai update dan maintenance dilakukan, barulah sistem akan digerakkan seperti semula. Di saat itulah para Goblin di sekitar Livetuna melaksanakan penyerangan mereka.


   "Alur cerita yang luar biasa."


Reus tersenyum kecil mendengar penjelasan dari Lyra mengenai situasi Livetuna saat ini. Ia tak menyangka bahwa perkembangan cerita dalam game ini begitu baik dan dramatis dari sisi pemain. Tentu ada beberapa pemain yang tak terima akan hal tersebut, namun secara keseluruhan kejadian ini bisa menjadi plot twist pada dunia Orbis Online.


Setelah beberapa menit menempuh perjalanan dari tempat mereka bertarung, Reus dan Lyra sampai di daerah Livetuna yang tidak terkena dampaknya. Meskipun tiga perempat wilayah Livetuna telah dijajah habis-habisan oleh para Goblin, masih terdapat satu perempat dari keseluruhan luas kota yang masih selamat sehingga tempat tersebut dijadikan tempat pengungsian dan markas pertahanan.


Di sana terdapat banyak sekali tenda-tenda pengungsi serta NPC-NPC yang kehilangan keluarga dan rumah mereka. Terlihat juga beberapa prajurit, dokter, relawan, dan beberapa NPC lainnya yang turut membantu para pengungsi menghadapi bencana ini.


   "Lyra, apakah Quest Center termasuk di wilayah ini?"


   "Tidak, tapi kau bisa mengambil Quest dari resepsionis Quest Center yang mengungsi di sebelah sana."


Lyra menunjuk ke suatu tenda kecil yang di depannya duduk seorang gadis lengkap bersama meja, kursi, serta beberapa lembar dokumen yang harus ia kerjakan. Walau begitu, sebenarnya dokumen tersebut hanyalah pajangan agar dirinya terlihat sibuk.


Setelah mengetahiu letaknya, Reus segera melangkah menuju gadis resepsionis Quest Center dan berniat mengambil Quest yang tersedia.


   "Quest-nya cuma berburu Goblin semua? Yang benar saja."


Begitu melihat Quest yang tersedia, Reus menunjukkan wajah masam yang benar-benar terlihat kecewa. Bagaimana tidak? Semua orang di Livetuna tahu bahwa kota telah dijatuhkan oleh pasukan Goblin kuat. Sudah sewajarnya berburu Goblin adalah Quest yang diprioritaskan.


Walaupun Goblin dinilai tidak terlalu kuat, Reward yang ditawarkan dalam membunuh Goblin cukup menggiurkan bagi pemain pemula.


---


Jenis Quest : Pembasmian


Kesulitan : D


Kota Livetuna telah jatuh di tangan pasukan Goblin secara keseluruhan. Untuk mengembalikan situasi dan merebut kembali daerah Livetuna yang dikuasai, temukan dan basmi Goblin sebanyak mungkin.


Goblin : 0


Reward : 1 Goblin \= 20 Byl


---


Melihat detail Quest-nya, Reus menghela nafas berat. Ia sama sekali tidak menduga bahwa Event Monstrous Invasion bisa menyerang dan menghancurkan kota, bahkan menciptakan Quest tersendiri dari Event itu. Sungguh, Orbis Online adalah game yang sulit ditebak.


***


Berada di luar wilayah aman kota Livetuna, Reus memburu kepala Goblin satu persatu menggunakan Blackstar yang ia genggam. Kebanyakan Goblin yang ia bunuh tidak berlevel 20-an sehingga ia dapat menghabisi mereka dalam satu tebasan.


   "Goblin-Goblin ini memang bodoh dan lemah, tapi jumlah mereka benar-benar merepotkan."


Reus mengeratkan rahangnya mengetahui dirinya bertemu sekelompok Goblin lagi. Namun bukan kelompok Goblin biasa yang ia bunuh sejak tadi, kali ini sekelompok Goblin Warrior berjumlah 10 orang, lima Goblin Archer, dan sesosok Hobgoblin bertubuh besar yang membawa pedang dua tangan raksasa.


Namun di saat terdesak seperti itu bukannya takut dan menyerah, Reus malah memperlihatkan sebuah senyuman penuh arti. Ia mengambil salah satu Item dari Inventory-nya, kemudian menggunakannya dengan cara meniup Item tersebut.


Ketika siulan Item itu berhenti, muncullah sesosok Minotaur kecil setinggi dua meter dari dalam tanah sejauh tiga meter dari tempat Reus berdiri. Benar, Item yang Reus gunakan adalah Minotaur's Summon Horn.


   "Guuuooo!!"


Minotaur tersebut meraung keras begitu seluruh tubuhnya telah terbebas dari tanah. Ia kemudian berbalik dan menatap Reus, namun ia tak melakukan apa-apa. Ia hanya memandang mata Reus, lalu berlutut dihadapannya.


   "Tuan, apa perintah anda?"


Pemain berambut perak mengkilap itu sempat terkejut, tetapi ia berhasil menahannya dan segera memberikan perintah. Reus menunjuk para Goblin Warrior yang ada di depannya dan mengangkat suaranya.


   "Habisi mereka."


---


Jangan lupa dukung terus Orbis Online dan authornya ea 😘