Orbis Online

Orbis Online
187. Permintaan Aulcrat



Alis Reus kembali terangkat, dia merasa tertarik dengan ucapan Aulcrat. Dia menyatukan kedua tangannya di bawah dagu sambil tersenyum kecil.


   "Apa yang anda inginkan dariku, Yang Mulia?"


Aulcrat spontan menelan ludah dan menarik beberapa rangkaian nafas demi memantapkan tekadnya sebelum mengungkapkan bantuan tertentu yang diinginkan dari Reus. Sylph juga membantu menjelaskan beberapa hal yang mungkin disalahpahami oleh Reus.


Reus mendengarkan seluruh ucapan Aulcrat dan Sylph hingga selesai. Saat keduanya selesai berbicara dia lalu menghela nafas berat merasa sedikit menyesal telah memperhatikan penjelasan keduanya begitu serius.


   "Jadi, kalian ingin aku mengantarkan sebuah surat dan membujuk seorang Dwarf dari Bailendra Kingdom untuk kembali? Nocht Alvarion namanya?"


Aulcrat dan Sylph sama-sama mengangguk cepat, membuat Reus menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil mendesah panjang.


   "Maaf jika lancang, tapi boleh kutahu alasannya? Kelihatannya orang ini cukup penting bagi kalian."


Aulcrat dan Sylph sama-sama saling memandang sejenak sebelum mengangguk setuju dan menceritakan semua yang mereka ketahui mengenai Nocht.


Lima tahun lalu Lavore Kingdom memiliki seorang Blacksmith hebat yang namanya menggema ke seluruh Plainfest sebagai salah satu dari Miracle Craftmaster, sepuluh sosok yang digadang-gadang sebagai perajin terbaik di seluruh Plainfest.


Kemampuan menempa Nocht dikatakan sangatlah hebat, bahkan kabarnya Nocht mampu membuat berbagai Equip berkualitas lebih tinggi dari Great Grega dengan mudah selama memiliki bahan dan waktu yang memumpuni.


Berkat kemampuan menempanya yang luar biasa, Nocht diangkat sebagai penempa kerajaan oleh Aulcrat sekaligus mengundang banyak kecemburuan dari banyak negara.


Semua berjalan dengan baik pada awalnya, namun semenjak Lucius Maen'ra yang merasuki Aulcrat memenjarakan Sylph dan membangun altar kegelapan di berbagai sudut Lavore Kingdom, Nocht tiba-tiba menghilang dan keberadaannya belum pernah ditemukan sampai beberapa bulan lalu.


Sosok Dwarf yang memiliki ciri-ciri Nocht terlihat di Bailendra Kingdom.


   'Mungkinkah Dwarf bernama Nocht ini memiliki kepekaan terhadap pancaran energi negatif seperti milik Ash atau Lucius Maen'ra?'


Sebuah dugaan segera terlintas di benak Reus ketika mendengar Nocht yang tiba-tiba pergi dari negara dan meninggalkan jabatan penempa kerajaannya tanpa alasan berarti dari mulut Aulcrat.


Aulcrat dan Sylph bisa melihat kerutan pada dahi Reus mulai merasa gelisah, khawatir Reus menolak permintaan ini.


Keheningan berkuasa selama beberapa saat sebelum Reus kembali mengangkat suaranya.


   "Jadi, alasan kalian ingin aku membawanya kemari?"


   "Tuan Reus sendiri tahu bahwa kekuatan militer kami cukup rendah dibanding rata-rata negara lain sepenjuru Plainfest, bukan? Kami berpikir dengan kembalinya tuan Nocht kekuatan militer kami dapat ditingkatkan melalui senjata-senjata buatannya."


   "Oh, begitu rupanya. Aku paham."


Reus baru teringat bahwa kekuatan militer Lavore Kingdom memang lebih rendah dibanding rata-rata kekuatan militer seluruh kerajaan yang berada di Plainfest.


Menurut informasi yang pernah dirinya baca, Reus mengetahui bahwa setidaknya terdapat 10 negara besar dan lebih dari 20 negara kecil yang tersebar di seluruh Plainfest, baik itu dalam bentuk monarki kerajaan maupun kekaisaran.


Jika harus diurutkan maka Lavore Kingdom bisa dikatakan termasuk 10 kerajaan terlemah dalam kekuatan militer, tidak jauh berbeda dengan negara tetangganya yang sejak dahulu menjalin hubungan permusuhan, Gavore Kingdom.


Meski sebelumnya Reus mampu memberikan perlawanan yang cukup keras pada pertempuran melawan pasukan Lavore Kingdom beberapa waktu lalu, jika Lucius Maen'ra yang merasuki Aulcrat mengerahkan seluruh kekuatan Lavore Kingdom maka kecil kemungkinan Reus dan lainnya mampu bertahan bahkan mustahil memukul mundur pasukan tersebut.


Beruntungnya Lucius Maen'ra berencana untuk menghimpun kekuatan Lavore Kingdom agar dapat dijadikan sebagai bidak bagi Order of Chaos di masa depan sehingga Reus dan lainnya tidak menghadapi pertempuran yang lebih sulit.


   'Kalau dipikir-pikir memang mustahil melawan satu negara hanya beberapa orang saja, kecuali satu party tersebut berisi Hundred Best Player seluruhnya.'


Reus mengusap dagunya ketika menyadari tingkat kesulitan melawan sebuah negara hanya dengan beberapa orang saja sangatlah besar, dia baru sadar sepenuhnya setelah Blackstar dikembalikan oleh Aulcrat beberapa waktu lalu.


Pandangan Reus kemudian teralih pada layar panel semi transparan yang melayang tepat di depan wajahnya.


---


Pemberi Quest : Aulcrat von Lavore Reinberg


Kesulitan : B


Raja Lavore Kingdom, Aulcrat von Lavore Reinberg memintamu untuk mengantar sepucuk surat kepada seorang Dwarf bernama Nocht Alvarion di Bailendra Kingdom dan membujuknya agar kembali ke Lavore Kingdom sebagai penempa kerajaan!


Reward : exp, Byl, Respect


Penalty : Kepercayaan Aulcrat dan Sylph kepadamu akan berkurang.


---


   'Yah, aku juga sedang dalam perjalanan menuju Bailendra Kingdom, jadi mengapa tidak?'


Sambil bergumam dalam hati, Reus menyetujui permintaan Aulcrat dan Sylph yang mana membuat keduanya berseru gembira.


Baik Aulcrat maupun Sylph tidak bisa pergi meski ingin karena harus mengurus kekacauan negara mereka berkat pertempuran beberapa hari lalu serta protes warga yang tidak terima keberadaan altar kegelapan dilarang di Lavore Kingdom, sehingga mereka gembira orang yang dapat dipercaya menerima permintaan ini.


   "Ngomong-ngomong mengenai Bailendra Kingdom, mungkin tuan Reus membutuhkan ini."


Aulcrat mengeluarkan sebuah amplop surat bersegel kerajaan dan memberikannya kepada Reus, sementara pemuda tersebut sedikit kebingungan.


   "Apa ini surat yang akan kuantar?"


   "Bukan, itu adalah surat rekomendasi agar tuan Reus dapat masuk ke dalam Bailendra Kingdom tanpa masalah."


Dahi Reus segera mengerut mendengar pernyataan Aulcrat yang tiba-tiba.


   "Apa Bailendra Kingdom sedang memperketat penjagaan di perbatasan?"


   "Bisa dikatakan begitu."


Aulcrat kemudian menjelaskan bahwa saat ini Bailendra Kingdom sedang panas-panasnya berseteru dengan kerajaan di sebelah timurnya, Menschrein Kingdom.


Menschrein Kingdom merupakan salah satu negara terbesar sekaligus terkuat yang mendominasi Plainfest Utara. Kabarnya ras manusia dianggap superior melebihi ras lain di negara tersebut, bahkan ras High-Human begitu diagung-agungkan oleh penduduknya bagaikan dewa.


Semua ras selain manusia adalah ras kelas dua yang diperlakukan tidak lebih dari budak atau peliharaan di Menschrein Kingdom.


Ketika Aulcrat masih menceritakan betapa kejamnya perlakuan penduduk Menschrein Kingdom terhadap ras selain manusia, Reus tiba-tiba menyerobot perkataan Aulcrat dengan wajah serius.


   "Mungkinkah masalah dua negara ini...."


   "Benar, tuan Reus. Kami cukup yakin itulah yang menjadi akar masalah kedua negara ini."


Reus yang sejak tadi diam dan tenang mendengarkan langsung naik pitam begitu mengetahui penyebab perseteruan di antara Bailendra Kingdom dan Menschrein Kingdom.


Sejak dulu Reus paham benar dua sifat manusia yang paling mendasar dan paling merepotkan, yaitu keserakahan dan keangkuhan.


Hingga saat ini tercatat bahwa ras manusia adalah ras paling banyak tersebar di seluruh Plainfest. Tentu saja karena jumlah yang membahana ini manusia menjadi angkuh dan merasa tak terkalahkan, terutama bagi orang-orang yang didoktrin dengan 'superioritas manusia'.


Biarpun Reus bukanlah orang yang sepenuhnya baik, namun hal seperti doktrin superioritas ras merupakan salah satu hal yang paling dibenci olehnya.


Sebenarnya tidak terlalu masalah baginya jika Menschrein Kingdom memberlakukan ras lain sebagai ras kelas dua asalkan tidak terlalu berlebihan, tetapi nyatanya praktek di tempat itu benar-benar melebihi bayangan Reus—menurut yang dia dengar dari Aulcrat.


Dari sedikit penjelasan Aulcrat saja Reus sudah bisa mengira apa yang menjadi dasar permusuhan antara Bailendra Kingdom dan Menschrein Kingdom hingga menyulut perang besar yang mungkin terjadi di antara keduanya.


   "Darah Dragonewt."