
""Dewa Horen?!""
Reus dan Ikshan yang tidak bisa lagi menahan rasa terkejutnya itu menjerit secara refleks, tetapi suara mereka tidak begitu keras hingga terdengar ke seluruh kediaman ini. Setidaknya hanya sebatas lorong di depan kamar mereka saja.
Harleina hanya tersenyum masam menyikapi reaksi keduanya sebelum menjelaskan sedikit tentang keadaannya saat ini.
Wujud roh rusa yang ada di hadapan Reus dan Ikshan sekarang hanyalah sebagai perantara, sosok asli Harleina tetap berada di puncak gunung Horen. Ia tidak bisa pergi dari sana karena ada sebuah sihir yang membuatnya tidak bisa keluar dari kediamannya.
Harleina juga menjelaskan bahwa dirinya bukanlah dewa seperti yang dianggap oleh masyarakat Hroud, melainkan hanya seorang pertapa yang kebetulan tinggal di puncak gunung. Sebagai pertapa Harleina sudah hidup selama beberapa ratus tahun, bahkan sebelum gunung Horen dihuni oleh Snow Troll dan Yeti.
Dulu ia bisa hidup bebas pergi ke manapun yang ia inginkan, tetapi beberapa ratus tahun lalu Harleina disegel oleh salah satu petinggi kelompok musuh bebuyutannya yang diduga sudah hancur. Berkat segel itu dirinya tidak bisa pergi lebih dari seratus meter dari kediamannya di puncak gunung Horen.
"Ah, maafkan aku, aku malah bercerita yang tidak perlu."
Harleina tertawa kecil menyadari ia bercerita terlalu banyak sampai membawa perasaan pribadinya, namun tanggapan Reus dan Ikshan sama sekali tak sesuai dugaannya. Keduanya mendengarkan ceritanya dengan seksama dan memintanya untuk bercerita lebih jauh.
Ia sempat merasa bingung mendapat reaksi yang tak seharusnya, tapi Harleina melanjutkan ceritanya.
Sebenarnya Harleina tidak begitu keberatan tak bisa pergi dari puncak Horen, namun yang menjadi masalah adalah kelompok tersebut kembali membuat kekacauan di Plainfest. Kekuatan kelompok ini sangatlah kuat, bahkan lebih kuat dibanding sebelumnya. Hal ini disadarinya beberapa puluh tahun lalu.
Meskipun kekacauan di Plainfest yang disebabkan oleh mereka tidak begitu besar, Harleina mengetahui tujuan mereka sebenarnya adalah melemahkan Plainfest secara keseluruhan sebelum menginvasinya besar-besaran.
"Apa kelompok ini memiliki sebutan atau nama? Mungkin aku mengetahuinya."
Reus mengetahui beberapa hal mengenai masa lalu Plainfest dari Arshwind sebelum dirinya dibunuh, salah satunya adalah sebuah kelompok yang berniat membawa dunia jatuh ke dalam kegelapan. Mungkinkah musuh yang dihadapi Harleina adalah kelompok yang sama dalam penjelasan Arshwind.
"Hmm, aku tidak tahu apa sebutan mereka pada zaman ini, tapi dulu mereka disebut Order of Chaos."
Ekspresi Reus menjadi masam ketika mendengar nama kelompok tersebut. Benar, nama Order of Chaos tidak lain dan tidak bukan adalah kelompok yang dimaksud Arshwind. Ia sudah menebak mereka adalah kelompok yang sama.
Reus menghela nafas ketika mengetahuinya, sementara Ikshan mengangkat alisnya sedikit melihat reaksi Reus yang tak wajar.
"Tunggu sebentar, apa anda kenal Arshwind The Anarchy Lord?"
Saat Reus mengajukan pertanyaan tersebut ekspresi wujud rusa Harleina menjadi terkejut setengah mati, namun itu hanya sesaat. Ia kemudian berjalan menaiki kasur Reus dan menatapnya dalam-dalam.
"Kau tahu Arshwind?!"
"Y-ya, kami pernah bertemu di sebuah Dungeon."
Mata Harleina menjadi berbinar-binar, lalu Reus menceritakan kisahnya ketika bertemu Dragon tersebut. Harleina melompat-lompat kecil sambil berjalan membentuk lingkaran kecil di lantai saat Reus menyelesaikan ceritanya. Nampaknya ia sangat gembira mendengar kabar Arshwind.
"Dari dulu dia memang tidak berubah."
Ia kemudian menjelaskan bahwa dulu Arshwind merupakan salah satu rekan seperjalanannya. Sebelumnya Harleina dan Arshwind, namun dibalik itu Arshwind hanya dikendalikan oleh seseorang dari Order of Chaos. Setelah Harleina dan rekan-rekannya membebaskan Arshwind, Dragon itu menemani perjalanan mereka bertahun-tahun lamanya demi menumpas Order of Chaos.
Seusai Order of Chaos dimusnahkan—atau setidaknya anggapan mereka pada waktu itu—kelompok Harleina memutuskan untuk berpisah dan berpencar ke berbagai penjuru dunia.
Harleina sendiri memutuskan mendiami puncak gunung Horen karena suka ketenangan dan alam, jadi ia sering berinteraksi dengan binatang dan tanaman, mengingat kelasnya sendiri adalah Sage of Nature—Pertapa Alam yang memampukannya berkomunikasi dengan hewan maupun tumbuhan.
Sage of Nature merupakan kelas Special-Class yang belum pernah didengar oleh pemain sejauh Orbis Online rilis, namun Reus dan Ikshan paham bahwa Sage of Nature sebenarnya adalah salah satu kelas yang digolongkan oleh para pemain sebagai kelas kuno yang hilang, Ancient-Class.
Informasi mengenai Ancient-Class sendiri cukup samar dan diragukan keberadaannya di antara para pemain karena kelas tingkat ini tidak pernah ditemukan dan hanya diketahui dari salah satu dokumen kuno di suatu kerajaan yang sudah punah. Sampai sekarang pun belum pernah ditemukan pemain ataupun NPC dengan kelas Ancient-Class.
'Jadi ada cerita seperti itu dibalik Arshwind.'
Reus sendiri tersenyum kecut mendengar kisah tersembunyi dari Arshwind yang tidak pernah ia ketahui. Ia pikir Arshwind dulunya adalah seekor Dragon jahat yang menghabisi banyak kota yang kemudian disegel oleh seorang pahlawan di dalam Chaos Lair, namun dugaannya tersebut ternyata meleset jauh.
"Jadi, apa yang anda inginkan sampai datang kemari? Apa anda meminta kami menumpas Order of Chaos?"
"Tidak juga, aku hanya ingin berterima kasih telah melindungi kota ini. Yah, kalau kalian mau melakukannya juga tidak ada ruginya bagiku."
"Karena itu sebagai salah satu dari dua belas Sage terpilih, aku akan memberikan sesuatu yang cukup bagus untuk kalian."
Sambil mengatakan itu Harleina mengangkat kaki depannya berusaha membusungkan badannya, tetapi ia lupa bahwa wujudnya saat ini adalah roh berbentuk rusa. Reus dan Ikshan tersenyum masam menyaksikan itu.
Dari dalam dada Harleina keluarlah dua buah bola cahaya kehijauan yang melayang menuju Reus dan Ikshan. Ketika sampai di pangkuan keduanya, bola cahaya itu menghilang dan menjatuhkan beberapa barang kecil. Keduanya berkedip beberapa kali tidak tahu apa semua ini.
Saat Ikshan ingin bertanya, Harleina langsung mengangkat suaranya menjelaskan barang-barang tersebut.
Di pangkuan Ikshan terdapat beberapa Item penguatan permanen yang bisa dikonsumsi buatan Harleina sendiri, Skill Emblem, serta sebuah kalung yang membuat Ikshan bisa mengganti kelasnya tanpa harus dikenakan penalti penggantian kelas.
"Kau seorang Ninja, bukan? Maka senjata sebesar itu pasti akan mengganggumu, jadi aku pikir akan memberi kalung kelas itu kepadamu."
Ikshan sendiri melebarkan matanya mendengar penjelasan Harleina, kemudian segera memeriksa kalung kelas tersebut.
---
Phantom Reaper Class Necklace
Sebuah kalung yang memberikan kelas Phantom Reaper pada pemakainya.
Memiliki skill Handy Weapon
Memiliki skill Phantom Mimic
Memiliki skill Scythe Arts (Passive)
---
Harleina kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai kelas Phantom Reaper.
Sejauh ini pengguna kelas Warrior atau pengguna senjata besar lainnya seringkali mengeluhkan beratnya senjata dan kecepatan mereka yang kurang dalam pertarungan, namun kelas ini mengabaikan permasalahan tersebut.
Phantom Reaper mampu mengecilkan ukuran senjata yang mereka gunakan menggunakan skill bawaannya, yaitu Handy Weapon. Hal ini juga menguntungkan bagi mereka yang ingin mengambil kelas yang kemampuan utamanya mengendap-endap karena penggunanya akan mendapatkan status khusus, yakni Sneak—yang berarti menyelinap.
Dengan status khusus itu pengguna kelas akan tetap bisa meneruskan gaya permainannya yang sembunyi-sembunyi dan dapat bertarung secara langsung melawan musuh seperti Swordsman atau Warrior.
"Kelas Special-Class!"
Tangan Ikshan bergetar hebat tak menyangka ada kelas yang memadukan kemampuan dua kelas yang berlawanan. Selain cocok dengan kelas Ninja-nya, Phantom Reaper juga akan memberikan daya hancur yang besar. Ia tidak bisa membayangkan seberapa mengerikannya kelas yang ia terima.
Ikshan kemudian memakai Phantom Reaper Class Necklace dan merubah kelasnya sendiri tanpa mengalami penalti pergantian kelas. Hal ini sungguh membuatnya takjub, bahkan Reus sendiri tidak bisa berkata apa-apa menyaksikan Ikshan.
"Lalu untukmu, Reus."
Ketika namanya dipanggil Reus segera mengalihkan pandangannya pada Harleina yang menatap matanya dalam-dalam, entah mengapa. Pemain berambut perak tersebut menelan ludahnya sendiri.
"Apakah kau sadar bahwa pedang yang kamu gunakan selama ini—Blackstar—adalah pedang rampasan dari salah satu komandan tertinggi Order of Chaos, Gespent De'arin?"
Sorot mata Harleina kali ini sungguh serius, seolah-olah sedang mengonterogasi sekaligus mengoyak jiwa Reus.
---
Author
Dikarenakan author mengalami suatu kejadian yg sangat tidak menyenangkan, fast updatenya cukup sampai di sini dan tidak tahu kapan akan update selanjutnya. Sekian dan terima kasih.
PS : author akan kembali ke guanya untuk bermeditasi, jadi jangan dicari