Orbis Online

Orbis Online
89. Kerusuhan di Kota Kaki Horen Selatan



Belum sempat pulih dari rasa terkejutnya melihat Reus mampu melemparkan tiga keping koin emas senilai 30.000 Byl tanpa kedip, si walikota sudah dikejutkan lagi mendengar nada suara Reus yang terdengar dingin dan tak ramah. Ekspresinya menjadi lebih serius, namun dalam hatinya ia bersorak hebat mendapat mangsa besar hari ini.


   "Apakah itu bisa? Melihat ketidaksopananmu terhadap diriku dengan cara melemparkan biaya ini, kurasa aku tidak bisa memberikan hak izin tersebut kepadamu."


Walikota hanya tersenyum sinis sambil mengatakan itu sementara di sisi Reus sendiri urat keunguan sudah menampakkan diri di pelipisnya berusaha menahan amarah. Ia sungguh tidak menyukai tipe orang seperti ini, bermain kotor namun berusaha terlihat halus.


   "Aku akan melupakan hal ini jika kau memberikan 10.000 Byl lainnya."


Senyum menjijikkan walikota ini makin lebar merasa dirinya sudah menang, tetapi Reus sama sekali tidak merasa kalah. Ia hanya tersenyum dingin sembari melemparkan tatapan menusuk kepada sang walikota membuat pria tambun ini tersentak.


Selama beberapa saat tidak ada suara yang memecah keheningan di antara mereka, lalu Reus bangkit dan mengambil kembali tiga keping koin emas yang ia lemparkan ke atas meja sebelumnya kemudian hendak berjalan keluar tanpa sepatah katapun. Melihat hal ini sontak saja walikota mendadak bangkit berdiri dilanda kemarahan.


   "Dengan bertindak tidak sopan dan mencuri uang yang sudah menjadi milik walikota, kau pikir bisa lolos semudah itu, pencuri?!"


Langkah Reus terhenti ketika mendengar kata 'pencuri' dari mulut kotor pria ini. Ia memutar kepalanya melihat sosok walikota yang bergidik ketakutan karena sorot mata Reus yang dipenuhi hawa membunuh.


   "Dia berniat membunuhku! Bunuh dia!"


Tanpa ragu-ragu walikota itu berteriak keras sambil menunjuk Reus menyuruh seluruh penjaga di kediamannya membunuh pemuda itu. Semua penjaga tersebut langsung bergerak dengan senjata yang diarahkan ke depan berniat menghujamkannya ke tubuh Reus, namun niat hanyalah sekedar niat belaka.


Ketika senyum besar walikota sudah melebar hingga ke titik terjauh, tiba-tiba saja senyum tersebut sirna saat melihat kejadian selanjutnya yang membuat matanya terbelalak hebat.


Hanya ada empat penjaga di dalam ruangan ini yang menyerang Reus sehingga dirinya tidak perlu menarik Dragon Slayer Sword dari punggungnya. Ia kemudian melepaskan Dragon Aura untuk pertama kalinya kepada NPC dan membuat keempat penjaga tersebut terjatuh ke lantai tanpa sebab yang tidak diketahui oleh sang Knight dan walikota.


Memang Dragon Aura Reus maupun levelnya sendiri tak memiliki level tinggi, tetapi jumlah statusnya sendiri sudah jauh di atas orang yang berada di level yang sama. Hal ini membuat keempat penjaga itu terjatuh ke lantai dan kehilangan kesadarannya.


   'Dia tidak melakukan apapun tapi bisa menumbangkan orang lain? Apa dia memiliki kekuatan khusus?'


Knight yang menjadi pengawal sang walikota terpukau melihat kejadian barusan. Meski terlihat jelas kalau dia terkejut dan kagum terhadap perbuatan Reus, sebenarnya Knight ini juga merasakan efek Dragon Aura namun hampir tidak terasa. Ia memiliki level yang jauh lebih tinggi daripada Reus, wajar jika Dragon Aura tak begitu berefek terhadapnya.


Jika Knight yang memiliki level serta kekuatan begitu besar tidak terpengaruh dengan Dragon Aura milik Reus, bagaimana dengan si walikota? Ia sudah terkapar lemas di kursinya dengan bawahan basah disertai bau yang tak mengenakkan tetapi tidak kehilangan kesadarannya.


   "Aku sebenarnya tidak ingin menggunakan cara kasar, tapi kalian memaksaku menggunakannya."


Knight itu merasakan terdapat kekuatan pada setiap kata yang keluar dari bibir Reus, namun sebagai pengawal ia tak bisa membiarkan majikannya dipermalukan seperti ini. Ia pun menarik pedangnya lalu menyerang Reus dengan cepat. Sayangnya Reus dapat membaca gerakan Knight tersebut dan menghindari serangannya tanpa kesulitan yang berarti.


Setelah menghindari beberapa serangan Reus melompat mundur demi menjaga jarak sambil menarik keluar Dragon Slayer Sword. Ia sedang berhadapan dengan NPC berlevel 60-an, tidak bagus jika ia terlalu membuang waktu mengingat di kota ini ada tiga orang lainnya yang berkekuatan kurang lebih sama seperti Knight di depannya.


Segera saja Reus melesat ke depan dan membalas serangannya secepat mungkin dengan Flash Swing biasa, namun berhasil ditahan oleh perisai yang ada di tangan kiri Knight tersebut. Knight itu terkejut bukan main merasakan betapa kuatnya satu ayunan pedang dari pemuda ini.


Reus tidak berhenti sampai di sana, ia juga melancarkan beberapa serangan lagi disertai Swing yang membuat perisai Knight tersebut hancur dalam waktu kurang dari satu menit. Sang Knight membelalakkan matanya tak percaya melihat perisai yang sudah menemaninya lebih dari dua tahun itu dapat hancur dengan beberapa serangan dari Reus.


Tentu saja, Dragon Slayer Sword adalah Equip berkualitas Ultra-Equip dan jika dipadukan dengan Swing saja kekuatannya akan meningkat drastis meski hanya sekilas. Perisai Knight itu hanyalah Equip berkelas Mid-Equip berkualitas rendah sehingga jelas sekali terdapat perbedaan yang mencolok di antara keduanya.


Reus kemudian menghirup udara sebanyak mungkin mengerahkan Breathing Power dan mengayunkan pedangnya secara vertikal secepat dan sekuat mungkin disertai Dragon Smite ke arah sang Knight yang menjadikan pedangnya sebagai pelindung. Sayangnya hal itu tentu tidak akan bisa menahan kekuatan Dragon Slayer Sword.


Blaar!!


Suara ledakan terdengar keras berkat ayunan pedang Reus yang sudah membelah Knight tersebut bersamaan dengan pedangnya sekaligus. Lantai kediaman walikota hancur disertai beberapa furnitur dan seluruh barang yang rawan jatuh dan rusak pun ikut terpecah berkat getaran yang dihasilkan Dragon Slayer Sword yang dipadukan dengan Dragon Smite serta Breathing Power.


   "Bujug gile, kekuatan pedang ini benar-benar di luar dugaan."


Reus tersenyum kecut mengetahui dirinya terlalu berlebihan dalam mengerahkan kekuatannya. Sebenarnya dengan satu Swing pun Dragon Slayer Sword bisa menembus pedang sekaligus tubuh lawannya, namun Reus saja yang tidak yakin dengan hal itu.


Karena keributan yang hampir meruntuhkan kediaman walikota, Reus segera berlari keluar hendak kabur dari kota ini dan langsung bergerak menuju terowongan gunung Horen, namun niat tersebut dihalangi oleh beberapa orang yang sudah menunggunya di depan kediaman ini.


   'Sepertinya keluar dari tempat ini takkan mudah.'


Reus kemudian menyiapkan pedangnya lagi bersiap untuk betarung melawan penjaga yang sudah menunggunya di tempat ini. Di antara para penjaga tersebut dapat terlihat tiga Knight yang salah satunya pernah ia lihat sedang mengawal sang walikota kemarin. Raut wajahnya memburuk seketika.


   "Melawan tiga orang berlevel 60-an sekaligus di level serendah ini? Di mana keseimbangan dunia game ini?"


Ia hanya tertawa kecil tidak menyadari aksinya di kota Kaki Horen Selatan ini terekam oleh salah satu pemain yang juga secara kebetulan berada di kota tersebut dan membawa kehebohan di dunia Orbis Online ke depannya.


---


Jangan lupa dukung terus Orbis Online dan authornya ea 😘


Jangan lupa tekan tombol likenya bagi yang belum like ea