
Dua hari tanpa terasa berlalu dalam sekejap. Reus, Ikshan, dan Ibane kini telah berdiri di depan sebuah bangunan raksasa nan megah yang dikenal oleh warga Bailendra Kingdom sebagai Istana Naga.
""Wow, istana ini lebih besar jika dilihat dari dekat.""
"Hei, ini Negeri Naga. Apa yang kau harapkan setelah melihat tembok raksasa mengelilingi kota ini? Istana berukuran normal? Yang benar saja."
Ibane mengomentari ucapan keduanya yang terlihat antusias memandangi istana raksasa di hadapan mereka, namun sayangnya diacuhkan.
Saat ketiganya terdiam di depan gerbang istana, beberapa prajurit Lizardmen mendekati mereka.
"Apa kalian yang bernama Reus, Ikshan, dan Ibane?"
"Itu benar."
"Masuklah ke dalam. Yang Mulia dan lainnya telah menunggu kehadiran kalian."
Reus mengangguk pelan sebelum mulai melangkah memasuki istana seusai gerbang terbuka, diikuti oleh Ikshan, Ibane, dan beberapa Lizardmen yang mengekorinya dari belakang.
Ibane sebenarnya sedikit keberatan para Lizardmen ini mengikuti mereka, tetapi sebagai makhluk berpenampilan manusia kecurigaan dan kewaspadaan mereka cukup wajar. Reus juga sudah sedikit banyak menduga hal ini sehingga Ibane hanya bisa memaklumi.
Mau bagaimanapun juga saat ini kerajaan mereka sedang berseteru panas dengan kerajaan manusia di sebelah timur sana. Setinggi apapun Tiga Dewan Naga memandang ketiga manusia ini—satu Draconian berpenampilan manusia, bukan berarti warga Bailendra Kingdom lainnya bisa langsung menerima kehadiran ketiganya secara terang-terangan.
Kehadiran Reus, Ikshan, serta Ibane yang dikawal oleh beberapa prajurit Lizardmen tersebut berhasil mencuri perhatian para penghuni istana. Tidak sedikit penghuni istana memandang ketiga pemain tersebut secara tak sedap, tapi terdapat sebagian orang yang memandang mereka dengan rasa penasaran.
Reus tersenyum kecil menyadari keberadaan mereka tidak bisa diterima sebagian besar penghuni istana namun mau bagaimanapun juga, mereka bertiga telah mendapat undangan langsung dari Raja dan Tiga Dewan Naga untuk menghadiri pertemuan. Mau tak mau mereka harus bertahan dari tatapan menusuk penghuni istana.
"Ah, kalian sudah datang rupanya. Cepat juga."
Saat Reus dan lainnya tengah berjalan sambil menghindari sorot mata menusuk dari berbagai arah, sebuah suara tak asing bagi Reus dan Ikshan datang menyapa mereka dari depan.
"Kapten Strainer?"
"Kalian masih ingat padaku rupanya. Aku merasa terhormat."
Lizardmen berpenampilan ala prajurit lengkap dengan zirah penuh serta tombak menggantung di punggung di hadapan mereka merupakan Strainer Worgniel, salah satu Lizardmen pertama yang Reus dan Ikshan jumpai ketika melewati perbatasan Bailendra Kingdom.
Reus menyampaikan rasa terima kasihnya atas lencana emas pemberian Strainer sewaktu melewati perbatasan lalu sambil menyatakan lencana tersebut amatlah membantu mereka setiap kali memasuki kota baru.
"Ada apa? Kadal ini kenalan kalian?"
Kata-kata Ibane yang tidak disaring terlebih dahulu menyebabkan bukan hanya tatapan, melainkan hawa membunuh mulai merebes dan mengarah kepada sang Draconian. Reus dan Ikshan juga merupakan salah satu yang mengeluarkan hawa membunuh yang menyebabkan Ibane mengucurkan keringat dingin di punggung.
Strainer sendiri tertawa kecil melihat pemandangan aneh di hadapannya, membuat Reus dan Ikshan, serta penghuni istana lainnya mengangkat alis merasa heran.
"Ah, maafkan aku. Kalian memiliki selera humor yang cukup unik, ya."
"Kapten Strainer, kurasa tidak apa-apa jika kau ingin menjitak atau melayangkan sebuah tamparan pada Draconian satu ini. Aku tidak keberatan."
"Hei, aku yang keberatan!"
"Hmm? Apa ini hanya perasaanku saja atau orang-orang di istana ini melihatku sebagai orang idiot?"
""Bukannya memang begitu?""
"Jangan membalas bersamaan dengan wajah tanpa dosa seperti itu! Kalian mau kubakar hidup-hidup, hah?!"
Strainer tidak bisa menahan senyumnya melihat pemandangan absurd nan langka ini, tetapi sebelum dirinya terbawa suasana lebih jauh dia berdeham sejenak merebut perhatian dua manusia dan satu Draconian ini.
"Maaf, tapi ada baiknya kita bergegas menuju ruang pertemuan. Kita cukup menarik perhatian sekarang."
Berkat pertengkaran kecil antara Reus, Ikshan, dan Ibane hampir semua mata memandangi ketiganya. Bukan hanya penghuni istana tetapi juga beberapa bangsawan yang kemungkinan besar adalah salah satu pemimpin klan yang diundang Raja Bailendra Kingdom.
Dituntun oleh Strainer, rombongan Reus berjalan menuju ruang rapat yang ternyata telah dihadiri oleh cukup banyak Dragonewt, serta sebagian kecil Lizardmen dan perwakilan ras reptil berpengaruh di seluruh Bailendra Kingdom.
Semua perhatian orang-orang di ruangan tersebut segera tertuju kepada Reus dan kawan-kawan, mereka memandang ketiganya dengan tatapan tak sedap kecuali Salvinius serta beberapa orang lainnya.
"Ah, kalian pasti Reus, Ikshan, dan Ibane yang terkenal itu, bukan? Perkenalkan namaku Julius Dracian Arshfell, Raja Negeri Naga ini."
Saat suasana menjadi berat seorang Dragonewt berdiri memperkenalkan diri, dia mengenakan jubah merah menyala disertai mahkota emas berhiaskan berbagai batu mulia membuat siapa saja dapat mengenali identitasnya.
"Terima kasih atas undangannya, Yang Mulia."
Reus dan Ikshan sedikit membungkukkan kepala menanggapi salam dari sang raja, bahkan Ibane sekalipun yang sering mencari masalah dengan sikapnya juga ikut bersikap sopan. Itu wajar mengingat saat ini mereka sedang dikelilingi oleh begitu banyak orang-orang berlevel tinggi.
Ketika memasuki ruangan—tidak, lebih tepatnya ketika menginjakkan kaki di halaman istana, ketiganya mendapati cukup banyak Dragonewt dan Lizardmen berlevel 250 ke atas berperan sebagai penjaga istana.
Berbeda dari Lavore Kingdom yang merupakan kerajaan kecil di Plainfest Tengah, Bailendra Kingdom adalah salah satu kekuatan terbesar Plainfest Utara, tentu kekuatan militernya amatlah berbeda dari Lavore Kingdom.
Di Lavore Kingdom seseorang berlevel 250 mungkin sudah termasuk satuan Elite Knight yang notabenenya pasukan terkuat seantero negeri namun di Negeri Naga ini, orang selevel itu hanya berakhir sebagai penjaga istana.
Hal ini membuat Reus bertanya-tanya dalam hati sebenarnya sekuat apa kekuatan utama Bailendra Kingdom?
"Tidak perlu dipikirkan, saat ini aku berada di posisi yang meminta bantuan. Seharusnya aku yang berterima kasih tuan Reus dan temannya bersedia memenuhi permintaanku."
"Tidak perlu sungkan, Yang Mulia. Anggap saja ini sebagai permintaan maaf karena telah menyebabkan masalah di pusat kota beberapa waktu lalu."
Sebagian besar orang yang mendengar percakapan Julius dan Reus menaik-turunkan alisnya bergantian merasa heran. Mereka tidak merasakan kekuatan besar yang terpancar baik dari tubuh Reus, Ikshan maupun Ibane, lalu mengapa Julius terlihat begitu segan bahkan hormat kepada manusia ini?
Tidak ada yang berani mengangkat suara terlebih dahulu, mereka hanya bisa menunggu keduanya menyelesaikan percakapan sapaan tersebut, kecuali dua orang yang duduk di bersebelahan dengan Salvinius.
"Apakah sudah selesai sesi sapaan santun ini? Kita tidak berkumpul di sini untuk melihat hal semacam ini, bukan?"
"Yang Mulia, tolong jangan terlalu berbasa-basi dan langsung saja mulai pertemuan ini."
Julius dan Salvinius memasang wajah pahit mendengar ucapan keduanya namun tidak menunda alasan mereka berkumpul di tempat ini lebih lama.
Setelah memastikan rombongan Reus duduk dengan nyaman barulah Julius membuka pertemuan yang fokus utamanya adalah memastikan Reus dan kawan-kawan dapat bergabung dengan pasukan Bailendra Kingdom menghadapi Menshcrein Kingdom dalam beberapa hari ke depan.