Orbis Online

Orbis Online
113. Tiga Serangan Terkuat



Ketiga orang itu langsung bersiaga dengan senjatanya masing-masing, Reus dengan Blackstar, Ikshan mengenggam kusarigamanya, dan Horb siap mengayunkan gada kayu raksasanya. Pandangan ketiganya tertuju pada sosok di depan mereka saat ini, Ash Greyhold.


Sosok bermata empat berwarna merah terang itu menebarkan tekanan dan ketakutan yang luar biasa pada sekitarnya, bahkan beberapa monster di pihaknya sendiri pun jatuh tak bertenaga di atas lantai batu.


   "Reus, bukankah kau sudah mengalahkannya sesaat lalu? Bagaimana bisa ia hidup lagi?"


   "Orang itu menggunakan Orb of Revival, suatu Item yang mampu membangkitkan pemegangnya dengan menyerap energi kehidupan di Item tersebut."


Ikshan mendecakkan lidahnya begitu mendengar penjelasan Reus. Item yang bisa membangkitkan pemegangnya? Bagaimana bisa ada Item securang itu di Orbis Online?


   "Yah, seperti yang diharapkan dari tuan Maen'ra. Meski rasanya kekuatanku sedikit berkurang, tapi ini cukup untuk menghabisi semua yang ada di sini."


Ash menunjukkan senyum mengerikannya sembari menggumamkan itu. Hal itu membuat Reus, Ikshan, maupun Horb merinding dibuatnya. Tekanan disertai hawa kematian pekat menyelimuti ruang udara di sekitar mereka.


Di tengah-tengah rasa takut dan khawatir tersebut, Reus menggenggam seerat mungkin gagang Blackstar sampai tangannya mengalirkan sedikit darah. Rasa takutnya menghilang secara drastis berkat itu, tetapi dirinya tetap terkena status Fear.


Status Fear, sebuah status buruk yang kedudukannya kurang lebih seperti Stun. Status ini mirip dengan Stun yang membuat korbannya tidak bisa bergerak bebas dan mengurangi sedikit status, namun Fear masih membiarkan targetnya bergerak, tergantung seberapa kuat keteguhan hati dan tinggi levelnya.


Reus menyadari dirinya terkena status Fear dan kekuatannya saat ini berkurang sebanyak 10%, tetapi dirinya bisa bergerak bebas. Berbeda dari Horb dan Ikshan yang terkejut melihat Reus yang nampak tak begitu tertekan status Fear, pemain berambut perak ini menampakkan secuil senyum menanggapi tekanan Ash.


   "Hoo, bisa melepaskan diri dari Despair Aura-ku di level segitu. Kau memang lawan yang layak dibunuh."


   "Terima kasih atas pujiannya, tapi aku tak memaksakan diri untuk dibunuh dengan senang hati!"


Tanpa ingin membuang waktu lebih banyak, Reus melesat cepat ke arah Ash menggunakan Sprint bersama Blackstar yang telah dilapisi Swing dan Dragon Smite. Namun sayangnya tebasan tersebut bisa ditahan oleh Ash dengan kedua lengan berwarna hitam keperakannya.


   "Haaah!!"


Braakk!!


Ash termundur beberapa meter ke belakang berkat serangan tersebut.


Meskipun kekuatan tebasannya masih bisa ditahan, kekuatan ayunan Reus saat ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Angka status Str-nya sudah mencapai seribu di awal level 100, ini merupakan pencapaian yang sangat hebat.


Menyadari kekuatan lawannya sangat jauh diluar dugaan di levelnya yang berbeda lebih dari 100 level sekarang, Ash mengerutkan wajahnya tak percaya terhadap apa yang baru saja terjadi.


   'Kekuatan ini bukan kekuatan yang bisa dimiliki oleh orang berlevel 100-an.'


Selagi Ash bergumam dalam hatinya yang masih terkejut, Reus langsung melesat melayangkan serangan yang sama sekali lagi. Tentu saja itu membuat Ash terlempar ke belakang lagi sama seperti sebelumnya.


   "Flash Sword!"


Tak ingin memberikan kesempatan lawannya untuk mengambil nafas, Reus menebaskan Blackstar secara beruntun secepat yang ia bisa pada Ash. Si Chaos Messenger sekarang hanya bisa bertahan dari serangan cepat itu. Konsentrasinya terhadap Despair Aura pun menghilang.


Berkat kenaikan level yang luar biasa dari hasil membunuh Ash sebelumnya, status Dex Reus meningkat drastis sehingga membuat kecepatan serangannya juga naik dalam kecepatan di luar nalar. Bahkan ia sendiri tidak percaya kecepatan serangnya saat ini jika tidak menggunakan Black Form.


   "Dragon Aura! Heavy Swing! Dragon Smite!"


Sambil mengerahkan Dragon Aura yang membuat lawannya sedikit tertegun, Reus menggenggam pedangnya dengan kedua tangan, kemudian mengayunkannya sekuat tenaga seperti seorang Warrior berpengalaman—padahal bukan.


   "Urgh!"


Ash meringis menahan serangan barusan. Kedua lengannya terluka berkat menerima serangan tersebut mentah-mentah.


   "Manusia sialan!!"


Ash yang sudah mulai termakan emosinya sendiri itu berteriak sekuat tenaga merasa harga dirinya terinjak-injak oleh sesosok manusia yang ia remehkan sejak dulu. Ia pun mengangkat tinjunya tinggi-tinggi hendak melesatkannya kepada Reus, tetapi nasib berkata lain.


   "Ikshan!"


   "Tak perlu diingatkan!"


Belum sempat Ash melayangkan tinjunya, Ikshan yang diselimuti jubah petir dari Thunder Form-nya tiba-tiba muncul dengan kepalan tangan kanan siap memukul wajah Ash sekuat tenaga.


   "Fatal Shockwave!"


Bzzztt!


Sebuah percikkan listrik tercipta begitu tinju Ikshan membentur wajah Ash, tetapi dikarenakan kelasnya bukanlah kelas yang memiliki banyak status Str, Ash tidak terlempar seperti saat diserang Reus.


   "Hah, kau pikir pukulan sepe—"


Belum selesai dirinya berbicara, Ash langsung menyadari tubuhnya tidak bisa digerakkan sesuai keinginannya. Matanya terbelalak ketika menyadari tujuan pukulan lemah yang mendarat di pipinya barusan.


   "Rasakan ini! Burning Blood! Heavy Full Swing!"


Di saat Horb datang sembari berlari secepat yang ia bisa bersama gada kayu raksasanya, Ikshan melompat tinggi menghindari serangan berkekuatan penuh Horb. Dikarenakan efek Fatal Shockwave, Ash tidak bisa bergerak dan hanya bisa diam menerima pukulan gada tersebut.


Serangan berkekuatan penuh dari seorang Snow Troll raksasa seperti Horb tentu menerbangkan sosok kecil Ash jauh ke belakang. Namun itu bukanlah akhir dari serangan kerja sama ketiganya.


Di jalur hempasan Ash, terlihat Reus dibalutkan Black Form bersama Blackstar dan Dragon Slayer Sword siap menebaskan kedua pedangnya kapanpun.


   "Swing! Dragon Smite! Double Anchor!"


Dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya, Reus mengayunkan kedua pedangnya sekuat tenaga menghempaskan kembali Ash ke arah Horb dan Ikshan di depannya. Ash mengeluarkan darah segar dari mulutnya tak tahan terhadap benturan dari kombo serangan ketiganya.


Meskipun Hard Skin bisa membuat tubuhnya mengeras untuk menahan dan melawan senjata tajam, bukan berarti organ dalamnya terlindungi seperti kulitnya. Mendapat serangan tumpul berkekuatan penuh dari Horb dan tebasan mengerikan dari Dragon Slayer Sword, tentu organ dalamnya tidak bisa bertahan lebih dari ini.


   "Ikshan, lemparkan dia ke udara! Kita serang dia bersamaan! Jangan beri celah! Horb juga!"


Menuruti perkataan Reus, Ikshan melemparkan sisi tumpul kusarigamanya menyambuk dan mengikat tubuh Ash, kemudian dilemparkan ke udara—atau lebih tepatnya ke langit-langit bebatuan gua hingga membenturnya. Horb pun melompat tinggi di udara mengambil ancang-ancang skill serangan terkuatnya.


   "Sekarang! Magic Storm : All Out!"


   "Moon Scythe Art Series : Third Form – Moon Fall! Thunder Blitz!"


   "Stampede Mega Swing!"


Dibuka oleh ratusan sihir yang telah disimpan di dalam Blackstar oleh Reus mengarah pada Ash yang terjun bebas tak berdaya dari langit-langit, lalu disusul oleh salah satu Series Skill Ikshan yang turut disertai skill dari Electro Arts-nya, kemudian diakhiri oleh ayunan kekuatan penuh Horb yang menyerang memanfaatkan berat badan dan gaya grafitasi.


Blaaarr!!


Hanya ada satu ledakan berkat serangan gabungan ketiganya, namun ledakan itu sangatlah besar hingga mampu menggetarkan seluruh isi gunung Horen.