Orbis Online

Orbis Online
107. Pertempuran Hroud II



Serangan pembukaan dari Reus dan Ikshan membuat semua orang terbelalak menyaksikan betapa dahsyatnya kemampuan kedua manusia itu. Bukan hanya Horb, Ash pun yang melihat dari kejauhan tidak bisa menahan rasa keterkejutannya saat belasan hingga puluhan pasukannya dihabisi dalam sekejap oleh dua orang saja.


Menggunakan Moon Scythe Art Series-nya, Ikshan mampu membelah dua hampir dua puluh musuh sekaligus dalam satu ayunan kusarigamanya memukul mundur semua musuh yang hendak maju menyerang dirinya.


Berlawanan dari Ikshan yang membelah musuhnya, Reus mengerahkan berbagai macam sihir simpanannya dalam Blackstar dan meledakkan lebih dari 30 makhluk di hadapannya.


Melihat hal ini sontak saja langkah pasukan Ash terhenti. Siapa yang menyangka dua manusia kerdil yang dengan sembrononya menghadang ribuan lawan di depan tanpa gentar memiliki kemampuan luar biasa?


   'Kupikir Reus sudah mengerahkan seluruh kekuatannya saat berhadapan denganku, tapi kelihatannya aku belum layak untuk merasakannya.'


Sambil menyaksikan aksi keduanya, Horb termenung larut atas pikirannya. Ia berpikir, jika saja Reus serius saat menghadapinya sebelumnya mungkin dirinya sudah terkapar di tanah tak berdaya hanya dalam hitungan detik.


Begitu pula dugaan Horb ketika mengetahui satu ayunan kusarigama Ikshan mampu menghabisi begitu banyak lawan. Kalau ia berhadapan dengannya sekarang tanpa mengetahui kemampuan Ikshan terlebih dahulu, mungkin nasibnya takkan berbeda jauh dari melawan Reus di saat serius.


Beberapa saat kemudian Horb sadar dari lamunannya, lalu mengangkat gada kayunya ke atas sembari berseru keras.


   "Ikuti dua manusia itu!!"


   ""Ooouu!!""


Seruan Horb disambut oleh para Snow Troll dan Yeti yang sudah siap bertempur di belakangnya. Dengan dirinya memimpin pasukan di garis depan, seluruh pasukannya melangkah maju berniat melanjutkan momentum yang diciptakan Reus dan Ikshan.


Pasukan Ash sedikit terkejut melihat pihak lawan bukannya bertahan menyadari mereka kalah jumlah, tapi malah menyerang ke depan. Perintah dari Ash menggema di ingatan mereka membuat mereka semua ikut maju tak takut menghadapi kematian.


Reus dan Ikshan yang berada di garis depan sedikit tersenyum menyadari Horb tidak menyia-nyiakan momentum perang sebagus ini. Jika saja mereka menunda lebih lama lagi, bisa jadi moral pasukan Horb menurun drastis.


   "Kita juga harus serius, Reus!"


   "Tentu saja!"


Sambil bersahutan, keduanya tersenyum lebar memandang ratusan musuh di sekitar yang siap menyerang mereka kapanpun. Senyum itu menandakan sesuatu yang buruk akan terjadi pada pihak lawan.


   "Black Form!"


   "Thunder Form!"


Wuusshh!!


Udara di sekitar keduanya mengamuk begitu mereka mengerahkan skill penguatan andalan masing-masing.


Thunder Form merupakan salah satu skill milik Ikshan yang berasal dari Elemental Rune listriknya. Skill ini mirip seperti Black Form Reus, hanya saja mampu meningkatkan kecepatan penggunanya hingga 200% selama skill aktif dan mempunyai peluang memberikan efek stun pada musuh yang disentuh sebanyak 30%.


Skill ini berhasil Ikshan dapatkan ketika skill Electro Arts-nya—skill khusus pengguna Elemental Rune listrik—mencapai level 2-1.


   "Berusaha memusnahkan pihak yang menolak, itu sama sekali tak menghargai keputusan pihak tersebut. Kalian akan mendapat hukuman dariku!"


Sambil berkata lantang, Ikshan mengalirkan sebagian besar listrik ke tangan kanannya lalu memukul tanah sekuat tenaga dengan tangan tersebut. Seketika itu juga aliran listrik biru menjalar di tanah dan menyerang seluruh musuh yang ada di depannya sejauh 10 meter.


Semua yang terkena aliran listrik tersebut berhenti bergerak selama beberapa detik, kemudian jatuh ke bawah tak bergerak. Mereka bukan mati, tapi mengalami kelumpuhan total dalam jangka waktu yang cukup lama berkat salah satu skill mematikan Ikshan ini.


   "Terkena Fatal Shockwave maka tamatlah riwayat kalian."


Tak berhenti sampai di sana, Ikshan mulai bergerak mengayunkan kusarigamanya seperti menari di tengah medan pertempuran. Sabit kecil di ujung rantainya mencabut satu persatu nyawa lawannya dengan cepat, sementara bola besi kecil di ujung rantai satunya menghancurkan senjata ataupun anggota gerak musuh tanpa meleset.


Sampai hitungan satu menit, Ikshan sudah mencabut lebih dari 50 nyawa hanya dengan permainan kusarigamanya.


   "Wild Style : Thorn Dance!"


Dengan bantuan Blackstar dan kelima pedang melawang Hollow Swords, Reus mengambil setiap nyawa yang bersentuhan dengan bilahnya. Tak butuh waktu lama sampai 50 nyawa melayang berkat ayunan pedangnya.


Di tengah pertempurannya Horb sempat menyaksikan kebolehan kedua pemain tersebut dari jauh. Meskipun di tengah pertarungan, ia tak bisa berhenti kagum terhadap keduanya yang mampu menghabisi begitu banyak lawan dalam hitungan detik.


Walaupun Horb memiliki kemampuan yang tak jauh berbeda, tetap saja untuk mengetahui ada manusia yang begitu kuat membuatnya tidak bisa menahan semangatnya lebih lama lagi.


   "Makanlah gada perkasaku ini, wahai makhluk-makhluk keparat! Full Swing!"


Dalam satu ayunan besar Horb berhasil menghempaskan beberapa lawannya hingga tubuhnya terkoyak di udara menunjukkan kebolehannya pula.


Tidak seperti Reus yang memiliki kecepatan tinggi dalam serangan, maupun Ikshan yang mempunyai jangkauan serangan luas dengan kusarigamanya, Horb memiliki kekuatan fisik besar yang tidak kalah mematikan dari keduanya.


Serangan demi serangan dikerahkan oleh kedua belah pihak cukup memakan waktu dan korban. Berbeda dari apa yang dibayangkan Ash, nampaknya sisi Horb dan kawan-kawanlah yang berhasil mendorong pasukannya.


Meskipun pasukan Ash unggul dalam hal jumlah, jika tidak memiliki kualitas tetap saja hasilnya bisa dilihat seiring berjalannya waktu. Sebanyak apapun sampah berkumpul, mereka takkan bisa menjadi emas ataupun berlian.


   "Mereka seperti tidak ada habis-habisnya!"


Sambil terus mengayunkan Blackstar menebas setiap lawan yang ditemui, Reus mengeluh atas jumlah musuh yang terlalu mengerikan sampai-sampai usahanya tak begitu membuahkan hasil. Bukan hanya Reus, bahkan Ikshan makin sering mengumpat merasa pertarungan ini berjalan lebih lama dari yang ia perkirakan.


Baik Reus, Ikshan, Horb, ataupun para penduduk Hroud yang ikut andil dalam pertempuran sudah mulai merasa lelah karena begitu banyak musuh yang terus berdatangan seakan tidak berkurang. Selain kelelahan, sebagian besar dari mereka sudah kehabisan Energy untuk mengerahkan skill.


Reus pun sudah berkali-kali meminum Energy Potion dan mengambil Energy cadangannya yang sudah dipersiapkan sebelumnya di Energy Stack, tapi rasa lelahnya sama sekali tak berkurang dengan itu.


Vigor Potion yang ia miliki pun mulai menipis dan kemungkinan tidak bisa bertahan hingga akhir pertempuran.


   "Awas! Serangan sihir dari atas!"


Salah satu Snow Troll menjerit begitu melihat beberapa sihir api raksasa melesat menuju arah mereka di langit. Sihir itu ternyata berasal dari kumpulan monster berkelas Mage yang dipanggil Ash di barisan belakang.


   "Fokus pada pertarungan kalian! Aku akan menanganinya!"


Reus segera terbang ke atas mendekati langit-langit menggunakan salah satu pedang Hollow Swords, lalu menebas sihir-sihir api tersebut dengan Blackstar berniat melahapnya. Butuh waktu lebih dari 10 detik sampai semuanya terserap sempurna.


   "Kukembalikan ini!"


Tidak ingin mengulur waktu lebih banyak lagi, Reus segera melepaskan sihir-sihir tersebut kembali ke pasukan Mage musuh yang berada di garis belakang bersama Ash. Ledakan besar dari sihir-sihir itu membuat pihak Ash kehilangan banyak pasukan.


Meskipun berhasil menyelamatkan pasukan Horb dan membalikkan keadaan, Reus tidak merasa senang. Mengapa? Itu karena status Dur Blackstar menurun drastis akibat menyerap beberapa sihir besar sekaligus.


   "Bertahanlah sampai pertempuran ini berakhir, Blackstar."


Mengetahui status Dur pedang kesayangannya menurun drastis, wajah Reus berubah menjadi lebih dingin membawa kesan amarah yang mengerikan.


Ia pun memandang Ash yang sedang tertawa penuh kelicikan di barisan terbelakang pasukannya sendiri dengan sorot mata sedingin es.


"Orang ini benar-benar berengsek."


---


Like, komen, dan vote untuk meninggalkan jejak sekaligus mendukung authornya 👍. Masih ada yang belum kasih like per-babnya lho~