Orbis Online

Orbis Online
44. Redgard dan Crimson Castle



Setelah menggunakan Viredeta Teleport Scroll, Reus berpindah tempat dari tenda strategi di perkemahan menuju tepat di tengah-tengah desa Viredeta. Ia yang menyadari dirinya sudah berada di dalam desa seketika langsung berlari menuju tempat sepi dan sempit.



Meski malam hari di desa yang tak memiliki penerangan seperti Livetuna, ia tetap harus waspada agar dirinya tidak ketahuan.



Sesampainya di lorong yang sempit, Reus mengambil beberapa Equip sampah yang ia dapat dari pertarungan melawan Goblin dan Hobgoblin dari Inventory dan mengenakannya. Ia menggunakan Equip sampah ini bukan karena ia ingin, tapi ini demi penyamarannya agar tak ketahuan.



Walau sebenarnya penyamaran menggunakan Equip Goblin dan Hobgoblin itu tidak begitu mendukung, tapi Reus mendengar kalau Goblin dan Hobgoblin dalam Orbis Online memiliki kecerdasan rendah—dengan kata lain bodoh. Reus berpikir mungkin saja ia bisa membodohi monster-monster yang ikut berperan dalam Event Monstrous Invasion.



Ia mengganti semua Equip yang ia pakai menjadi Equip standar Goblin yang ia dapat sebagai drop item sebelumnya. Untungnya ia belum menjual semua ini, kalau tidak bisa-bisa ia sudah ketahuan bahkan sebelum melaksanakan tugasnya.



Dari semua Equip, hanya Blackstar yang tidak ia ganti menjadi Goblin's Sword atau Wuln's Sword. Pasalnya kalau saja ia ketahuan, ia masih bisa membela dirinya dengan sekuat tenaga. Lagipula meski semua di tempat ini hanyalah monster mob, tak menutup kemungkinan juga mereka mempunyai semacam Goblin Shaman atau Goblin Haunter seperti sebelumnya.



Jika ia diserang menggunakan skill tipe Magic, maka ia bisa melahapnya menggunakan Blackstar lalu langsung mengembalikannya dalam sekejap dan itu bisa menjadi kesempatan emas untuk pergi dari sana.



Yah, meskipun Reus ketahuan juga ia masih memiliki Checkpoint Teleport Scroll yang bisa membuatnya berpindah tempat dalam sekejap menuju perkemahan pasukan pemain Raid. Tak ada yang perlu ditakutkan oleh Reus saat ini.



Di tempat itu juga Reus membuka browser internet dan melihat Orbis Forum. Di sana ia mencari sebuah Item yang katanya cukup mahal bagi pemain berekonomian menengah ke bawah. Ia tak masalah dengan harga, tapi ada barang yang lebih penting daripada uangnya saat ini, yaitu Blackstar.



Ya, apa yang kalian tebak memang benar, Reus sedang mencari Item Lock Stone. Ia membutuhkan Item tersebut untuk mengamankan Blackstar dari hilangnya menjadi drop item kalau saja ia mati sebelum sempat menggunakan Checkpoint Teleport Scroll.



   "Oh, ketemu. Tapi, seriusan nih harganya?"



Raut wajah Reus berubah dari gembira menjadi masam dalam satu detik begitu melihat harga yang terpasang pada bagian bawah Item tersebut. Untuk mendapatkan Item Lock Stone, Reus harus rela membayar 100.000 Byl kepada sang penjual.



Hal ini kemudian membuat Reus berpikir ulang akan membelinya atau tidak. Kalau ia tidak membelinya, ada kemungkinan Blackstar hilang dari Inventory-nya ketika ia mati. Tapi kalau ia membelinya, sisi positif yang ia dapat adalah Blackstar sudah aman tentram di dalam Inventory-nya sehingga ia tak perlu lagi khawatir tentang jatuh sebagai drop item.



   "Baiklah ... karena terpaksa agar bebanku sedikit ringan, aku relakan saja."



Reus dengan berat hati akhirnya memutuskan untuk membeli satu Item Lock Stone dari Orbis Forum.



Tentu di saat yang sama juga Item tersebut langsung berada di Inventory-nya. Ia segera menggunakan Item Lock Stone yang baru saja ia beli itu pada Blackstar agar tidak jatuh sebagai drop item.



***



Redgard adalah kota yang mana merupakan pusat dari Legion Crimson Castle. Ketua Legion Crimson Castle—Crystina—yang mendapat pemberitahuan dari salah satu anggota Legion mengenai serbuan para monster mob level tinggi menuju dinding kota membuat Legion Crimson Castle panik.



Dikarenakan hampir tiga per empat dari total anggotanya yang berasal dari bagian timur yang pada waktu itu matahari sudah terbenam sedang tidak online, Crimson Castle hampir saja menerima kekalahan dari gempuran monster-monster mob level tinggi di dinding perbatasan.



Di sebuah gedung besar dengan bentuk seperti istana yang berwarna putih yang didominasi merah, di dalam satu ruangan dalam sana terlihat seorang wanita berambut merah terang berkibar yang diikat gaya ponytail duduk di sepasang kursi dan meja menaruh dagu di kedua tangannya yang berdiri bertumpuk di atas meja.




Wajah menyeramkan, memiliki satu tanduk kecil hitam di dahinya, warna kulit gelap yang condong ke warna ungu, surai berwarna merah terang serta manik mata yang nampak seperti batu ruby, dan tubuh yang kuat setinggi kurang lebih 180 sentimeter, lalu terdapat juga sebuah pedang besi raksasa yang terlihat lebih besar dari tubuhnya bersandar pada dinding di belakangnya. Itulah penampilan yang biasanya terlihat dari pemain bernama Crystina ini.



Meskipun ia merupakan seorang wanita, dalam Orbis Online ini belum pernah ada pemain dengan kelas Berserker lain yang bisa mengalahkan dirinya. Kekuatan penghancurnya sangatlah dahsyat sampai-sampai dijuluki Crimson Surt oleh para pemain.



Catatan : Surt adalah raksasa api penguasa Musphelheim yang akan mengakhiri Ragnarok dengan cara membakar kesembilan dunia menggunakan apinya dalam mitologi Norse.



Saat ini ia sedang berpikir bagaimana cara mengatasi gempuran serangan-serangan dari monster yang melanda seluruh benua Plainfest yang secara terus menerus ini.



Pada serangan pertama yang diarahkan ke Redgard, Crimson Castle dapat memukul mundur para monster namun dengan bayaran korban yang tak sedikit. Banyak nyawa NPC di kota tersebut yang sudah melayang menjadi korban akibat pertempuran itu dan hal ini juga berlaku pada NPC yang merupakan anggota Crimson Castle.



Serangan pertama saja sudah memakan korban dan kerugian sebanyak ini, bagaimana dengan gelombang kedua nantinya yang mungkin akan muncul tak lama lagi?



Ketika pikirannya yang tengah berlayar mencari pulau 'Jalan Keluar', Cystina dikejutkan oleh suara salah satu anggotanya yang masuk ke dalam ruangannya dengan nafas dan ekspresi panik. Perhatiannya pun terebut oleh pemain itu, padahal ia belum dipanggil.



   "Ketua, monster Gigantic Wormtail tiba-tiba muncul dari tanah dan membawa sejumlah besar monster tipe serangga dari dalam mulutnya!"



Crystina terkejut begitu mendengar kabar ini dari bibir salah satu anggotanya, tapi ia menelan rasa terkejut itu dan langsung mengambil tindakan tanpa berpikir panjang.



   "Mereka terus saja berdatangan! Beritahu semua anggota yang masih online dan juga anggota NPC untuk langsung menyerbu ke depan! Jangan sampai kota Redgard yang merupakan markas utama Crimson Castle jatuh! Sampaikan kalau ini perintah langsung dariku!"



   "Siap laksanakan!"



Si anggota pembawa kabar itu langsung melesat pergi dari ruangan tersebut dan memberitahukan perintah Cystina kepada anggota Crimson Castle lainnya secepat mungkin.



Crystina sendiri menggeram kesal di dalam ruangannya, lalu berdiri dan berjalan menuju kaca jendela yang terdapat dalam ruangannya. Ia melihat ke arah tengah kota yang mana terlihat sesosok cacing raksasa yang tingginya kurang lebih 20 meter muncul dari dalam tanah beserta monster-monster mob tipe serangga.



   "Cih, kalau begini aku juga harus turun tangan!!"



Tepat setelah berteriak melepaskan rasa kesalnya, Crystina mengambil pedang raksasanya di dinding dan berjalan keluar dari ruangan. Ia yang tak tahan melihat Redgard semakin hancur itu memutuskan untuk pergi ke pertempuran.



----------------------------



Author



Mungkin chapter ini adalah yg terakhir ane terbitkan di Mangatoon sebelum ane hapus, jadi jika ada pembaca yg masih ingin melanjutkan membaca silahkan berkunjung ke lapak sebelah (wattpad) dengan judul dan nama author yg sama



Alasan : kelihatannya pihak Mangatoon tidak senang dengan keberadaan saia, jadi kemungkinan saia hentikan saja updatenya