
Begitu melepaskan serangan terakhir tersebut, Reus jatuh tanpa satu poin pun Energy tersisa. Staminanya juga terkuras habis berkat rangkaian gerakan sulit di udara barusan sehingga saat ini dirinya tersungkur lemas di atas tanah, Black Form bahkan sampai terlepas saking lelahnya Reus.
"Tapi, hasilnya juga sepadan."
Reus terkekeh pelan melihat kerusakan yang ditimbulkan serangan terakhirnya. Bukan hanya tubuh sang Naga Undead yang terbelah dua, namun dapat terlihat pula tanah tempat berdirinya naga itu terbelah cukup dalam dan panjang.
Itu disebabkan oleh kombinasi sepasang Swing kembar, Dragon Smite yang dikerahkan pada Dragon Slayer Sword, Energy Wave, serta Infinite Maxima yang telah diaktifkan lebih dari sepuluh detik sebelum serangan terakhir.
Reus menghela nafas panjang berusaha melemaskan seluruh ototnya berhasil mengalahkan Undead Lesser Dragon berlevel 280 tersebut. Dia sampai terkagum-kagum oleh seberapa besar damage yang dia hasilkan dari gabungan empat skill itu sekaligus.
"Semua ini hanya bisa dilakukan dengan adanya Item harga selangit itu."
Senyuman Reus berubah menjadi masam ketika mengingat kembali mutiara berwarna pelangi yang dia pecahkan. Itu adalah Item yang cukup langka dan salah satu Item paling dicari oleh seluruh pemain karena harganya yang setinggi langit, Cooldown Breaker.
Seperti namanya, Cooldown Breaker merupakan Item yang mampu melenyapkan cooldown skill, sebuah Item yang kegunaannya sangatlah luar biasa mengingat sebagian cooldown skill cukup lama dalam pertarungan. Karena kemampuannya inilah Cooldown Breaker diincar banyak pemain.
Sayangnya tidak seperti Herb Leaf yang bisa ditemukan di mana saja, keberadaan Cooldown Breaker sangatlah langka dan hanya dapat ditemukan di beberapa tempat atau memenuhi persyaratan tertentu.
Dalam kasus Reus, dia mendapatkan Cooldown Breaker ini dari Herlaina, sang Sage of Nature, setelah diberikan misi untuk pergi ke tempat Randolf di desa Rockfall. Reus dan Ikshan mendapatkan masing-masing satu buah.
"Sebenarnya aku tak ingin menggunakannya, tapi.... Ya sudahlah."
Reus masih merasa berat hati tidak rela menggunakan Item tersebut, namun jika bukan karena Cooldown Breaker maka dirinya bisa dipastikan mati.
Apa yang membuatnya berat hati? Tentu saja karena harganya yang mencapai 300.000 Byl per butirnya. Bagi Item konsumsi sekali pakai seperti Cooldown Breaker harga segitu sudah di luar nalar Reus. Itulah mengapa Reus masih tidak terima dirinya menggunakan Item tersebut meski dalam kondisi terdesak sekalipun.
Berkat Item ini Reus bisa menggunakan Energy Wave, Dragon Smite, serta Infinite Maxima sebelum Cooldown ketiganya selesai dan memberikan serangan terakhir sekaligus terkuatnya.
Selagi beristirahat, Reus membuka statusnya sekali lagi penasaran berapa level yang didapatnya dari membunuh Undead Lesser Dragon tersebut, namun ketika Reus berniat demikian dia lalu menyadari sebuah panel semi transparan melayang di depan wajahnya yang secara otomatis dibacanya.
---
Dragon Slayer
Titel yang didapatkan karena pemain berhasil membunuh seekor naga seorang diri.
Respect +1.000, Str +150, Vit +120, Luc +100, Int +50, Dex + 30, All Status +5 setiap kenaikan level.
All Status +30% ketika melawan naga.
---
Reus melotot hebat sampai bola matanya hampir keluar dari tempatnya tak bisa mempercayai apa yang dia lihat. Dia termenung beberapa saat akibat kejutan ini, namun belum sempat Reus menenangkan diri sebuah suara feminim terdengar di kepalanya disertai kemunculan panel semi transparan lainnya.
"{Dragon Slayer Sword bersinkron dengan titel Dragon Slayer. Dragon Slayer Sword kini mengakui anda sebagai tuan. Syarat level penggunaan telah dihapuskan khusus untuk anda. Membuka semua rahasia Dragon Slayer Sword.}"
Alis Reus terangkat tinggi mendengar suara tersebut, tetapi sebelum dia bisa menanggapi Dragon Slayer Sword di tangan kanannya bersinar terang untuk sesaat dan mengalami sedikit perubahan bentuk.
Bilah Dragon Slayer Sword kini tidak lagi didominasi warna cokelat kusam, kini bilah besi tersebut berubah menjadi warna perak mengkilap disertai sesuatu seperti cakar berwarna merah gelap menghiasi gagang pedangnya.
---
Balmung
Pedang spesial hasil dari evolusi Dragon Slayer Sword dan sinkronisasi dengan titel Dragon Slayer pengguna. Balmung hanya bisa digunakan oleh tuan yang telah diakuinya, jika orang lain memegangnya maka akan berubah menjadi Dragon Slayer Sword biasa untuk sementara.
Dmg : 1.100-1.200
Dur : 2.400
Ability : Blood of Fafnir
Bonus Skill : Dragon Incarnation
---
Dragon Incarnation (1-1)
Peningkatan Dragon Slayer Soul setelah bersinkronisasi dengan titel Dragon Slayer. Meningkatkan status Str dan Vit sebanyak 100% selama 10 menit. Serangan akan 10% lebih efektif ketika melawan naga.
Penampilan akan sedikit menyerupai naga ketika menggunakan skill ini.
Energy : 500
Cooldown : 1 jam
---
Blood of Fafnir (Passive)
Balmung mampu menyerap darah dari naga yang telah dibunuh dan memperkuat sekaligus memperbaiki dirinya sendiri. Status Dmg dan Dur Balmung akan meningkat tergantung jenis serta peringkat naga yang dibunuh.
---
Pita suara Reus ingin sekali menjerit keras begitu melihat status, Bonus Skill, serta Ability baru milik Dragon Slayer Sword—Balmung, namun dia berhasil meraih dan membungkam mulutnya lebih dulu sebelum berteriak.
Saat ini kondisi tubuhnya tidak bisa bergerak leluasa karena terlalu lelah, dia tidak mau mengundang musuh lain yang mungkin saja bersiaga di sekitar. Butuh waktu cukup lama bagi Reus menenangkan diri.
"Ini... bukankah keterlaluan?"
Senyuman kecut melengkung pada bibir Reus. Dia masih tidak percaya terhadap kejutan berturut-turut ini, padahal belum lama ini Reus baru saja mendapatkan skill mengerikan hasil sinkronisasi Dragon Slayer Sword dan Equip seri Dragon-nya.
Reus sekali lagi menghela nafas panjang, dia kemudian teringat sesosok naga yang memberikan pedang ini. Dia tertawa lepas beberapa saat ketika mengingatnya.
"Arshwind pasti sengaja memberikan semua Equip ini untuk menjadikanku pemain yang bisa menghadapi gempuran Order of Chaos nantinya."
Setelah merasa tenaganya sedikit pulih, Reus bangkit dari posisi terlentangnya dan memandang Dragon Slayer Sword yang telah berubah menjadi Balmung. Gagangnya sedikit berubah bentuk membuat telapak tangan Reus kurang nyaman saat menggenggamnya.
"Yah, aku hanya bisa menyesuaikan."
Reus mengangguk pelan merasa puas terhadap Bonus Skill serta Ability baru Balmung. Dia lalu mengalihkan perhatiannya pada mayat Undead Lesser Dragon yang berada tak jauh darinya, melangkah mendekatinya secara perlahan sambil menutup hidung.
"Setelah benar-benar mati bau busuknya tiba-tiba keluar, bahkan lidahku pun rasanya sampai mati rasa."
Saat pertarungan Reus tidak mencium aroma busuk ala mayat atau bangkai dari naga satu ini, namun begitu dikalahkan bau tak sedap menyebar begitu cepat menusuk setiap hidung makhluk hidup di sekitarnya.
Jika bukan karena cukup terbiasa dengan aroma kematian seperti ini di Ambora Temple dulu, mungkin Reus sudah mengeluarkan isi perutnya sekarang.
Reus menggelengkan kepalanya berusaha mengabaikan aroma kematian di sekitarnya, dia lalu melihat bangkai Undead Lesser Dragon tersebut dengan seksama mencari sesuatu.
"Omong-omong, Undead itu tidak bisa disebut makhluk hidup, bukan? Apa mungkin darahnya semasa hidup masih tersisa?"
Dia menggaruk kepalanya ketika menyadari hal fatal tersebut. Biarpun naga ini dulunya adalah makhluk hidup, dilihat dari penampilan busuknya naga ini setidaknya telah berusia puluhan tahun semenjak menjadi Undead. Menemukan darah pada bangkai berusia puluhan tahun bisa dikatakan mustahil.
Saat Reus sibuk berpikir, tiba-tiba perhatiannya teralih pada suatu cairan kental berwarna hitam yang keluar dari setiap luka-luka naga tersebut. Dia mendekat dan mengamati cairan itu, bahkan sampai menyentuhnya demi memastikan apa sebenarnya cairan ini.
"Darah?"
Reus bisa memastikan bahwa cairan ini adalah darah melalui karakteristiknya, tetapi dia belum pernah melihat darah berwarna hitam dan terasa begitu kental, apalagi berbau busuk seperti ini.
"Yah, jika ini sungguh darah Undead Lesser Dragon ini, maka hanya ada satu cara untuk memastikannya."
Reus mengangkat Balmung dan menyentuhkan bilahnya pada cairan hitam kental tersebut. Beberapa saat kemudian darah itu secara ajaib mulai bergerak dan menyelimuti bilah Balmung, lalu pedang tersebut mengeluarkan asap serta cahaya kehitaman redup untuk sesaat sebelum menghilang begitu saja.