
"Xavier Desgnar? Maksudmu Xavier Desgnar yang itu?!"
Sylph lebih dulu bereaksi terhadap nama Xavier. Matanya melotot disertai ekspresi wajah yang begitu ketakutan.
Alis Reus sedikit terangkat ketika melihat reaksi Sylph yang terlihat baru sekaligus membuatnya penasaran. Reus pun memfokuskan pandangannya pada Xavier hendak melihat informasi levelnya namum ketika panel semi transparan muncul di depan wajahnya, reaksi Reus tidak berbeda jauh dari Sylph.
---
Xavier Desgnar
Level : 330
---
Reus hampir saja tersedak nafasnya sendiri saat memastikan kembali informasi dalam panel tersebut benar atau tidak. Berapa kalipun dia memastikan tetap saja isi panel itu tidak berubah.
"Sylph, siapa dia? Kenapa levelnya begitu tinggi?"
"Dia adalah Xavier Desgnar, pemimpin Elite Knight Lavore Kingdom. Kabarnya dia adalah orang terkuat di antara Elite Knight sekaligus di seluruh Lavore Kingdom."
Sylph juga menambahkan bahwa meskipun orang-orang mengatakan levelnya hanya sekitar 300-an, Xavier pernah menaklukkan sesosok monster berlevel 350-an seorang diri. Itu terjadi beberapa tahun lalu sebelum Sylph di penjara, dia memperkirakan bahwa Xavier sudah menjadi lebih kuat dari saat itu.
"Kau pasti bercanda...."
Raut wajah Reus memburuk mendengar penjelasan Sylph mengenai pria paruh baya di hadapannya. Tak pernah terlintas di benaknya sekalipun bahwa dirinya akan berhadapan dengan orang selevel Hundred Best Player di levelnya sekarang.
Lawan paling kuat yang pernah dia lawan sampai saat ini memang Arshwind yang berlevel 500 pada Chaos Lair beberapa waktu lalu, tetapi dia berhasil menghadapi Dragon tersebut karena keberadaan Blackstar yang kebetulan telah terisi oleh ratusan sihir berlevel tinggi.
Berhadapan dengan seseorang berlevel setinggi Xavier tanpa Blackstar baginya termasuk tindakan bunuh diri namun sayang, saat ini tidak ada pilihan lain selain bertarung melawan Xavier agar bisa lolos.
"Apa kalian sudah selesai berbicaranya?"
Satu kalimat dari Xavier sukses membuat Reus dan Sylph terkejut sekaligus meningkatkan kewaspadaannya ke tingkat yang lebih tinggi. Xavier menarik pedang dari dalam perisainya sebelum membentuk kuda-kuda.
"Mari kita mulai pertarungannya. Aku tidak sabar ingin mengetahui sekuat apa orang yang diakui raja sampai-sampai memintaku turun tangan sendiri."
Bibir Xavier masih dihiasi senyum lembutnya saat berkata demikian.
"Baik, jika itu maumu!"
Reus mengangkat pedangnya dan melesat menuju Xavier sambil mengerahkan Sprint.
"Tunggu Reus, jangan gegabah!"
Sylph ingin menghentikan Reus yang terpancing namun dia terlambat, Reus sudah mendekati Xavier lebih dulu.
Reus tidak terlalu mendengarkan perkataan Sylph karena perhatiannya telah dicuri oleh Xavier. Dia melepaskan Dragon Aura dan Swordmaster Aura pada Xavier di saat yang bersamaan sebelum mengayunkan pedangnya yang disertai Dragon Smite.
Serangan Reus sudah bisa dibaca oleh Xavier sehingga tebasan tersebut hanya mendarat pada perisai putihnya. Xavier termundur beberapa langkah berkat serangan Reus.
"Oh, tebasan yang berat juga. Hebat sekali bisa memukul mundur diriku. Sudah sejak lama ada orang yang bisa melakukan hal serupa."
Xavier tidak melepaskan senyum di bibirnya saat berkomentar mengenai serangan Reus, membuat pemuda berambut putih keperakan itu terbelalak hebat.
Semenjak mendapat buff mengerikan dari Special Trait Set perlengkapan seri Dragon-nya, Reus belum pernah melihat ada orang yang mampu menahan Dragon Smite seperti Xavier. Pria paruh baya itu adalah yang pertama.
"Serangan pertamamu sudah selesai, bukan? Sekarang giliranku."
Xavier mengangkat pedangnya tinggi-tinggi ke udara selama beberapa saat hingga pedang tersebut mengeluarkan cahaya putih bersinar yang menyilaukan. Mata Reus sedikit menyipit tak tahan dengan cahaya sebegitu terangnya.
"Divine Sky Sword Art : First Form – Holy Saber!"
Cahaya pedang Xavier semakin lama semakin kuat, dia berseru sejenak sebelum mengayunkan pedangnya dari jauh. Cahaya yang sebelumnya keluar dari pedang Xavier kini berubah menjadi gelombang tebasan energi raksasa yang datang mengincar Reus dengan cepat.
Reus berhasil menghindari serangan tersebut dalam jarak setipis kertas berkat Adrenaline Mode. Dia bisa melihat semua hal sedikit lebih lambat namun bukan berarti Reus bisa bergerak lebih cepat.
Jrass!
Separuh tubuh bagian kiri Reus terkena sebagian serangan itu. Belasan luka sayatan muncul mulai dari pipi hingga ujung kaki sebelah kirinya.
"Arggh!"
Reus menjerit kesakitan merasa begitu sakit pada luka-luka tersebut. Bukan hanya rasa perih atau sakit lain yang sering dia rasakan karena goresan pedang tetapi terdapat juga perasaan terbakar pada luka itu.
Saking perihnya Reus menitikkan setetes air mata menahan seluruh rasa sakit tersebut.
"Reus, kau tak apa-apa?!"
"Oh, reaksi itu.... Apa kau mempelajari teknik, sihir, atau skill yang mengandung elemen Dark, anak muda?"
Xavier mengangkat alisnya melihat reaksi Reus, senyum lembut khasnya kini menghilang digantikan ekspresi datar namun lebih mengancam.
Reus sudah merasa lebih baik berkat Potion pemberian Sylph. Dia berterima kasih pada penyihir muda itu sebelum kembali memfokuskan perhatiannya pada Xavier.
"Kalau iya memangnya kenapa? Apa itu masalah bagimu?"
"Tentu saja bermasalah. Kau tahu, teknik pedangku ini mengadung elemen Light, elemen yang berlawanan dengan elemenmu."
Setelah berkata demikian Xavier menghilang dari pandangan Reus dan muncul kembali di depan Reus dengan jarak beberapa langkah.
"Kau tahu apa artinya, bukan?"
Belum sempat Reus bereaksi, Xavier sudah menyarangkan serangan lainnya. Kali ini berbentuk tikaman pada perut.
"Divine Sky Sword Art Series : Second Form – Stab the Devil!"
Pedang Xavier mengeluarkan sinar putih menyilaukan seperti sebelumnya hanya saja cahaya tersebut bukan berubah menjadi gelombang energi, melainkan kumpulan sinar putih yang terpusat pada satu titik kemudian dilepaskan.
Dalam satu gerakan, sinar putih sekaligus pedang Xavier menembus perut Reus tanpa kesulitan.
Mata Reus terbelalak lebar merasakan tikaman disertai rasa panas membara menembus perutnya. Reus terlempar cukup jauh setelah menerima serangan tersebut dengan telak. Tubuhnya sempat terguling di tanah beberapa saat.
"Reus!"
Sylph ingin menghampiri Reus yang dalam kondisi sekarat namun Xavier tak membiarkannya. Pria paruh baya tersebut bergerak cepat mendekati Sylph lalu melayangkan hantaman kuat menggunakan tamengnya hingga Sylph terpental beberapa meter.
"Ba-jingan...."
Hanya sepatah kata itu saja yang keluar dari mulut Sylph ketika memandang Xavier penuh kebencian sebelum kehilangan kesadarannya.
"Jangan mati hanya dengan satu serangan seperti itu, Sylph de Corvette. Kami membutuhkanmu hidup-hidup."
Xavier menatap Sylph yang sudah kehilangan kesadaran sambil tersenyum kecil. Dia menyuruh bawahannya untuk mengikat kedua tangan dan kaki Sylph dengan rantai anti sihir sebelum di bawa menuju istana.
Setelah Sylph sudah diurus oleh bawahannya, Xavier kemudian melangkah mendekati Reus yang saat ini tergeletak di lantai jalanan tanpa tenaga dengan lubang besar di perutnya.
"Kau sudah puas dengan hasil begini, kan? Sudah saatnya bagimu kembali ke neraka, iblis kotor."
Xavier menyunggingkan senyum khas lembutnya pada Reus kemudian menginjak wajah Reus dengan kuat hingga tercipta bekas alur sepatu pada wajah Reus.
Xavier meludahi badan Reus sebelum membalikkan badan dan melangkah pergi.
Reus masih mempertahankan kesadarannya sampai mendapat injakkan kuat dari Xavier tepat di wajah. Kesadarannya mulai memudar pada saat itu namun dia tetap melawan, meski dapat merasakan sakit hebat.
'Masih ada sisa HP....'
Reus menarik nafas sedalam mungkin lalu mengerahkan seluruh tenaganya yang tersisa untuk bangkit. Butuh waktu bagi Reus bangkit sambil menahan rasa sakit mengerikan yang membakar perutnya.
"Hei.... baji-ngan tua...."
Langkah Xavier terhenti ketika mendengar suara Reus. Dia menoleh ke belakang, terkejut dengan sosok Reus yang dapat berdiri dengan lubang besar di perutnya. Namun keterkejutannya tidak bertahan lama.
"Kau masih ingin melawan dengan kondisi sekarat begitu? Hebat sekali, benar-benar ciri khas kesatria kegelapan, Dark Knight. Sungguh lawan cocok bagiku yang seorang Paladin of Light ini."
Xavier berkata demikian sambil tersenyum sinis memandangi Reus. Dia tahu Reus tidak akan bertahan lebih lama lagi dan dia juga yakin bahwa pemuda di depannya itu tidak akan mampu melukainya, terutama dalam kondisi sedemikian rupa.
Reus tidak mempedulikan perkataan Xavier, dia hanya melangkah mendekati pria tersebut menggunakan pedang sebagai alat bantu jalan. Saat dirinya hanya berjarak beberapa langkah dari Xavier, pria itu membentangkan kedua tangannya sambil tersenyum.
"Baik, jika kau sebegitu keras kepalanya maka kubiarkan kau menyarangkan serangan terakhir sebelum kau mati. Aku akan menerimanya secara langsung."
Xavier tersenyum penuh kemenangan memandangi Reus, dia jelas berpikir pemuda di depannya tidak bisa lagi melawan namun sayang, dugaannya salah besar.
Reus tersenyum kecil sebelum mengambil kuda-kuda setelah mengaktifkan Dragon Power dan Dragon Spirit, di saat yang bersamaan lubang besar di perutnya telah menutup secara kasat mata yang sukses membuat Xavier membelalakkan matanya.
"Kau Immortal Being!"
"Terlambat! Dragon Fang!"
Xavier tidak sempat menghindar sehingga serangan Reus mengenai tubuhnya dengan telak.
Xavier terhempas cukup jauh dengan lubang besar di zirahnya, sementara Reus jatuh ke tanah. Tubuhnya mulai terurai menjadi ribuan butir piksel biru untuk kedua kalinya sejak dirinya mulai bermain Orbis Online.