
"Kau yakin ini sungguh waktu yang tepat untuk mencari masalah terang-terangan terhadap sebuah Legion?"
"Tenang saja, aku tahu apa yang kulakukan."
Sesudah merencanakan penyerangan terhadap Gaia's Tree, Reus dan Ikshan pergi menuju beberapa toko di Alvast membeli begitu banyak material, baik itu material untuk membuat Potion maupun memperbaiki Equip.
Walaupun kelompok Reus tidak memiliki jumlah yang sebanding dengan Gaia's Tree, mereka punya Reus yang dapat membuat berbagai macam Potion tanpa batas selama bahan tersedia. Mereka juga tidak perlu takut akan persediaan serta Dur senjata mereka, Ikshan mampu memperbaiki Equip apapun dalam sekejap selama levelnya tidak terlalu tinggi serta mempunyai bahan.
Awalnya Reus ingin membeli semua bahan ini di Orbis Forum, tetapi stok yang tersedia tidak memenuhi ekspetasinya. Pada akhirnya Reus dan Ikshan terpaksa memborong begitu banyak material dari toko-toko di Alvast dengan harga sedikit lebih mahal.
Keduanya paham risiko membeli dengan cara ini bisa memusatkan perhatian Gaia's Tree serta pemimpin Alvast pada keduanya, namun hanya ini satu-satunya cara agar mereka mampu melawan sebuah Legion meskipun kalah secara jumlah maupun kualitas.
"Reus, kau sudah bisa membuat ramuan peningkat status?"
"Ya, tapi hanya beberapa jenis dan kemampuannya juga tidak seberapa."
Selama pelatihan di bawah pengawasan Randolf, Reus tidak hanya berlatih pedang, tetapi dia juga melatih skill Alchemy-nya sampai ke tahap tertentu. Setidaknya dia takkan kekurangan Potion dasar seperti HP Potion, Energy Potion, dan Vigor Potion.
Alchemy (Level 3-3)
Dapat mengolah tanaman-tanaman tertentu menjadi berbagai macam Potion tingkat tinggi sesuai level skill.
Awalnya Reus sendiri bingung terhadap penjelasan skill Alchemy yang tiba-tiba berubah saat mengalami kenaikan, namun dia sendiri sudah cukup terbiasa terhadap berbagai bentuk dan resep Potion.
Setelah memborong begitu banyak material dari toko-toko di Alvast, Reus dan Ikshan kembali ke penginapan yang mereka pesan.
"Sudah mendapat barang-barang yang kalian inginkan?"
Dunk menyambut keduanya di depan sebuah penginapan bobrok bersama Kynel yang wajah terlihat kusut. Reus dan Ikshan mengangguk pelan tak menjelaskan apapun, mengingat saat ini keempatnya masih berada di luar penginapan.
Mereka memasuki ruangan yang disewa Reus dan Ikshan, ingin mempersiapkan rencana penyerangan terhadap Gaia's Tree cabang Alvast.
***
Sekitar tiga hari setelah perencanaan penyerangan Gaia's Tree disusun, malam harinya Reus dan kawan-kawan sudah bersiap di posisi masing-masing. Mereka memakai jubah serta topeng serba hitam dengan berbagai Equip di baliknya.
Dunk dan Kynel bertugas menjaga gerbang keluar masuk pada markas Gaia's Tree, mereka berdua bersembunyi dengan sikap siaga pada bangunan di sekitar gerbang masuk tersebut.
Berbeda dari Dunk dan Kynel, Ikshan menyusup ke dalam wilayah Gaia's Tree cabang Alvast memeriksa jumlah serta kekuatan anggota di dalamnya. Bagi Ikshan yang pernah menjadi Ninja hal ini bukanlah sesuatu yang sulit, terutama setelah mengubah kelasnya menjadi Phantom Reaper dan mendapatkan status khusus Sneak.
Blaarr!!
Belum lama setelah Ikshan diam-diam memasuki wilayah Gaia's Tree, tercipta sebuah ledakan besar di sekitar gerbang masuk Legion tersebut, membuat perhatian sebagian besar anggota Gaia's Tree teralihkan.
"Pengalih perhatiannya heboh sekali."
Ikshan tersenyum kering memandang sumber ledakan ledakan dari suatu atap bangunan selama beberapa saat sebelum kembali bergerak di tengah gelapnya malam.
Di pusat kekacauan Gaia's Tree, tepatnya pada gerbang masuknya, terlihat sesosok berjubah hitam dilengkapi topeng tengkorak setengah wajah khas beserta sebuah pedang hitam di tangan melangkah dengan ringannya melewati kobaran api di sekitar.
Para anggota Gaia's Tree yang telah mencapai lokasi kekacauan segera menyiapkan senjata dan menghunuskannya pada sosok berjubah tersebut sebelum beberapa dari mereka lari menerjang api bersama senjata mereka masing-masing.
Sosok berjubah itu tersenyum dingin memandang orang-orang yang berlari kepadanya sebelum menciptakan lima pedang hitam semi transparan yang kemudian disatukan dan diraih oleh sebelah tangannya, lalu menebas satu per satu lawan yang mendatanginya dalam kurun waktu singkat.
Seluruh lawan yang mendatanginya tergeletak tak bergerak di tanah sebelum beberapa di antaranya berubah menjadi ribuan butir pixel dan menghilang dari Orbis Online untuk beberapa waktu, sementara sisanya tetap terbaring di atas genangan darah segar.
"Bukankah mereka pemain dan NPC berlevel 120-an ke atas?! Bagaimana bisa dikalahkan dalam sekejap?!"
"Jelas karena perbedaan levelnya!"
"Bodoh, kalau ada pemain atau NPC berlevel tinggi pasti bisa kita ketahui begitu dia masuk ke Alvast!"
Tidak ada anggota Gaia's Tree yang berani maju setelah beberapa anggota mereka dikalahkan dalam sekejap, sedangkan lawan yang membuat mereka ketakutan itu tetap melangkah dengan ringannya.
Reus, pemain di balik sosok berjubah serta topeng tengkorak setengah wajah tersebut tersenyum kecil memandang para anggota Gaia's Tree di depannya.
'Pengecut begini berani berbuat onar di mana-mana?'
Reus menghela nafas pelan terlihat ragu menghabisi orang-orang di hadapannya, motivasinya menghancurkan Gaia's Tree cabang Alvast menyusut. Dia memang memikirkan kemungkinan terdapat anggota Legion ini hanya menuruti perintah karena ancaman seperti Mirage dan teman-temannya, tapi setidaknya dengan membunuh mereka satu kali bisa dikatakan sebagai penebusan.
Selang beberapa saat bala bantuan Gaia's Tree sampai di tempat tersebut, mereka terdiri dari beberapa pemain berlevel 150 ke atas. Kebanyakan bersenjatakan jarak dekat, tetapi tidak sedikit pula dari mereka berkelas Mage.
"Diakah penyusupnya?"
Salah seorang pria berwajah tegas bertanya ke salah satu anggotanya sambil menunjuk Reus ingin memastikan, walaupun Reus tidak bisa dibilang penyusup sekarang. Reus bisa melihat terdapat kursor pemain melayang di atas kepala pria tersebut.
"Heh, pemain berlevel 200, ya? Apa kau ketua Gaia's Tree cabang Alvast?"
Dahi si pria sedikit mengerut ketika mendengar celetukan Reus yang tiba-tiba. Dia bisa mengetahui sosok Reus ini adalah pemain dari kalimatnya saja.
"Benar, namaku Rosevince, ketua Gaia's Tree cabang Alvast. Dari Legion mana kau? Apa masalah Legion-mu sampai menyerang Gaia's Tree?"
Pandangan Rosevince teralih pada Reus dengan sorot mata dingin disertai hawa membunuh yang besar, senjata yang berupa pedang besar dua tangan di punggungnya juga siap ditarik dan dihunuskan jika perlu.
Reus tersenyum sinis menanggapi pertanyaan Rosevince.
"Jangan salah sangka, justru kalianlah yang mencari gara-gara dengan kami. Kami hanya membalasnya, apa menurutmu kami yang salah?"
Rosevince menarik pedang besar di punggungnya sebelum mulai berlari menuju arah Reus bersama pedangnya.
"Tentu saja kalian bersalah karena telah menyerang Legion kami!"
Reus kembali menghela nafas tidak mengerti logika pikiran anggota Gaia's Tree. Bukan hanya anggotanya tapi sampai ketua cabangnya pun memang sudah busuk. Reus mengangkat tangan kirinya mengarah pada Rosevince dari kejauhan.
"Kalian memang tidak layak dibiarkan hidup."
Tepat setelah berucap demikian, secara tiba-tiba tubuh Rosevince terhempas ke belakang hingga menghantam beberapa anggota Gaia's Tree di belakangnya, mengejutkan seluruh orang yang ada di tempat tersebut.
Perhatian mereka semua terpusat pada Reus yang mampu menghempaskan Rosevince, pemain berlevel 200-an, hanya dengan menangkat tangan. Jelas mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Author
Update spesial ultah OO : Selesai
Bukan authornya yg ultah woi, dibaca baik-baik!!