Orbis Online

Orbis Online
250. Pertempuran Naga dan Manusia X



   "{Kamu terkena Curse of the Dead! Kamu terkena Instant Death! HP telah mencapai nol! Kamu telah mati!}"


Mata Reus melotot hebat mendapati panel pemberitahuan tersebut. Dia tidak pernah menyangka dengan semua peningkatan status yang dia dapat dari Black Predator, dirinya sekali lagi terbunuh.


Dia memang bisa menerima jika itu kematian yang disebabkan oleh Debuff Bleeding yang dideritanya tetapi dia tak menduga akan terkena Debuff paling mematikan sepanjang sejarah dunia game, Instant Death.


   'Jadi, begini rasanya dikalahkan oleh orang berkemampuan tak terduga?'


Reus tersenyum kecut sambil bergumam dalam hati. Akhirnya dia mengerti perasaan NPC maupun pemain yang telah dia habisi selama ini karena serangan kejutan dari kombinasi skill aneh nan kuatnya.


Pada akhirnya Reus memejamkan mata merasa cukup puas dan bersiap mati namun ada satu hal yang dia lupakan mengenai skillnya sendiri, yaitu Reverse the Lance.


   "{Reverse the Lance I telah aktif! Instant Death telah diubah menjadi Instant Life!}"


Panel tersebut membuat Reus terbelalak begitu hebat. Belum sempat dia berkomentar ataupun berpikir, Reus merasa sesuatu yang hangat menyelimuti badannya dan seketika itu juga parameter HP serta Energy-nya penuh kembali.


Segala efek Debuff yang diterima Reus, termasuk Everlasting Curse juga menghilang dan digantikan oleh beberapa Buff lain.


---


Reverse the Lance


Everlasting Curse telah diubah menjadi Everlasting Blessing!


Stun telah diubah menjadi Swift!


Bleeding telah diubah menjadi Regeneration!


Shock telah diubah menjadi Dexterity!


---


Reus ingin menjerit melihat semua efek Debuff yang telah diterimanya berubah menjadi Buff tetapi dia tak mau membuang kesempatan emas saat tubuh tanpa kepala itu belum menyadari apa yang telah terjadi.


Dia sadar meskipun lengannya sudah tumbuh kembali Balmung tidaklah demikian. Reus kemudian mengambil salah satu pedang yang terjatuh di tanah menggantikan pedang utamanya.


Tanpa ingin membuang waktu lebih banyak lagi, Reus menyiapkan ancang-ancang dan mengerahkan Sprint segera menerjang lawannya secepat kilat.


   "Black Sky Sword Art Series : First Form – Black Cloud! Ditambah, Wild Sword Style : Thorn Dance!"


Tubuh tak berkepala kelihatannya tidak pernah menduga Reus bukan hanya tidak mati melainkan juga bertambah cepat. Dia tak bisa menanggapi serangan Reus yang kini jauh lebih cepat dibanding sebelumnya dan berakhir seluruh anggota geraknya terpisah dari tubuhnya.


Alhasil, badan tanpa kepala maupun anggota gerak tersebut jatuh tak berdaya di atas tanah.


   "Huft, yang barusan itu berbahaya sekali...."


Reus menghela nafas panjang merasa pertarungannya melawan sosok bertopeng itu kini benar-benar selesai. Dia menyarungkan Blackstar sesudah melepas Black Form dan mengambil kembali Balmung.


Dilihat dari Ability, Enchant, serta Bonus Skill yang dimiliki Blackstar memang pantas disebut salah satu senjata legendaris tetapi status Damage dan Durability-nya tidaklah sama. Kekuatan Blackstar cukup standar sebagai pedang biasa sementara status Dur-nya lebih rendah dari kebanyakan pedang.


Reus sebenarnya masih ingin mengandalkan Magic Devour dan Black Form dari Blackstar untuk menghadapi pasukan musuh tetapi melihat status Dur-nya yang berkurang secara tak masuk akal setelah beradu serangan dengan sabit sang sosok bertopeng, Reus dengan berat hati menyimpan kembali pedang hitam tersebut.


   "Yah, setidaknya ini lebih baik daripada harus kehilangan Blackstar."


Reus menghela nafas berat sebelum mengalihkan pandangannya menuju sepotong tubuh yang masih menggeliat tak karuan tidak jauh darinya. Dia mengerutkan dahi menyaksikan hal aneh tersebut.


Dapat terlihat aura merah khas status Berserk masih terpancar dari tubuhnya namun Reus telah memotong anggota geraknya sehingga apapun yang dilakukan, tanpa skill sejenis regenerasi atau penyembuh tingkat tinggi maka tak ada yang perlu dikhawatirkan.


Saat Reus masih memperhatikan sosok tubuh tersebut perlahan-lahan kehilangan aura khas Berserk-nya dan berubah menjadi butiran piksel biru, membuat Reus melotot hebat tak percaya sosok bertopeng tersebut sungguh seorang pemain!


   "Tapi, bagaimana caranya.... Ah...."


Begitu mengetahui sosok bertopeng itu sungguh seorang pemain Reus berpikir bagaimana lawannya itu masih bisa memberi perlawanan bahkan setelah dia mati, kemudian dia teringat dia juga mempunyai skill serupa yang hanya akan aktif ketika dirinya mati.


Astral Protocol, sebuah skill yang membuat Reus memiliki 30% kemungkinan untuk bertahan hidup setelah HP-nya mencapai titik nol dengan bayaran pengurangan statusnya sebanyak 50% selama sepuluh menit.


Reus berpikir sosok bertopeng itu memiliki skill yang membuatnya tetap bisa menggerakkan tubuh setelah mati tapi jika skill itu sama seperti Astral Protocol, maka bayarannya juga tidaklah murah.


   "Mungkinkah status Berserk itu termasuk bayarannya?"


Dia ingat bahwa bagi NPC status Berserk merupakan sejenis skill bermata dua. Mereka yang berada dalam status Berserk akan mengalami peningkatan status hingga titik tertentu namun sebagai gantinya mereka akan kehilangan akal dan hanya akan mengamuk tanpa pandang bulu.


   "Mungkin itu alasan kenapa dia hanya menyerang dengan sabitnya dan tak menggunakan skill-skillnya seperti Shadow Reaper atau Death Reaper tadi."


   "Curse of the Dead...."


Reus masih ingat jelas nama Debuff yang terpampang pada panel pemberitahuan sesaat sebelum Reverse the Lance menangkal efek tersebut.


Dia menebak Curse of the Dead bukanlah efek Debuff melainkan sebuah skill yang dapat memicu efek kematian instan bagi yang terkena. Hanya saja sejauh yang Reus ketahui peluang suatu skill memicu Instant Death sangatlah rendah di game manapun, tak terkecuali Orbis Online.


Tapi melihat nama skillnya secara sekilas, Curse of the Dead atau 'Kutukan Orang Mati' mungkin dapat memperbesar peluang tersebut sebesar sekian persen tergantung jumlah orang yang telah dibunuh oleh target.


"Dan dalam kasusku, aku sudah menghabisi lebih dari 10.000 orang sehingga skill tersebut amatlah efektif, ya?"


Jika saja Curse of the Dead dapat meningkatkan peluang Instant Death sebanyak 0,01% saja setiap orang yang dibunuh target, maka apapun yang Reus lakukan jika terkena skill tersebut dapat dipastikan dia akan langsung mati tanpa peduli setinggi apa status ataupun levelnya.


Reus tertawa kering menyadari keberuntungannya amat luar biasa. Kalau saja Reverse the Lance yang hanya berpeluang 10% tidak aktif maka saat ini dia sudah bangun di dunia nyata--lagi.


   "Hei, Reus! Kau tak apa-apa?"


Saat Reus sudah merasa lebih rileks dia dapat mendengar suara Ikshan dan Ibane dari belakang. Mereka datang dari belakang bersama klon Reus lain yang masih tersisa.


   "'Aku tak apa-apa' inginnya sih berkata demikian tapi, aku hampir saja mati jika bukan karena Dewi Fortuna memihakku."


Reus menjelaskan secara singkat mengenai sosok bertopeng dan bagaimana pertarungan mereka berjalan. Penjelasan Reus berhasil membuat mata Ibane hampir terlepas saking tak percayanya, sementara Ikshan tersenyum kecut telah terbiasa dengan kisah tak masuk akal Reus.


   "Seperti biasa, pertarunganmu selalu diikuti penjelasan yang tak masuk akal."


   "Masuk akal?! Kau hanya berkata begitu setelah mendengar dia berhasil menghabisi Royce si Black Reaper di level awal 200-an?! Ini sudah di luar keseimbangan game!"


Ibane menggaruk kepalanya sambil menjerit tak terima penjelasan Reus. Pemain berambut putih keperakan tersebut sendiri menggaruk pipinya merasa bingung harus seperti apa menanggapi reaksi Ibane, sementara Ikshan menganggukkan kepala merasa sangat memahami perasaan Ibane saat ini.


Reus mengalihkan topik pembicaraan dan bertanya mengenai gerakan pasukan Bailendra Kingdom selama dirinya bertarung.


   "Mereka memang sedikit ragu setelah melihat ledakan besar hasil perbuatanmu tapi Bailendra Kingdom sudah mulai bergerak. Sekitar lima atau sepuluh menit lagi kedua kubu akan berhadapan langsung."


   "Hmm, mungkin ada baiknya kita membereskan garis terdepan sebanyak mungkin lebih dahulu sebelum mereka mulai saling membunuh."


Ibane dan Ikshan mengangkat alisnya mendengar balasan Reus yang masih berniat membantai kubu Menschrein Kingdom padahal sudah menghabisi setidaknya 10.000 NPC dan pemain sekaligus.


Reus mengabaikan ekspresi heran dari kedua rekannya tersebut dan memandang kepada semua klonnya yang masih tersisa.


   "Kalau tak salah waktu kalian masih tersisa satu atau dua menit, bukan? Selama waktu itu kalian mengamuklah di garis terdepan, lalu salah satu pergilah ke tempat Julius untuk melapor."


Para klon Reus mengangguk sejenak sebelum melaksanakan perintah tubuh asli mereka.


Reus mengeluarkan sebuah pedang lain dari Inventory berniat mengikuti klonnya menghabisi pasukan musuh yang tersisa namun, dirinya ditahan oleh Ibane dan Ikshan.


   "Kau beristirahat saja. Biar kami yang membereskan sisanya."


   "Kalau kau terus beraksi kami tidak bisa menunjukkan kebolehan kami. Gantian dong."


Reus sebenarnya ingin menolak permintaan itu tapi mengingat dia sendiri sudah mengurangi pasukan lawan sebanyak 10.000 orang yang amatlah banyak untuk jumlah seseorang habisi seorang diri, dia mengalah dan membiarkan Ikshan dan Ibane ikut berkontribusi.


Ikshan mengangguk pelan sebelum melesat secepat angin ke depan menghabisi satu per satu prajurit Menschrein Kingdom menggunakan kusarigama barunya, sementara Ibane menarik sebilah pedang dari pinggang dan mulai melayang satu meter di atas tanah.


Dia kemudian mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan menciptakan belasan lingkaran sihir di langit membuat Reus terperanjat menyaksikan semua itu.


   "Oke, kau menonton saja dari sini! Saksikanlah kekuatan seorang Dragonic Swordcaster!"


Setelah berseru demikian Ibane melepaskan puluhan sihir dari semua lingkaran sihirnya dan ikut bergabung bersama Ikshan di garis terdepan menghabisi setiap musuh yang menghadang, meninggalkan Reus yang masih terpana.


Reus menuruti perkataan keduanya menyaksikan pertempuran mereka dari jauh. Dia bisa melihat berbagai ledakan besar tercipta dari wilayah pertempuran Ibane, sementara dari sisi pasukan yang dituju Ikshan terdengar puluhan jeritan putus asa.


   "Kalau dipikir-pikir kekuatan anggota Party ini tanpa diriku sekalipun bisa dibilang tak masuk akal, ya."


Dia tertawa kering melihat pasukan besar dari salah satu kerajaan terkuat di Plainfest Utara, Menschrein Kingdom bukanlah tandingan keduanya.


   "Hmm? Tunggu sebentar, yang barusan kulawan itu Royce? Salah satu pemain jajaran teratas Hundred Best Player, The Black Reaper Royce?"


---


Author


Selamat dirgahayu Republik Indonesia ke-77! Semoga Indonesia-ku semakin maju bukan makin mundur!