Orbis Online

Orbis Online
213. Sepucuk Surat



   "Apakah anda adalah Nocht Alvarion, Blackmoon Dwarf yang merupakan Penempa Kerajaan ternama di Lavore Kingdom?"


Begitu mendengar kalimat terakhir dari bibir Reus, tanpa membuang banyak waktu Noire langsung mengayunkan kapaknya berniat membelah tubuh Reus menjadi dua bagian, namun sayang bagi Reus yang sudah menduga hal ini terjadi dapat menghindarinya dengan mudah.


Dia hanya perlu mengambil sebuah langkah kecil ke belakang.


Noire berdecak pelan menyadari serangannya dapat dihindari sedemikian mudah, tetapi dia tidak membuang momentum ayunan kapaknya dan segera mengalirkan beban mata kapak lalu melayangkan serangan lainnya.


Sebagai seseorang yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk menempa berbagai perlengkapan serta seorang Dwarf bertubuh pendek, serangan Noire terlihat amat lambat di mata Reus yang telah terbiasa melawan musuh di atas levelnya sehingga pemuda berambut perak tersebut sekali lagi menghindari serangan Noire.


Ikshan yang melihat semua itu dari belakang hendak mengambil langkah membantu rekan satu kelompoknya itu, tetapi Reus memberikan tanda agar Ikshan tidak ikut campur. Ikshan tidak mengerti jalan pikiran Reus namun menuruti permintaan pemuda itu.


Dia sudah sering melihat kekuatan dan kemampuan Reus yang di luar nalar, seorang Dwarf tanpa kemampuan bertarung tinggi seperti Noire bukanlah ancaman berarti bagi Reus sehingga tidak khawatir.


Serangan Noire tidak berhenti dalam dua kali tebasan saja, dia melanjutkan serangan berantainya pada Reus berharap setidaknya berhasil menyarangkan satu serangan, namun harapan tersebut berbanding terbalik. Reus terlalu gesit untuk seorang Dwarf sepertinya.


   "Sialan! Berhenti menghindar dan biarkan aku mencincangmu!"


Noire berseru keras merasa kesal tidak ada satupun serangannya yang berhasil masuk.


   "Hmm? Kau sungguh berkata demikian? Adakah orang waras yang secara sukarela menyerahkan nyawanya?"


   "Waras? Aku tak pernah mendengar ada manusia waras yang berani mendatangi negeri ini semenjak perseteruan Bailendra Kingdom dengan Menschrein Kingdom!"


   "Kalau begitu kau baru saja bertemu dengan dua orang tersebut."


Noire ingin melayangkan umpatan keras terhadap balasan Reus, tetapi paru-parunya tidak sependapat. Dapat terlihat nafas Noire begitu liar setelah beberapa menit terus mengayunkan kapak beratnya tanpa berhasil memasukkan satupun serangan.


Dia mungkin seorang Dwaf yang telah menempa ratusan hingga ribuan perlengkapan semasa hidupnya, tetapi dia tidak terbiasa terhadap pertarungan sehingga staminanya jauh lebih cepat terkuras dibanding ketika menempa perlengkapan. Apalagi teknik berkapaknya terlihat asal-asalan.


Reus mengusap dagunya melihat Noire yang sedang terengah-engah itu, dia merasakan suatu kejanggalan pada Noire.


   "Hei, apakah ada yang memberikanmu semacam kutukan yang membuat kemampuan atau statusmu menurun?"


Saat mendengar perkataan Reus ekspresi Noire langsung berubah, matanya menyipit namun tidak menurunkan kewaspadaan. Dia amat terkejut Reus mengetahui kondisinya dalam beberapa gerakan saja.


   "Bagaimana kau bisa mengetahuinya?"


   "Ini hanya dugaanku, tapi sebagai seorang Dwarf yang menempa berbagai perlengkapan semasa hidupnya staminamu lebih buruk dibanding kenalanku yang juga seorang Dwarf sekaligus penempa."


Reus teringat sosok Fira, gadis dengan ras Dwarf dan salah satu dari kelompok adiknya, Mirage juga tidak begitu bagus dalam pertarungan tetapi setidaknya dia bisa bertahan lebih lama dibanding Noire dalam segi stamina.


   "Apalagi kudengar kualitas perlengkapan hasil tempaanmu tidaklah sebaik Dwarf lain meskipun kau adalah Blackmoon Dwarf, satu fakta itu saja sebenarnya sudah cukup untuk orang lain mengetahui kejanggalan pada dirimu."


Pernyataan Reus berhasil membuat ekspresi Noire menjadi buruk, dia tidak pernah menduga seorang pemuda yang terlihat sederhana seperti Reus mampu menganalisis sedemikian jauhnya hanya dengan sebuah informasi saja.


Hati Noire memang berhasil diguncang oleh perkataan Reus, tetapi sebagai bangsa Dwarf dia tidak bisa menerima kekalahannya begitu saja.


   "Tidak pernahkah terpikirkan olehmu aku hanyalah seorang Dwarf tak berbakat? Terutama di kalangan Blackmoon Dwarf?"


   "Lalu, kenapa?"


   "Kalau kukatakan alasannya bisakah kau berhenti menyerangku? Jujur saja aku tak ingin mendapat masalah lebih banyak dari ini."


Reus menggaruk pipi sambil tersenyum kering setelah berkata demikian.


Kepalanya sudah cukup dipusingkan oleh masalah Order of Chaos serta Segel Arshwind, belum lagi ditambah kondisi warga Bailendra Kingdom yang jelas-jelas memusuhi manusia. Dia yakin meskipun tidak mencari masalah, justru masalah yang akan terus berdatangan kepadanya.


Itu hukum wajib bagi orang-orang yang terjerumus ke dalam masalah besar seperti ini.


Noire sedikit ragu terhadap perkataan Reus karena selain tidak mengenalnya, dia tidak tahu siapa orang di balik Reus. Noire bisa mengetahui kekuatan Reus bukan sesuatu yang bisa ditemukan setiap hari, dia dapat melihat semua itu setelah Reus mampu menghindari semua serangannya dengan begitu mudah.


   'Lagipula, jika dia berniat buruk maka mungkin kepalaku sudah terlepas dari tempatnya.'


Noire menghela nafas panjang sebelum menurunkan kapaknya yang teracung pada Reus.


   "Maaf, kupikir kau kawan mereka yang memberikan kutukan ini padaku."


   "Tidak masalah, aku paham situasimu yang lengah sedikit saja maka nyawa adalah taruhannya."


   "Oh, kau pengertian sekali, anak muda. Kau semakin membuatku merasa bersalah."


Noire tertawa kecil setelah memastikan tidak ada niat buruk dari Reus, dia juga menyimpan kembali kapaknya di pinggang. Reus bisa melihat itu bukti kepercayaan Noire terhadapnya.


   "Jadi, bisa kau memberitahukanku alasanmu percaya bahwa aku adalah Nocht Alvarion, bukan sampah Blackmoon Dwarf yang tak berbakat?"


Reus mengangguk pelan sebelum mengeluarkan sepucuk surat dari Inventory-nya dan memberikan surat tersebut pada Noire yang mana dahinya mengerut hebat begitu pandangannya jatuh pada cap lambang surat itu.


   "Aku paham kekhawatiran anda, tapi aku bisa menjamin penulis surat tersebut tidak lagi berada dalam kendali Order of Chaos."


Noire membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu terhadap Reus yang ternyata mengetahui hal tersebut, namun tidak ada kata-kata yang keluar darinya sehingga Noire hanya bisa menutup kembali rahangnya dan membuka surat pemberian Reus.


Di saat yang sama terdapat panel semi transparan muncul beberapa senti di depan wajah Reus dan Ikshan. Panel tersebut memberitahukan bahwa misi mereka mengantar surat Aulcrat kepada Nocht berhasil terselesaikan.


Keraguan Reus dan Ikshan mengenai identitas Dwarf di hadapan mereka ini segera menghilang, dapat dipastikan bahwa Blackmoon Dwarf yang menyebut dirinya Noire ini adalah Nocht Alvarion yang mereka cari-cari.


Saat keduanya sibuk memperhatikan panel penyelesaian Quest, tiba-tiba telinga mereka menangkap suara isak tangis yang diketahui ternyata berasal dari Noire—Nocht Alvarion. Blackmoon Dwarf tersebut tengah menangis tersedu-sedu setelah membaca surat dari Aulcrat sampai habis.


   "Syukurlah, Sylph.... Penderitaanmu di balik jeruji besi selama lima tahun terakhir... akibat fitnah yang tak pernah kau lakukan... tidaklah sia-sia...."


Nocht tidak kuasa menahan air mata Dwarf-nya, kemudian jatuh berlutut di lantai saking leganya perasaan khawatir yang telah dia pendam selama ini. Tangisnya semakin menjadi-jadi seiring berjalannya waktu.


Melihat hal itu Reus tersenyum sejenak sebelum mengajak Ikshan meninggalkan ruangan. Ikshan sebenarnya keberatan karena masih ingin menyaksikan pemandangan Dwarf menangis seperti ini, tetapi Reus bersikeras.


   "Dia akan memerlukan waktu untuk menenangkan dirinya. Dilihat dari reaksinya kemungkinan tinggi tertulis kabar baik yang telah dia tunggu setelah sekian lama pada surat itu."


Reus tidak menunggu jawaban Ikshan melainkan menarik pundak pria tersebut, menyeretnya menuju pintu keluar tanpa mempedulikan reaksi berontak Ikshan yang tidak kalah keras kepalanya.