Orbis Online

Orbis Online
33. Prom Night



Sesampainya di gedung tempat pelaksanaan Prom Night, Deus dan Kurenai turun dari taksi secara bersamaan. Kemunculan mereka berdua dari taksi memang kurang diharapkan, namun ketika mereka turun semua orang yang tertarik perhatiannya terpesona.



Perempuan atau laki-laki, gadis maupun lelaki, wanita dan pria, semuanya terpikat oleh penampilan dari sepasang laki-laki dan gadis remaja yang baru saja turun dari taksi. Walaupun menggunakan mobil mewah akan sangat besar dampaknya, tapi tetap saja daya tarik mereka begitu besar terhadap semua yang hadir di sana.



Deus dan Kurenai berjalan di atas karpet merah menuju pintu masuk yang terbuka lebar menyambut para tamu. Kurenai mengalungkan tangannya di tangan kiri Deus layaknya sepasang kekasih sungguhan. Meskipun hubungan antar kekasih palsu mereka hanya berlaku hingga hari ini, banyak mata yang tertipu melihat cara keduanya berjalan sambil bergandengan.



   "Kau seharusnya menggandengku seperti itu, dasar payah."



   "Hei, bukankah perempuan yang menggandeng pria?"



   "Apa katamu!? Perempuan itu selalu benar, tahu!"



   "Hah!? Hukum darimana itu!?"



   "Itu adalah HPSB! Hukum Perempuan Selalu Benar!"



   "Salah! Itu singkatan dari Hukum Pria Selalu Benar, tahu!"



   "Ngajak berantem, nih!?"



   "Ayo!"



Akibat dari pertunjukan jalan ala sepasang kekasih oleh Deus dan Kurenai, beberapa remaja yang datang bersama pasangannya terlihat bertengkar satu sama lain di depan gedung sebelum pintu masuk. Yah, yang salah memang kedua orang ini.



Sambil berjalan, Deus juga sedikit mendengar ocehan pasangan-pasangan lainnya. Dahinya sedikit berkerut ketika telinganya menangkap kalimat 'perempuan selalu benar!'.



Bagi kalian yang perempuan, harap tidak mengatakan hal seperti itu ketika berhadapan dengan Deus. Jika berhadapan dengan Deus, hukum tersebut akan terpatahkan. Bagaimana caranya? Lihat saja bagaimana cara Deus menanggapi ucapan Mira di dalam Orbis Online, perempuan bisa salah, kan?



Lagipula, apakah kalian pernah melihat semua perempuan yang selalu mendapat nilai 100 di setiap ujian dan tugas, baik itu individu maupun kelompok? Lihat, bukankah hukum tersebut sudah terpatahkan bahkan sebelum Deus angkat bicara?



Ditambah lagi ketika perempuan menyatakan diri bahwa 'perempuan selalu benar', itu artinya mereka menyangkal keberadaan yang ada di atas. Sebagai pelengkap, jika benar begitu apakah semua perempuan akan pasti masuk surga karena mereka 'selalu benar'? Tidak, kan?



Yah, setidaknya itulah tanggapan Deus terhadap pernyataan 'perempuan selalu benar'.



Author note : Authornya juga menganut tanggapan itu sih :v



Deus sendiri tidak begitu peduli sebenarnya kepada siapa dia berbicara, jika ada pernyataan yang tidak sesuai dengan pemikirannya ia langsung bertindak dan mencetuskan pemikirannya tanpa memikirkan akibatnya. Bisa dikatakan kalau Deus adalah orang yang sangat egois.



Sesampainya di dalam, terlihat banyak sekali pemuda-pemudi berpakaian modis nan mewah. Lampu yang sedikit redup, suasana yang mewah, musik yang menggelegar, keramaian yang berdesakan, dan lain sebagainya. Itulah yang dinamakan Prom Night.



   "Apa-apaan dengan keramaian ini?"



Deus langsung mengeluh begitu melihat suasana mengerikan bagai neraka di dalam gedung baginya. Sebenarnya ia sangat membenci acara semacam ini karena suara, getaran, dan hawa panasnya tak terkendali. Untungnya gedung ini memiliki beberapa AC sehingga suhu tidak naik hingga batas gerah.



   "Maaf, aku juga tak menyangka akan seramai ini."



Sementara Deus mengeluh, Kurenai memasang senyum masamnya ketika melihat suasananya. Ia sebenarnya tahu bahwa akan banyak orang yang akan datang, tapi ia tak menyangka akan sebanyak ini orang yang hadir.



   "Ya sudahlah, tak perlu diperpanjang. Mari nikmati pestanya saja."




Kurenai sempat terkejut mendengar balasan Deus, namun ia menjawabnya dengan refleks secara tak sadar. Hal ini membuat wajah Kurenai sedikit memerah.



Mereka pun mengambil langkah lebih memasuki pesta. Meski keramaian ini benar-benar membuat Deus muak, ia harus bisa menahannya karena ini janjinya dengan Kurenai. Memenuhi janji yang dibuatnya adalah salah satu tugas laki-laki.



***



Menari sudah, makan sudah, minum sudah, mengobrol sudah, perkenalan diri sudah, dan lain-lainnya juga sudah selesai. Deus pun duduk di sebuah bangku yang kosong di dekat jendela. Ia membuka jendela tersebut untuk merasakan dinginnya udara malam—walaupun di dalam ruangan juga dingin karena adanya AC.



Sambil memegang gelas berkaki berisi soda, Deus memandang sekitar gedung namun apa yang ia dapat hanyalah gedung-gedung lain. Ia sedikit kecewa, tapi hawa dingin udara malam membuat mood-nya tidak jatuh begitu jauh.



   'Ah, benar juga, aku belum memeriksa pedang apa yang diberikan Nezile sebagai Rewards Quest menyelamatkan Elize itu.'



Deus terus tergiang-giang mengenai pedang hitam yang diberikan untuknya sebagai Rewards Quest yang telah ia jalani. Ia belum sempat memeriksanya karena ia buru-buru log out tanpa berpikir panjang. Waktu itu sudah larut malam, jadi wajar saja Deus cepat-cepat log out.



Ia menghela nafas begitu mengingat hal tersebut. Malas akan hal itu, Deus mengambil ponselnya dan membuka Orbis Forum melihat diskusi-diskusi yang terdapat di sana. Gedung tempat Prom Night ini juga dilengkapi dengan fasilitas free Wi-Fi sehingga ia dapat dengan bebasnya berselancar di internet tanpa perlu membeli paket internet.



Ketika membuka Orbis Forum, ia dapat melihat beberapa obrolan tentang dirinya yang berupa Reus di dalam Orbis Online. Sebagian besar berisi keluhan-keluhan dan diskusi mereka mengenai stok Equip dan HP Potion I yang mendadak muncul dan menghilang dalam sekejap. Hal itu tentu menjadi keluhan bagi beberapa pemain—terutama pemain baru.



Nama Reus sendiri juga cukup terkenal di dunia Orbis Online, namun tidak ada yang tahu bagaimana dan seperti apa rupanya. Berkat kemunculan nama yang disertai HP Potion I dalam jumlah mengerikan, ia mendadak terkenal di dunia game tersebut. Bahkan beberapa pemain game lain juga membicarakan Reus—itu terlihat dari media sosial yang digunakan Deus.



Sampai beberapa waktu lalu, nama Reus kembali didengar oleh pemain Orbis Online karena menjual Equip dan berbagai Item luar biasa bagi pemain pemula dengan harga rendah. Beberapa pemain kelas Merchant, Blacksmith, dan Alchemist merasa terpukul ketika ada pemain baru yang begitu cepat melampaui tingkat penjualan mereka masing-masing.



Selain sosoknya yang masih misteri, level, kelas, dan ras yang digunakan oleh Reus juga merupakan tanda tanya besar bagi sebagian besar pemain Orbis Online. Hal ini tentu saja mengundang para pemain broker untuk menawarkan jasanya.



Broker adalah julukan bagi pemain yang memiliki informasi-informasi berharga tertentu yang bisa dijual pada pemain lain. Meskipun kebanyakan informasi-informasi tentang Orbis Online sudah banyak tersebar di dunia maya, masih banyak hal yang masih misteri di dalamnya. Bahkan pihak Deraft Corporation yang merupakan developer pengembang game ini mengaku tidak banyak yang mereka ketahui tentang game-nya sendiri.



Setelah sekitar empat bulan Orbis Online diluncurkan secara resmi, staff Deraft Corporation mengumumkan bahwa hanya tim inti pengembangan game saja yang mengetahui seluk-beluk Orbis Online secara sempurna dalam sesi wawancara. Mereka hanya diberitahu hal-hal umum yang perlu diketahui para pemain.



Terkadang ketidaktahuan adalah kebahagiaan, benar?



   "Hmm? Apa ini?"



Ketika menggulirkan halaman dengan usapan jarinya, ia menemukan sesuatu yang menarik. Sebuah diskusi yang berisi balasan dan komentar terbanyak untuk saat ini, ditambah diskusi ini juga baru dimulai sekitar 20 menit lalu.



   "Monstrus Invasion? Event?"



Mata Deus sedikit terbelalak melihat isi diskusinya yang ternyata berisikan mengenai serangan-serangan monster di beberapa daerah di benua Plainfest. Di Livetuna juga termasuk, hanya saja kumpulan pemain dan NPC yang berada di sana berhasil menahan gempuran invasi dari monster-monster ini.



Walau Livetuna adalah kota yang penuh dengan pemain-pemain baru di bawah level 40, beberapa NPC berlevel 70 ke atas juga ada di sana sehingga bisa kota bisa bertahan. Perlu diketahui, lingkungan di dalam Orbis Online takkan diperbaiki oleh sistem jika hancur, harus ada pihak NPC atau pemain agar bisa membangun kembali apa yang rusak. Karena itulah kelas yang ada di Orbis Online juga sangat beragam.



Deus sedikit cemas dengan Livetuna, tapi saat ini ia tidak bisa log in karena sedang memenuhi permintaan serta janjinya pada Kurenai. Bagi Deus, Livetuna itu adalah kota kenangan pertamanya di dunia Orbis Online dan juga terdapat banyak keuntungan yang bisa diambil dari sana. Ia tidak ingin Livetuna luluh-lantah dengan cepat, setidaknya sebelum ia bisa pergi dari kota tersebut.



Di sisi lain, Deus menunjukkan senyum yang cukup menyeramkan bagi orang-orang di sekitarnya. Matanya juga terlihat berbinar-binar menandakan ada sesuatu yang menyenangkan, tapi apa itu?



   "Event ini bisa kugunakan sebagai ladang uang."



Benar juga, Deus adalah orang yang mata duitan. Jika ada Event seperti ini, pasti akan ada banyak permintaan HP Potion yang bertebaran di mana-mana. Hal ini tentu takkan dilewatkan oleh Deus yang seorang Alchemist gadungan—meski kelasnya bukanlah Alchemist.