
Istana Lavore Kingdom saat ini diisi berbagai suara bising, kebanyakan disebabkan oleh suara kaca pecah dan barang-barang dihancurkan oleh palu ataupun benda mati lain.
"Hancurkan semuanya tanpa terkecuali! Aku tidak ingin negeriku dikuasai oleh altar kegelapan seperti ini!"
Setelah berseru demikian, pria sepuh di singgasananya membalikkan sebuah meja kayu yang di atasnya terdapat berbagai patung dan benda yang biasa digunakan untuk menyembah sesuatu.
Orang-orang di ruangan yang sama hanya bisa terdiam melihat raja mereka begitu marah terhadap altar tersebut, dia membalik dan menghancurkan semuanya dengan tongkat yang dia pegang di tangan.
Butuh beberapa waktu bagi Aulcrat untuk menenangkan diri setelah melampiaskan amarahnya. Dia kembali duduk di singgasana miliknya sambil menghela nafas dan menggelengkan kepala, merasa begitu kecewa.
Tidak ada orang di ruangan tersebut yang berani mengangkat suara menghibur Aulcrat atau sekedar memintanya tenang, mereka takut Aulcrat justru menyalahpahami maksud baik mereka.
Bukan rahasia umum setelah kembali dari pertempuran beberapa hari lalu, Aulcrat yang sudah merasa lebih sehat memberi perintah pertamanya, yaitu menghancurkan segala altar kegelapan yang beredar di seluruh negerinya.
Awalnya itu membuat bingung para pengikutnya karena sekitar lima tahun lalu Aulcrat-lah yang memperkenalkan altar tersebut beserta tata cara menyembahnya namun justru kembali dari pertempuran, Aulcrat memerintahkan untuk menghancurkan semuanya.
Demi menanggapi semua keluhan dan protes para warganya, Aulcrat mengumumkan bahwa selama lima tahun terakhir tubuhnya telah diambil alih oleh sesosok makhluk kegelapan bernama Lucius Maen'ra.
Pernyataan tersebut mengejutkan seluruh negeri. Terdapat sebagian percaya terhadap perkataan Aulcrat, sebagian lagi mengabaikan pernyataan itu dan kembali menyembah altar kegelapan yang disebut Aulcrat.
Aulcrat sadar bahwa pernyataannya itu dapat memicu bibit pemberontakan dari warganya yang telah tercuci otak oleh altar kegelapan namun sebagai raja, dia juga perlu mengemban tanggung jawab atas kesalahannya.
"Rajaku, apakah benar selama lima tahun terakhir anda dikendalikan oleh makhluk kegelapan?"
"Kau meragukan perkataanku, Verys?"
"Aku tidak ingin meragukannya namun hatiku tak bisa berbohong."
Orang yang dipanggil Verys itu menundukkan kepalanya sejenak tak ingin Aulcrat salah paham. Aulcrat sendiri bisa melihat perasaan serba salah pada diri Verys, dia menghela nafas sejenak sebelum bangkit berdiri dari singgasananya.
Aksi Aulcrat sontak mengejutkan orang-orang yang hadir di sana, membuat mereka berlutut satu kaki di lantai ruangan termasuk Verys.
"Aku tidak berharap kalian percaya namun, aku mengatakan kebenaran kepada kalian. Aku tidak tahu bagaimana makhluk kegelapan bernama Lucius Maen'ra ini merasuki diriku tetapi orang itu, Immortal Being yang pernah menjadi krisis negeri ini, dia adalah orang yang menyelamatkanku."
Aulcrat kemudian menceritakan pengalaman selama lima tahun dirinya dikurung di dalam kegelapan tanpa bisa berbuat apa-apa. Dia bisa melihat, mendengar, maupun merasakan segala sesuatu yang terjadi di sekitar namun Aulcrat tidak bisa mengendalikan tubuhnya.
Dia juga menjelaskan tentang Lucius Maen'ra berniat mengendalikan Lavore Kingdom di bawah kendalinya, menghimpun kekuatan, lalu membawa kekuatan negeri ini menuju medan perang ketika Order of Chaos menampakkan diri di depan publik.
"Jadi, sosok Lucius Maen'ra ini berniat mencuci otak warga kita dengan altar kegelapan, Rajaku?"
"Bukan hanya warga kita, Verys, tetapi kita juga termasuk ke dalam bagian rencana besarnya."
Perkataan Aulcrat sukses membuat orang-orang yang hadir di sana menimbulkan berbagai macam reaksi. Ada yang tidak percaya, banyak yang bersikap skeptis, sebagian kecil takut, sementara sisanya mendiskusikan kebenaran perkataan raja.
Aulcrat bisa melihat reaksi para pengikutnya, dia merasa reaksi mereka memang wajar mengingat sikap Aulcrat tiba-tiba berubah semenjak kembali dari pertempuran melawan Reus. Tidak sedikit yang menganggap Aulcrat telah dicuci otak oleh Reus.
"Ah, jadi begitu rupanya. Mereka ingin menjadikan negeri ini sebagai pasukan mereka, tidak mengherankan."
Sebuah suara asing bergema di ruangan tersebut, mengejutkan semua orang yang hadir di tempat itu. Beberapa penjaga segera mengangkat senjata mereka dan menoleh pada sumber suara yang berasal dari jendela ruangan.
Pada jendela tersebut terlihat sesosok pria berpakaian ala kadarnya disertai topeng setengah wajah menutupi sebagian wajahnya dan sebuah topi lebar, dia duduk dengan santai pada jendela itu.
Para penjaga segera mendekati sang pria sambil mengacungkan senjata.
"Siapa kau?! Apa maumu menyelinap kemari?!"
Pria tersebut tetap tenang biarpun dikepung beberapa penjaga sekaligus, justru sebaliknya dia malah tertawa kecil membuat para penjaga itu kebingungan dan kesal di saat yang bersamaan. Ketika mereka hendak menyernag sang pria, seruan Aulcrat menghentikan mereka.
"Berhenti sampai di sana, penjaga! Singkirkan senjata kalian dari pria itu!"
"Tapi, Rajaku!"
"Dengarkan perintahku atau nyawa kalian akan melayang!"
Para penjaga sontak menelan ludah mendengar ancaman Aulcrat, mereka menarik senjata mereka tak ingin kehilangan nyawa.
"Bagus, sepertinya kalian belajar cukup banyak dari kejadian sebelumnya."
Perkataan sang pria membuat orang-orang yang hadir di tempat itu mengerutkan dahi, mereka sedikit banyak bisa menebak siapa sesosok pria ini.
Pria tersebut memandangi seisi ruangan sejenak sebelum melangkah masuk. Aulcrat yang buru-buru mendekatinya menguatkan dugaan para bangsawan di tempat itu.
"Apakah anda utusan tuan Reus?"
"Benar, aku membawa pesan darinya yang ditujukan khusus untukmu, Raja Lavore Kingdom."
Percakapan di antara keduanya kembali mengundang kerutan dahi para hadirin, namun kali ini dengan maksud berbeda. Mereka mengira bahwa pria asing itu adalah sosok Reus yang dikatakan menyelamatkan Aulcrat dan membantai pasukan Lavore Kingdom tetapi ternyata, tak ada satupun tebakan mereka benar.
"Aku tidak akan basa-basi, jadi akan langsung ke intinya. Reus bilang jika ingin menghapus kesalahpahaman antara dirimu dan Sylph de Corvette, lebih baik kau mengundang dirinya kemari. Dia bisa membantumu dalam hal itu."
"Tuan Reus ingin membantuku?"
"Benar. Mengingat Order of Chaos ternyata sudah bergerak lebih jauh dari perkiraan, kita butuh setiap kekuatan yang ada. Sylph salah satu kekuatan terbesar kita dalam menghadapi Order of Chaos, lebih cepat menyelesaikan masalah ini maka lebih cepat pula bagi kita untuk mempersiapkan diri."
Perkataan sang pria ditanggapi positif oleh Aulcrat, dia segera meminta surat undangan resmi kepada beberapa pelayannya. Dia memberikan surat tersebut kepada sang pria.
"Tunjukkan surat ini pada penjaga istana maka kalian bisa masuk dengan bebas."
"Kalau kami tetap dicegat?"
"Hajar saja yang mencegat kalian, aku akan memakluminya. Jika memungkinkan jangan sampai membunuh mereka."
Pernyataan Aulcrat kini mengundang berbagai pasang mata di tempat ini melotot lebar. Tak ada satupun yang mengira bahwa Aulcrat sampai bersikap demikian, penguasa negeri aliansi dengan Lavore Kingdom sekalipun tidak mungkin dia persilahkan menghajar penjaga istana.
Ini menunjukkan bagaimana Aulcrat begitu menghargai penyelamatan yang Reus lakukan terhadap dirinya.
Sosok pria tersebut menerima surat pemberian Aulcrat dan tersenyum tipis sebelum melangkah keluar ke jendela.
"Baik, akan kusampaikan padanya. Terima kasih telah mendengarkanku, Raja Aulcrat."
Setelah berkata demikian sosok itu melompat dari jendela, mulai berlari di atas bangunan dan melompat dari atap ke atap rumah warga hingga menghilang dari pandangan.
Aulcrat menghela nafas setelah sosok itu menghilang dari pandangan mereka, dia lalu mengalihkan pandangannya kepada sekumpulan orang-orang yang hadir di ruangan.
"Masih ada yang tidak percaya dengan yang kuceritakan?"
Tidak ada yang berani membantah ataupun menjawab pertanyaan Aulcrat, mereka menundukkan kepala dalam diam. Kini mereka mempercayai semua yang dialami Aulcrat dan penjelasan mengenai Aulcrat dirasuki oleh makhluk kegelapan adalah benar.