
Kelompok Reus mengamuk begitu buasnya menghadapi setiap musuh yang datang. Reus menghabisi sebagian besar prajurit yang berdatangan menggunakan pedang dan Telekinesis, sementara Kynel dan Dunk membereskan sisa-sisa lawan yang tidak berani menghadapi Reus.
Crystina sendiri hampir tidak bergerak dari tempatnya karena Reus memintanya menghemat tenaga untuk menghadapi Xavier. Dia hanya sesekali bergerak ketika ada musuh yang berhasil lolos dan menargetkan dirinya.
Tidak ada yang berani mendekati Crystina setelah wanita tersebut mengayunkan pedang besar di tangannya membelah lawan menjadi dua dalam satu tebasan.
Kynel dan Dunk juga tidak kalah ganas dari Reus dan Crystina. Kynel menggunakan sihir tanahnya untuk mengguncang jalan menghancurkan posisi serta formasi lawan, sementara Dunk menggunakan kombinasi tinju dan tendangan disertai beberapa sihir api mengirim para prajurit yang mendatanginya ke langit.
Semakin lama semakin sedikit prajurit yang berdatangan karena ketakutan oleh kekuatan kelompok Reus, hingga datang sebuah pasukan berpenampilan sedikit berbeda dari mereka.
"Oh, pasukan utama mereka sudah tiba?"
Reus mengangkat sebelah alisnya memandangi pasukan berjumlah tidak kurang dari seratus orang tiba.
"Pasukan utama?"
"Ya, mereka adalah pasukan utama Lavore Kingdom yang biasa dikerahkan ketika perang. Berlevel 200-an dilengkapi dengan formasi khusus untuk membunuh."
Kynel dan Dunk spontan menelan ludah mendengar penjelasan Reus. Sepasukan berlevel 200? Dengan level mereka sekarang, keduanya tidak bisa memberikan luka parah seperti pasukan sebelumnya.
"Oh, pasukan berlevel 200? Ini sedikit menarik."
Crystina tidak bisa menahan gejolaknya melihat sejumlah pasukan di depannya. Dia mengangkat Great Grega ke atas bahu dengan sebelah tangan sebelum melangkah maju.
"Ketua, bukankah aku memintamu menyimpan tenaga?"
"Memangnya kau yakin bisa mengatasi mereka semua seorang diri? Sekuat apapun dirimu setidaknya kau hanya mampu mengatasi setidaknya sepuluh orang dari mereka di waktu yang sama."
"Yah, itu memang tidak salah sih."
Reus menggaruk kepalanya sejenak sedikit merasa bersalah dan ragu.
Sebelumnya dia mampu menghadapi semua ini karena keberadaan Sylph yang memiliki kekuatan sihir besar tetapi sekarang, selain Kynel yang masih berlevel di bawah 100-an tidak ada dari mereka yang mampu menggunakan sihir skala besar untuk melenyapkan semua lawan sekaligus seperti Sylph.
Reus menghela nafas sejenak sebelum memandang Kynel.
"Kynel terbangkan kita semua keluar tembok."
"Hah? Kau bercanda?"
"Tidak, aku serius. Terbangkan saja dan aku akan mengurus pendaratannya."
Kynel terlihat tidak yakin dengan perkataan Reus namun saat ini tak ada pilihan lain selain menurutinya jika ingin mengurangi kerusakan dan korban tak bersalah di sekitar.
Kynel mengangkat tongkat sihirnya tinggi-tinggi dan menghentakkannya ke jalan sekuat tenaga.
"Rise Ground!"
Beberapa saat kemudian tanah di sekitar Kynel bergetar hebat menghancurkan keseimbangan para prajurit sekaligus Reus dan lainnya. Reus menyuruh Dunk dan Crystina merunduk sebelum akhirnya tanah di bawah mereka menculat ke atas mendorong mereka semua ke langit.
""Uwaaa!!!""
Dunk dan Kynel menjerit seketika menyadari mereka melayang puluhan meter di atas udara, sementara Crystina tetap terlihat tenang meski raut wajahnya sedikit terkejut. Reus sendiri mengamati daerah sekitarnya dengan cermat.
"Telekinesis!"
Reus mengangkat tangan kirinya mengerahkan Telekinesis, mendorong baik dirinya sendiri dan seluruh kawan-kawannya menuju keluar tembok kota. Berkat itu Dunk dan Kynel menjerit lebih keras, sedangkan wajah Crystina menjadi sedikit buruk.
Reus menggunakan Telekinesis berulang kali untuk melempar mereka semua hingga melewati tembok kota. Setelah tembok kota terlewati barulah Reus menggunakan Telekinesis lebih lama agar pendaratan lebih aman.
"Oh, ini menghabiskan Energy lebih banyak dari yang kuperkirakan."
Perkataan pertama Reus ketika mendarat di luar tembok sukses mengundang reaksi ketiga orang lainnya. Dunk dan Kynel melotot pada Reus merasa tidak percaya dengan kata-kata Reus yang tidak terdengar cocok setelah melayang belasan meter di atas udara dan ada kemungkinan mati terbentur tanah saat mendarat, sementara Crystina bereaksi lain.
Crystina menjatuhkan Great Grega ke tanah dan mulai mengeluarkan isi perutnya, membuat heran Reus dan kedua orang lainnya.
"Maaf... aku sedikit tidak tahan dengan putar-putaran seperti tadi."
Reus tidak mau kekuatan utama mereka untuk menghadapi Xavier tumbang lebih dulu karena pusing.
"Itu mereka!"
Tidak lama setelah Crystina merasa lebih baik berkat Potion pemberian Reus, pasukan utama Lavore Kingdom terlihat melewati gerbang tembok dan bergerak menuju ke arah mereka.
"Oh, mereka mengejar kita sampai ke sini."
Reus tersenyum sinis memandangi sepasukan berlevel 200-an itu sebelum menoleh kepada Kynel dan melemparkan beberapa botol Energy Potion pada gadis tersebut.
"Kynel, buatkan aku bebatuan atau tanah berukuran besar di sekitarku. Bisa?"
"Hah? Untuk apa?"
"Lakukan saja, aku punya cara yang efektif untuk melawan mereka."
Kynel tidak mengerti maksud perkataan Reus tetapi dia menurutinya. Kynel mengonsumsi Energy Potion pemberian Reus untuk memulihkan Energy-nya yang terkuras berkat Rise Ground sebelumnya, lalu mulai menciptakan bebatuan dari tanah sekitar.
Prosesnya cukup cepat, dalam beberapa detik saja Kynel berhasil menciptakan puluhan batu seukuran mobil, meski setelah itu nafasnya menjadi liar dan Energy-nya langsung habis berkatnya.
"Terima kasih. Kau boleh beristirahat."
Reus mengusap kepala Kynel sejenak sebelum mengeluarkan beberapa botol berisi sesuatu berwarna ungu gelap dari Inventory, mengundang rasa penasaran Dunk yang sejak tadi memperhatikannya.
"Reus, botol mengerikan apa itu?"
"Ah, ini? Sesuatu yang bagus untuk melawan mereka."
Reus tidak menoleh melainkan terus mengeluarkan botol berwarna ungu tersebut hingga jumlahnya mencapai puluhan. Setelah jarak pasukan Lavore Kingdom semakin mendekat, Reus mengerahkan Telekinesis pada bebatuan yang diciptakan Kynel pada musuhnya.
Para prajurit yang bersemangat mengejar keempatnya tidak sempat bereaksi ketika sebongkah batu melayang menghampiri mereka. Dalam sekejap satu baris prajurit kehilangan nyawa berkat beban batu besar tersebut.
"Ah, begitu rupanya...."
Kynel tersenyum kering menyaksikan pemandangan berdarah yang berjarak kurang lebih seratus meter dari tempatnya berdiri.
Para prajurit menjadi panik karena serangan bongkahan batu yang begitu tiba-tiba. Mereka sudah mendengar bahwa pengacau yang sama beberapa hari sebelumnya juga menggunakan kemampuan serupa, tetapi kelihatannya mereka masih terlalu meremehkan kemampuan menggerakkan benda tanpa menyentuhnya sekalipun.
Tidak cukup sampai di sana, setelah bebatuan di sekitar habis Reus mulai melemparkan puluhan botol berwarna ungu sekaligus ke atas para prajurit menggunakan Telekinesis sebelum meminta Kynel membuatkan lebih banyak batu lagi.
Saat botol-botol ungu itu jatuh dan pecah menyentuh tanah, asap ungu mulai menyebar dan menyelimuti barisan para prajurit yang sekali lagi sukses membuat mereka panik.
"Racun! Ini racun! Cepat pergi dari tempat ini!"
Salah seorang prajurit berseru keras ketika mengenali gas ungu tersebut adalah racun.
Selama persiapan beberapa hari ini Reus tidak sekedar melatih Telekinesis dan membuat Potion saja, dia juga menggunakan Poison Breath-nya untuk mengisi beberapa ratus botol Potion yang kosong.
Menurut Reus cara ini akan lebih efektif dalam pertempuran melawan banyak orang dibanding terus mengerahkan Poison Breath dalam pertarungan dari waktu ke waktu.
"Ingin pergi? Tidak semudah itu!"
Melihat lawan-lawannya hendak kabur dari pertempuran atau sekedar menjauh dari asap racun, Reus melayangkan bebatuan yang baru saja Kynel ciptakan menggunakan Telekinesis. Targetnya kali ini adalah barisan belakang para prajurit menutup jalan lari mereka.
Reus menghitung perkiraan kekuatan Telekinesis-nya dengan bobot batu, lalu melempar bebatuan tersebut ke atas dan jatuh tidak meleset jauh dari tujuannya menggunakan gerakan parabola.
"Ini bukan lagi disebut pertempuran...."
"Ah, ketua Crystina, kau sudah lebih sehat? Sepertinya belum, wajahmu masih pucat. Lebih baik kau beristirahat sebentar lagi."
Kondisi Crystina sudah lebih membaik berkat beristirahat beberapa saat memulihkan diri dengan Potion pemberian Reus namun setelah cukup baik untuk ikut bertempur, wajah Crystina kembali memucat saat melihat pembantaian tak jauh di depannya.
Pandangannya kini teralih pada Reus yang tengah tersenyum kepadanya.
'Beruntung aku tidak menjadikan dia musuh....'