Orbis Online

Orbis Online
60. Berita Perang



   "Huaah, segar! Sudah lama rasanya aku tak menghirup udara asli!"


Begitu log out Deus segera meregangkan tubuhnya sedikit sambil menghirup udara dalam-dalam memenuhi paru-parunya dengan oksigen dan beberapa gas lainnya. Ia akhirnya dapat merasakan kesegaran udara asli di dunia nyata setelah sekian lama berada di dalam dunia virtual.


Setelah puas menghirup oksigen dengan volume besar, Deus kembali meregangkan otot-otot tubuhnya yang masih lemas. Ia tidak ingin mengalami nyeri atau kram otot karena tidak dipanasi dengan baik.


Selang beberapa menit kemudian, Deus melangkahkan kakinya menuju dapur dan mengambil sebotol air mineral dari kulkasnya untuk membasahi kerongkongannya. Air mineral memang nikmat, terutama jika bertemperatur rendah!


Seusai urusannya di dapur selesai, Deus pergi ke kamar dan menyalakan tv menonton Orbis News, hendak melihat kira-kira apa yang sedang terjadi di dalam sana—mengingat belum lama ini terjadi sebuah perang besar yang melibatkan para pemain berlevel kecil dan ribuan monster mob rendah di desa Viredeta.


   "Selamat datang kembali di Orbis News, sebuah acara televisi yang membawa informasi dalam game Orbis Online pada dunia nyata."


Deus cukup tertegun ternyata dirinya tepat waktu saat acaranya baru saja dimulai, ia merasa sedikit beruntung. Di layar televisi terlihat seorang pria paruh baya rupawan bersetelan jas rapi yang siap membawa acara Orbis News.


Kemudian ia pun menyimak kata demi kata yang akan diucapkan oleh host acara tersebut.


   "Ehem, seperti yang kita ketahui, baru-baru ini terdapat sebuah perang besar yang melibatkan pemain dan monster mob dalam jumlah besar. Jadi, kali ini kami mengundang beberapa pemain yang terlibat langsung dalam perang tersebut."


Ketika sang pembawa acara mengatakan itu, beberapa layar muncul di belakangnya. Di layar-layar tersebut dapat terlihat beberapa pemain yang wajahnya cukup akrab dengan Deus. Hal ini membuat Deus sedikit memiringkan kepalanya.


Di sana terdapat Dalon dan tiga pemimpin party lain yang berpartisipasi terhadap perang melawan ribuan pasukan monster mob yang dipimpin oleh Raevolg yang hendak menyamaratakan Livetuna dengan tanah. Bagaimana bisa mereka belum log out padahal sebentar lagi akan dilakukan maintenance dan update secara bersamaan?


Ketika pertanyaan itu muncul di pikirannya, Deus teringat akan sistem dari Orbis Online yang mampu mempercepat kenyataan dunia virtualnya hingga dua kali lipat. Tidak heran jika Dalon dan lainnya masih belum log out dari Orbis Online.


Kebanyakan rekaman yang direkam langsung dari dalam Orbis Online memanglah tayangan ulang, namun di sebelah kiri atas layar tv Deus bisa melihat tulisan 'live' yang artinya saat ini Orbis News sedang melakukan siaran langsung dari dalam game.


Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat di beberapa tahun belakangan, umat manusia sudah menemukan suatu teknologi yang bisa merekam kecepatan obyek yang cukup cepat menjadi kecepatan normal yang bisa dilihat manusia biasa secara live. Teknologi ini bukanlah teknologi yang biasa disebut slow motion, tapi sesuatu yang berbeda.


Teknologi tersebut diterapkan ke dalam Item khusus yang diciptakan oleh tim pengembang inti Orbis Online untuk Orbis Channel agar dapat meliput siaran di dalam game secara live tanpa adanya perbedaan waktu dan kecepatan yang berarti. Nama teknologi ini adalah Fastdrive.


Fastdrive memang memiliki kegunaan dan manfaat yang luar biasa jika diterapkan di dunia nyata, tetapi yang menjadi masalah adalah teknologi ini hanya bisa diterapkan pada dunia virtual saja. Untuk pengaplikasiannya di dunia nyata belum bisa direalisasikan karena beberapa alasan tertentu.


   "Pemain paling berperang besar, ya? Menurut saya sih Ramsey. Dia yang menghabisi semua monster terkuat sebagai Boss-nya dalam sekejap. Jika tidak ada dia, saya rasa Livetuna sudah rata sekarang."


Deus mengangguk pelan mendengar jawaban Dalon. Ia juga merasa bahwa peranan paling penting di perang itu adalah Ramsey—Haris—yang telah menghabisi semua Field Boss berlevel kurang lebih seratus itu. Kalau saja Ramsey tidak ada di sana, entah apa yang bisa ia lakukan untuk memenangkan peperangan tersebut.


Ia pun menegak kembali air yang ada di dalam botol mineral di tangannya.


   "Tapi, pemain yang tak kalah berperannya adalah Reus."


   "Buufftt!"


Ketika mendengar nama avatar Orbis Online-nya disebut oleh Dalon, Deus secara spontan menyemburkan air mineral yang sudah setengah jalan menuju lambung. Ia tersedak akibat ucapan Dalon yang tak diduga-duga.


   "Reus? Apakah dia Reus yang belakangan ini terkenal karena menjual HP Potion I dan Item-Item luar biasa bagi pemain pemula itu?"


   "Saya tidak tahu itu, tapi nama avatarnya adalah Reus. Ia memakai Equip serba hitam dan kemampuan bertarungnya menggunakan pedang dan skill-skillnya sangatlah hebat. Saya penasaran apakah ia pemain veteran yang mencoba bermain dari awal ataukah memang sudah hebat di dunia nyata."


Sambil berusaha meredakan batuknya sendiri yang tak disengaja, Deus tetap memusatkan pendengarannya pada suara televisi. Ia benar-benar tertegun sekaligus terkejut dengan pernyataan Dalon barusan—meskipun suara batuknya masih berpesta.


   "Dia menawarkan diri untuk mengintai desa Viredeta seorang diri dari dalam menggunakan Item khusus yang ia dapat dari mengalahkan monster tertentu, mengarahkan para pemain menggunakan strategi dan formasi hebat yang dapat menyapu bersih ratusan monster mob dalam sekejap, lalu berada di barisan paling depan untuk menggempur pihak lawan seorang diri untuk beberapa waktu. Terlebih lagi Reus merupakan pemain berlevel lebih rendah daripada para pemimpin party. Dia benar-benar pemain yang luar biasa."


   "Jadi, bisa dikatakan bahwa pemain bernama Reus ini merupakan pemain paling berperan dalam perang ini?"


   "Dari sudut pandang perang murni mungkin Ramsey adalah pemain paling berperan, tapi jika dalam perang sungguhan seperti beberapa waktu tadi, gelar MVP pantas didapatkan oleh Reus. Menurut saya Reus merupakan pemain yang paling berperan dalam Raid ini."


Mendengar ucapan Dalon yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan dari reporter Orbis News, Deus hanya bisa terdiam tak bisa berkata apa-apa demi menanggapi pernyataan tersebut. Ia berpikir bahwa aksinya yang secara sukarela itu tidak akan diapresiasi karena levelnya rendah, namun kenyataan berkata lain.


Deus pun hanya menunjukkan senyum kecilnya membuktikan bahwa dirinya saat ini sedang senang. Tentu saja senang, memangnya siapa yang kesal jika terkenal karena kejadian besar hingga masuk televisi?


Namun ada bagian dari Deus yang tak senang dengan hal tersebut. Ya, itu adalah Reus yang merupakan avatarnya di dalam Orbis Online. Tentu akan merepotkan jika dirinya seterkenal itu di dunia virtual.